Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Episode Pertemuan Jendral Karna dan Duyung Api nya Bagian Awal.


__ADS_3

Di Dalam Kamar VIP.


Tampak Jendral Karna sedang kebingungan mencari kesempatan pergi ke Planet Kuno Jupiter guna melangsungkan pernikahan dengan Madonna dan memenuhi janji nya saat bertarung melawan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi.


"Ugh..... Bagaimana ini ya, jika aku tidak segera ke sana Madonna pasti mensummon ku, Istri-Istriku pun akan mulai mengamuk nanti nya, Kedua Jendral itu pun akan ikut turun tangan." Gumam Jendral Karna.


Sementara itu ketiga istri nya tampak sedang menonton acara Talk Show mengenai promosi Malam Konser Internasional di Pulau Koreas.


"Wah..... Clark memang sangat cantik, dia sangat cocok menjadi wanita tercantik nomer tiga di Benua Es Api, aku harus menonton live konser tersebut aku penggemar berat nya." Ucap Komandan Uranus, sambil menyaksikan acara tersebut.


"Kalau artis favorit ku tetap Cinta, suaranya sangat merdu dan dia merupakan wanita nomer dua tercantik di Benua Es Api ini, aku harus menonton live konser tersebut." Ucap Komandan Riri.


"Sebaiknya kita mengambil cuti saja nanti saat malam live konser tersebut dan pergi ke Pulau Koreas bareng." Ucap Komandan Amanda, lalu mulai meneguk teh panas nya.


"Aku setuju." Ucap Kompak Komandan Riri dan Uranus.


Seberkas asap berwarna merah jambu pun mulai masuk ke dalam kamar melalui celah di bawah pintu, Jendral Karna yang menyadari hal tersebut pun mulai memakai masker merah.


"Hahay...... Sepertinya langit membantu ku kali ini, itu kabut ilusi cinta." Gumam Jendral Karna lalu mulai mengingat kenangan pertemuan pertama nya dengan Madonna di Benua Duyung.


Beberapa puluh tahun yang lalu, saat Jendral Karna pertama kali mengikuti misi berkontrak dengan Madonna.


Setelah memasuki Badai Kosmik Komandan Karna pun mulai terpisah dengan dua Wakil Komandan sebelum nya yang saat ini sudah menjadi Jendral dan juga merupakan istri Jendral Karna.


Benua Duyung.


"Brukkk............ " Suara jatuh tubuh Komandan Karna di sebuah Hutan Ilusi di Benua Duyung.


Saat ini ranah Komandan Play Boy tersebut berada di ranah alam Naga Puncak. Ia pun mulai tak sadar kan diri akibat benturan keras tersebut.


Keesokan Pagi nya.


Komandan Karna pun mulai membuka kedua mata nya, kepala nya masih sedikit pusing akibat benturan tersebut.


"Ugh... Sepertinya aku telah sampai di Planet Kuno ini, tapi aku ada di mana yach?" Gumam Komandan Karna.


Ia pun mulai bangun dan berjalan menelusuri Hutan Duyung tersebut, tampak pepohonan berbatang biru dan berdaun biru di sekitar nya, bahkan rumput pun berwarna biru.


"Tempat ini serba biru, sebenarnya aku sampai di Benua apa ya?" Gumam Komandan Karna.


Beberapa saat kemudian dari arah depan nya terlihat seorang gadis yang sangat cantik berambut biru sedang di kejar oleh Beast **** Hitam yang berada di ranah alam Naga puncak.


"Kya...... Tolong..... " Teriak Madonna, sambil berlari.


"Aurghhhh............ " Raungan **** Hitam tersebut yang berusaha untuk memangsa Madonna.


"Siapa Gadis Cantik itu, wah cantik banget..... " Gumam Komandan Karna mulai terpesona dengan kecantikan Madonna.


**** Hitam tersebut memiliki tinggi sekitar 100 meter, saat makhluk ini berlari pepohonan di sekitar nya pun mulai bertumbangan. Sedangkan ranah Madonna saat itu berada di ranah alam harimau puncak jadi Beast itu merupakan lawan yang sangat tangguh bagi nya.


"Aku harus segera menolong pribumi cantik tersebut." Gumam Komandan Karna, lalu melesat terbang ke arah Madonna.

__ADS_1


"Whussss............... " Suara hempasan angin saat Komandan Ganteng tersebut melesat terbang.


Melihat Komandan Karna, **** tersebut pun mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya. Aura kegelapan mulai menyelimuti tubuh nya, seorang Pemuda yang sangat gagah muncul dari balik aura hitam tersebut.


"Mau apa kau menggangguku Wahai Manusia, Duyung itu adalah makan siang ku." Ucap **** Hitam tersebut.


Komandan Karna yang baru pertama kali menyaksikan metamorfosis tersebut hanya bisa tertegun diam.


"Ternyata benar yang dikatakan oleh Pak Thio, kalau gulungan kontrak tersebut di tanda tangani menggunakan tangan, aku tidak mengira Beast sebesar itu dapat menjelma menjadi seorang Pemuda yang Gagah seperti itu." Gumam Komandan Karna.


Madonna pun menghentikan pelarian nya, lalu berdiri di belakang Pemuda Tampan Berambut Biru tersebut.


"Ganteng banget, siapa manusia ini, kok jantungku berdegup tak beraturan saat di belakang nya?" Gumam Madonna.


"Tuan Terima kasih Tuan telah mau menolongku, tapi **** itu kuat sekali, sebaiknya kita lari Tuan." Ucap Madonna.


"Aku tidak akan pernah lari di depan seorang wanita cantik, aku Komandan Karna, kalau boleh tau siapa nama Nona Cantik Berambut Biru ini yach?" Tanya Komandan Karna sekaligus merayu Madonna.


Mendengar rayuan maut Komandan Karna, Madonna hanya bisa tersipu-sipu malu dengan pipi yang mulai merona merah.


"Aku Madonna, Komandan Tampan." Ucap Madonna.


Melihat pertanyaan nya tidak di gubris oleh Komandan Play Boy tersebut **** Hitam pun mulai berang.


"Dasar sepasang kekasih hina, akan aku makan kalian berdua." Teriak **** Hitam tersebut, lalu mulai melesatkan tembakkan bola hitam berelemen kegelapan ke arah Komandan Karna.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat bola hitam tersebut melesat ke arah dua sejoli tersebut.


Tubuh Komandan Karna pun di penuhi oleh aura es yang membentuk sebuah Pedang Salju, kemudian menusuk bola hitam tersebut hingga terbelah.


"Duarghhh....... Duarghhh........ " Suara bola hitam yang terbelah lalu meledak di sekitar nya.


Pedang Salju pun perlahan menghilang, **** hitam pun mulai terbang dan melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah Komandan Karna. Dengan lincah nya Komandan Play Boy tersebut menahan pukulan bertubi-tubi dari **** Hitam tersebut.


"Bak.... Buk.... Bak.... Buk..... "


"Bak.... Buk.... Bak.... Buk....." Suara pertarungan tangan kosong mereka di udara.


"Wah.... Tidak hanya ganteng dia dapat bertarung seimbang melawan **** Hitam, sudah ku putuskan aku akan menikah dengan nya." Gumam Madonna yang sudah mulai jatuh cinta terhadap Kegagahan dan ketampanan Komandan Karna.


"Bak.... Buk.... Bak.... Buk..... "


"Bak.... Buk.... Bak.... Buk....." Suara pertarungan tangan kosong di udara.


"Duagh........... " Suara pukulan **** Hutan mengenai mata Komandan Karna.


"Ugh... Kurang Ajar...... " Ucap Komandan Karna.


"Duagh......... " Suara pukulan **** Hutan kembali mengenai perut Komandan Karna hingga membuat nya terpental ke arah hutan.


"Duarghhh..... Duarghhh...... " Suara ledakan saat tubuh Komandan Karna terpental ke hutan.

__ADS_1


"Komandan Ganteng....... " Teriak Madonna dengan raut wajah yang sedih.


Asap pun mulai mengepul dari tempat jatuh nya Komandan Ganteng tersebut, beberapa menit pun telah berakhir namun Komandan tersebut belum muncul juga.


"Ha.... Ha..... Ha..... "


"Ha.... Ha.... Ha..... " Tawa **** Hitam.


"Ranah mu sama dengan ku, namun kau sangat lemah baru terkena sekali pukulan saja kau sudah tewas, akan kumakan daging mu setelah aku memanggang duyung api tersebut terlebih dahulu." Ucap **** Hitam.


Madonna pun terduduk lemas di tanah, saat mengira Komandan Ganteng tersebut telah tewas.


"Komandan ku telah mati, aku menjadi calon janda sebelum menikah." Gumam Sedih Madonna sambil meneteskan air mata.


Tanpa di sadari oleh **** Hitam maupun Madonna, Komandan Karna tengah mengumpulkan aura es nya untuk melesatkan jurus pamungkas keluarga Dragon Ice nya Jurus Tapak Salju.


"Ugh.... Dasar **** Hitam ****." Gumam Komandan Karna, lalu mulai mengepalkan tangan nya.


Tapak Salju raksasa mulai muncul di setiap sisi **** Hitam, karena lengah ia pun terhantam tapak-tapak tangan salju tersebut.


"Akhhhh............... " Teriak kesakitan **** Hitam kemudian tewas.


"Duarghhh.......... " Suara ledakan yang sangat dahsyat pun terjadi.


"Groagh hhhhhh........... " Suara getaran akibat ledakan dahsyat tersebut.


Pepohonan di sekitar ledakan pun mulai berterbangan ke berbagai arah, kemudian sebuah kawah kecil pun tercipta di bawah nya, **** Hitam pun kembali ke wujud asal nya setelah tewas.


"Brukkkkk........... " Suara saat tubuh Beast itu saat jatuh ke tengah kawah tersebut.


Asap pun mulai mengepul di sekitar tubuh **** Hitam Raksasa tersebut.


"Komandan Ganteng, syukurlah kau masih hidup kukira aku akan segera menjadi Calon Janda sebelum menikah." Gumam Madonna sambil menghapus air mata nya kemudian melesat lari ke arah jatuh nya Komandan Ganteng tersebut.


Beberapa saat kemudian Madonna pun tiba di tempat jatuh nya Komandan Karna, terlihat Pemuda Berambut Biru tersebut terlihat kelelahan.


"Hah..... Hah...... Hah........ " Suara nafas terengah-engah milik Komandan Karna.


"Karna, kau tidak apa-apa?" Tanya Madonna, lalu mulai memapah Komandan Ganteng tersebut.


"Mata ku hanya sedikit lembam saja, dan aku kesusahan berjalan karena sudh kehabisan tenaga dalam." Ucap Komandan Karna.


"Tidak apa-apa Komandan Karna, biarkan aku memapah mu ketempat Kakak ku di tepian pantai tersebut, kita akan beristirahat di dalam gubuk milik nya." Ucap Madonna lalu mulai memapah Komandan Karna yang kelelahan setelah bertarung dengan **** Hitam.


Mereka berdua pun mulai berjalan ke arah Gubuk milik Kakak nya Madonna yang terletak di tepian pantai Benua Duyung. Karena keasyikan mengobrol sepasang muda-mudi ini pun terperosok kedalam sarang Ular dibalik semak belukar Hutan Duyung.


"Akhhh............... " Teriak Madonna.


Sarang Ular Bawah Tanah.


"Brukkkk............ " Suara tubuh mereka berdua saat jatuh ke dalam Sarang Ular.

__ADS_1


Dua muda-mudi ini pun mulai tak sadar kan diri di lantai Goa raksasa tersebut, diameter Goa ini sekitar 30 meter dengan giok-giok merah jambu pada langit-langit nya sebagai penerangan sehingga tempat tersebut menjadi terang. Sarang ini juga merupakan tempat tinggal Beast Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan.


__ADS_2