Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Rencana Pembunuhan Jendral Es Bagian Awal.


__ADS_3

Di Dalam Kabin Kemudi yang di Nakhodai Jendral Catherine.


Saat ini mereka tengah menonton TV yang berada di ruangan tersebut, mereka bertiga masih santai dan tenang duduk di sofa sambil menikmati sekaleng beer hingga video konspirasi tersebut mulai di tayangkan.


"Uekkkk........... " Suara Semprotan Beer ke arah Pak Thio oleh Jendral Catherine.


"Ugh.... Maaf-maaf Pak Thio." Ucap Jendral Catherine lalu mengelap wajah Pak Thio yang basah karena semprotan Beer.


"Ia... Ia.... its okey Jendral, kau pasti terkejut dengan video tersebut." Ucap Pak Thio sambil mengelap wajah nya.


"Setelah membuat kehebohan dengan mencium salah seorang peserta ujian tempo lalu, Jendral Es kembali membuat kegemparan dengan membunuh adik dari Ratu Racun." Ucap Bu Janet lalu menggeleng-geleng kan kepala nya kemudian meneguk beer.


"Mitha sejak di AKPERTI selalu saja penuh dengan kontroversi, bahkan ia berani membunuh Adik Racun dengan cara meracuni nya,"


"Kematian yang konyol bagi ahli racun yang mati karena racun,"


"Walaupun Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Kecil namun racun yang di miliki oleh Kerajaan mereka sangat dahsyat,"


"Dan Labu Iblis yang dimiliki oleh Ratu Racun merupakan senjata suci tingkat alam mahayana." Gumam Jendral Catherine menyayangkan tindakan gegabah Panglima Perang nya tersebut.


"Sejak dulu Jendral Es memang begitu." Ucap Pak Thio lalu meneguk beer nya.


"Sepertinya Kerajaan Iblis Ular akan menyerang Kekaisaran Dewi Es ini, mereka pasti akan menuntut balas kematian adik nya tersebut." Ucap Jendral Catherine.


"Tidak hanya pihak Kerajaan yang akan menuntut balas pihak Sekte Iblis Beracun pun akan ikut serta menuntut balas kepada Jendral Es." Ucap Bu Janet.


Mansion Utama Sekte Iblis Beracun.


Malam hari.


Tampak kesembilan Tetua telah menonton Video saat Ketua mereka di penggal dengan kejam nya di Gazebo Milik Jendral Es sebelum nya, rapat darurat pun di langsungkan malam itu juga.


"Jendral Es laknat, cara mu benar-benar kotor kau membunuh Ketua kami dengan cara keji." Gumam Tetua Gemini.


"Kalian semua pasti sudah menonton video penghinaan terhadap Ketu Sekte kita itu kan, darah ku rasa nya mendidih saat melihat kebrutalan Jendral Es." Ucap Tetua Aquarius dengan penuh emosi.


"Ugh.... Jika aku bertemu dengan Jendral Culas itu aku akan menguliti nya, dan memakan daging nya." Ucap Tetua Gemini dengan penuh emosi.


"Jadi apa tindakan yang harus kita lakukan saat ini?" Tanya Tetua Titan.


Ruangan mansion itu pun hening untuk sesaat setelah Tetua Titan melontarkan pertanyaan tersebut, tampak ke Delapan Tetua Sekte Iblis Beracun tersebut tengah berpikir keras.


"Ugh........ Kita harus membalas kematian Ketua, darah di balas dengan darah aku sangat kesal dengan Gadis Berambut Biru itu." Ucap Tetua Jihye Moon dengan bersemangat.

__ADS_1


"Aku setuju, nama baik Sekte kita di pertaruh kan di sini, kita hanya perlu membunuh Jendral Es dengan keji juga." Ucap Tetua Galapagos.


"Ketua Sekte orang yang sangat baik, aku tidak Terima dia dibunuh dengan cara keji seperti itu, aku akan membunuh Jendral Es apapun yang terjadi." Ucap Tetua Jiang sudah bertekad bulat untuk balas dendam.


Tampak Ruangan Aula Sekte Iblis Beracun tersebut mulai ricuh, umpatan-umpatan kasar terhadap Jendral Es pun mulai di lontarkan dari mulut Tetua-Tetua yang emosi, beberapa saat kemudian utusan dari Ratu Racun pun tiba.


"Tap..... Tap...... Tap......... " Suara Tapak Kaki Utusan Ratu Racun tersebut.


"Tenang semuanya tenang." Ucap Tetua Titan.


"Semuanya menunduk, ini adalah titah dari Yang Mulia Ratu Racun." Ucap Utusan Ratu tersebut lalu mulai membacakan gulungan titah di tangan nya.


Para Tetua di Sekte Iblis Beracun itu pun menunduk untuk mendengarkan Titah Yang Mulia Ratu Racun tersebut.


"Kesembilan Tetua Sekte Iblis Beracun di perintahkan untuk mengikuti rapat di Istana Kerajaan Iblis Ular besok pagi,"


"Agenda rapat tersebut mengenai persiapan pembunuhan Jendral Es," Ucap Utusan Ratu tersebut kemudian menggulung titah singkat tersebut dan menyerahkan nya kepada Tetua Titan.


"Bagus..... Ratu Racun memang setia kawan." Gumam Tetua Titan lalu menyimpan Titah tersebut.


"Semoga Yang Mulia Ratu panjang umur." Ucap Kompak Ke Sembilan Tetua Sekte Iblis Beracun kemudian kembali bangun.


Utusan Ratu Racun itu pun meninggalkan aula rapat Sekte Iblis Beracun setelah nya, tampak keriuhan kembali terdengar di dalam ruangan tersebut.


"Apa pun keputusan Ratu Racun esok hari kita harus setuju." Ucap Tetua Titan.


"Ya...... " Sahut Kompak Tetua-Tetua lain nya dengan penuh semangat.


Tak lama setelah itu rapat mendadak tersebut pun di bubarkan, para Tetua pun kembali ke kediaman nya masing-masing.


Aula Tamu Sekte Kupu-Kupu Hantu.


Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu beserta kesembilan Tetua nya telah menonton video konspirasi tersebut, mereka pun langsung mengadakan rapat darurat di malam hari nya.


"Ketua, apa yang harus Sekte kita perbuat, pihak Kerajaan pasti akan menyerang Jendral Es." Ucap Tetua Tyaz.


"Benar Ketua, walaupun Sekte kita sering berselisih paham dengan Sekte Iblis Beracun namun sekte kita berada di bawah pemerintahan yang sama." Ucap Tetua Miraz.


"Aku pun bingung dengan situasi saat ini, posisi kita seperti buah simalakama, dimakan mati ayah gak di makan mati ibu, mungkin para Tetua-Tetua disini memiliki saran agar Sekte kita bisa keluar dari dalam permasalah ini." Ucap Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu tersebut.


Keadaan di Aula Tamu Sekte Kupu-kupu Hantu pun menjadi hening untuk sesaat.


"Ketua, jika kita tidak membantu pihak Kerajaan, mereka pasti akan membumi hanguskan Sekte kita terlebih dahulu,"

__ADS_1


"Ada baiknya kita mengikuti perintah mereka dan berbelot ke Kekaisaran Dewi Es saat tiba di sana, saya akan menjumpai teman lama saya Jendral Wilson untuk membicarakan perkara ini." Ucap Tetua Laraz.


Keadaan kembali menjadi hening setelah Tetua Laraz menyampaikan ide pembelotan nya.


"Bagaimana kau bisa yakin jika ide tersebut akan berhasil, di Kekaisaran Dewi Es banyak sekali pengkhianat bertebaran, aku khawatir rencana ini akan bocor." Ucap Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu tersebut.


"Aku dan Wilson adalah sahabat Ketua, aku yakin dia tidak akan memberitahukan yang lain nya." Ucap Tetua Laraz.


"Aku setuju, Tetua lainnya apa kalian setuju?" Tanya Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu.


Para Tetua pun saling menatap satu sama lain nya kemudian menyetujui usul dari Tetua Laraz tersebut, beberapa saat kemudian Utusan Ratu Racun pun tiba untuk memberikan Titah yang sama.


Di atas langit.


Malam hari.


Tampak Jendral Love Killer tersebut terbang di dampingi kedua pengawal setianya Nando dan Mutia.


"Whussss............ " Suara hempasan angin saat mereka bertiga terbang.


"Nando, video yang kau perlihatkan tadi sepertinya akan menimbulkan peperangan kecil terhadapku." Ucap Jendral Es.


"Jadi kita harus melakukan apa Nona?" Tanya Nando.


"Kita hanya harus mengumpulkan Prajurit-Prajurit untuk menghadapi serangan dari Kerajaan Federasi tersebut, hanya saja aku harus berkompromi dengan Kakak ku mengenai pengerahan Prajurit Besar-besaran tersebut." Ucap Jendral Es.


"Seberapa besar jumlah Prajurit yang akan kita kerahkan Nona?" Tanya Mutia.


"Kekuatan pasukan musuh sekitar 50 ribu pasukan, setidak nya kita perlu 30 ribu pasukan untuk mengimbanginya,"


"Kita pun harus memilih tempat yang cocok dan waktu yang cocok untuk berperang." Ucap Jendral Es.


"Ternyata Kerajaan Iblis Ular memiliki kekuatan tempur yang tidak sedikit." Gumam Nando.


"Aku tidak dapat membayangkan perang seperti apa yang akan terjadi nanti." Gumam Mutia.


"Hufftt......... " Suara Nafas Panjang Mitha.


"Ugh.... Arung kau harus segera kembali dari Planet Merkurius." Gumam Mitha yang teringat dengan Tunangan nya.


Jadi tujuan Jendral Es pergi ke Ibu Kota Kerajaan adalah untuk mengerahkan 30 ribu pasukan Kekaisaran Dewi Es untuk menghadapi serangan dari Kerajaan Iblis Ular tersebut.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2