Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Edition, Masa Kecil Dilla Azura dan Ibu Asuh nya Bella Azura Awal.


__ADS_3

-[Tribun VVIP]-


Di sebelah bangku tempat Nyonya Vinic dan yang lain nya duduk di Tribun tersebut, beberapa Tetua dari Keluarga Azura pun duduk di sebelah nya berniat menyaksikan penampilan Calon Matriak Masa Depan nya.


"Tetua Bella, ini gawat seperti nya Dilla akan mengalami kekalahan lagi dengan Pemuda Berambut Biru tersebut." Bisik Tetua Zhang.


"Kasian Calon Matriak Masa Depan kita akan kalah lagi, kekalahan nya pasti akan mempengaruhi kestabilan psikis dan mental nya." Gumam Tetua Miki sambil menghisap cerutu.


"Whuss.... " Suara hembusan asap cerutu Tetua Miki.


"Aku tidak akan membiarkan Dilla kalah kali ini, sebagai mama nya aku akan membantunya kali ini dan tidak akan membiarkan nya kalah untuk yang kedua kalinya dari Bocah Berambut Biru itu." Bisik Tetua Bella.


"Benar Tetua Bella aku sangat setuju dengan keputusan mu itu, Calon Matriak Masa Depan kita haruslah tidak terkalahkan seperti Perdana Menteri Azura." Bisik Tetua Zhang.


"Ugh... Sepertinya Tetua Bella akan mengeluarkan elemen legenda milik nya Elemen Jiwa Hitam, sepertinya dia sudah mulai serius." Gumam Tetua Miki sambil kembali menarik dalam-dalam cerutu nya.


"Whusss........ " Suara hempasan cerutu Tetua Miki.


"Hati-hati Tetua Bella, aku dengar Tunangan Jendral Es tersebut berhasil mengalahkan Komandan Black Rock yang berada di ranah alam Naga puncak saat di Pelabuhan Planet Kuno Jupiter,"


"Sebaiknya kau tidak meremehkan kan nya, kita tidak mengetahui rahasia apa yang di miliki nya." Bisik Tetua Miki sambil memperingatkan Tetua Bella.


"Tenanglah Miki, aku akan membunuh kesadaran nya di dalam Dunia Dantian milik ku." Bisik Tetua Bella.


"Ugh... Elemen Jiwa yang mengerikan." Gumam Tetua Zhang.


Tetua Bella pun mulai duduk dan bermeditasi setelah nya, tampak aura hitam mulai membungkus tubuh nya, sebelum ia melesatkan Elemen Legenda nya tersebut ia pun mulai terbayang dengan masa kecil Dilla Azura.


-[9 Tahun Yang Lalu, Mansion Kediaman Azura]-


"Byurrrr........... " Suara Hujan Deras.


Saat itu Tetua Bella yang juga merupakan Istri Sah Komandan Berserker sedang duduk di sebuah Gazebo yang berada di halaman tengah Mansion tersebut bersama Suami nya yang baru saja pulang setelah satu bulan lama nya.


"Ugh..... Kenapa kau pulang ke rumah pagi ini Berserker, apa ada barang yang tertinggal?" Tanya Tetua Bella dengan nada yang ketus.


"Dia pasti ngambek karena selama sebulan ini aku gak pulang-pulang, mau bagaimana lagi aku juga harus berkeliling memberikan nafkah batin kepada selir-selir ku." Gumam Komandan Berserker lalu mulai meneguk arak di atas meja tersebut.


"Glek.... Glek.... Glek..... " Suara Komandan Berserker saat mulai meneguk habis arak di dalam kendi tersebut.


"Bella Sayang tentu saja aku pulang karena rindu dengan mu, aku ada sedikit tugas makanya aku baru kembali saat ini." Rayu Komandan Berserker dengan licik nya.


"Ugh... Gombal pasti dia sudah bosan bermain-main dengan selir-selirnya yang lain, pasti dia bermain bersama Lusi dan Mimi yang merupakan selir kesayangan nya,"


"Aku ini apalah, hanya Tetua yang mandul." Gumam Bella dengan wajah ketus, sedih, dan juga jengkel.


"Benarkah kau rindu kepadaku, bagaimana dengan beberapa ****** merah di lehermu itu, apakah itu bukti kau rindu dengan ku." Ucap Bella sambil menoleh ke arah leher Komandan Berserker yang di penuhi beberapa ****** berwarna merah tersebut.


"Aduh... Kacau ini gara-gara Lusi dan Mimi yang menggigiti leherku dengan penuh nafsu semalaman suntuk,"


"Ugh... Aku lupa, hanya ada satu cara untuk meredakan kemarahan Bella saat ini yaitu dengan ciuman dan belaian mesra dari ku." Gumam Pemuda Paruh Baya dan Berjenggot Hitam tersebut.


"Bella ada kotoran di atas mata mu." Ucap Komandan Berserker lalu mulai menjulurkan tangan nya ke arah mata Bella.

__ADS_1


"Hah..pasti dia mau melakukan nya, banyak sekali trik licik Berserker ini." Gumam Bella yang sudah sangat mengenal perangai suami nya tersebut.


Ternyata itu hanya akal-akalan Komandan Berserker saja dia ternyata mulai menccium istri sah nya tersebut dengan licik nya.


"Dia pasti akan lupa mengenai cupangan merah ini." Gumam Komandan Berserker sambil menccium istri sah nya tersebut.


Sesudah selesai berciumman sesaat di Gazebo tersebut, sepasang Pasutri itu pun mulai beranjak untuk melakukan hubungan yang lebih intens lagi di dalam kamar mereka di pagi hari tersebut.


"Dasar..... Pulang-pulang karena pengen gitua-gituan." Gumam Bella sambil berjalan di belakang Komandan Berserker.


-[SD Kota Awan HITAM]-


"Byurrrr........... " Suara Hujan Deras.


Dilla Kecil, Alia Kecil, dan Kiky Kecil tengah bermain ayunan di taman di halaman SD tersebut, mereka bertiga bermain dengan riang dan sangat gembira.


"Asyiknya..... " Ucap Dilla Kecil sangat berbahagia sambil bermain ayunan bersama teman-teman nya.


Beberapa saat kemudian Mika Lightening bersama genk nya pun muncul di hadapan Dilla Kecil yang tengah asyik bermain tersebut.


"Heh..... Azura."


"Turunlah dari ayunan itu, ayo kita bertaruh." Ucap Mika Kecil dengan nada suara yang keras dan terkesan membentak.


"Ugh.... Gadis Gila ini lagi, dia terus saja menggangguku tapi dia sangat kuat, aku selalu kalah saat berkelahi dengan nya." Gumam Dilla Kecil yang sedikit tertekan dengan keberadaan Mika.


Mereka pun berhenti bermain ayunan tersebut, lalu mulai turun dan beranjak ke hadapan Mika.


"Apa kau mau ngajakin duel lagi Mika, walaupun aku selalu kalah aku tidak pernah takut." Ucap Dilla Kecil dengan gagah berani.


"Ugh..... Mataku." Gumam Dilla sambil memegang mata nya.


Dilla kecil pun tersungkur ke belakang, tampak bola matanya mulai berkaca-kaca setelah di pukul oleh Mika.


Ranah Mika Kecil saat ini berada di ranah Alam Ksatria puncak sedangkan Dilla dan ke dua teman nya saat ini masih berada di ranah Alam Kesatria level tiga.


"Dilla, jangan terprovokasi oleh nya sebaik nya kita lapor guru saja." Ucap Alia Kecil.


"Mau lapor ya." Gumam Mika Kecil mulai emosi mendengar ucapan Alia Kecil.


Mika pun mulai memberikan isyarat kepada genk nya tersebut untuk mulai mengeroyok dan memukuli mereka bertiga, pagi itu pun menjadi pagi yang sangat mencekam bagi ketiga Gadis Cilik tersebut.


"Duakk..... Duakk..... Duakk.... "


"Duakk.... Duakk......Duakkk.... " Suara saat Dilla dan kedua teman nya di gebukin sampai babak belur oleh Genk Mika tersebut.


Setengah Jam Kemudian, mereka pun menyudahi pembullyan tersebut, sang pemimpin Cilik yang kejam itu pun mulai berkata dengan angkuh nya.


"Di Pertandingan Lari minggu depan kita akan bertaruh dengan cincin penyimpanan ruang milik kita Dilla Azura, siapa yang kalah harus rela memberikan cincin penyimpanan nya kepada yang menang, awas jika kau tidak datang aku akan membuat hari-hari mu di SD ini seperti di neraka." Ucap Mika kemudian mulai beranjak pergi dari taman tersebut sambil tertawa besar.


"Ha.... Ha..... Ha..... "


"Ha.....Ha..... Ha...... " Tawa Mika bersama Genk nya dari kejauhan.

__ADS_1


Sementara itu Dilla, Alia, dan Juga Kiky Kecil menangis pilu dengan wajah yang babak belur setelah di keroyok oleh Genk Mika.


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... "


"Hiks..... Hiks... Hiks....." Tangis Dilla Kecil dan yang lain nya sambil berlari beranjak pulang ke kediaman nya masing-masing.


"Mama Bella." Gumam Dilla Azura Kecil sambil berlari kembali ke kediaman nya.


-[Kamar Bella]-


Tampak kedua Pasutri tersebut sedang bergumul panas di bawah selimut di atas ranjang tersebut, tiba-tiba saja pintu kamar mereka pun terbuka, Bella dan Berserker pun menghentikan aktivitas nya.


"Mama.... " Ucap Dilla yang menyaksikan Ibu Angkat nya sedang berada di balik selimut.


Dilla kecil pun sudah terbiasa masuk di saat-saat seperti itu, Gadis kecil itu pun kembali keluar dari dalam kamar tersebut, Seakan-akan mengetahui apa yang sedang kedua orang dewasa tersebut lakukan.


"Dilla, kenapa ia menangis, mukanya pun babak belur, sepertinya ada yang tidak beres dengan nya." Gumam Bella kemudian mulai mengenakan pakaian nya.


"Hiks.... Hiks.... Hiks... "


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... " Tangis Pilu Dilla dari balik pintu kamar tersebut.


"Tunggu dulu.... Bella kan kentang." Ucap Komandan Berserker yang di tinggal pas sedang nanggung-nanggung nya.


"Ugh.... Bella kau selalu saja begitu." Gumam Komandan Berserker.


Bella sangat menyayangi Dilla Kecil, ia pun tidak menggubris perkataan Komandan Berserker dan lebih memilih keluar dari dalam kamar tersebut untuk menemui Dilla Kecil, yang sudah dianggap nya seperti anak kandung nya sendiri.


"Kentang ada di dapur Berserker, jika kau mau pergilah ke dapur." Ucap Bella dengan ketus sambil berjalan keluar.


"Dasar Bella, sebaik nya aku kembali ketempat Lusi dan Mimi yang sedang menginap di Hotel Paviliun Racun di depan." Gumam Komandan Berserker lalu mulai mengenakan pakaian nya.


Paviliun Racun dan Kompleks Kediaman Azura berada di dalam satu kawasan yang sama.


"Ada apa Dilla sayang." Ucap Bella dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


"Ma... Mika membully ku lagi." Keluh Dilla dengan nada suara yang bergetar kemudian mulai memeluk mama nya dengan erat.


Beberapa saat kemudian Komandan Berserker selesai berpakaian ia pun keluar dari dalam kamar tersebut.


"Bella aku mau cari kentang dulu di Paviliun Racun yach, Dua Kentang di sana sangat lezat timbang kentang di dapur." Ucap Komandan Berserker Ketus lalu mulai terbang meninggal kan mereka berdua, yang di maksud dua kentang oleh Komandan Berserker tersebut adalah Lusi dan Mimi.


"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Komandan Berserker melesat terbang.


"Huh.... "


"Kentang apaan, dia pasti mau menjumpai Lusi dan Mimi di hotel tersebut." Gumam Bella.


"Dilla, ayo kita duduk di Gazebo di halaman tengah, lalu ceritakan semua nya ke mama, kali ini kita harus memberikan pelajaran kepada Putri Raja Kota itu." Ucap Bella.


Dilla Kecil pun mulai menyeka air mata di pipi nya dengan kedua tangan nya kemudian mulai beranjak pergi menuju tempat tersebut bersama dengan mama asuh nya Bella Azura.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2