Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Edition, Masa Kecil Dilla Azura dan Ibu Asuh nya Bella Azura Akhir.


__ADS_3

-[Gazebo di Halaman Tengah Mansion Azura]-


Tampak muka Dilla Kecil babak belur, bajunya pun sobek dan kotor, Gadis Kecil itu pun mulai menceritakan Pembulian Mika beserta Genk nya tersebut kepada Mama Asuh nya Bella Azura.


Beberapa saat kemudian,


"Bbajingan, dia berani membully anak ku seperti itu, dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatan nya tersebut." Ucap Bella dengan nada suara yang sedikit besar lalu berapi-api.


Sebuah siasat licik terbesit di pikiran Bella, ia pun mulai membisikkan rencana licik dan culas nya tersebut ke telinga Dilla Kecil.


Beberapa saat kemudian raut wajah Dilla Kecil kembali riang dan ceria senyuman kecil kembali terpancar di wajah nya, Bella pun mulai memberikan Dilla Kecil sebotol ramuan encer racun pemusnah kultivasi dan sebuah Topeng Siluman untuk menjalankan rencana kotor tersebut.


"Gunakan ini Dilla, seperti yang telah mama sampaikan tadi, mama juga akan menyamar menjadi salah satu murid di SD itu nantinya dan mengawasi gerak-gerik mu." Ucap Bella.


"Terimakasih Ma... "


"Rencana Mama sangat brilian, Mika pasti akan mendapatkan balasan nya karena telah membully ku selama ini." Ucap Dilla Kecil lalu mulai memeluk mama nya dengan erat.


Topeng Siluman merupakan sebuah senjata intelijen pusaka milik Keluarga Licik dan Culas tersebut, mereka memiliki banyak sekali benda seperti itu untuk melakukan praktek konspirasi nya di dalam Benua Es Api ini selama bertahun-tahun lamanya.


"Dilla ya sudah mandi dan beristirahat lah, hari ini tidak usah kembali lagi ke sekolah." Ucap Bella sambil mengusap lembut rambut anak angkat nya tersebut.


"Hiks... Hiks... "


"Ia Ma, mama memang yang terbaik." Puji Dilla Kecil dengan tulus lalu mulai beranjak masuk ke dalam mansion tersebut berniat membersihkan diri nya.


Sementara itu Ibu Asuhnya Bella Azura tetap duduk di dalam Gazebo tersebut sambil memandangi rintik-rintik hujan yang jatuh dan membasahi halaman tersebut.


"Byurrrr............ " Suara Hujan Deras.


"Sebagai Calon Matriak Masa Depan kau harus terbiasa licik sejak kecil Dilla, Paman mu tidak sempat mengajarkan nya karena sibuk mengurusi selir-selir nya,"


"Makanya biar aku yang mengajari mu fondasi-fondasi awal Paham Culasisme kepadamu." Gumam Bella.


NOTE : PAHAM CULASISME adalah suatu Paham yang di cetuskan oleh Leluhur Keluarga Azura, paham ini menitik beratkan kepada keculasan dan kelicikan dalam menyelesaikan suatu permasalahan.


Tiap-tiap murid di Keluarga tersebut menganut PAHAM CULASISME tersebut.

__ADS_1


-[Keesokan Harinya, di Kantin SD Kota Awan Hitam]-


Tampak Mika dan Genk nya tengah duduk dan sedang menunggu pesanan makanan mereka di salah satu meja di dalam kantin tersebut, sementara itu Dilla Kecil sedang mengintip musuh yang kerap kali membully nya tersebut dari balik jendela luar.


"Baiklah sekarang adalah kesempatan ku meracuni Mika." Gumam Dilla kemudian mulai mengenakan Topeng Siluman.


Bella saat ini sudah menyamar menjadi salah satu murid di SD tersebut, tampak ia sedang duduk dengan tenang di dalam kantin tersebut sambil mengawasi pekerjaan culas Dilla Kecil untuk yang pertama kalinya.


"Bagus, darah Azura memang sangat kental di dalam tubuh mu." Gumam Bella yang sedang menyamar saat melihat Dilla mulai mengenakan Topeng tersebut.


Dilla Kecil pun berubah menjadi salah seorang Pelayan Laki-laki di Kantin tersebut, dengan sedikit gugup ia pun beranjak masuk ke dalam Kantin lalu mulai pergi ke dapur kantin tersebut.


-[Dapur Kantin]-


Di tempat tersebut tampak banyak sekali koki-koki sedang sibuk menyiapkan pesanan dari bocah-bocah tersebut, salah seorang Koki pun memanggil Dilla yang sedang menyamar tersebut.


"Hei Kau, bawakan pesanan Nona Mika ini." Ucap Koki tersebut sambil menunjukkan masakan lezat yang ada pada nampan di atas meja tersebut.


"Baik Pak." Ucap Dilla yang sedang menyamar dengan gugup.


"Kenapa dengan nya, kenapa dia terlihat gugup ya?" Gumam Koki tersebut lalu kembali bekerja.


"Ugh.... Semoga tidak ada yang melihat ku." Gumam Dilla Kecil sambil mengamati ke sekeliling nya.


"Hei... Apa yang kau tunggu lagi, cepat bawa pesanan Nona Mika." Ucap Koki tersebut dengan nada suara yang sedikit keras.


"Iya Pak... Iya Pak, kalau begitu saya pergi dulu ke tempat Nona." Ucap Dilla Kecil dengan gugup lalu mulai membawakan makanan dan minuman yang telah di bubuhi racun penghancur kultivasi tersebut.


Dengan gugup Dilla Kecil pun mulai menghidangkan makanan dan minuman tersebut ke atas meja tempat Mika dan Genk nya berkumpul.


"Wah... Lama banget, kami sudah laper sejak tadi Tuan." Keluh Salah Satu Bocah Kecil tersebut.


"Maaf... Maaf, saya sedikit terlambat."


"Silahkan Nona." Ucap Dilla dengan sedikit gugup lalu langsung beranjak keluar dari dalam kantin tersebut.


"Aneh kenapa dia keluar sambil membawa nampan tersebut." Gumam Mika saat menoleh Dilla yang sedang menyamar keluar dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Bagus... Bagus.... "


"Putri Kecilku, kau memang Calon Matriak Masa Depan." Gumam Bella yang sedang menyamar lalu mulai keluar dari dalam kantin tersebut.


"Ah... Ya sudah lah, aku lapar banget setelah membully beberapa murid sebelum nya." Gumam Mika lalu mulai menyantap hidangan beracun tersebut.


Mika beserta Genk nya pun mulai makan dan minum dengan lahap nya tanpa menyadari jika makanan dan minuman tersebut telah di lumuri dengan racun pemusnah kultivasi.


"Emmm...... Nikmat." Gumam Salah Satu Anggota Genk Mika tersebut.


Beberapa menit kemudian Mika beserta Genk nya pun mulai terbatuk-batuk lalu mulai mengeluarkan darah hitam dan mulai tak sadar kan diri.


"Uhuk...... Uhuk..... Uhuk.... "


"Uhuk...... Uhuk....... Uhuk.... " Suara Batuk Mika dan Genk nya lalu tak sadar kan diri.


Murid-murid lain nya yang sedang sarapan di dalam kantin tersebut pun mulai berteriak histeris melihat kejadian tersebut.


"Tolong...... Tolong...... Tolong..... " Teriak beberapa murid sambil mengerumuni meja tempat Mika dan yang lain nya di racuni.


Beberapa Guru pun tiba lalu membawa Mika dan Genk nya ke IGD Rumah Sakit Kota Awan Hitam, sementara itu Dilla Kecil yang sedang mengintip dari balik jendela hanya tersenyum kecil licik melihat kondisi musuh nya yang sudah idak sadar kan diri tersebut.


"Rasakan kau Mika." Gumam Dilla Kecil.


"Ha.... Ha.... Ha..... " Tawa Dilla Kecil Puas kemudian mulai beranjak pergi dari Kantin tersebut bersama Ibu Asuhnya yang sama Culas nya.


"Siasat Mama benar-benar manjur, mulai saat ini aku dan Genk ku akan mulai membully Mika dan teman-temannya." Ucap Mika sambil menggenggam tangan mama nya.


"Ingat Dilla, Keluarga Azura dapat bertahan selama 10 ribu tahun ini karena PAHAM CULASISME nya,"


"KALAU BISA MENANG DENGAN CARA CURANG, KENAPA HARUS REPOT-REPOT UNTUK BERTANDING SECARA SPORTIF,"


"SEJARAH HANYA DI TULIS OLEH PEMENANG BUKAN PECUNDANG." Ucap Tetua Bella.


"Ugh.... Mama sangat keren, Pemahaman nya akan PAHAM CULASISME sungguh mendalam, aku akan belajar banyak dari mama." Gumam Dilla Kecil.


Tetua Bella tidak tahu jika PAHAM CULASISME tersebut suatu saat akan menjadi bencana bagi diri nya sendiri, sejak saat itu Dilla di ajarkan untuk terus berbuat licik dan jahat oleh Tetua Bella selaku Ibu Asuh nya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2