
Malam Hari.
Dua hari sebelum keberangkatan ke Planet Merkurius, saat ini Arung sedang duduk di sofa bersama Rea dan sedang menonton acara Promo Malam Konser Internasional di layar TV tersebut. Sementara itu Xiao Mei Mei sedang mencuci piring bersama Shilla, dan Kak Yuki tengah bermeditasi di atas sofa di dekat Komandan Don Juan tersebut.
"Tok...... Tok..... Tok.......... " Suara ketukan pintu.
"Shilla ini mama.... " Ucap Nyonya Vinic dari balik pintu.
Shilla pun beranjak dari dapur lalu membukakan pintu untuk mama nya.
"Kraaakkkk..................." Suara pintu kamar terbuka.
"Mama..... " Ucap Shilla, lalu mulai memeluk mama nya.
"Shilla... Shilla.... " Gumam Tetua Shiyu.
Kak Yuki pun bangun dari meditasi nya lalu beranjak menghampiri Nyonya Vinic kemudian memeluknya.
"Kak Yuki syukurlah kau selamat." Ucap Nyonya Vinic.
"Ia Vin, aku turut berduka atas kematian Jedi yach." Ucap Kak Yuki.
'Ups..... Matriak benar-benar datang, dia pasti sangat rindu dengan Matriak Yuki." Gumam Arung.
Nyonya Vinic dan Tetua Shiyu pun mulai duduk di sofa bersama Arung dan Rea si Rubah Hitam.
"Salam Matriak, Tetua Shiyu." Sapa Arung.
"Ia Arung." Ucap Matriak, sementara itu Tetua Shiyu hanya tersenyum kecil terhadap murid Keluarga Tiger yang pernah melamarnya tersebut.
"Ugh..... sial kenapa perasaanku gundah gulana setiap kali berjumpa dengan Arung, dia kan calon suami nya Shilla, dia bahkan sudah menikahi Xiao Mei Mei." Gumam Tetua Shiyu pipi nya pun mulai merah merona.
"Vin, aku akan membuatkan minuman terlebih dahulu, kalian tunggulah disini." Ucap Xiao Mei Mei, lalu beranjak ke dapur.
"Terima kasih Mei Mei." Ucap Nyonya Vinic.
Beberapa saat kemudian HP milik Komandan Don Juan itu pun mulai berdering.
"Kring...... Kring...... Kring...... " Suara HP Komandan Donjuan tersebut saat berdering.
Arung pun mulai mengangkat HP nya lalu bangun menjauh dan berbicara pelan dengan seseorang yang menelpon nya tersebut.
"Siapa yang menelpon nya, mungkinkah itu telpon dari Gadis lain nya." Gumam Shilla yang selalu curiga dengan gelagat tidak biasa Calon Suami nya tersebut.
Sementara itu Kak Yuki dan yang lain nya sedang mengobrol bersama di ruang santai tersebut, sambil mengenang masa lalu.
Beberapa menit kemudian, Komandan Don Juan tersebut pun selesai menelpon.
"Shilla, aku ada sedikit urusan di Kantor Prajurit Kota, tadi Jendral Es meneleponku dan menyuruhku ke sana, mungkin aku akan menginap di sana sampai keberangkatan kita ke Planet Merkurius." Ucap Arung.
"Bagaimana bisa ia mengenal adik nya Ye Lian?" Gumam Kak Yuki.
"Ohhh.... Jendral Love Killer itu yach." Gumam Shilla dan Xiao Mei Mei terpaksa mengizinkan Suami dan Calon Suami nya tidur di tempat lain nya.
"Iya Arung, hati-hati ya." Ucap Shilla.
"Jangan sampai kau pulang membawa perempuan lain nya yach." Ucap Xiao Mei Mei.
__ADS_1
Arung hanya membungkuk lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
"Baru saja aku tiba dia sudah langsung pergi, walau pun aku tidak bisa memiliki nya, dengan memandang nya saja aku sudah bahagia,"
"Ugh..... apa yang ku pikirkan..... " Gumam Tetua Shiyu yang sudah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.
"Gelagat nya sangat aneh." Gumam Nyonya Vinic.
"Ugh.... akhirnya dia pergi juga, perasaan ku selalu tidak menentu saat ada di dekat nya." Gumam Kak Yuki yang juga sudah mulai terpengaruh kemampuan Dragon Love milik Arung.
"Guk...... Guk....... Guk...... " Gonggongan Rea si Rubah Hitam.
Koridor Lantai 100 AKPERTI.
"Huft............ " Suara Nafas Panjang Arung.
"Aku terpaksa berbohong, jika Gisel dan Luna sampai tahu aku menikahi Xiao Mei Mei, pasti akan terjadi bencana besar, aku khawatir mereka berdua akan bertengkar hebat dengan Xiao Mei Mei,"
"Buat apa pula mereka datang ke Kota Seribu Obat ini yach?" Gumam Arung.
Ternyata yang menelpon barusan adalah Gisel dan bukan Jendral Es, Komandan Don Juan tersebut terpaksa berbohong untuk mencegah pertikaian antara calon-calon istri dan istri sah nya.
"Gisel memberitahukan nya kalau mereka saat ini menginap di Penginapan Seribu Obat di lantai 30 di kamar nomer 304 sebaik nya aku segera berteleport ke sana." Gumam Arung lalu mulai memasang kuda-kuda jurus teleportasi.
"Blitzzz................. " Suara Jurus Teleportasi Arung.
Di Lantai 30 kamar nomer 304.
Saat ini Gisel dan Luna baru saja selesai mandi dan tengah mengenakan piyama yang super minim dan transparan, kekhawatiran pun muncul dari dalam diri Gisel.
"Kak Luna hot banget malam ini, ia mengenakan celana shot ungu ketat dan tengtop ungu transparan, mana sebentar lagi Komandan Don Juan itu datang lagi." Gumam Gisel sambil duduk di sofa dan membayangkan Arung akan memangsa Kak Luna karena berpakaian minim.
"Wah.... kebetulan sekali, Gisel sudah menghubungi Komandan Don Juan itu, Pendekar Naga pasti akan tergiur melihat keseksianku saat ini." Gumam Luna sambil pura-pura menonton TV.
Saat ini Gisel tengah memakai daster berwarna putih transparan, dalaman nya pun terlihat dengan jelas. Sebenarnya pakaian yang di kenakan oleh Luna dan Gisel malam ini sama-sama menantang dan membuat panas laki-laki manapun yang melihat nya.
"Tok..... Tok...... Tok....... " Suara ketukan pintu.
"Gisel... ini aku." Ucap Arung.
"Calon Suami ku Arung." Gumam Gisel, lalu bangun kemudian membuka pintu kamar tersebut.
"Kraakkkk............. " Suara pintu terbuka.
Gisel pun langsung memeluk kekasih nya tersebut.
"Arung.... aku kangen kamu Sayang." Ucap Gisel, beberapa saat kemudian baru ia mulai melepaskan pelukan nya.
"Waw.... Gisel hot banget malam ini." Gumam Arung lalu mulai masuk ke dalam kamar.
Di Ruang Santai.
Tampak Arung duduk di sebelah Gisel, dan Luna duduk di sofa di sebelah nya.
"Friska mana Gisel?" Tanya Arung mencoba berbasa-basi.
"Aku tidak membawanya Sayang, dia di jaga oleh mama di rumah ku." Ucap Gisel.
__ADS_1
Luna pun bangun lalu mulai menyapa selingkuhan nya tersebut.
"Mau minum apa Komandan, Gisel?" Tanya Luna.
"Kalau ada susu ya Luna, tubuh ku rasanya sedikit capek." Jawab Arung.
"Aku juga sama Kak." Jawab Gisel.
Luna pun beranjak ke dapur berniat membuat kan susu kepada selingkuhan nya tersebut, sementara itu mata Komandan Don Juan itu terus mengikuti bokong ketat milik Luna.
"Luna.... kenapa kau berpakaian seperti itu, suhu tubuh ku terasa panas." Gumam Arung.
"Ugh..... sikap Kak Luna terhadap Arung sangat aneh, mungkinkah mereka memiliki suatu hubungan terlarang?" Gumam Gisel.
Beberapa saat kemudian Luna pun kembali dan mulai menghidangkan susu-susu tersebut ke atas meja, kemudian duduk dengan menyilangkan kaki nya berniat memperlihatkan paha mulus nya.
"Ugh.... bulu-bulu halus di paha luna sungguh menggetarkan kulit ku." Gumam Arung merasa makin memanas.
"Gisel, Komandan minumlah." Ucap Luna.
"Minumlah Gisel, aku sudah membubuhi obat tidur ke dalam nya, malam ini aku akan bersenang-senang dengan Pendekar Naga." Gumam Luna.
"Kenapa pose Kak Luna menggairahkan kan sekali, aku makin curiga, ada apa sebenarnya ini." Gumam Gisel.
Arung, Gisel dan Luna mulai meminum susu tersebut, tampak senyum kecil di bibir Luna saat Kekasih Pendekar Naga tersebut meneguk habis susu yang telah di bubuhi obat tidur tersebut.
"Ugh.... kenapa aku sangat mengantuk sekali yach." Gumam Gisel lalu mulai tertidur.
"Brukkk......... " Suara saat tubuh Gisel terbaring tidur di atas sofa.
"Gisel, ini pasti ulah Luna." Gumam Arung lalu mulai menatap Luna.
Luna dengan nakal nya langsung menggenggam tangan kekasih rahasia nya tersebut, kemudian berkata manis dan manja.
"Sayang, ayo kita sudah lama tidak melakukan nya." Ucap Luna.
"Huft............. " Suara Nafas Panjang Arung.
"Sudah ku duga, ternyata gadis ini telah merencanakan nya sejak tadi." Gumam Arung, kemudian masuk ke dalam kamar.
"Zzzzttttt.............. " Suara tidur Gisel Alba yang terbaring di atas sofa.
"Ayo Luna." Ucap Arung.
"Tap....... Tap......... Tap..... " Suara langkah kaki Luna dan Arung.
"Dup.............. " Suara saat pintu kamar tertutup.
"Minumlah obat kuat ini sayang." Suara dari dalam kamar.
"Ugh..... Luna benar-benar profesional, ia sudah merencanakan nya sejak tadi dan mempersiapkan segalanya dia memang pantas menyandang jabatan Wakil Komandan Senior." Gumam Arung dari dalam kamar lalu mulai menelan obat kuat tersebut.
Sepasang kekasih itu pun mulai memadu kasih di dalam kamar penginapan tersebut hingga pagi hari, efek obat tidur itu berlangsung selama 12 jam, jadi di perkirakan Gisel akan bangun keesokan siang nya.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1