Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Kembali Ke Masa Dua Puluh Tahun Yang Lalu Bagian Ke Tiga.


__ADS_3

Di Dalam Bola Ruang Milik Putri Naga Kecil.


"Dup.............. " Suara saat mereka bertiga mulai mendarat di atas tanah.


"Dimana kita saat ini Pendekar Naga?" Tanya Luna bingung saat berpindah ke depan gerbang Mansion Putri Naga Kecil secara tiba-tiba.


"Aku akan menggendong kalian berdua ke atas, nanti akan aku jelaskan mengenai hal tersebut Luna." Ucap Arung.


"Ugh.... malunya aku sampai harus di gendong oleh seorang laki-laki." Gumam Luna.


Arung pun mulai menggendong Luna dan Yuki naik ke atas, sesampai di atas Arung mulai merebahkan tubuh mereka berdua diatas ranjang yang penuh sejarah tersebut kemudian mulai menjelaskan mengenai Bola Ruang dan Mansion Putri Naga Kecil tersebut.


"Oh.... jadi tempat ini adalah sebuah dunia di dalam bola?" Gumam Luna.


"Luna, aku akan mengurus teman mu terlebih dahulu, setelah itu aku akan mulai mengobati mu." Ucap Arung lalu mulai membuka pakaian Komandan Yuki dan membersihkan lukanya kemudian mulai memperban nya.


"Wah.... dia ahli sekali saat membuka pakaian wanita, mungkinkah dia seorang Buaya Darat?" Gumam Luna, pipi nya pun mulai merah merona.


"Ugh..... tubuh teman nya Luna ini begitu mulus, celana ku jadi sempit." Gumam Arung mulai tertarik terhadap Matriak Klan nya.


Beberapa saat kemudian Arung pun selesai, ia pun mulai beralih ke Luna.


"Luna, tahan ya, aku akan mulai mencabut anak panah emas ini." Ucap Arung, sambil memegang kaki dan anak panah tersebut.


"Ia Pendekar Naga." Ucap Luna.


Arung pun mulai mencabut anak panah tersebut.


"Akh............. " Teriak Luna.


"Ini minumlah Luna, untuk meredakan sakit mu." Ucap Arung, sambil memberikan sekendi arak ular yang ada di atas meja tersebut.


Ia tidak menyadari kalau air di dalam kendi tersebut adalah arak ular.


"Glekkkkk...... Gleekkkkk...... Glekkkkk........ " Suara Luna saat meneguk arak ular tersebut.

__ADS_1


"Terima Kasih Pendekar Naga." Ucap Luna.


"Ya Luna, sama-sama." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian arak ular pun mulai bereaksi, tampak Luna sudah mulai merasa panas dan haus belaian seorang laki-laki.


"Kalau begitu aku akan pergi membantu Sarah terlebih dahulu Luna, kau dan teman mu tinggal lah di sini, aku akan kembali setelahnya." Ucap Arung, lalu mulai berdiri dan bersiap untuk pergi.


"Ugh.... aku gak kuat lagi." Gumam Luna, lalu mulai memegang tangan Pendekar Naga, lalu menarik nya ke arah ranjang hingga ia tersungkur jatuh menimpa Luna.


"Brukkkk........ " Suara jatuh nya Arung keatas tubuh Gadis Berambut Ungu tersebut.


"Luna, mungkinkah ini adalah pertama kalinya Luna Jatuh Cinta pada ku?" Gumam Arung.


"Pendekar Naga, walau pun kau sudah beristri aku gak kuat lagi." Ucap Luna, lalu mulai ******* bibir Arung.


"Aku tidak paham perkataan nya tapi aku paham apa yang di ingin kan nya, jika aku tidak melakukan nya aku takut ini akan mengubah masa depan." Gumam Arung, lalu mulai membalas ciuman panas Luna.


Wrestling tahap ketiga pun mulai terjadi di atas ranjang tersebut, akhirnya Arung menyadari penyebab tindakan agresif Luna saat meneguk arak di dalam kendi tersebut.


"Glekkkkk...... Gleekkkkk...... Glekkkkk........ " Suara Arung saat meneguk arak ular tersebut.


Kembali ke Pertarungan Sarah dan Manusia Beast Kura-Kura Raksasa Bercangkang Emas di atas Danau Oasis.


Sore Hari


"Hah..... Hah..... Hah...... " Suara Nafas Terengah-engah Sarah.


"Beast ini sangat kuat, tenaga ku sudah hampir habis." Gumam Sarah, sambil menggengam Pedang Ular Hijau Bertanduk Sembilan di tangan nya.


Di sisi atas Danau Oasis Lain nya tampak Manusia Beast itu pun sudah kelelahan.


"Melawan dua orang Kultivator di ranah alam malaikat puncak memang sangat merepotkan, Pedang di tangan nya pun sama beracun nya dengan Pedang Kehidupan ku ini." Gumam Pemuda Berjubah Emas tersebut.


Beberapa saat kemudian Suami Sarah itu pun keluar dari dalam Bola Ruang setelah selesai melakukan wrestling mendadak bersama Luna, tampak raut wajah nya sangat gembira. Ia pun menoleh ke arah Pemuda Berjubah Emas tersebut dari Tepian Danau.

__ADS_1


"Beast itu saat ini sedang lengah, sekarang adalah saat nya." Gumam Arung, lalu mulai mencabut kedua Pedang di pinggang nya kemudian berteleport ke belakang punggung Manusia Beast tersebut.


"Blitzzzz................ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.


Dalam sekejap mata ia pun berpindah ke belakang Manusia Beast tersebut.


"Niat membunuh yang sangat besar." Gumam Pemuda Berjubah Emas tersebut, ia sudah menyadari kedatangan Arung namun telat merespon karena lengah.


"Jlebbb..... Jleebbbb........ " Suara saat kedua Pedang milik Pendekar Naga tersebut mulai menembus Jantung dan Lambung Pemuda Berjubah Emas tersebut.


"Akh.................... " Teriakan nya.


"Sejak kapan kau ada di belakang ku." Ucap nya, sambil menoleh ke belakang.


"Bagus Suami ku, kau tidak hanya pandai berimprovisasi di ranjang tapi juga pandai mengambil kesempatan, aku tidak yakin dapat mengalah kan nya." Gumam Sarah, ia pun terbang melesat lalu memenggal kepala Manusia Beast Kura-kura tersebut.


"Slassh............... " Suara saat Pedang milik Sarah saat memenggal kepala nya.


"Crooottt........... " Darah berwarna emas yang keluar dari leher yang terpenggal.


Beberapa saat kemudian Pemuda itu pun kembali ke wujud asal nya, essensi biru pun mulai keluar dari dalam tubuh nya kemudian melayang. Tampak tubuh Kura-Kura Raksasa Bercangkang Emas tersebut jatuh dan mengambang di permukaan Danau Oasis.


"Essensi biru mungkinkah ini adalah kejadian 20 tahun yang lalu saat Luna dan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es melawan Beast Kura-kura Raksasa Bercangkang Emas, pasti tidak salah lagi aku harus mengambil Pedang dan essensi tersebut." Gumam Arung lalu terbang ke arah mayat Beast tersebut.


"Dasar Arung, dia selalu memungut barang milik lawan nya, ya sudahlah sebaik nya aku kembali ke dalam bola ruang dulu untuk memulihkan tenaga dalam ku terlebih dahulu." Gumam Sarah lalu menunggu suami nya selesai memungut rampasan perang di dekat Bola Ruang milik Putri Naga kecil.


Mereka berdua pun kembali ke dalam Bola Ruang setelah nya, Sarah berniat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga dalam nya. Beast-Beast di sekitar daerah tersebut tidak ada yang berani mendekat kecuali beberapa kawanan Naga Api sepanjang 50 meter.


"Aurghhhh........ Aurghhhh........ " Raungan Naga-Naga tersebut lalu mulai menyantap daging Kura-kura yang mengambang di atas Danau tersebut.


Ada sekitar 10 ekor Naga Api di ranah alam harimau yang tengah menyantap Daging Kura-kura tersebut.


"Siapa yang mengalah kan Raja dari Danau Oasis ini?" Gumam Salah Satu Naga lalu mulai menyantap daging Kura-Kura tersebut.


Kura-kura tersebut sangat besar mungkin butuh waktu sehari semalam untuk para Naga tersebut menyantap habis daging tersebut.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2