
Tidak terasa seminggu sudah Kapal-Kapal Layar Langit tersebut berlayar di ruang angkasa, Nona Blue mulai mengumpulkan para Komandan-Komandan dan Calon-Calon Alkemis ke dalam kabin Aula masing-masing untuk memberikan arahan dan himbauan selanjut nya. Oleh karena hanya ada empat orang dosen yang ikut dalam misi kali ini, maka di aula-aula Kapal-Kapal Layar Langit lain nya, para Komandan-Komandan dan Calon-Calon Alkemis lain nya harus menonton dan mendengarkan himbauan dan arahan tersebut melalui layar-layar televisi yang ada di dalam aula Kapal-Kapal Layar Langit masing-masing.
Aula Kapal Layar Langit Yang Di Naiki Arung.
Terlihat Dosen Tercantik di AKPERTI tersebut tengah berdiri di atas podium aula, dan di sebelah nya berdiri Asisten Cantik nya Nona Lin yang selalu menemani nya dengan setia di dalam kelas.
"Huft........... " Suara Nafas Panjang Nona Blue.
Melihat Dosen tercantik berdiri di hadapan mereka, Komandan-Komandan dan Calon-Calon Alkemis Laki-laki tidak melepaskan pandangan nya sedikit pun ke arah wajah dan body Nona Blue yang sexi.
"Cantik sekali, i'm in love..... " Ucap salah satu Komandan Laki-laki dengan nada suara yang kecil.
"Ugh..... Kau memang Dewi di AKPERTI ini Nona Blue.... " Ucap salah satu Komandan Laki-laki lain nya dengan nada suara yang kecil.
Kericuhan pun mulai terjadi di dalam ruangan aula tersebut akibat kecantikan Nona Blue, Asisten Cantik nya pun mulai menenangkan kericuhan dengan jurus auman nya.
"Tenang.... Semuanya harap tenang...... " Ucap Nona Lin Sky menggunakan Jurus Auman Petirnya.
Ruangan pun menjadi hening seketika, Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis tersebut langsung duduk dengan tenang dan tidak berisik seperti sebelum nya.
"Mereka selalu saja begitu jika melihat ku, sebaik nya aku cepat-cepat mencari pendamping hidup, agar Komandan-komandan ini tidak terlalu berharap padaku." Gumam Nona Blue.
"Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis semua nya, kali ini aku akan mengajarkan kalian sebuah Jurus dasar untuk bertahan hidup di Ruang Angkasa yang keras ini," Ucap Nona Blue.
"Ugh.... Bagaimana ini dengan tingkatan kultivasi ku yang rendah apa aku bisa menguasai nya." Gumam Jeni yang tidak yakin akan mampu menguasai jurus tersebut dari bangku paling belakang.
"Jurus ini adalah jurus wajib yang harus di miliki saat menjelajahi Ruang Angkasa yang hampa udara ini." Ucap Nona Blue.
Kericuhan kembali terdengar dari suara para Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis di dalam ruangan tersebut.
"Mulai ribut lagi." Gumam Nona Blue kemudian kembali menarik nafas panjang.
Tampak di pojokan belakang Arung dan ketiga anggota tim nya duduk di tempat tersebut.
"Jurus dasar bertahan hidup di ruang angkasa?"
"Kau tahu mengenai jurus ini Shilla?" Tanya Arung.
"Aku tidak tahu Arung, aku pun baru mendengarnya sekarang, mungkin Ayu tahu?" Tanya Shilla.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu Shilla, mama tidak pernah memberitahukan ku mengenai jurus tersebut." Jawab Ayu.
"Oh.... Begitu yach... " Gumam Arung.
"Mereka berdua tidak berani asal menjawab pertanyaan assasin berdarah dingin ini, ugh... Menyeramkan, aku harus menjaga tutur kata ku jika tidak ingin mati konyol seperti Gadis Cantik di dalam kabin kemudi tersebut." Gumam Jeni masih salah paham terhadap identitas Arung tersebut.
Para Wakil Komandan pun di wajibkan menyaksikan arahan dan himbauan dari Nona Blue dari TV di dalam Kabin Kemudi mereka masing-masing.
"Baik lah perhatikan Nona Lin baik-baik." Ucap Nona Blue.
Asisten Dosen yang cantik itu pun mulai beranjak maju ke depan, ia mulai melempang kan kedua belah tangan nya, terlihat aura berwarna-warni mulai berkumpul di sekujur tubuh nya.
"Lihat......kalian harus memusatkan tenaga dalam kalian di ujung telapak tangan kalian, lalu mulai membulatkan nya ke sekujur tubuh kalian sehingga membungkus tubuh kalian seperti perisai kultivasi." Ucap Nona Blue.
Nona Lin pun mulai mempraktekkan nya sesuai dengan perkataan Nona Blue, tampak lapisan tenaga dalam sudah mulai membungkus bulat tubuh nya.
"Sekarang salurkan terus tenaga dalam kalian tersebut dan padat kan." Ucap Nona Blue.
Lapisan tenaga dalam itu pun semakin kental dan memadat sehingga memancarkan cahaya kebiruan.
"Kemudian kalian tinggal menghirup tenaga dalam tersebut sebagai pengganti oksigen, memang daya bertarung kita akan berkurang setengah nya saat bertarung di ruang angkasa yang hampa udara tersebut." Ucap Nona Blue.
Perisai angkasa pun mulai perlahan menghilang di sekujur tubuh Nona Lin setelah nya.
"Ugh.... Aku harus segera kembali ke kamar dan menghidupkan laptop ku, kencan online tersebut akan segera di mulai." Gumam Nona Blue.
Terlihat saat ini Nona Lin yang tinggal di dalam ruangan aula tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Pasti Blue ingin ikut kencan online itu, makanya dia buru-buru pergi meninggalkan ku di ruangan ini bersama anak-anak baru ini." Gumam Nona Lin.
Beberapa Komandan dan tim nya pun ada yang mulai meninggalkan ruangan tertentu berniat mencoba nya di tempat lain, termasuk Arung dan tim nya.
"Shilla, Ayu, Jeni, ayo kita coba di dalam kamar saja, kita akan lebih leluasa mencoba melatih nya di sana." Ucap Arung, lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
"Ayo... " Sahut kompak Ayu dan Shilla.
Sementara itu Jeni kembali salah paham dengan ajakan Komandan Don Juan tersebut, dan mengira itu adalah ajakan untuk melangsungkan Party Nakal.
"Huft....... " Suara Nafas Panjang Jeni.
__ADS_1
"Foursome....... "
"Tidak kusangka Assasin Berdarah Dingin ini akan melangsungkan Party Nakal pagi ini juga, ugh.... Aku belum siap,"
"Jika aku tidak bersedia aku pasti akan bernasib sama dengan Gadis Cantik yang kehilangan kepala nya di dalam kabin kemudi tersebut." Gumam Jeni lalu mengikuti AArung dengan pasrah kembali ke dalam kamar.
Di Dalam Kamar VVIP.
Beberapa saat kemudian mereka berempat pun tiba di dalam kamar, maksud Arung mereka akan berlatih jurus tersebut di dalam Bola Ruang milik Putri Naga Kecil. Ia pun mengeluarkan bola tersebut dan meletakkan nya di atas salah satu ranjang kemudian menggenggam tangan Shilla.
"Ayo kemari Ayu, Jeni." Ucap Arung berniat masuk ke dalam bola ruang tersebut.
"Mau ngapain dia memanggilku, apa mungkin dia mau menjadikan ku pacar nya, ugh..... Tidak mungkin walau sebenarnya aku mau tapi aku gak enak sama Gisel." Gumam Ayu lalu mulai mendekati Arung juga.
Arung pun mulai memegang tangan Ayu kemudian memanggil Jeni.
"Jeni ayo ke dekat Shilla, kita akan pergi." Ucap Arung.
"Ugh.... Pergi ke langit ke tujuh, seperti nya party nakal akan di mulai, sebaiknya aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu,"
"Aku khawatir assasin berdarah dingin tersebut akan membunuhku jika tidak memberikan nya pelayanan terbaik, sebaiknya aku mandi dulu." Gumam Jeni.
"Bos, aku kekamar mandi dulu, aku segera kembali." Ucap Jeni lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Dup........... " Suara saat pintu kamar mandi tertutup.
"Ugh..... Dia pasti sakit perut?" Gumam Arung, sambil memegang tangan Ayu dan Shilla.
"Huft.......... " Suara Nafas Panjang Shilla.
"Apa Jeni lagi datang bulan?" Gumam Shilla.
"Ugh...... Apa Arung akan menyatakan cinta nya kepadaku, tapi aku kan Kakak Kandung Gisel, aku harus menjawab apa yach...... " Gumam Ayu kembali gagal paham sama seperti Jeni.
"Byurrrr.............. " Suara shower air dari dalam kamar mandi.
"Loh..... Kok dia mandi....?" Gumam Arung dan Shilla, sementara itu Ayu masih salah tingkah sendiri karena mengira Komandan Don Juan tersebut akan menyatakan cinta kepada nya.
"Ugh..... Aku bingung, Gisel apa yang harus ku jawab...... " Teriak Ayu di dalam hati.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].