Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Jendral Mawar Ungu.


__ADS_3

Kota Zamrud Hijau.


Kembali ke Jendral Catherine yang saat ini sedang berada di Kota Zamrud Hijau yang di penuhi oleh manusia beast tanaman, Kota ini berada di tepian pantai Samudra Zamrud Hijau.


"Ugh..... Akan sangat berbahaya jika manusia-manusia Beast ini sampai mencium aroma manusia dari tubuh ku, sebaik nya aku tidak memancing banyak perhatian." Gumam Jendral Catherine.


Saat ini Jendral Catherine mengenakan jubah biru yang dapat menghilangkan aroma manusia di tubuh nya sehingga ia dapat berbaur dengan manusia-manusia Beast di Kota tersebut.


"Ugh..... Tidak kusangka ada banyak sekali manusia Beast tumbuhan di Kota ini, dan hanya ada sedikit dari jenis lain nya." Gumam Jendral Catherine sambil berjalan di jalanan yang padat di kota tersebut.


Prajurit-Prajurit yang di bawa oleh Jendral Catherine saat ini sedang bersembunyi di sekitaran tepi pantai dan menunggu perintah dari Jendral nya tersebut.


"Bar tumbuhan". Gumam Jendral Catherine saat membaca papan nama di sebuah kedai di tepi jalanan tersebut.


"Bagus sekali sebaiknya aku mencari informasi mengenai Buah Pohon Kematian itu di sini." Gumam Jendral Catherine lalu masuk ke dalam Bar tersebut.


Bar Tumbuhan.


Di dalam Bar terlihat seorang Pemuda berbadan besar dan kekar tengah minum arak, di samping nya terlihat dua orang manusia yang sedang terluka parah dengan tubuh dililit oleh tanaman merambat.


"Thio... Janet.... Kenapa mereka bisa tertangkap?"


"Sebaiknya aku mengamati situasi terlebih dahulu." Gumam Jendral Catherine.


"Ha..... Ha..... Ha....... " Tawa manusia beast kekar tersebut.


Salah satu pengunjung bar tersebut pun bertanya kepada Pemuda Kekar tersebut.


"Jendral Mawar terlihat senang sekali hari ini, sebenarnya apa yang membuat Jendral bisa sesenang ini?" Tanya Salah Satu Pengunjung tersebut.


"Jendral Mawar, ugh..... Wajar saja jika Thio dan Janet kalah dengan nya." Gumam Jendral Catherine yang sedang mencuri dengar pembicaraan mereka dari kejauhan.


"Ada banyak tikus-tikus sedang mencari sesuatu di sekitar Pulau-Pulau di Samudra Zamrud Hijau mereka berdua adalah salah satu dari tikus yang tertangkap tersebut." Ucap Jendral Mawar Ungu sambil menjambak rambut Bu Janet yang sudah tak berdaya.


"Hebat.... Hebat..... " Teriak Manusia Beast lain nya sambil bersorak.


"Bagaimana dengan Tikus-tikus lain nya Jendral Mawar?" Tanya Manusia Beast lain nya.


"Pasukan ku sedang memburu mereka semua saat ini, kita akan menangkap Tikus-tikus itu lalu memangsanya jika sudah tertangkap semua nya." Ucap Jendral Mawar.


"Ha...... Ha...... Ha....... " Tawa Jendral Kekar tersebut.


"Tos...... Buat Jendral Mawar." Teriak Beberapa Manusia Beast Tumbuhan lain nya.

__ADS_1


Manusia-manusia Beast itu pun mulai saling mengetos Arak mereka, sementara itu perasaan Jendral Catherine menjadi gundah gulana karena masalah tersebut.


"Ugh..... Sial pasti sudah banyak Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis yang tertangkap, aku harus mengikuti Jendral Mawar ini untuk mengetahui akan di bawa kemana Janet dan Thio selanjutnya." Gumam Jendral Catherine lalu duduk sambil minum arak dengan tenang di pojokan bar.


Di Puncak Gunung Hitam.


Karena bosan berada di dalam Pulau Putri Naga Kecil, Shilla pun keluar dari dalam bola tersebut berniat berlatih Jurus Naga Api di luar.


"Huft............. " Suara Nafas Panjang Shilla.


"Sudah 15 hari Arung berlatih jurus teleportasi bagian keempat tersebut namun tak kunjung berhasil, tiap sore dia kembali dengan cedera di sekujur tubuh nya." Gumam Shilla lalu menoleh ke arah Calon Imam nya yang tengah bersiap melesatkan jurus teleportasi di kejauhan.


Terlihat aura berwarna-warni mulai berkumpul di sekujur tubuh Arung, kuda-kuda nya pun terlihat kokoh.


"Blitzzzz...................... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berpindah tempat ke atas langit, tak lama kemudian terdengar beberapa ledakan kecil di atas langit.


"Boom...... Boom..... Boom..... " Suara ledakan terdengar dari angkasa.


Beberapa saat kemudian Arung pun kembali jatuh dari langit.


"Brukkk.......... " Suara saat tubuh Arung jatuh ke tanah.


Shilla pun menyaksikan kejadian tersebut sejak awal hingga Arung terjatuh ke tanah lalu bangkit kembali dan beristirahat sejenak.


"Ugh.... Kasian Arung, malam ini aku akan memassage nya di kamar." Gumam Shilla kemudian mulai bermeditasi untuk memahami dasar-dasar fondasi Jurus Naga Api.


Terlihat di sekujur tubuh Calon Alkemis Cantik tersebut aura berelemen api mulai membungkus tubuh nya, sementara itu Arung kembali berlatih jurus berbahaya tersebut.


Kembali ke Kota Zamrud Hijau.


Saat ini Jendral Mawar Ungu telah selesai minum-minum di bar tumbuhan lalu beranjak kembali ke Kantor nya, Jendral Catherine pun mengikuti nya dengan Jurus Langkah Petir milik nya.


"Sepertinya ada yang mengikutiku?" Gumam Jendral Mawar Ungu lalu menoleh ke belakang.


Terlihat di belakang nya Pak Thio dan Bu Janet yang terlilit tanaman merambat, dan berjalan dengan langkah gontai di belakang Jendral tersebut.


"Ugh....... Hampir saja aku ketahuan." Gumam Jendral Catherine lalu bersembunyi di sekitar Toko-Toko yang ada di sekeliling.


Jendral Mawar Ungu kembali berjalan sambil menyeret dua Dosen AKPERTI tersebut, Jendral Catherine pun kembali mengendap-ngendap di belakang nya.


Beberapa menit kemudian Jendral Mawar Ungu pun tiba di Benteng Mawar Hijau di pusat kota tersebut. Bangunan ini berbentuk seperti kelopak bunga mawar raksasa berbahan giok hijau, Jendral Catherine yang melihat bangunan tersebut pun terpukau akan kemegahan nya.

__ADS_1


"Wow..... Walaupun bangsa mereka adalah bangsa yang bar-bar tapi arsitek mereka memiliki jiwa seni yang tinggi." Gumam Jendral Catherine lalu berhenti di sekitar bangunan tersebut.


Benteng tersebut merupakan kantor Jendral Mawar Ungu, sekaligus penjara dan tempat tinggal para Prajurit-Prajurit Beast Tumbuhan. Jendral Cantik itu pun mulai mempelajari situasi dan kekuatan musuh saat ini dari kejauhan, Jendral Catherine tidak melakukan tindakan gegabah, dirinya mempelajari musuh terlebih dahulu baru setelah itu mengatur strategi untuk melepaskan Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis yang tertangkap oleh Jendral Mawar Ungu dan Pasukan nya tersebut.


"Fiuh....... "


"Planet ini benar-benar berbahaya." Gumam Jendral Catherine.


Kembali ke Ayu dan Jeni di dalam Pulau Putri Naga Kecil.


Saat ini Jeni dan Ayu sedang berlatih sparring dengan cara beradu pedang.


"Tring....... Tring........ Tring....... "


"Tring....... Tring......... Tring....... " Suara saat kedua pedang saling beradu.


"Ugh... Ayu memang sangat kuat, ayunan pedang nya begitu berat,"


"Tangan ku sampai gemetaran menahan nya." Gumam Jeni sambil menahan serangan Pedang Naga Api tersebut.


"Jeni kau harus mengayunkan Pedang mu dengan kuat, jangan lembek seperti itu." Ucap Ayu sambil mengayunkan Pedang nya.


Beberapa saat kemudian Pedang Emas pun terpental dari tangan Jeni dan menancap di Tepian Danau.


"Jleebbbb.......... " Suara saat Pedang Emas tertancap.


"Hah.... Hah..... Hah.... "


"Hah..... Hah..... Hah..... " Suara Nafas Terengah-engah Jeni.


"Kau kalah lagi Jeni, apa kau mau mencoba nya lagi?" Tanya Ayu.


"Tidak Ayu, besok saja kita lanjutkan, aku akan beristirahat dulu." Ucap Jeni lalu bangun dan menyimpan Pedang Emas nya.


"Sepertinya aku akan berlatih sendiri." Gumam Ayu kemudian mulai berlatih sendiri di tepian danau tersebut.


Sementara itu Jeni berjalan kembali ke dalam mansion sambil memikirkan Bos Berdarah Dingin tersebut.


"Ugh..... Kapan Bos Arung akan menggrepe-***** ku ini sudah 15 hari kami berada di Planet Merkurius ini,"


"Kenapa hanya Shilla saja yang di embat oleh Bos Berdarah Dingin itu, aku dan Ayu kapan yach dapat giliran nya?" Gumam Jeni yang sudah terbius kemampuan Dragon Love milik Arung.


Ternyata saat Arung dan Shilla bermesraan di dalam kamar penuh sejarah tersebut, diam-diam Jeni mengintip adegan wrestling panas tersebut.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2