
Di Dalam Kapal Layar Langit yang di naiki oleh Menteri Obat beserta murid-murid nya.
Terlihat Sinyo Sakura dia tengah duduk di sofa di dalam kamar VVIP nya saat ini bersama dengan kedua murid utama nya, yaitu Shimura Sakura dan Reika Sakura.
"Guru........"
"Adik Ketiga saat ini sudah berhasil menyusup ke dalam Kapal Layar Langit yang di naiki oleh Tunangan Jendral Es tersebut,"
"Saat ini dia sedang mencari waktu yang tepat untuk membunuh nya." Ucap Shimura Sakura Murid Utama Kedua Menteri Obat tersebut
"Bagus sekali Shimura, jika dia sampai berhasil membunuh nya, kita tidak perlu mengotori tangan kita saat berada di Planet Merkurius nanti nya,"
"Masalah hati ku yang tersayat-sayat ini akhirnya selesai." Ucap Menteri Obat dengan raut wajah bahagia.
"Guru........."
"Saya tidak yakin Adik Ketiga akan mampu membunuh nya,"
"Perintahkan saya juga untuk ikut membantu nya Guru." Ucap Reika Sakura murid Utama Pertama Menteri Obat.
Reika merupakan murid terkuat Menteri Obat di AKPAVLA.
"Jangan Reika, jika adik ketiga mu tidak berhasil membunuh Tunangan Jendral Es tersebut, kalian berdua akan membantu ku untuk membereskan nya nanti di Planet Merkurius." Ucap Menteri Obat.
Reika, Shimura, dan Adik Ketiga nya berada di ranah alam Naga puncak, dan murid-murid luar yang di bawa oleh Menteri Obat bersamanya rata-rata berada di ranah alam bumi puncak.
"Baik Guru.............." Sahut Kompak Kedua Murid nya tersebut lalu beranjak keluar dari dalam kamar tersebut.
"Bagus.... Bagus..... Jika murid ketiga ku itu berhasil membunuh Tunangan Jendral Es, aku akan memberikan nya hadiah yang besar, jika dia tidak berhasil, aku bersama murid-murid ku akan membereskan nya di Planet Merkurius nanti nya,"
"Jendral Es kau hanya boleh menikah dengan ku saja." Gumam Menteri Obat, kemudian tertawa sendiri.
"Ha..... Ha........ Ha.......... " Suara Tertawa Menteri Obat dari dalam kamar nya tersebut.
Di Koridor Kapal.
"Adik, walaupun ranah Tunangan Jendral Es itu berada di ranah alam langit puncak saat ini, namun tenaga dalam dan strategi nya dalam bertarung tidak bisa di anggap remeh,"
"Aku menyaksikan pertandingan final nya saat di Stadium Awan Hitam tempo lalu melalui live streaming di HP ku." Ucap Reika Sakura yang ternyata ikut menyaksikan momen-momen hancurnya hati sebagian laki-laki di Benua Es Api kala itu.
"Benar juga Kak, aku jadi khawatir dengan keselamatan Aca saat ini, semoga dia tidak gegabah dalam bertindak." Ucap Shimura.
Kapal-kapal Layar Langit pun mulai berangkat, tampak ke 50 kapal-kapal tersebut mulai melesat terbang beriringan ke ruang angkasa.
"Whusss...... Whuss....... Whusssss....... " Suara Hempasan Angin saat Kapal-kapal Layar Langit tersebut mulai berlayar ke angkasa.
Di Ruang Angkasa.
Beberapa jam kemudian
Saat ini Kapal-Kapal Layar Langit tersebut sedang dalam mode terbang otomatis, iringan Kapal-kapal tersebut di pimpin oleh kapal yang di Nakhodai langsung oleh Jendral Catherine di barisan terdepan.
Di Dalam Kapal yang di naiki Komandan Don Juan tersebut.
Di atas Dek Kapal.
Komandan Don Juan tersebut tengah duduk bersimpuh seorang diri di atas dek tersebut sambil menghisap tembakau ular milik nya, sementara itu Komandan-Komandan dan Calon-Calon Alkemis lain nya sudah masuk ke dalam kamar nya masing-masing begitu pula dengan Shilla, Ayu, dan Jeni sejak tadi.
"Whusss................ " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung yang membentuk wajah Putri Naga Kecil.
"Bagaimana keadaan Putri Naga Kecil yach?"
"Sampai saat ini aku belum sempat juga pergi ke Benua Naga,"
"Disini sudah hampir setahun terlewati, di Benua Naga pasti dua tahun telah berlalu,"
__ADS_1
"Jika aku berkomunikasi dengan nya sekarang dia pasti akan marah pada ku, karena aku tak kunjung datang sampai saat ini." Gumam Arung kembali menghisap tembakau ular nya.
"Whusss................. " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.
"Aku juga harus mencari penawar dari racun ular yang menggerogoti tubuh ku ini." Gumam Arung.
Tanpa di sadari oleh Pendekar Naga tersebut, Aca Zord murid utama ketiga dari Menteri Obat tengah mengintai nya dari kejauhan dengan niat membunuh yang besar.
"Ugh......... "
"Aku belum bisa membunuh nya saat ini, tempat ini terlalu terbuka, aku tidak akan sempat menyimpan mayatnya." Gumam Aca saat menoleh ke arah Kapal-Kapal Layar Langit di sekeliling nya.
Ia pun masih menunggu dengan sabar saat-saat terbaik untuk membunuh Tunangan dari Jendral Es tersebut.
Aca Zord merupakan seorang Kultivator Alkemis berelemen tanah, petir, dan berelemen legenda Ruang Hitam, elemen ini dapat membuat lawan nya masuk ke dalam dunia nya yang berupa Ruang Hitam yang sangat besar.
Tiba-tiba saja sesosok Gadis Yang Sangat Cantik dengan rambut indah berwarna ungunya mulai berlari ke arah Komandan yang tengah duduk bersimpuh tersebut.
"Pendekar Naga ku...... " Ucap Wakil Komandan Luna, lalu mulai memeluk Arung.
Ternyata Gadis tersebut adalah Kekasih Gelap Komandan Don Juan tersebut.
"Luna, kenapa kau bisa sampai ada di dalam kapal ini?" Tanya Arung yang kaget saat dirinya di peluk oleh seorang Gadis dari belakang.
"Aku mendapatkan tugas mengemudikan kapal ini Sayang,"
"Oh iya......."
"Ayo kita ke kabin kemudi, atau kau mau kita melakukan nya disini saja dan membuat salah satu pacarmu menjadi marah lagi." Ucap Wakil Komandan Luna.
Luna mendapatkan informasi mengenai Kekasih-Kekasih Arung dari keterangan yang di berikan oleh salah satu murid nya Jupiter Fox.
Aca Zord yang terus mengawasi sejak tadi menggeleng-geleng kan kepala nya saat melihat kelakuan Play Boy Komandan Arung tersebut.
"Huft................ " Suara Nafas Panjang Aca Zord.
"Pemuda tampan itu benar-benar playboy, setelah menjadi Tunangan Jendral Es, Wakil Komandan Cantik itu pun ikut di embat nya juga." Gumam Aca lalu mengikuti Arung dan Luna menggunakan jurus langkah petir nya.
Di Dalam Kabin Kemudi.
Luna pun langsung merebahkan tubuh Arung ke atas sofa yang berada di dalam ruangan tersebut, lalu mencumbu nya dengan panas nya.
"Ugh..... Luna, kenapa dia secentil ini." Gumam Arung lalu membalas cumbuan panas tersebut.
Sementara itu Aca Zord mulai mengumpulkan tenaga dalam nya di sekujur tubuh nya, berniat mengirimkan Arung dan juga kekasih nya tersebut ke dalam ruang hitam milik nya.
"Bersenang-senang lah dulu, setelah itu kalian berdua akan ku kirim ke alam baka." Gumam Aca Zord.
Beberapa menit kemudian tampak ruangan tersebut perlahan berubah menjadi hitam, kemudian mereka berdua pun melayang di dalam ruangan hampa tersebut.
"Apa ini, apakah aku masuk ke dalam dunia Black Hole Dragon lagi, tapi dimana kerangkeng emas tersebut?"
"Tapi sepertinya bukan." Gumam Arung sambil mengamati ke sekeliling nya.
"Dimana kita Arung?" Tanya Luna kebingungan dengan perubahan alam disekitar nya.
Arung pun mulai mengamati kembali keadaan di sekeliling nya tersebut yang telah berubah menjadi hitam, di hadapan mereka tampak seorang Gadis Cantik dengan sebuah Pedang di tangan nya kemudian melayang dengan niat membunuh yang sangat besar.
"Seorang Gadis?" Gumam Arung.
"Aku tidak tahu kita dimana saat ini Luna, yang aku tahu ini semua pasti ulah nya wanita tersebut,"
"Bersiaplah Luna, dia memiliki niat yang kurang baik terhadap kita." Ucap Arung lalu mulai mengeluarkan Palu Emas Hitam Surgawi nya.
Kultivasi yang di miliki oleh Aca Zord tersebut berada di ranah Alam Naga Puncak, sementara Arung dan Luna hanya berada di ranah alam langit puncak, perbedaan kekuatan mereka lumayan jauh.
__ADS_1
"Baik lah sayang, ayo kita tunjukkan kombinasi cinta kita." Ucap Luna kemudian mengeluarkan Pedang Petir Ungu nya.
"Dzzzziittt...... Dzzzitttt........ " Suara percikan petir dari pedang ungu nya.
"Apa kalian memiliki wasiat terakhir?" Tanya Aca dengan jurus auman nya.
"Nona, wasiat terakhir kami adalah kematian mu." Ucap Arung berusaha memprovokasi Gadis tersebut.
"Ha.... Ha..... Ha..... " Tawa Aca Zord yang menganggap omongan Arung hanyalah omong kosong belaka.
"Kau sungguh lucu Tunangan Jendral Es, kau akan mati sebentar lagi tapi kau masih bisa membual dan membuatku geli." Ucap Aca Zord.
"Luna, alihkan perhatian nya, beri aku kesempatan memartil nya dua kali saja agar kita bisa menang." Bisik Arung ke telinga mungil kekasih nya tersebut.
"Pendekar Naga sangat ahli bertarung, aku akan mengalihkan perhatian Kultivator aneh ini." Gumam Luna.
"Baik Sayang........" Bisik Luna kembali ke telinga Kekasih Gelap nya tersebut sambil menggigit telinga nya sedikit.
"Aduh..... Sempat-sempat nya dia melakukan itu." Gumam Arung.
"Sepertinya dua sejoli ini memiliki sebuah rencana, tapi semua itu tiada guna nya di hadapan kekuatan absolute." Gumam Aca Zord dengan angkuh nya kemudian mulai melesatkan bongkahan-bongkahan tanah dari telapak tangan nya.
"Whusss........ Whusss........ Whusss......... " Suara hempasan angin saat bongkahan-bongkahan tanah tersebut mulai melesat.
Luna pun dengan lincah menerjang ke arah bongkahan-bongkahan tanah tersebut menggunakan Jurus Langkah Petir nya kemudian membelahnya.
"Ugh.... Wanita ini gila dia terus menembakkan bongkahan-bongkahan tanah ini kembali, tanganku sudah gemetaran memotong-motong bongkahan-bongkahan tersebut." Gumam Luna sambil membelah bongkahan-bongkahan yang terus melesat ke arah nya tersebut.
"Rasakan ini." Ucap Aca Zord dengan Jurus Auman, lalu mulai melesatkan sambaran petir dari telapak tangan nya.
"Ugh..... Sial itu terlalu cepat, aku tidak dapat menghindarinya." Gumam Luna.
Sambaran petir yang dahsyat itu pun menyetrum Kultivator Cantik tersebut.
"Drrrrttttttt............. " Suara saat tubuh Luna tersetrum, kemudian terpental jauh.
"Binggo................... " Ucap Arung.
"Akhhh.................... " Teriak Luna.
"Sekarang saat nya." Gumam Arung, lalu mulai melesatkan jurus teleportasi nya.
"Blitzzzz................... " Suara saat Arung mulai berteleport.
Dalam sekejap mata Arung pun berpindah ke belakang Aca Zord kemudian memartil punggung nya, tampak Palu tersebut membesar.
"Duagh...................... " Suara saat Palu tersebut menghantam punggung Aca Zord.
"Sejak kapan dia ada di belakang ku, apakah itu jurus langkah petir sempurna." Gumam Aca Zord sambil menahan sakit.
Tubuh Aca Zord pun terpental setelah nya, Pendekar Naga pun kembali berteleport ke depan Aca Zord lagi.
"Kesempatan ini tidak boleh kusia-siakan." Gumam Arung lalu melesatkan Jurus Teleportasi kembali.
"Blitzzzz.................. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata Arung pun kembali berteleport ke hadapan Aca Zord yang sedang terpental tadi.
"Duagh................... " Suara hantaman martil untuk yang kedua kali nya tepat di dada Aca Zord.
"Akh......................... " Teriak Aca Zord, lalu kembali terpental ke arah sebalik nya dari mulutnya pun keluar darah berwarna hitam pekat.
Arung pun mulai menyimpan kembali Palu Emas Hitam Surgawi milik nya, Sementara itu Luna pun mulai beranjak ke tempat Komandan Don Juat tersebut menggunakan jurus langkah petir nya.
"Kenapa dia menyimpan Palu Emas Hitam Surgawi nya?" Gumam Luna yang saat ini sedang cedera akibat serangan petir milik Aca Zord sebelum nya.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].