
Hari ini adalah hari terakhir pertandingan delapan besar di Stadium Awan Hitam, pertandingan penutup kali ini adalah antara Dila Azura VS Yuan Lang. Kedua peserta saat ini telah berdiri di atas arena pertandingan, Dilla pun sudah mengeluarkan Pedang Iblis Hitamnya yang merupakan senjata alam iblis. Yuan Lang pun sudah mengeluarkan Pedang Karma yang merupakan senjata pada ranah alam malaikat.
"Huft............... " Suara nafas panjang Dilla.
"Dasar Yuan Lang bodoh, dia tidak sadar saat ini sedang teracuni." Gumam Dilla.
Dila Azura merupakan seorang kultivator di ranah alam langit puncak serta memiliki elemen kegelapan dan elemen petir, sedangkan Yuan Lang merupakan kultivator di ranah alam langit tingkat awal dan berelemen kabut ungu yang langka dan berelemen petir.
"Sebaiknya kau menyerah saja Yuan Lang, kau tidak akan pernah bisa menang melawan ku," Ucap Dila.
"Sombong nya Dilla saat ini, hal itu lah yang membuat nya masih jomblo hingga saat ini." Gumam Yuan Lang.
"Kita lihat saja, kalau belum bertarung kita tidak akan mengetahui hasilnya Dilla." Ucap Yuan Lang, sambil menerjang ke arah Dila dengan mengayunkan Pedang Karmanya.
Sebuah energi petir berbentuk pedang sepanjang tiga meter melesat ke arah Dila, Dila pun mulai mengayunkan Pedang Iblis Hitam nya ke arah Yuan Lang.
"Dasar perempuan yang ceroboh, dia menyerang tanpa memikirkan strategi terlebih dahulu." Gumam Dilla.
Sebuah energi kegelapan berbentuk pedang sepanjang empat meter pun melesat ke arah Yuan Lang. Kedua elemen alam tersebut pun mulai berbenturan, pedang petir pun kemudian terhempas oleh pedang kegelapan.
"Duarrrrrrr.......... " Suara ledakan yang di sebabkan oleh pedang kegelapan.
Beberapa detik sebelum terkena ledakan, Yuan Lang berhasil menghindar menggunakan jurus langkah petir milik nya. Dila pun kembali menerjang ke arah Yuan Lang menggunakan jurus langkah petir yang sama.
"Tring...... tring...... tring......... "
"Tringg..... tring.... tringggg...... " Suara pedang yang saling beradu.
Pedang Iblis Hitam dan Pedang Karma pun saling beradu. Di karenakan ranah Yuan Lang yang sedikit lebih lemah dari Dila, Yuan Lang pun terdesak mundur. Saat hampir terjatuh ke luar arena Yuan Lang pun melesat kan tembakan bola petir dari telapak tangan nya ke arah Dila. Dila pun terkejut dan menepis bola petir tersebut menggunakan Pedang Iblis Hitamnya.
"Hampir saja aku terkena serangan petir tersebut." Gumam Dilla.
Sementara itu Yuan Lang pun kembali mengeluarkan jurus langkah petir untuk menjaga jarak antara dirinya dan Dila, karena sudah merasa terdesak Yuan Lang pun berniat mengeluarkan kartu As nya.
"Ternyata dia sesombong ini karena memiliki kemampuan yang sangat hebat, aku seperti nya harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaikku." Gumam Yuan Lang.
Ia pun mulai mengumpulkan aura keunguan di telapak tangannya, beberapa saat kemudian aura keunguan juga keluar dari tubuh Yuan Lang.
"Dia pasti ingin mengeluarkan kabut ungu sialan itu, sebaiknya aku harus segera terbang dari sini." Gumam Dila.
Dila pun kemudian mengeluarkan dua buah roda emas dari dalam cincin ruang miliknya, Dila pun menstransfer kan tenaga dalam nya kedalam inti senjata suci tersebut. Kemudian ia melemparkan nya ke lantai arena, roda tersebut pun mulai melayang sekitar satu meteran dari atas lantai. Kabut ungu pun keluar dari telapak tangan sebelah kiri milik Yuan Lang, lalu kabut tersebut pun perlahan mulai menutupi area di sekitar arena pertarungan.
"Whuss..............." Suara kabut ungu melesat.
"Itu kan elemen yang sangat langka, elemen kabut ungu,"
"Gadis itu benar-benar gadis yang hebat." Teriak salah seorang penonton, dari Tribun Penonton.
"Plok...... plok...... plok..... "
"Plok..... plok...... plok....... " Suara Tepuk Tangan Penonton dari Tribun Penonton.
Tak lama berselang setelah kabut ungu menutupi seluruh arena Dila Azura pun melesat terbang ke atas arena berniat keluar dari dalam kabut ungu tersebut.
"Untung saja aku cepat mengeluarkan roda emas ini, padahal aku baru saja membeli nya tadi pagi,"
"Tidak kusangka akan menggunakan nya secepat ini." Gumam Dilla.
"Wah............itu roda emas, yang merupakan produk keluaran terbaru perusahaan Alba,"
"Aku melihat nya tadi pagi di iklan yang di tayangkan TV,"
"Wah..............menakjubkan aku ingin membeli nya satu nanti." Ucap Salah Seorang Penonton, dari Tribun Penonton.
Dilla pun mulai melesatkan energi kegelapan berbentuk pedang hitam ke arah kabut ungu tersebut secara acak dari atas arena.
"Duargh....... Duargh....... Duargh.......... " Suara ledakan akibat serangan kegelapan.
Suasana pun senyap untuk sementara, kabut ungu pun masih menyelimuti di sekitar arena. Tiba-tiba saja seberkas petir keluar dari kabut ungu tersebut lalu menyambar ke arah langit.
"Duarghhh.................. " Suara ledakan di langit.
Awan-awan hitam pun mulai mengeluarkan luapan-luapan energi petir disekitar nya.
"Dzzitt..... Dzzitt......... Dzzitt..... " Suara percikan petir di langit.
"Dasar nenek sihir, dia sudah merencanakan segala nya saat bertanding dengan ku," Gumam Dilla, sambil melihat ke arah langit.
Beberapa saat kemudian, hujan petir pun terjadi. Hujan tersebut kali ini sangat istimewa karena petir-petir tersebut hanya menyambar ke arah Dilla Azura saja.
"Ugh..... sepertinya Jurus Hujan Petir milik Yuan Lang telah sempurna, ia pasti melatihnya dengan sangat keras selama ini." Gumam Dilla, sambil menangkis serangan hujan petir tersebut dengan Pedang Iblis Hitam nya berkali-kali.
"Duarghhh........... duarghhh........ duargh....... "
"Duarghhh....... duarghhh........ duargh.......... " Suara sambaran petir saat beradu dengan Pedang Iblis Hitam.
"Ugh........ tanganku rasanya bergetar keras saat menepis sambaran petir ini, awas saja kau Yuan Lang." Gumam Dilla, kembali menangkis sambaran petir dengan bersusah payah.
Sambaran petir pun terus berulang hingga beberapa kali, Dilla pun akhirnya berhasil menangkis seluruh sambaran petir tersebut.
"Huft................ " Suara nafas panjang Dilla.
"Habis juga petir nya, jika petir tersebut menyambar beberapa kali lagi aku pasti akan terluka." Gumam Dilla.
Tiba-tiba saja Kabut Ungu yang menyelimuti arena perlahan-lahan mulai menghilang, hingga akhirnya benar-benar menghilang.
"Byurrrr.................... " Suara Hujan Deras.
Terlihat lantai arena telah hancur pada beberapa titik, di pojokan arena Yuan Lang tengah membungkuk dengan kedua lutut menyentuh tanah, sambil menancapkan Pedang Karma nya ke lantai arena.
"Hah...... hah...... hah...... " Suara terengah-engah Yuan Lang.
Pedang karma yang ditancapkan tersebut ternyata untuk menopang tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga dalam. Melihat Yuan Lang telah kehabisan tenaga nya, Dilla pun tersenyum kemudian perlahan turun ke arah Yuan Lang.
"Akhirnya racun penghilang tenaga dalam ku bereaksi,"
"Ha... ha.... ha....." Gumam dan Tawa Dilla di dalam hati.
"Sial kenapa tenaga dalam ku cepat sekali habis, aku padahal hampir menang sedikit lagi."
"Apakah gara-gara semalam aku melakukan kontrak jiwa dengan Shangguan." Gumam Yuan Lang, kemudian mulai mengingat kejadian semalam.
Semalam di Restaurant Awan
Merayakan lolosnya Yuan Lang masuk ke delapan besar, Shangguan pun mengajak Yuan Lang makan malam di Restaurant Awan tadi malam. Ternyata Shangguan memiliki perasaan terhadap Yuan Lang dan berniat menembak nya malam ini.
"Aku harus menembak nya malam ini, aku khawatir ia akan di tembak oleh laki-laki lainnya,"
"Bahkan si Rambut Merah saja sudah memiliki dua orang pacar, aku Tuan Muda paling jenius, Di Kota Awan Hitam saja masih belum mempunyai satu pun pacar,"
"Yang ada hanya fans psikopat yang hampir memperkosa ku saat aku lengah." Gumam Shangguan.
Shangguan pun memesan menu masakan terlezat dan termahal di restoran tersebut, mereka pun mulai menyantap makanan tersebut dan meneguk arak beberapa kali. Yuan Lang maupun Shangguan tidak menyadari yang menghidangkan makanan dan arak ke meja mereka adalah Dilla Azura yang sedang menyamar menggunakan Topeng Siluman.
"Hahay..... makan dan minum lah racun ku sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta." Gumam Dilla.
Sebelum menghidangkan makanan dan arak tersebut, Dilla terlebih dahulu sudah membubuhi nya dengan Racun Penghilang Tenaga Dalam yang akan bereaksi esok hari.
"Baiklah lanjutkan adegan percintaan kalian, esok hari aku akan menang." Gumam Dilla.
"Ha..... ha..... ha...... " Tawa kecil Dilla di dalam hati, lalu pergi meninggal kan Restoran Awan tersebut.
Beberapa saat kemudian.
Shangguan pun mulai menggenggam tangan ramping milik Yuan Lang, sorot matanya tampak sangat tulus dan serius.
"Yuan Lang, kalau kau menjadi kupu-kupu aku akan menjadi malamnya." Ucap Shangguan.
"Lho kok malam, apa dia pikir aku kupu-kupu malam," Gumam Yuan Lang.
"Kok malam Shangguan," Ucap Yuan Lang.
"Jika aku menjadi malam, aku akan selalu menemani mimpi-mimpi indah mu Sayang." Ucap Shangguan.
"Oh......... Shangguan,"
"So sweet............." Ucap Yuan Lang, pipi nya pun mulai memerah.
"Maukah kau menjadi pacar ku, Yuan Lang." Ucap Shangguan.
Yuan Lang pun tersenyum ke arah Shangguan.
"Iya Sayang." Ucap Yuan Lang.
Kontrak jiwa antara Shangguan dan Yuan Lang pun terjadi.
Kembali ke arena.
"Hah............ " Suara nafas panjang Yuan Lang.
"Jika benar gara-gara kontrak jiwa, ya sudah lah tidak apa-apa." Gumam Yuan Lang dalam hati.
Beberapa saat kemudian Yuan Lang pun menyerah, Shangguan pun beranjak ke arena dan memapah Yuan Lang pergi keluar dari arena.
"Sayang kau tidak apa-apa?" Tanya Shangguan.
"Tidak Shangguan, aku hanya kehabisan tenaga saja,"
"Sebaiknya kita mencari tempat untuk bermeditasi saja, agar aku dapat memulihkan kondisi ku." Ucap Yuan Lang.
"Ayo sayang, sebaiknya kita memulihkan diri di Penginapan Stadium Awan Hitam saja, ranjang disana empuk,"
"Dan dekat dengan Stadium ini." Ucap Shangguan, lalu memapah Yuan Lang keluar dari arena.
"Dasar mesum, ya sudah lah." Gumam Yuan Lang.
Maksud Shangguan mengajak Yuan Lang ke penginapan tersebut, karena tempat itu adalah tempat terdekat dari Stadium ini dan juga tempat nya tenang dan juga nyaman. Dilla Azura, Gisel, Arung, dan satu orang sosok misterius lain nya masuk Empat Besar Ujian Tahap Kedua ini.
"Ha... ha.... ha.... " Tawa kecil Dilla, sambil meninggal kan arena pertarungan.
Pertandingan pun ditutup dan akan di selenggarakan kembali dua bulan mendatang, yang akan dihadiri oleh beberapa tamu kehormatan termasuk Jenderal Es yang telah hilang selama lima tahun ini
Kembali ke saat ini di bagian belakang Pulau Balighe.
Setelah perjalanan panjang selama tiga hari tiga malam, Tim penjelajah dadakan yang di ketuai oleh Robert Wong akhirnya sampai juga di bagian belakang Pulau Balighe tersebut. Untuk sampai ke tempat ini mereka harus menyeberangi lautan. Arung, Shilla, Gisel dan yang lainnya belum sadar mereka berada di Pulau Balighe, karena Robert sengaja membawa mereka melalui rute yang paling jauh. Arung beserta yang lainnya pun beranjak ke Ngarai Biru, setiba nya di pintu masuk Ngarai terlihat beberapa prajurit sedang berjaga.
Pintu Masuk Ngarai Biru
Pulau Balighe merupakan sebuah pulau yang terletak di laut selatan Benua Es Api, ekosistem dan kondisi geografi pulau bagian depan hampir sama dengan pulau Bali kalau di dunia asal Arung. Pulau bagian belakang memiliki ekosistem dan kondisi geografi yang berbeda, khususnya Ngarai Biru tersebut yang memiliki banyak sekali Beast Buas di dalamnya. Oleh karena itu pula pihak Kekaisaran memagar sekitar lokasi Hutan dan Ngarai tersebut, kemudian menugaskan beberapa prajurit berjaga sepanjang tahun nya.
"Hah................. " Suara nafas panjang Jendral Playboy.
"Syukurlah Kakak sudah kembali pulang, jadi aku tidak di bully lagi oleh beberapa Jendral lainnya,"
"Beberapa bulan lagi aku akan pergi ke Kota Awan Hitam, ini adalah kesempatan ku untuk memprogram anak dengan istri-istri ku,"
"Kota itu terkenal karena iklim nya yang selalu hujan yang berarti selalu becek." Gumam Jendral Play Boy.
"Hi..... Hi...... Hi.... " Tawa Kecil Jendral Play Boy.
"Riri, Uranus, Amanda bersiap lah,"
"Akan ku guncang kalian saat berada di Kota Awan Hitam nanti nya." Gumam Jendral Play Boy.
Kali ini ada seorang jenderal laki-laki super playboy yang sedang bersantai di dekat Ngarai Biru.
Di dekat Gerbang.
Terlihat beberapa Prajurit sedang berjaga, mereka pun menghampiri Arung dan yang lainnya.
"Wah........ tampan nya Pemuda Berambut Merah ini." Gumam salah seorang Prajurit Wanita.
"Mau kemana kalian Anak Muda?" Tanya salah seorang Prajurit Wanita.
"Kami berencana pergi ke Ngarai Biru tersebut, untuk memancing Nona Cantik." Jawab Arung.
"Oh ternyata mereka mau memancing, kukira mau party nakal,"
"Kalau ia aku pun mau ikutan, aku pun lagi galau sejak di ceraikan oleh suamiku." Gumam Prajurit Wanita lainnya.
"Hiks.... hiks.... hikss.... " Tangis Kecil Prajurit Wanita tersebut.
Melihat Arung merayu Prajurit Cantik, Shilla dan Gisel ekspresi nya terlihat kesal dan jengkel.
"Ini biaya masuknya, Nona prajurit." Ucap Robert, lalu memberikan sekantong koin emas.
Robert sudah mempelajari segala hal mengenai Pulau Balighe ini, dia pun mengetahui biaya pengamanan yang harus di sediakan Pelancong saat memasuki wilayah Ngarai Biru tersebut.
"Wah...... kena tugas jaga lagi deh." Gumam Prajurit lainnya.
Nona prajurit tersebut hendak mengambil biaya pengamanan tersebut, namun tiba-tiba saja sang Jendral Play Boy itu pun menghampiri Arung dan yang lain nya.
"Minggir......minggir kalian semua." Ucap Jenderal Play Boy.
"Siap Jenderal," Ucap para prajurit, lalu mulai menjauh.
Jenderal Play Boy pun menatap ke arah Arung, kemudian ke arah Gisel dan Shilla.
"Kalian tidak bisa pergi ke Ngarai Biru, peraturan nya hanya kaum bangsawan dan para Jenderal yang boleh bersantai kemari." Ucap Jenderal Play Boy tersebut.
Para prajurit pun saling menatap, karena mereka tahu itu hanyalah akal-akalan sang jenderal saja.
"Tapi jenderal bukankah peraturannya, kami harus membayar biaya pengamanan saja." Ucap Robert.
"Tidak ini peraturannya baru kalian harus memiliki elemen es untuk masuk ke dalam Ngarai Biru tersebut." Ucap Jenderal Playboy, sambil mengeluarkan bongkahan es dari telapak tangan nya.
"Wah...... kacau nich, padahal kami sudah tiga hari tiga malam melakukan perjalanan kemari." Gumam Jupiter.
Robert beserta yang lainnya pun saling menatap, begitu juga dengan para prajurit yang berjaga. Salah seorang prajurit beranjak pergi untuk melaporkan kejadian tersebut kepada komandan nya yang juga merupakan Istri Jendral Play Boy.
"Kecuali kalian menyerah kan Gadis Berambut Ungu dan Gadis Berambut Merah itu untuk menemaniku bersantai di pinggiran Ngarai Biru ini, baru kalian boleh memancing di sini." Ucap Jenderal Playboy ini, sambil mengedipkan mata ke arah Gisel dan Shilla.
"Aku tahu kalian ingin mengadakan party nakal di tepian Ngarai Biru ini kan, tidak akan kubiarkan,"
"Aku kan ingin ikut party juga, jika perlu aku akan mengeluarkan duyung Mesum ku,"
"Biar kalian habis semua di mangsa nya." Gumam Jendral Karna.
"Ugh......... dasar Jendral mata keranjang." Gumam Shilla, lalu memalingkan wajah nya
"Darah itu merah Jendral, dan cinta ku ini hanya untuk Calon Suami ku seorang." Gumam Gisel, lalu memalingkan wajah nya juga.
Jenderal Playboy ini bernama Karna Dragon Ice dan juga merupakan Kakak Ke tiga dari Lily dragon Ice dan adik dari Nona Mitha. Ia pun mengetahui hanya ada 1 persen penduduk di Benua Es Api ini yang mampu membangkit kan elemen es kecuali para bangsawan.
"Jenderal kami pun seorang prajurit, kumohon izinkanlah kami masuk." Ucap Jupiter Fox.
"Oh..........ternyata mereka adalah para Prajurit yang lagi berlibur,"
"Dasar Prajurit-prajurit mesum." Gumam Jendral Karna.
Arung lalu maju dan menghampiri Jenderal Karna, mereka pun saling berhadap-hadapan dan kedua mata mereka saling beradu.
__ADS_1
"Jadi jika aku mampu mengeluarkan elemen es tersebut, Tuan Jenderal yang bijaksana akan membiarkan kami masuk ke dalam Ngarai Biru tersebut?" Tanya Arung.
"Benar Rambut Merah, aku Jenderal Karna akan mengizinkan mu masuk bersama dengan teman-teman mu ke dalam Ngarai Biru tersebut,"
"Dan membiarkan kalian melakukan Party Nakal tersebut, aku tidak akan mengganggu nya,"
"Dengar prajurit, itu perintah." Jawab Jendral Karna.
"Wah...... Party Nakal, apa yang ada didalam kepala Jendral Play Boy ini,"
"Mungkinkah di dalam kepala nya hanya ada hal-hal mesum saja." Gumam Gisel.
"Kya........... jika Arung melakukan Party Nakal, aku harus bagaimana,"
"Aku malu jika harus melayaninya berdua bersama Gisel." Gumam Shilla, lalu pipi nya pun memerah.
"Siap Jenderal." Ucap para prajurit kompak.
"Semoga saja mereka jadi membuat Party Nakal,"
"Aku udah Jablay semenjak Suami ku selingkuh dan menceraikan aku." Gumam Prajurit yang baru saja di ceraikan oleh suami nya.
Note. Jablay : Jarang di belai.
Gisel dan Shilla ekspresi nya terlihat kesal dan jengkel dengan Jenderal Karna, yang mengedipkan mata nya ke arah mereka.
"Ha...... ha....... ha........ " Tawa kecil kompak Gisel, Shilla, Ayu, dan Jupiter, setelah mendengarkan syarat yang diajukan oleh Jenderal Karna.
"Kenapa ketiga gadis cantik itu tertawa kecil, apakah mereka sudah mengetahui pesona dari sosok bangsawan ini,"
"Coba aku mengedit mata ku lagi." Gumam Jenderal Karna, kemudian mengedipkan matanya kembali.
Ekspresi Gisel dan yang lainnya kembali kesal lalu jengkel.
"Kenapa ekspresi mereka seperti itu?"
"Mungkinkah mereka marah karena aku mengedipkan mata ku kepada semua nya, ia pasti begitu,"
"Itu namanya adalah cemburu." Gumam Jendral Karna.
"Ha...... ha....... ha......... " Tawa kecil Jendral Karna.
"Kenapa dia tertawa sendiri?"
"Bagaimana bisa orang seperti ini lulus menjadi Jendral, dia pasti meniduri salah satu panitia nya." Gumam Arung, lalu menggeleng-geleng kan kepala nya.
Arung lalu mengeluarkan telapak tangan nya di hadapan Jendral Play Boy, aura berelemen es pun kembali berkumpul di sekujur tangannya, lalu berubah menjadi sebongkah es.
"Mataku tidak salah, apa aku tadi ada meneguk beer saat di Ngarai Biru,"
"Kenapa Dj Party ini bisa mengeluarkan elemen bangsawan." Gumam Jendral Karna, lalu mengucek-ngucek mata nya.
"Jendral ini sepertinya sulit menerima kenyataan, kalau Arung ternyata telah membangkitkan elemen bangsawan tersebut." Gumam Robert Wong.
"Bagaimana Mungkin." Ucap Jenderal Karna
"Haaaaaahhh..... " Teriak Jenderal Karna.
"Pemuda berambut merah ini pasti keturunan bangsawan, Kya......... mau gak dia jadi papa dari anak-anak ku." Gumam Prajurit yang baru saja di cerai kan oleh suami nya tersebut.
Sepertinya Prajurit Wanita tersebut telah terbius kemampuan Dragon Love milik Arung.
"Aura es ini sepertinya tidak asing lagi,"
"Oh ia aku ingat sekarang, ini mirip sekali dengan aura es milik Kakak kedua ku." Gumam Jenderal Karna, sambil menatap ke arah Arung.
"Jendral mesum ini mulai melihat ke arah ku, mungkinkah dia bergairah saat melihat elemen es dari telapak tangan ku,"
"Gawat jika memang ia." Gumam Arung.
"Pemuda ini masih sangat muda, tidak mungkin ia berbagi essensi jiwa dengan Kakak Kedua ku."
"Dia pasti saudara jauhku, ya sudah lah aku akan memperbolehkan mereka lewat," Gumam Jenderal Karna.
"Kenapa Jendral itu melihat Arung dengan tatapan mesum, mungkinkah dia tertarik dengan ketampanan Arung,"
"Kya....... ternyata Jendral itu tidak hanya mata keranjang tapi juga gay, aku khawatir dengan masa depan Kekaisaran ini." Gumam Kayla.
Beberapa saat kemudian, tiga sosok wanita cantik pun tiba di Gerbang masuk tersebut.
"Baru di tinggal sebentar saja sudah mulai menggoda perempuan lainnya, dasar Jendral Play Boy." Gumam Komandan Riri.
"Dia yang berjanji dia yang mengingkari, Ugh...... beberapa tahun yang lalu dia bahkan bermain api dengan Duyung Apinya Madonna." Gumam Uranus.
"Bulu kuduk ku merinding, firasatku tidak enak,"
"Mungkinkah tempat ini angker, sebaiknya aku memanggil Kultivator Dukun untuk mensucikan tempat bersantai ku ini nanti nya." Gumam Jendral Karna.
Kedua wanita cantik tersebut pun langsung menjewer kedua telinga Jenderal Karna lalu menarik nya pergi meninggalkan Arung dan yang lain nya.
"Aduh... aduh.... apa ini... " Ucap Jenderal Karna, sambil kesakitan.
"Ingat Karna, istrimu sudah sepuluh kami sudah sepakat tidak akan mengizinkan mu menambah lagi, dan kamu sudah menyetujui nya." Ucap Komandan Riri, Istri ke sepuluh Jendral karna dan juga merupakan Komandan di bawahnya.
"Benar ingat anak angkat mu di rumah, Karna." Ucap Komandan Uranus Istri pertama Jendral karna yang juga merupakan Komandan di bawahnya.
Yang dimaksud anak oleh Uranus adalah anak angkat nya.
"Ugh....... ketiga nenek lampir sudah tiba, ugh...... telingaku." Gumam Jendral Karna.
Para prajurit pun tertawa, begitu juga dengan Ayu dan yang lainnya.
"Ha........ ha........ ha........ "
"Ha........ ha........ ha........ " Tawa kompak mereka semua, saat melihat tingkah konyol Jendral Karna.
Robert pun memberikan biaya pengamanan kepada salah seorang prajurit tersebut. Arung yang pada awalnya sudah sedikit kesal dan jengkel, ketika melihat tingkah ke kanak-kanakan Jenderal Karna emosi nya pun mereda seketika.
"Hah................... " Suara nafas panjang Arung.
"Maaf kan sikap suamiku ya semuanya,"
"Adik tampan dan yang lainnya bersenang-senang lah di dalam Ngarai Biru tersebut." Ucap Komandan Amanda istri kelima Jenderal Karna, sambil mempersilahkan mereka masuk ke dalam Ngarai.
"Wah...... Jendral itu sudah memiliki sepuluh istri tapi masih saja menginginkan wanita lainnya, apa dia tidak takut mati di ranjang." Gumam Robert Wong.
"Ketiga istrinya saja begitu cantik serta berpangkat Komandan, tapi dia masih mengejar wanita lainnya,"
"Pasti ada yang tidak beres dengan kepalanya, dan ketiga Komandan itu pasti menikah dengan di paksa Oeh Jendral mesum tersebut." Gumam Ayu.
Ngarai Biru
Akhirnya Arung dan teman-teman nya pun mulai masuk dengan pengawalan dari beberapa orang prajurit ke dalam Ngarai Biru tersebut. Robert pun mulai mengeluarkan GPS nya lalu mereka pun mulai menyusuri tempat tersebut.
"Wah............indah ya pemandangan disini." Ucap Ayu.
"Ia Kak Ayu, Udara nya pun sejuk." Ucap Gisel.
"Tambah sejuk karena ada kamu Sayang." Gumam Gisel, lalu menoleh ke arah Arung.
Ngarai Biru ini memiliki lebar 10 km dan kedalaman nya bervariasi, disisi kiri dan kanan tempat tersebut adalah hutan dengan beragam jenis tumbuh-tumbuhan. Setelah berjalan beberapa jam Robert pun menghentikan langkah nya, ia pun mulai menghampiri Arung.
"Bro disini adalah lokasinya, coba tolong urus kelima prajurit tersebut untuk mengawal sampai di sini saja." Ucap Robert, sambil berbisik.
"Pendekar Don Juan ini pasti memiliki pelet ampuh untuk menaklukkan hati para Prajurit Tante-tante Cantik di sana." Gumam Robert.
Don Juan merupakan seorang Kultivator Play Boy yang terkenal di masa 1000 tahun yang lalu karena berhasil menaklukkan setiap wanita yang di inginkan nya.
"Pintu masuknya di dasar Ngarai ini, kita akan menyelam menggunakan kapal selam mini milik ku,"
"Serahkan padaku Robert." Ucap Arung.
"Prajurit Tante-tante ini pasti doyan uang." Gumam Arung.
"Bagus Bro, aku yakin pelet mu akan sukses,"
"Aku akan menanyakan nya nanti kepada Arung, Kultivator Dukun mana yang ia datangi." Gumam Robert.
Arung pun mengajak Shilla ke tempat para para prajurit tersebut. Mereka berdua pun mulai mendirikan beberapa kamp, Shilla kemudian memberikan perbekalan untuk sebulan kepada kelima prajurit tersebut setelah menerima perintah dari Calon Suami nya tersebut. Arung pun kemudian memberikan uang sebanyak 500 koin emas untuk tiap Prajurit Tante-Tante Cantik tersebut, Shilla pun melihat nya dan sedikit kesal karena keborosan Arung.
"Wah....Dasar tukang buang-buang uang, pemborosan,"
"Enak nya Prajurit Tante-tante itu mendapatkan uang cuma-cuma dari Calon Suami ku." Gumam Shilla.
"Terima kasih yach Adik Tampan, bersenang-senanglah kami akan menunggu hingga kalian kembali,"
"Jika kalian mengadakan Party Nakal, ajak aku yach." Ucap Prajurit Tante-Tante Cantik yang baru saja di ceraikan suaminya lalu melambaikan tangan nya ke arah Arung.
"Party Nakal?"
"Otak Prajurit Tante-Tante Cantik ini sudah sedikit korslet ini pasti gara-gara mereka menerima perintah yang aneh-aneh dari Jendral Play Boy tersebut." Gumam Arung.
"Ia Kakak-Kakak cantik." Ucap Arung, sambil beranjak pergi ke tempat Robert bersama Shilla.
"Ugh..... dasar Tante-Tante Pelakor, Party Nakal dia pikir kami perempuan apa an." Gumam Shilla.
"Wah.......Adik tampan itu benar-benar sangat kaya, Uang ini senilai dengan gaji kita selama dua bulan sebagai seorang Prajurit." Ucap salah seorang Prajurit Tante-Tante Cantik tersebut.
"Semoga kalian nanti malam membuat Party Nakal." Gumam Prajurit Cantik yang baru saja di ceraikan oleh suami nya.
Mendengar perkataan Arung kepada Prajurit-Prajurit Tante-Tante Cantik tersebut, Shilla pun menjadi jengkel.
"Dasar gombal kamu Arung,"
"Erghhh................." Gumam Shilla, sambil mengekor di belakang Arung.
Di Dalam Ngarai Biru
Arung beserta yang lainnya pun mulai menyelam ke dasar Ngarai menggunakan kapal selam milik Robert Wong. Lokasi pintu masuk menuju ke perpustakaan kuno tersebut berada di dasar tempat ini, yang mana di sepanjang Ngarai tersebut di lokasi mereka menyelam tersebut lah yang memiliki kedalaman terdalam dari dasar Ngarai lain nya.
Di dalam Kapal Selam Robert Wong.
Terlihat Beast-Beast laut sedang berenang dari kaca jendela kapal selam tersebut, serta tanaman- tanaman indah di dinding-dinding Ngarai Biru tersebut.
"Wah....... pemandangan yang mengagumkan, untung aku ikut dengan Kayla." Gumam Jupiter.
"Mama....... ini sungguh indah, walau pun aku tinggal di dekat Danau,"
"Tapi aku tidak pernah menyelam di dalamnya, ternyata pemandangan di dalam sini benar-benar berbeda dengan keadaan di atas daratan." Gumam Shilla.
Note. Danau Obat yang berada di Kediaman Shilla tidak bisa di selami di karenakan banyak sekali Beast Ganas di dalm nya.
Tak lama berselang terlihat gerombolan beast siluman air mulai mengerumuni kapal selam milik Robert Wong berniat menyerang kapal tersebut dengan di pimpin oleh Beast Raja Siluman Air.
"Aurghhhh............aurgh...........aurghhhh.......... " Suara Raungan beberapa Siluman Air tersebut.
"Beast apa yang mengelilingi kapal kita ini Gisel, sepertinya makhluk-makhluk tersebut berjumlah sekitar 50 ekor dan di pimpin oleh seekor Beast sebesar kapal selam ini?" Tanya Ayu, sambil mendekat kan wajah nya ke salah satu jendela di dalam kapal selam.
"Mana... mana kak?" Tanya Gisel, lalu beranjak ke arah Ayu.
Gisel pun mengamati keadaan di luar dari jendela kapal selam di dekat Ayu.
"Siluman Air.... Uang.... uang.... uang." Gumam Ayu.
"Wah.......Jakpot nich, itu adalah Beast Siluman Air,"
"Bahkan ada raja nya pula,"
"Kita harus segera menangkap nya." Jawab Gisel.
"Bagaimana cara kita menangkapnya, sebaliknya saat ini justru kita lah yang dalam kesulitan,"
"Tidak mungkin kita melawan mereka di dalam Ngarai ini." Ucap Kayla.
Arung pun kemudian mengeluarkan sebuah senjata dewa dari dalam cincin ruang milik nya. Senjata suci tersebut hanya sebesar sebuah sangkur dengan gagang dari tanduk naga berwarna hitam. Di ujung gagang terdapat sebuah kepala naga, bilah belati nya berwarna biru air. Senjata tersebut adalah Belati Naga Air Iblis senjata yang sudah hilang dari dunia kultivasi selama beberapa millenium.
"Wah... senjata dewa, itu senjata yang sangat langka itu adalah Belati Naga Air Iblis,"
"Senjata itu di khusus kan untuk pertarungan di dalam air, Penggunanya dapat bernafas di dalam air dan dapat bergerak lincah di dalam nya,"
"Dimana kau mendapatkan nya Arung?" Tanya Jupiter Fox, sambil memandangi belati di tangan kanan Arung.
"Aku mendapatkan nya saat di reruntuhan kuno ketika menjelajah bersama Tuan Muda Quill," Ucap Arung. (Berbohong)
"Ugh..........Kalau tahu banyak senjata suci di reruntuhan tersebut, aku pasti mengajak Dinda untuk mencari nya dan tidak pulang terlebih dahulu,"
"Kami memang kurang beruntung,"
"Mulai dari senjata sampai masalah percintaan, aku menyesal tidak mendekati Arung saat itu." Gumam Ayu.
Ayu telah terbius kemampuan Dragon Love milik Arung.
"Pakai juga ini Arung." Ucap Shilla, lalu memberikan sepasang sarung tangan merah kepada Arung.
"Shilla sungguh perhatian dengan ku, beda dengan Gisel,"
"Dia sangat bernafsu saat melihat gerombolan Siluman Air tersebut, di dalam gilirannya saat ini pasti uang." Gumam Arung.
"Wah.... uang... uang.... uang.... aku kaya lagi,"
"Hi.... hi..... hi..... " Gumam dan Tawa kecil Gisel.
Arung pun beranjak keluar dari kapal selam tersebut lalu bergerak ke atas kapal selam, bermaksud memancing para beast buas tersebut menjauh dari kapal selam. Jika jarak antara pertarungan nya dan kapal selam jauh, Arung akan lebih leluasa untuk bertarung. Ia pun mulai berenang terus ke atas hingga kapal selam sudah tidak terlihat lagi, Sementara itu Rober terus menyelam menuju dasar Ngarai sesuai instruksi yang di berikan oleh Arung.
"Jarak nya sudah cukup aman, antara diriku dan Kapal Selam." Gumam Arung.
"Aurghhhh...... aurgh....... aurgh...... " Suara Auman Siluman Air tersebut.
Makhluk-makhluk itu pun mulai menyerang Arung menggunakan tembakan bongkahan es dari dalam mulutnya, ada sekitar lima puluh bongkahan es melesat ke arah Arung, ia pun berteleport ke arah gerombolan Siluman Air di sebelah kiri nya.
"Blitzzzz............ blurppp...blurpp...." Suara jurus teleportasi milik Arung.
Siluman-Siluman air yang di lawan oleh Arung kali ini lebih lemah di bandingkan dengan yang ada di Rawa Siluman Air, hanya saja di sini jumlah nya lebih banyak. Rata-rata kekuatan Siluman Air ini kekuatan nya setara dengan kultivator di ranah alam kesatria puncak.
"Jurus ber elemen api kurang efektif di gunakan di dalam air, sebaiknya aku menggunakan jurus elemen tanaman," Gumam Arung.
Ia pun mulai melesatkan 10 akar tanaman dari telapak tangan kiri nya ke arah 10 beast Siluman Air, karena lengah ke 10 Siluman Air ini tidak dapat menghindar dan tertancap akar pohon di dadanya.
"Jlebbb........jlebbb.....jlebbb......... " Suara akar tanaman menusuk tubuh Siluman-Siluman Air tersebut.
"Aurghhh.............. " Raungan kesakitan Beast yang terkena serangan Arung.
Seketika ke 10 ekor Siluman Air pun tewas, dan tenggelam ke dasar Ngarai.
"Blurpppppppppp........ blurpppppppppp....... " Suara tubuh Siluman Air tersebut tenggelam ke Dasar Ngarai.
"Aurghhhh.................. " Raungan Siluman Air lain nya.
"Sepertinya suasana di dalam sini mulai sedikit memanas." Gumam Arung.
Melihat teman-temannya tewas Siluman Air lain nya pun kembali menyerang menggunakan serangan bongkahan es ke arah Arung. Beberapa detik sebelum terkena serangan ia pun kembali berteleport untuk yang kedua kali nya ke belakang 20 ekor Siluman Air lain nya.
__ADS_1
"Blitz............blurppp... blurpppp.. " Suara Jurus teleportasi milik Arung.
Sementara itu sang Raja Siluman Air, hanya menyaksikan pertarungan tersebut dan belum melakukan tindakan apa pun.
"Rasakan ini, sebentar lagi kalian akan menjadi santapan di Warung Makan Daging Panggang Siluman Air." Gumam Arung, lalu kembali melesatkan jurus akar pohon dari telapak tangannya.
Seketika 20 akar pohon yang runcing menerjang ke arah 20 beast Siluman Air.
"Jlebbb........jlebbb.....jlebbb......... " Suara akar tanaman menusuk tubuh Siluman-Siluman Air tersebut.
"Aurghhh.............. " Raungan kesakitan Beast yang terkena serangan Arung.
Akibat lengah ke 20 ekor Siluman Air pun terkena serangan akar pohon dan tewas seketika. Melihat teman-teman nya tewas dan berjatuhan ke dasar Ngarai, Siluman Air yang lain nya berang dan kembali melesatkan bongkahan air ke arah Arung.
"Aurghhhh.................. " Raungan Siluman Air lain nya.
"Aku hanya memiliki satu kesempatan berteleport lagi hari ini, ranah ku saat ini tidak cukup kuat untuk menahan jurus teleportasi ini,"
"Sebaiknya aku melawan mereka menggunakan Pedang Taifun." Gumam, sambil menghindari serangan bongkahan-bongkahan es dari Siluman Air.
"Duarghhh........ duarghhh......... duargh........ " Suara ledakan akibat bongkahan es mengenai dinding Ngarai.
Arung pun kembali menerjang ke arah Siluman Air, sambil mengeluarkan Pedang Taifun nya. Pertarungan sengit pada jarak dekat pun terjadi, ia pun mengayunkan Pedang Taifunnya ke arah beast Siluman Air tersebut.
"Whusss......... Blurpppppppppp..... blurpppppppppp...... " Suara bilah energi pedang melesat.
Beberapa berkas energi angin berbentuk pedang melesat ke arah siluman air, beberapa makhluk-makhluk tersebut ada yang mampu menahan nya, dan beberapa lainnya terkena serangan tersebut lalu tewas.
"Aurghhh......,.............. " Raungan Kesakitan Siluman Air, lalu tewas.
"Blurpppppppppp....... blurpppppppppp.... blurpppppppppp....... " Suara tubuh Beast-beast tersebut perlahan tenggelam ke dasar Ngarai.
Perpustakaan Kuno Kerajaan Jangbaek.
Di tebing di dasar terdalam Ngarai Biru terdapat sebuah bangunan dari batu karang yang terpahat dengan sangat indah dan membentuk sebuah benteng kuno, dengan sebuah gerbang di bawah nya. Gerbang tersebut tampak di lindungi sebuah lapisan api berwarna merah, terlihat jelas air tidak bisa memasuki bangunan tersebut. Ukuran gerbang tersebut sekitar 10 x 10 meter.
"Wah..............indah banget bangunan nya, baru kali ini aku melihat yang seperti ini." Ucap Ayu, sambil melihat dari kaca jendela kapal selam.
"Benar Kak Ayu, ternyata Perpustakaan Kuno itu benar-benar berada di dalam dasar Ngarai Biru ini." Ucap Gisel.
"Ugh..... syukurlah lagu anak-anak zaman dahulu itu benar-benar menunjukkan lokasi Perpustakaan Kuno ini." Gumam Robert Wong.
"Sebaiknya kita menunggu Arung di sini teman-teman, setelah ia tiba baru kita mulai memasuki Perpustakaan Kuno tersebut." Ucap Robert Wong.
"Baiklah semuanya, sambil menunggu Arung kita minum-minum beer dulu,"
"Gimana cocok bukan, udara disini sangat dingin sekaleng beer adalah penghangat yang terbaik." Ucap Kayla, sambil membagikan beer kepada Shilla dan yang lainnya.
"Tuhan semoga Arung dapat menang dan kembali dengan selamat," Gumam Shilla.
"Wah...... beer..... beer...... "
"Tampaknya aku dan Kayla bisa menjadi teman yang akrab," Gumam Gisel.
"Kayla kau memang mantap, selera kita sama." Ucap Gisel.
"Hah........ apa dia tahu kalau di Warung Makan Daging Panggang Siluman Air aku pernah menyukai Arung sesaat?" Gumam Kayla, yang dimaksud Gisel adalah selera meminum beer.
Kemudian beberapa tubuh beast siluman air pun mulai berjatuhan ke dasar Ngarai tersebut, bahkan ada yang jatuh ke atap kapal selam.
"Blurpppppppppp...... blurpppppppppp..... blurpppppppppp......... " Suara tubuh makhluk-makhluk tersebut tenggelam ke dasar Ngarai.
"Bruakkk...... " Suara salah satu tubuh Beast jatuh ke atap kapal selam.
"Wah Arung memang hebat, walaupun sekarang ia hanya di ranah alam kesatria puncak ia mampu membunuh banyak beast Siluman Air." Ucap Jupiter Fox, sambil menunjuk ke arah beast-beast yang sedang berjatuhan ke dasar Ngarai tersebut.
"My lovely Arung........ " Gumam Shilla, lalu bergegas ke jendela kapal selam untuk melihat tubuh beast-beast yang berjatuhan tersebut.
"Syukur lah, semoga kau segera kembali, Calon Suamiku." Gumam Shilla.
Sementara itu Gisel dan Kayla memulai acara minum-minum mereka di dalam kapal selam milik Robert Wong.
"Hah............. " Suara hembusan nafas panjang Robert.
"Tidak kuduga Gadis yang ku taksir ternyata seorang Pemabuk, sepertinya Kayla sangat cocok dengan Gisel,"
"Mereka bisa menjadi teman yang akrab." Gumam Robert.
Kembali ke Pertarungan Arung dan Raja Siluman Air.
Arung pun menebaskan Pedang Taifun nya ke arah Siluman Air tersebut beberapa kali, beberapa bilah energi pedang berelemen angin pun mencabik lalu menewaskan seluruh Beast-beast yang tersisa.
"Duargh..... duargh....... duargh...... " Suara ledakan angin saat mencabik Beast-Beast tersebut.
"Aurgh...... aurgh....... aurgh...... " Raungan kesakitan beast-beas tersebut lalu tewas.
Kini di dalam Ngarai ini tinggal Arung dan Raja Siluman Air tersebut,Beast tersebut memiliki perawakan dan rupa seperti Siluman Air pada umum nya. Hanya saja tubuh nya berukuran tiga kali lipat ukuran Siluman lalu memiliki dua tanduk di punggung nya.
"Erghhh.................... " Erangan Raja Siluman Air.
"Sepertinya bos bandit sudah mulai kepanasan." Gumam Arung.
Melihat seluruh anak buahnya telah tewas, Raja Siluman Air pun menerjang ke arah Arung.
"Maju lah." Gumam Arung.
Makhluk tersebut kekuatan nya setara dengan kultivator di ranah alam lautan puncak, namun kecepatan nya di air setara dengan kultivator di ranah alam langit puncak.
"Sial........ Beast ini ternyata sangat cepat sekali." Gumam Arung.
Ia pun tidak sempat bereaksi, dalam sekejap mata Raja Siluman Air sudah ada di hadapan nya lalu memukul nya dengan kedua belah tangan nya.
"Akh.............. dadaku." Teriak Arung.
Setelah itu Arung pun terpental ke arah dinding Ngarai.
"Duarghhh............. " Suara tubuh Arung yang menghantam dinding Ngarai.
"Uhuk...... uhuk...... uhuk..... " Suara Batuk Arung, lalu mengeluarkan darah.
Begitu pula dengan Pedang Taifun milik Arung, juga terjatuh ke dasar Ngarai.
"Blurpppppppppp................ " Suara Pedang Taifun tenggelam ke dasar Ngarai tersebut.
"Aurgh.............. " Auman Raja Siluman Air.
Kemudian makhluk ini pun mulai melesatkan bongkahan es yang runcing berdiameter lima meter ke arah Arung.
"Aku harus menggunakan jurus teleportasi ku sekarang dan memukul nya segera dengan Palu Emas Hitam Surgawi ku." Gumam Arung, sambil mengelap darah yang keluar dari mulut nya.
"Duarghhh........ " Suara ledakan akibat bongkahan es yang mengenai dinding Ngarai.
"Blitzzz......... " Suara Jurus teleportasi Arung.
Beberapa detik sebelum ledakan Arung pun berteleport ke belakang punggung Raja Siluman Air, lalu melemparkan palu dewa nya ke arah beast tersebut.
"Membesar" Teriak Arung, palu tersebut pun perlahan membesar dan mengenai punggung Beast tersebut.
Kali ini giliran Raja Siluman Air yang terpental ke arah dinding Ngarai.
"Duargh................ " Suara ledakan saat tubuh Beast tersebut menghantam dinding Ngarai.
Gelembung-gelembung air pun mulai mengepul dan perlahan menghilang, dari balik arah dinding Ngarai tampak makhluk tersebut mulai melesat ke Arah Arung dan hendak mencabik-cabik tubuh nya dengan cakar nya.
"Kembali" Teriak Arung, palu tersebut pun melesat kembali ke genggaman tangan nya.
Arung pun kembali menstranferkan sisa-sisa kekuatan nya ke dalam palu dewa, lalu melemparkan nya kembali ke arah Beast yang tengah melesat di hadapan nya.
"Membesar" Teriak Arung.
Palu Emas Hitam Surgawi pun kembali membesar lalu mengenai dada Raja Siluman Air hingga terpental ke dasar Ngarai Biru.
"Akh.............. " Teriak kesakitan Raja Siluman Air.
"Duargh......... " Suara ledakan akibat tubuh Beast tersebut menghantam dinding Ngarai.
Beast tersebut tidak menyadari efek yang di timbulkan oleh serangan palu dewa tersebut. Jika terkena sekali akan menyebabkan lawan turun ranah satu tingkat, Raja Siluman Air sudah terkena dua kali selama ini. Jadi saat ini kekuatan makhluk tersebut setara dengan kultivator di ranah alam kesatria puncak dan sudah kehilangan 90 persen kekuatan nya.
"Aurgh........... " Suara auman Beast tersebut yang marah.
Kekuatan Raja Siluman Air akan kembali satu jam kemudian.
Arung sudah kehabisan seluruh tenaganya, ia pun mengeluarkan Pil Naga lalu menelan nya segera.
"Hah....... hah....... hah...... " Suara terengah-engah Arung.
Saat ini ia sudah tidak mampu bertarung lagi, Raja Siluman Air pun kembali melesat ke arah Arung dari dasar Ngarai.
"Sebaiknya aku menghindari serangan Beast ini terlebih dahulu, setelah tenaga ku pulih akan ku bunuh Beast Ganas ini." Gumam Arung.
Ia pun hanya mampu menghindar untuk saat ini, Sementara itu Beast Ganas tersebut terus menyerang lalu menembak kan bongkahan-bongkahan es berulang-ulang ke arah Arung.
"Duargh....... duargh........ duargh....... duargh...... " Suara ledakan mengenai Dinding Ngarai di beberapa tempat.
Kembali ke kapal selam Robert Wong.
Sementara Arung sedang bertarung sengit melawan Raja Siluman Air, Gisel dan Kayla sedang asyik meminum beer dan mabuk-mabukan.
"Wah...........ternyata meminum beer di dasar Ngarai ini memberikan sensasi yang berbeda ya Kayla,"
"Beer ini nikmat apa lagi jika ada bebeb ku di sini,"
"Aku pasti akan membuat nya mabuk dengan tubuh ku ini." Ucap Gisel.
"Ugh...... Gisel, kau sangat memalukan,"
"Carilah kamar jika ingin melakukan nya." Gumam Ayu, lalu menepuk jidat nya.
Gisel seperti nya sudah hampir mabuk, karena meminum terlalu banyak beer.
"Uek........ " Suara Gisel mengeluarkan angin dari dalam mulut nya.
Kayla pun tampak akan mabuk juga, Ternyata dirinya dan Gisel memiliki hobi yang sama di masa depan mereka mungkin akan menjadi teman mabuk yang sangat akrab.
"Ia Gisel, seharusnya aku membeli beberapa kotak beer lagi, supaya acara minum-minum kita ini lebih panjang,"
"Jika kau butuh bantuan membuat Calon Suami mu mabuk aku bersedia membantu mu." Ucap Kayla, lalu mereka saling men tos kan kaleng beer.
"Wah....... jadi ramai donk, Shilla pun pasti ikut." Ucap Gisel.
"Benar kan Robert." Ucap Kayla, sepertinya ia sudah mulai memiliki perasaan terhadap Robert.
"Ugh...... tidak kusangka ternyata mereka berdua memiliki khayalan untuk melakukan Party Nakal disini,"
"Arung pelet apa yang kau pakai." Gumam Robert, kembali mengelus-elus dada nya.
Belum sempat Robert menjawab, Gisel dan Kayla sudah duluan tak sadarkan diri akibat terlalu banyak minum.
"Brukkkk......... " Tubuh Gisel dan Kayla yang tersungkur ke lantai kapal selam.
"Iya Kayla, terserah pada mu, " Ucap Robert Wong.
"Wah...............sudah tumbang ternyata, semoga Kayla bermimpi Party Nakal dengan ku." Gumam Robert, lalu beranjak ke arah Kayla dan menyelimuti nya dengan selimut dari dalam lemari kapal selam.
Melihat adik nya sudah tertidur, Ayu pun juga menyelimuti Gisel dengan selimut dari dalam lemari kapal selam.
"Dasar adik bodoh ku ini, Calon suaminya sedang bertarung mempertaruhkan nyawa nya di malah mabuk-mabukan disini,"
"Bagaimana perasaan Arung jika melihat nya seperti ini." Gumam Ayu.
Sementara itu Shilla terlihat teramat mencemaskan keselamatan Arung, ia pun mondar-mondir di dalam kapal selama.
"Calon Suamiku gimana kondisinya, di atas sana berulang kali suara ledakan terdengar,"
"Sudah hampir dua jam tapi Calon Suami ku juga belum kembali, semoga tidak terjadi apa-apa dengannya." Gumam Shilla.
Ayu pun menoleh ke arah Shilla.
"Ternyata Shilla benar-benar tulus mencintai Arung, terlihat dari raut wajahnya yang sangat cemas dan gelisah,"
"Sedangkan adik ku dia malah mabuk-mabukan." Gumam Ayu.
"Huft.............. " Suara hembusan nafas panjang Ayu.
Beberapa saat kemudian.
"Brughhhh............ " Suara tubuh Raja Siluman Air yang menghantam dasar Ngarai Biru tersebut.
"Lihat itu teman-teman, sepertinya Arung memegang kendali pertarungan saat ini,"
"Dia benar-benar hebat, aku tidak menyesal kalah darinya saat itu." Ucap Jupiter Fox.
"Dia memang my bro ku, semoga saja aku bisa benar-benar menjadi saudaranya." Ucap Robert Wong.
"Syukur lah, semoga dia bisa memenangkan pertarungan sengit tersebut melawan Beast Buas itu." Gumam Shilla.
Ia dan yang lain nya tidak mengetahui jika Calon suaminya saat ini sedang kesulitan dalam menghadapi Raja Siluman Air tersebut.
Kembali ke pertarungan Arung dan Raja Siluman Air di dalam Ngarai Biru.
45 menit kemudian,
Tenaga dalam milik Arung sudah pulih sekitar 25 persen setelah menelan pil naga tersebut. Selama 45 menit ini ia pun terus menghindari serangan cakar dan juga tembakkan bongkahan es dari Raja Siluman Air tersebut.
"Duargh........ duargh....... duargh..... "
"Duargh....... duargh......... duargh.... " Suara ledakan akibat bongkahan es mengenai Dinding Ngarai.
Saat ini Arung berniat menyelesaikan pertarungan tersebut, Raja Siluman Air pun kembali menerjang dengan cakar nya ke arah Arung dari bawah Ngarai Biru.
"Huft............... " Suara hembusan nafas panjang Arung.
"Tenaga ku sudah pulih seperempat nya, sudah saat nya aku mengakhiri pertarungan ini." Gumam Arung.
Aura es keluar dari telapak tangan kiri nya lalu juga dari sekujur tubuh nya, suhu di sekitar nya menurun drastis. Tak lama berselang sebongkah es bersegi-segi berdiameter 15 meter melesat dari telapak tangan Arung ke arah beast tersebut.
"Whusss.......... " Suara lesatan Bongkahan Es raksasa tersebut.
Karena sudah hampir kehabisan tenaga dan juga telah mengalami cedera yang parah, Raja Siluman Air pun tidak sempat menghindari serangan tersebut. Tubuh Beast tersebut pun terkena serangan bongkahan es raksasa tersebut.
"Arghhhhh.......... " Suara rintihan terakhir Raja Siluman Air, memecah keheningan di dasar Ngarai Biru tersebut.
Tubuh makhluk ini pun terpental hingga ke dasar Ngarai.
"Hah..... hah...... hah.... " Suara terengah-engah Arung.
"Sepertinya sudah berhasil,"
"Fiuh....... " Gumam Arung.
Sebuah ledakan besar dan dahsyat pun terjadi di dasar Ngarai tersebut yang menyebabkan goncangan selama beberapa menit.
__ADS_1
"Duarghhhhh,................... " Suara ledakan akibat bongkahan es raksasa mengenai tubuh Beast tersebut.
"Groaghhhhh....... groaghhhhh....... " Suara goncangan di sekitar Ngarai Biru.