
-[Kapal Layar Langit]-
Tampak Jendral Sisilia Manggado dan Perdana Menteri Racun sedang berbincang ringan di Dek, sementara itu Ratu Racun sedang duduk bermeditasi di ujung Dek tersebut sambil memejamkan kedua belah mata nya, Aura berwarna-warni mulai muncul di sekujur tubuh dan di sekitar nya.
"Adik, aku akan segera membalaskan kematian mu yang mengenaskan itu." Gumam Ratu Racun tersebut kemudian mulai mengingat kembali kenangan masa kecil nya bersama dengan Ketua Sekte Iblis Beracun tersebut.
-[300 Tahun Yang Lalu, Sekte Iblis Beracun]-
Rayla atau Ratu Racun dahulunya merupakan seorang budak sekaligus murid luar di dalam sekte tersebut dia saat ini tengah mendapatkan tugas untuk melayani anak majikan nya Shayla yang sedang bermain di halaman depan mansion di kediaman nya tersebut.
"Nona Shayla seperti nya senang banget pagi ini, enak sekali rasa nya jika masih memiliki kedua orang tua." Gumam Rayla kecil yang merupakan seorang anak yatim piatu.
Ayah dan Ibu Rayla telah tewas saat Perang dengan Kekaisaran Hitam berkecamuk.
Shayla kecil saat ini sedang bermain dengan seekor Beast Ular Bertanduk Sembilan kecil yang di pungut nya di dekat Hutan Iblis Ular tersebut.
"Pasti Nona Shayla akan membully nya lagi." Gumam Rayla.
Shayla memiliki kebiasaan menyiksa Beast yang lebih lemah darinya sejak dahulu.
"Imut nya, Rayla kemari lah lihat anak ular ini sangat lucu lho..., dan sangat menggemaskan." Ucap Shayla kecil sambil mencolok-colok Anak Ular tersebut dengan sebuah dahan kecil.
"Ergghhhh.... " Suara erangan kecil Beast tersebut yang marah saat Shayla Kecil membully nya.
"Baik Nona." Ucap Rayla Kecil kemudian mulai menghampiri Shayla Kecil.
Kedua Gadis Kecil tersebut pun mulai membully ular kecil tersebut bersama, hingga akhir nya ular tersebut pun kabur dan kembali ke dalam hutan di dekat mansion tersebut.
"Aha.. Ha.... Ha..... "
"Aha....Ha.....Ha....." Tawa lepas Shayla Kecil saat melihat Ular Kecil tersebut berlari ketakutan setelah habis-habisan di bully nya.
"Rayla lihat itu, ular itu kabur terbirit-birit, apa juga Beast itu adalah binatang paling buas di Hutan Iblis Ular ini, ternyata itu hanya lelucon." Ucap Shayla Kecil.
"Benar Nona, Ular itu pasti takut dengan Bullyan Nona." Puji Rayla Kecil.
Sejak masih kecil jiwa Psiko kedua Wanita Kejam tersebut sudah mulai tumbuh dengan melakukan penyiksaan terhadap Beast-Beast Kecil di sekitar nya.
"Aurghhhh....... " Raungan Beast Ular Bertanduk Sembilan dari dalam Hutan Iblis Ular.
Beberapa saat kemudian dari balik pepohonan tersebut, seekor Ular Jantan Bertanduk Sembilan setinggi dua meter pun muncul bersama dengan Ular Kecil yang sebelum nya habis-habisan di bully oleh Shayla dan Rayla Kecil.
"No.. No.... Nona.... "
"I... Itu.....U...U....Ular....... " Ucap Rayla Kecil yang sangat ketakutan saat melihat Sosok Beast tersebut yang sedang mendesis.
__ADS_1
"Seddd... Seddd.... Seddd...... " Suara desisan Ular tersebut sambil menjulurkan lidah nya yang bercabang tersebut ke luar.
Belum sempat Rayla Kecil menyelesaikan perkataan nya tersebut, Beast itu pun mulai menembak kan sebuah bola api dengan asap beracun ke arah mereka berdua.
"Whuuuuuussss......." Suara hempasan angin saat Bola Api Beracun tersebut mulai melesat.
"Tidak ini semua adalah salah ku, bukan salah Rayla." Gumam Shayla Kecil kemudian mulai berlari dan menahan serangan bola api tersebut dengan punggung mungil nya tersebut.
"Akhhhh................. " Teriak kesakitan Shayla kecil kemudian mulai mengeluarkan darah ke arah Rayla yang sedang terpaku di hadapan nya.
Tubuh Shayla Kecil pun mulai oleng lalu tersungkur jatuh ke pangkuan Rayla Kecil. Darah pun mulai membasahi pakaian Rayla Kecil, anak majikan nya tersebut pun mulai tak sadar kan diri setelah nya.
"Nona........... " Teriak Rayla sekeras nya kemudian mulai menangis dengan sedih dan pilu.
"Hiks.... Hiks.... Hiks.... "
"Hiks.... Hiks..... Hiks.... " Tangis Rayla Kecil.
Beberapa Murid di dalam Sekte pun mendengarkan teriakan keras dari Rayla Kecil tersebut, saat Ular Bertanduk Sembilan tersebut hendak menerkam mereka berdua, murid-murid tersebut pun mulai menembak kan beberapa bola api hitam beracun ke arah Beast tersebut dari kejauhan.
"Duargh..... Duargh..... Duargh...... " Suara ledakan saat bola-bola api hitam tersebut mulai menghantam kemudian mulai menghanguskan Beast tersebut.
"Brukkkk............ " Saat tubuh Beast Ular tersebut mulai jatuh tersungkur ke atas tanah dengan kondisi gosong.
Ular Kecil Bertanduk Sembilan itu pun langsung berlari kembali masuk ke dalam hutan. Murid-murid luar itu pun mulai membawa Nona Shayla Kecil untuk mendapatkan pengobatan di Mansion Iblis Obat tersebut.
"Hiks...... Hiks...... Hiks...... "
"Ini semua karena aku lemah sehingga Nona Shayla bisa terluka parah karena menyelamat kan ku." Gumam Rayla Kecil yang merasa tidak berdaya.
Gadis Kecil Cantik itu pun mulai menangis sambil berjongkok di pojokan halaman mansion tersebut hingga sore hari nya. Rayla Kecil merasa diri nya sangat lemah sehingga Nona Shayla Kecil yang baik hati itu pun bisa terluka parah karena ketidak berdayaan nya.
-[Tiga Hari Kemudian]-
Setelah mengalami kondisi kritis selama beberapa hari akhir nya Nona Shayla Kecil pun sudah mulai baikan dan sadar, namun saat ini beberapa bagian tubuh nya belum bisa di gerakkan akibat sisa-sisa racun sebelum nya. Rayla Kecil pun mendapatkan tugas kembali untuk melayani Nona Kecil tersebut selama masa penyembuhan nya di dalam Mansion Iblis Obat tersebut.
-[Di Dalam Kamar Perawatan Shayla, di Mansion Iblis Obat]-
"Kraaaakkkk.......... " Suara saat pintu kamar tersebut mulai terbuka.
"Nona Shayla......... " Teriak Rayla Kecil kemudian mulai berlari dan memeluk Sahabat Karib nya tersebut.
Tangis Rayla Kecil pun pecah, di saat ia memeluk tubuh Sahabat Karib nya yang di penuhi perban di atas ranjang tersebut.
"Hiks..... Hiks..... Hiks..... "
__ADS_1
"Hiks..... Hiks...... Hiks..... " Suara tangis bahagia Rayla kecil.
"Nona Syukurlah kau selamat, jika kau kenapa-kenapa aku akan merasa bersalah seumur hidup ku." Ucap Rayla sambil terus menangis.
"Hiks..... Hiks..... Hiks..... "
"Hiks..... Hiks...... Hiks..... " Suara tangis bahagia Rayla kecil.
Rayla Kecil memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan Shayla Kecil, walau pun Shayla Kecil adalah majikan nya namun Nona kecil tersebut tidak pernah memperlakukan Rayla Kecil seperti budak dan seenak nya seperti majikan nya lain nya, Nona tersebut malahan memperlakukan nya sebagai seorang Sahabat dan seorang Kakak.
"Jangan nangis lagi Rayla, aku sudah baikan kok,"
"Kita berdua harus jadi lebih kuat lagi, agar keadaan seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang."
"Mulai sekarang kita berdua adalah saudara angkat." Ucap Shayla Kecil sambil menjulurkan jari kelingking nya ke arah Rayla Kecil.
"Tapi Nona.... " Ucap Rayla Kecil yang minder dengan status budak dan murid luar nya tersebut.
"Kau lebih tua dari ku beberapa bulan, berarti kau adalah Kakak ku, Rayla." Ucap Shayla Kecil.
Rayla dan Shayla Kecil pun mulai saling mengaitkan jari kelingking mereka yang menandakan mereka berdua saat ini adalah saudara angkat.
"Nah.... Sudah jangan menangis lagi Kak, bagaimana bisa kita membully Beast jika Kakak cengeng seperti itu." Ucap Shayla Kecil sambil mencoba menyemangati Kakak Angkat nya tersebut.
"Iya Adik." Ucap Rayla kemudian mulai menyeka air mata yang membasahi pipi nya tersebut.
Semenjak saat itu Kedua Gadis Kecil tersebut terus berlatih seni bela diri dengan sangat giat sehingga mencapai posisi mereka saat ini. Selama latihan mereka juga terus membully Beast-Beast Lemah di sekitar Hutan Iblis Ular tersebut, mereka berdua pun dikenal dengan sebutan "DUA IBLIS RACUN DARI NERAKA".
-[Dek Kapal Layar Langit]-
Tampak air mata mulai menetes kemudian mengalir perlahan dari pipi Rayla Poison Snake sang Ratu Racun yang terkenal kejam kepada setiap musuh nya saat mengingat sepotong kenangan bersama mendiang Adik Angkat nya Shayla Poison Snake.
"Jendral Es, nyawa di balas dengan nyawa, walau pun aku harus mengorbankan seluruh kultivasi ku untuk membunuh mu,"
"Aku sudah siap, ini semua demi Nona Shayla." Gumam Ratu Racun dengan niat membunuh yang sangat besar.
Perdana Menteri Racun dan Panglima Perang Racun pun merasakan niat membunuh yang sangat besar yang di keluarkan dari tubuh Ratu Racun tersebut.
"Ugh.... Seperti nya Yang Mulia Ratu benar-benar marah, Jendral Es kenapa kau harus membunuh Adik nya dengan cara licik seperti itu." Gumam Jendral Sisilia Manggado yang menyesalkan tindakan keji Jendral Es sebelum nya.
"Yiha...... "
"Berkat Video itu, rencanaku pun berjalan dengan mulus." Gumam Jaylin Poison Snake sang Rubah Tua alias Perdana Menteri Racun.
TO BE CONTINUED.........
__ADS_1
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].