
Hari pun sudah mulai menjelang malam di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.
"Tidak............ " Teriak Jendral Sisilia Manggado saat menyaksikan teman nya di kunyah hidup-hidup oleh Ular Hijau Bertanduk Sembilan tersebut.
Jendral Sisilia Manggado dan Jendral Clepto Snake pun mulai menembak kan Bola-Bola Api Hitam Beracun ke arah Ular Hijau Bertanduk Sembilan yang sedang mengunyah tubuh Iblis Baja Berlengan Enam dan Juga tubuh Jendral Chaca Sword.
"Kretek........ "
"Kretek....... "
"Kretek....... " Suara saat Ular Hijau tersebut mulai mengunyah Iblis Baja dan Jendral tersebut.
Ular Putih Bertanduk Sembilan pun mulai melesat ke arah belakang punggung Sarah lalu mulai menembakkan sebuah Bola Api Hitam Raksasa ke arah serangan Jendral Sisilia dan Clepto bermaksud menepis serangan mereka ke arah adik nya tersebut.
"Duarghhh........ " Suara ledakan akibat ketiga serangan tersebut yang saling beradu.
Di sebabkan Bola Api Hitam Beracun milik Irish lebih kuat berkali-kali lipat dari serangan kedua Jendral tersebut, alhasil dari ledakan dahsyat tersebut Bola Api milik Irish masih terus melesat terbang ke arah Jendral Sisilia Manggado dan yang lain nya.
"Gawat... "
"Clepto kita harus menyerang nya dengan sekuat tenaga.... " Perintah Panglima Racun tersebut.
"Baik Jendral..... " Ucap Jendral Clepto.
Tampak aura berwarna-warni mulai muncul di sekujur tubuh kedua Beast tersebut dan juga tubuh kedua Jendral tersebut.
"Mereka sepertinya sudah mulai serius." Gumam Sarah.
Melihat hal tersebut Sarah dan Irish pun mulai mengumpulkan segenap kekuatan mereka, tampak tenaga dalam berwarna hijau dan putih mulai membungkus tubuh kedua makhluk buas tersebut.
"Sepertinya ini adalah serangan penentuan." Gumam Arung.
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat tenaga dalam berbentuk Ular Hijau dan Ular Putih ikut melesat di belakang Bola Api sebelum nya.
"Hyattttt.......... " Teriak Kompak Panglima Racun dan juga Jendral Clepto sambil melesatkan gabungan bola api hitam beracun raksasa yang di lapisi elemen baja milik kedua Iblis Baja Berlengan Enam tersebut.
Ledakan dan juga getaran yang begitu dahsyat nya kembali terjadi di atas hutan tersebut, ledakan tersebut menyebabkan sebuah kawah besar tercipta di bawah nya, di karenakan daya serangan Irish dan Sarah lebih besar dari Jendral Sisilia, dari arah ledakan tersebut kedua serangan tenaga dalam Ular Hijau dan Ular Putih tersebut kembali melesat lalu mulai ******* habis tubuh mereka dan kedua Beast nya menjadi serpihan debu.
"Ugh...... "
"Kekuatan yang sangat mengerikan, suatu keberuntungan bisa berkontrak dengan mereka." Gumam Arung yang takjub melihat serangan dahsyat tersebut.
Beberapa saat kemudian Ular Hijau dan Ular Putih Bertanduk Sembilan pun kembali tersummon ke Planet asal nya.
"Dup........ " Suara saat Tapak kaki Arung mendarat di atas tanah secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Sepertinya mereka berdua telah kehabisan tenaga dalam nya." Gumam Arung.
Tak lama berselang puluhan zombie pun mulai muncul satu persatu di sekitar Arung dan mulai bergerak ke arah nya, Komandan tersebut pun kembali mencabut kedua Pedang dari sarung yang tergantung di pinggang nya tersebut.
"Ugh....... "
"Muncul lagi musuh lain nya." Gumam Arung kemudian mulai melesat ke arah kawanan zombie-zombie tersebut sambil mengayunkan kedua Pedang nya dengan lincah.
"Slashhh..... "
"Slashhh..... "
"Slashhh..... " Suara saat kedua pedang Tersebut memenggal kepala zombie-zombie tersebut.
-[Kembali Ke Pertarungan Jendral Es dan Ratu Racun]-
Tampak Jendral Es kembali mengibaskan Kipas Dewi Surgawi nya, ribuan pedang angin pun mulai melesat terbang ke arah Ratu Racun tersebut.
"Dasar Bodoh........ " Gumam Ratu Racun lalu mulai memasang perisai elemen hantu yang keluar dari labu Iblis milik nya.
Dewi Obat dan yang lain nya pun mulai menyerang secara bersamaan ke arah Ratu Racun tersebut, tampak serangan-serangan beragam yang begitu dahsyat melesat bersamaan dan menghantam perisai tersebut secara bersamaan.
"Duarghhhh.............. " Suara ledakan yang dahsyat.
Mereka pun mulai menghentikan serangan nya tersebut terlihat Ratu Racun dan Iblis Hitam Berlengan Enam nya masih baik-baik saja tanpa tergores sedikit pun.
"Sabit Kecil Elemen Hantu...." Perintah Ratu Racun tersebut.
"Baik... Shayla.. " Ucap Igdrasil Black Devil si Iblis Hitam Berlengan Enam tersebut.
Enam buah sabit muncul di genggaman tangan Iblis Hitam Berlengan Enam tersebut.
"Gawat............ "
"Segera menyebar...... " Perintah Panglima Es.
Dewi Obat bersama Beast Kontrak dan yang lain nya pun mulai menyebar dan mulai menyerang ke arah Iblis Hitam Berlengan Enam yang sedang berlari ke arah Dewi Obat dan Rusa Bertanduk Emas nya tersebut.
"Dummm....... "
"Dummm....... "
"Dummm....... " Suara langkah kaki yang menggetarkan Puncak Gunung Seribu Obat dan sekitarnya.
Sementara itu Yuki Tiger hanya menonton pertarungan tersebut dari kejauhan sambil menaiki Rubah Hitam Berekor Sembilan milik Shilla.
__ADS_1
"Ugh...... "
"Ratu Racun tersebut lebih kuat berkali-kali dari pada Kaisar Ye,"
"Tidak kusangka sebuah Kerajaan Federasi Kecil seperti itu memiliki Master Beladiri sekuat itu." Gumam Yuki Tiger.
Dengan lincah Iblis Hitam Berlengan Enam menghindari serangan-serangan yang mengarah kepadanya sambil sesekali menepis serangan tersebut dengan Keenam Sabit Berelemen Hantu nya.
"Ini kesempatan ku, Gatot bantu yang lain nya,"
"Kali ini aku akan kembali mengerahkan jurus pamungkas ku." Perintah Jendral Es lalu terbang menjauh dan mulai mengumpulkan seluruh tenaga dalam nya untuk melesatkan Jurus Tapak Salju milik nya.
"Baiklah Mitha, usahakan kau cepat melesatkan Jurus tersebut,"
"Aku tidak yakin akan sanggup menahan kedua monster tersebut untuk berapa lama." Ucap Naga Salju Api lalu mulai melesat ke arah Iblis Hitam Berlengan Enam tersebut.
"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Naga Salju Api mulai menerjang ke arah Ratu Racun tersebut.
Naga Salju Api pun berhasil melilit kaki Iblis tersebut, namun Ratu Racun melesatkan dua buah tangan berelemen hantu dari dalam labu Iblis yang berhasil melepaskan lilitan tersebut.
"Dasar Naga Borjuis..... " Ucap Ratu Racun lalu melemparkan Naga tersebut ke arah Rusa Bertanduk Emas.
"Brukkk......... " Suara saat tubuh Naga Salju Api dan Rusa Bertanduk Emas saling bertubrukan kemudian terpental ke arah hutan.
Iblis tersebut kembali menerjang ke arah Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu dan Kupu-Kupu Badai miliknya, sambil mengayunkan keenam sabit nya tersebut.
"Dasar Pengkhianat, kau sama busuk nya dengan Jendral Es..... " Teriak Ratu Racun yang sedang mengamuk.
Selain menyerang Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu, Iblis Hitam dan Ratu Racun juga Menghindari serangan dari Bu Diamond beserta Beast Kontrak nya dan yang lain nya juga.
-[Hutan Gunung Seribu Obat]-
Semenjak terjadinya Perang besar tersebut, Komandan White Rock pun mulai mengganti rencana Pembunuhan Tunangan Jendral Es sebelum nya yang menunggu kedatangan Arung di Jembatan, dengan rencana mencari nya di tengah Perang Besar tersebut kemudian membunuh nya di tempat. Saat ini Komandan Cantik tersebut pun mulai menelusuri hutan seorang diri begitu pula dengan 1000 pasukan lain nya, Prajurit-Prajurit White Rock tersebut mulai menyebar di dalam hutan tersebut dan membunuh siapa saja yang menghadang di depan nya.
"Tidak kusangka langit berpihak pada ku saat ini, aku dapat dengan bebas membunuh Tunangan Jendral Es tersebut,"
"Di tengah kekacauan besar ini." Gumam Komandan White Rock sambil memenggal beberapa zombie-zombie yang menghadang nya dengan Pedang Petir tersebut.
"Hag...... "
"Hag...... "
"Hag...... " Tawa Komandan Cantik tersebut.
TO BE CONTINUED.........
__ADS_1
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].