Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Ujian Cinta Irish.


__ADS_3

Di saat yang sama di belahan hutan lain nya tampak seorang Jendral berjubah perang hitam dengan sebuah pedang tergantung di pinggang nya sedang menyusuri Hutan tersebut bersama 50 bala tentara nya yang bersenjatakan lengkap dan berada di ranah alam bumi puncak. Sepertinya Jendral tersebut beserta bala tentara nya telah menyisir hutan ini selama beberapa hari.


"Byurrrr......... " Suara hujan deras.


"Hah....... " Suara nafas panjang Jendral Naca.


"Aku sudah mulai bosan menyusuri hutan ini, sudah sebulan namun kedua ******* itu belum juga menampakkan batang hidung nya,"


"Jika sampai aku menemukan mereka berdua akan kuhancurkan kultivasi nya lalu aku akan bersenang-senang dengan mereka berdua." Gumam Jendral Naca.


"Ha.... Ha...... Ha....... " Tawa Jendral Naca.


Ternyata Jendral Naca dan bala tentara nya sedang mencari Irish dan Sarah, Jendral tersebut memiliki niat yang tidak baik kepada mereka berdua. Salah satu Prajurit yang melihat Jendral nya tertawa sendiri pun menjadi gagal paham.


"Kenapa Jendral Naca tertawa sendiri, mungkinkah dia sedang kerasukan,"


"Ih... seram." Gumam Prajurit yang gagal paham tersebut kemudian kembali menyusuri hutan.


Kembali ke Pendekar Naga dan Kedua Gadis Ular nya.


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


Tampak Arung sedang berjalan di sebelah Irish dan Sarah berada di belakang nya. Semenjak selesai berendam di Telaga Ular Arung terus saja menggombali Irish, sampai-sampai Sarah kesal.


"Irish, sebenarnya kemana tujuan kita pergi selanjut nya?" Tanya Arung.


"Kita akan pergi menuju desa terdekat Naga Muda, aku ingin menghubungi teman-teman ku di sana,"


"Di dalam hutan ini HP ku tidak mendapatkan sinyal sama sekali, mungkin di sekitar desa terdekat nanti terdapat sebuah tower penguat sinyal." Ucap Irish.


"Ups..... maafkan aku Irish, kukira kau akan mengajakku masuk kedalam hatimu." Gombal Naga Muda tersebut.


"Dasar Gombal." Ucap Irish.


"Aku bercanda Irish,"


"Aku kagum padamu Irish, kau sungguh wanita yang memiliki tujuan pasti." Ucap Arung, kembali menggombali Ratu Ular tersebut.


"Kau bisa saja Naga Muda." Ucap Irish, tampak senang di gombalin oleh Arung terus-terusan.


"Dasar Raja Gombal, dari tadi dia terus menggombali Kakak ku terus,"


"Walaupun mereka belum jadian, kenapa aku merasa seperti tukang pukul nyamuk ya?" Gumam Sarah.


"Plok..... Plok..... Plok..... " Suara tepuk Nyamuk Sarah.


Mendengarkan Suara tepukan nyamuk Sarah, Arung dan Irish pun tertawa kecil geli.


"Hi...... Hi...... Hi....... " Tawa Kecil Irish dan Arung.


"Huh.... sebel." Gumam Sarah, merasa jengkel di tertawakan.


Tak lama berselang Jendral Naca bersama bala tentara nya pun mulai mengepung mereka. Tampak ke lima puluh Prajurit Ular mulai berkerumun di sekitar mereka, Prajurit-Prajurit tersebut pun mulai menjelma menjadi Beast-Beaat Ular Hitam Bertanduk Sembilan.


"Aku sudah hampir berhasil menundukkan Irish, eeeh malah datang pengganggu-pengganggu ini." Gumam Arung.


Sementara itu Arung dan kedua Gadis Ular telah bersiap untuk bertarung dengan Jendral Naca dan Bala Tentara nya.


"Hah..... Hah....... Hah...... " Tawa Besar Jendral Naca.


"Aku yakin sekali Jendral ini Psikopat, kenapa dia malah tertawa, apa nya yang lucu,"


"Dia pasti gila." Gumam Arung.


"Akhirnya aku menemukan kedua ******* ini, bersiaplah menjadi budak nafsuku malam ini,"


"Ular Putih, Ular Hijau." Ucap Jendral Naca, lalu menjelma menjadi seekor Beast Ular Hitam sepanjang 100 meter.


"Gawat kekuatan Ular Hitam tersebut berada di ranah alam iblis." Gumam Arung.


"Naga Muda, ini adalah urusanku kau bersembunyi lah." Ucap Irish.


"Kabur lah Naga Kecil." Ucap Sarah.


Ular-Ular Hitam Bertanduk Sembilan lain nya berada di ranah alam bumi puncak lalu memiliki ukuran panjang sekitar 10 meteran. Irish dan Sarah pun mulai menjelma ke wujud Beast mereka.


"Oh... My.... God, Jadi yang dimaksud jati diri oleh Irish adalah ini." Gumam Arung.


Arung yang menyaksikan perubahan kedua gadis cantik tersebut pun terkesima, merinding, dan terkejut.


"Ugh...... Ternyata mereka berdua adalah Beast Ular Bertanduk Sembilan yang sangat beracun tersebut." Gumam Arung.


Kedua Kakak Beradik tersebut menjelma menjadi seekor Ular Putih Raksasa dan Ular Hijau Raksasa dengan ukuran yang sama dengan Ular Hitam namun ranah kultivasi nya berbeda jauh.


"Kalian akan kujadikan budak-budak nafsuku malam ini." Ucap Ular Hitam.


Sarah yang mendengar perkataan Jendral Naca pun marah, lalu menerjang ke arah makhluk hitam tersebut.


"******** kau Naca." Teriak Sarah lalu menggigit tubuh Ular Hitam.


"Lebih baik kami mati daripada harus melayani mu." Teriak Irish.


"Ugh... gigitan mu kurang keras Ular Hijau." Ucap Jendral Naca.


Setelah tergigit oleh Ular Hijau, Ular Hitam pun mulai menembakkan sebuah bola api hitam beracun ke arah Beast yang menggigit nya tersebut.


"Duarghhhh............ " Suara ledakan akibat serangan tersebut, Sarah pun terpental hingga menghantam pepohonan di belakang nya.


"Sarah, dasar pengkhianat." Teriak Irish, lalu menerjang ke arah Ular hitam tersebut berusaha menggigit nya.


Dengan lincah Ular Hitam tersebut pun menghindarinya, sementara itu Arung telah bersiap mencabik-cabik Prajurit-Prajurit Ular Hitam yang berniat menerkam nya. Dia sudah mencabut Pedang Taifun dan Pedang Tornado Api di kedua tangan nya.


"Aurghhhh................. " Raungan Ular-Ular Hitam tersebut mulai menerjang Arung.


Ia pun menggunakan Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu nya, aura kehijauan mulai muncul di sekitar tubuh nya. Akar-akar tumbuhan di sebelah nya mulai membentuk Avatar diri nya. Beberapa saat kemudian Avatar Arung itu pun terbentuk dengan sempurna, Arung pun memberikan Pedang Naga Khayangan nya ke pada Avatar tersebut.


"Whusss.............. " Suara hempasan angin saat Arung dan Avatar nya menerjang ke arah Ular-Ular Hitam tersebut.


Karena ranah Prajurit-Prajurit tersebut yang rendah Arung dan Avatar nya dapat dengan mudah mencincang-cincang tubuh Prajurit-Prajurit Ular tersebut.


"Aurghhhh........ Aurghhhh....... Aurghhhh......... " Teriakan kesakitan para Beast-Beast tersebut saat tertebas oleh Pedang Arung dan Avatar nya.


"Brukkk...... Brukkk........ Brukkkk....... " Suara potongan tubuh Ular-Ular Hitam tersebut saat jatuh ke tanah.


Kembali ke Pertarungan Irish.


"Kau sepertinya sangat bernafsu membunuh ku Irish." Ucap Ular Hitam tersebut, lalu menembakkan beberapa bola api hitam ke arah Irish.


Saat ini Ular Putih berada di dalam sudut mati, sehingga tidak bisa menghindar.


"Duarghhhh.... Duarghhhh....... Duarghhhh......." Suara ledakan akibat bola api yang saling beradu.


Ternyata Ular Hijau telah bangkit kembali lalu menembakkan bola-bola api hitam, berniat menepis serangan Ular Hitam. Ular Hijau pun mulai mendekat ke sebelah Ular Putih berniat untuk bertarung bersama.


"Kakak, Jendral Naca ini sangat tangguh sebaiknya kita menggabungkan kekuatan kita dan menyerang nya secara bersamaan." Ucap Ular Hijau.


"Benar Adik ku." Ucap Ular Putih, setuju dengan rencana Adik nya tersebut.


Kedua Ular tersebut pun mulai mengumpulkan tenaga dalam nya, tampak aura kehijauan pun muncul di sekujur tubuh Sarah begitu pula dengan Ular Putih, aura keputihan pun muncul di sekujur tubuh nya.


"Mereka berdua sepertinya mau bertarung habis-habisan dengan ku, mereka memilih mati daripada menjadi budak ku." Gumam Jendral Naca, lalu mulai mengumpulkan seluruh tenaga dalam nya.


Aura kehitaman mulai membungkus tubuh nya, sebuah bola api hitam raksasa yang padat dan sangat panas mulai melesat ke arah Kakak Beradik Ular tersebut.


"Rasakan itu, *******." Teriak Jendral Naca.


Saat ini seluruh Prajurit-Prajurit Jendral Naca sudah habis di bantai oleh Arung dan Avatar nya.


"Whusss............... " Suara hempasan angin saat serangan raksasa tersebut mulai melesat ke arah kedua Beast tersebut.


Dua buah bola api hitam berukuran sama pun juga melesat ke arah serangan Jendral Naca tersebut. Ketiga serangan yang menggunakan segenap tenaga pun mulai beradu dan menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat yang menggetarkan seisi Hutan Ular Tropis tersebut.


"Duarghhhhh......... " Suara ledakan yang sangat dahsyat.


"Groaghhhhhhh......... " Suara getaran akibat ledakan dahsyat tersebut.


Pepohonan disekitar ledakan pun berterbangan kesegala penjuru hutan, sebuah kawah besar pun tercipta setelah nya. Ular Putih dan Ular Hijau pun terluka parah setelah nya kemudian kembali menjelma ke wujud Manusia Beast nya.


"Uhuk..... Uhuk..... Uhuk......... " Suara batuk darah Irish, sambil menyandarkan tubuh nya pada Sarah.


"Sarah, larilah kita sudah kalah,"


"Setidak nya salah satu dari kita akan selamat, kelak kau bisa membalaskan dendam ku pada para pengkhianat tersebut." Ucap Irish.


Sarah merupakan adik angkat Irish dan tidak memiliki hubungan darah sedikit pun, mereka telah berteman sejak 10 ribu tahun yang lalu. Mereka berjanji sehidup semati bahkan akan menikahi Pria yang sama, Arung belum menyadari hal tersebut dia tidak tahu konsekuensi apa yang menanti nya ke depan saat berhasil melalui Ujian Cinta Irish.


"Kak, kita sudah berjanji dahulu,"


"Jaya kita Jaya bersama, mati pun kita mati bersama, aku tidak akan pernah meninggalkan Kakak seumur hidup ku." Ucap Sarah, seorang wanita yang benar-benar sangat setia kawan.


Irish pun sangat tersentuh dengan tindakan Sarah tersebut, tanpa sadar ia meneteskan air matanya lalu memegang tangan Adik Angkat nya tersebut.


"Terima Kasih Adikku." Ucap Irish.


Ular Hitam Bertanduk Sembilan pun mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya. Aura hitam mulai membungkus tubuh nya, sesosok Jendral Tampan pun mulai berjalan keluar dari dalam aura hitam tersebut.


"Tap..... Tap...... Tap...... " Suara Tapak Kaki Jendral Naca, sambil mencabut Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan yang tergantung di pinggang nya.


"Legenda Kepahlawanan mu akan berakhir hari ini Irish, aku akan menusuk mu dengan pedang beracun ini lalu menghancurkan kultivasi mu." Ucap Jendral Naca, sambil berjalan pelan ke arah Irish.


Kedua Kakak Beradik tersebut tampak telah pasrah, mereka berdua seperti nya telah bersiap untuk mati, tampak perisai hujan telah hilang di atas kepala mereka berdua menandakan telah habis nya tenaga dalam dan semangat mereka.


"Hah..... Hah...... Hah...... " Suara terengah-engah Nafas milik Irish.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak dapat merebut kembali Kerajaan ku." Gumam Irish, merasa putus asa akan keadaan ini.


Kembali ke Arung saat ledakan dahsyat terjadi.


"Duarghhhhh......... " Suara ledakan yang sangat dahsyat.


"Groaghhhhhhh......... " Suara getaran akibat ledakan dahsyat tersebut.


Saat ledakan terjadi dia dan Avatar nya berlindung di dalam perisai kultivasi perak sehingga ia tidak terkena imbas dari ledakan tersebut.


"Duagh...... Duagh....... Duagh....... " Suara pepohonan dan bongkahan-bongkahan batu yang menghantam perisai kultivasi perak.


Beberapa saat kemudian situasi berangsur-angsur normal kembali, perisai kultivasi perak pun perlahan menghilang.


"Gila, tenaga dalam yang begitu dahsyat,"


"Jadi ini lah yang nama nya pertarungan antara Beast Kuno, sungguh kekuatan yang mengerikan." Gumam Arung, ia takjub sekaligus takut akan kekuatan mengerikan tersebut.


Di kejauhan tampak Irish dan Sarah sudah terluka sangat parah dan kelelahan, sementara itu Jendral Naca mulai melangkahkan kaki nya ke arah kedua Kakak Beradik tersebut berniat menusuk nya lalu menghancurkan kultivasi nya.


"Celaka, mereka berdua sudah kalah dan tidak memiliki niat bertarung lagi, aku harus segera menolong mereka berdua." Gumam Arung, lalu mulai berteleport ke tempat Irish dan Sarah berada.


"Blitzzzz............ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.


Avatar nya pun mulai melesat ke tempat Kakak Beradik tersebut juga. Saat ini Jendral Naca telah sampai di hadapan Irish dan Sarah yang sudah menyerah, Jendral tersebut pun bersiap untuk menusuk nya. Irish dan Sarah pun menutup kedua mata mereka lalu pasrah dengan keadaan tersebut.


"Jleebbbbb............. " Suara Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan menembus tubuh Naga Muda.


"Akhhh......... " Teriak Arung.


Ternyata Arung menerima tusukan pedang beracun tersebut menggantikan Irish. Mendengar suara yang tidak asing tersebut, kedua Kakak Beradik ini pun mulai membuka kedua mata nya.


"Naga Muda, kau..... " Gumam Kompak Irish dan Sarah.


Akhirnya Jendral Naca mulai menyadari nya, yang dia tusuk saat ini bukan lah Ratu Ular tapi seekor Naga Muda.


"Siapa kau Naga Muda, kenapa kau mengganggu momen kesenangan ku ini." Ucap Jendral Naca, berang.


Sementara itu Arung menyalurkan seluruh tenaga dalam nya melalui pedang yang menusuk nya tersebut, bermaksud mengunci gerakan Jendral Naca dengan elemen perak nya.


"Ugh... Kenapa pedang ini tidak bisa di cabut." Ucap Jendral Naca, sambil berusaha mencabut pedang tersebut.


Tanpa dia sadari seluruh tubuh nya telah diselimuti oleh perak, sementara itu Avatar milik Arung tengah melesat ke tempat mereka berniat memberikan sebuah serangan kejutan yang mematikan.


"Apa.... Sial aku lengah ini elemen Perak." Ucap Jendral Naca, sambil berusaha menghancurkan perak yang mengunci tubuh nya.


Namun nasib malang menimpanya, lehernya di penggal oleh Avatar milik Arung dari belakang. Saat kepalanya terputus ia masih sadar hingga kepalanya jatuh ke tanah, ia pun tewas tanpa sempat berteriak.


"Slashh....... " Suara tebasan Pedang Naga Khayangan saat memenggal kepala Jendral Naca.


Tampak muncratan darah mengenai Arung, darah tersebut sangat beracun.


"******....... " Suara muncratan darah dari leher yang terpenggal tersebut.


"Brukkkk....... " Suara kepala Jendral Naca yang jatuh ke tanah.


Perlahan Avatar milik Arung pun berubah menjadi akar-akar tanaman, begitu pula dengan elemen perak yang mengunci tubuh Jendral Naca perlahan ikut menghilang.


"Akh......" Teriak Arung saat mencabut Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan yang menancap di sebelah jantung nya.


"Naga Muda...... " Teriak Sarah, merasa iba dengan kondisi mengenaskan Arung saat ini.


"Ugh.... tubuhku sangat lemas, sendi-sendi ku serasa renggang." Gumam Arung, lalu tersungkur ke depan.


"Brukkkk......... " Suara tubuh Arung saat terjatuh di atas tanah.


"Naga Muda...... " Teriak Irish lalu menghampirinya kemudian mulai menyandar kan kepala Arung di paha nya.


"Irish..... sepertinya aku akan berhasil melalui ujian ini, tapi kenapa aku merasa bersedih ya." Gumam Arung, dari mulut dan matanya sudah mulai mengalir darah hitam yang sangat pekat dan berbau amis.


Isak tangis Irish pun pecah di tengah Hutan Ular Tropis tersebut, begitu pula dengan Sarah yang menangis tersedu-sedu saat melihat pengorbanan Arung demi dirinya dan Kakak nya.


"Hiks..... Hiks..... Hiks...... "


"Hiks...... Hiks..... Hiks...... " Tangis Irish dan Sarah.


"Arung....... " Ucap Irish, lalu kembali menangis tersedu-sedu.


"Uhuk..... Uhuk..... Uhuk... " Suara batuk Arung lalu mulai mengeluarkan darah dari dalam mulut nya.


"Naga Muda....... Kau masih sangat muda tapi kau harus mati muda,"


"Kau bahkan baru beberapa hari berada di Planet Kuno ini." Ucap Irish, sambil kembali menangis begitu juga dengan Sarah.


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


Baju mereka bertiga pun mulai basah kuyup oleh guyuran hujan tersebut, dari bekas tusukan di dada Arung racun hitam mulai menjalar ke seluruh tubuh nya. Sementara itu tubuh Jendral Naca kembali ke wujud asalnya menjadi seekor Ular Hitam Bertanduk Sembilan yang sudah tak sadar kan diri.


"Kenapa kalian menangis Irish Sarah, aku kan belum mati." Ucap Arung, dengan nada suara yang pelan.


"Naga Muda, racun dari Pedang Hitam tersebut berada di ranah alam dewa puncak, dalam beberapa jam kau akan segera mati." Ucap Sarah, lalu kembali menangis.


"Hiks..... Hiks..... Hiks...... "


"Hiks...... Hiks..... Hiks...... " Tangis Irish dan Sarah.


"Gawat... Apakah kali ini aku bakalan mati?" Gumam Arung.


"Uhuk..... Uhuk..... Uhuk... " Suara batuk Arung lalu kembali mengeluarkan darah dari dalam mulut nya.


Sarah pun lalu memeluk Arung karena sangat sedih, lalu melepaskan pelukan nya dan kembali menangis.


"Sarah apa kah tidak ada penawar untuk racun ini?" Tanya Arung, dengan nada suara yang pelan dan tidak bertenaga.


"Obatnya adalah Pil Yin Yang, bahan pertamanya adalah tubuh Beast Ular Hitam dan essensi nya, itu ada disini." Ucap Sarah.


"Bahan yang satu nya lagi adalah tubuh dan essensi Beast Hantu Galaxi, kita perlu beberapa tahun untuk menemukan Beast langka tersebut Arung." Ucap Irish, lalu kembali menangis.


"Hiks..... Hiks..... Hiks...... "


"Hiks...... Hiks..... Hiks...... " Tangis Irish dan Sarah.


"Fiuh....... "


"Syukurlah keberuntungan ku besar kali ini." Gumam Arung, lalu mulai mengeluarkan Tubuh Beast Hantu Galaxi beserta essensi nya.


Sebuah Tubuh Beast seukuran Kapal Layar Langit muncul di dekat tubuh Beast Ular yang sudah tidak sadar kan diri.


"Apakah seperti itu Irish, Sarah?" Tanya Arung.


Melihat kedua bahan yang sudah lengkap, Sarah dan Irish pun mulai menyeka air mata yang membasahi pipi nya. Kedua Kakak Beradik itu pun kelihatan kembali bersemangat.


"Kak.......itu benar-benar tubuh Beast Hantu Galaxi, Kakak tinggalkan aku disini, biar aku yang membuat Pil Yin Yang tersebut." Ucap Sarah, kembali bersemangat.


"Ugh.... Syukurlah ternyata Beast yang dibunuh oleh Bu Janet itu telah menyelamatkan nyawaku." Gumam Arung.


Irish pun mulai memapah Arung ke bawah salah satu pohon raksasa yang teduh tersebut, lalu membantu nya menstabilkan tenaga dalam nya yang terganggu oleh racun ular hitam tersebut, sementara itu Sarah mulai mengeluarkan Tungku Dewa Ular lalu memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam nya.


"Sarah kau harus cepat mungkin Naga Muda hanya mampu bertahan selama tiga jam setengah lagi." Gumam Irish, sambil menyalurkan kan tenaga dalam nya yang tersisa.


"Ugh.... Tenaga dalam yang lembut, aku merasakan kehangatan di dada ku, walaupun terasa nyeri sesekali." Gumam Arung.


"Sisa tenaga dalam ku sedikit sekali, aku harus bisa menghemat nya." Gumam Irish, sambil menyalurkan tenaga dalam nya.


Sementara itu Sarah tengah membakar Tungku Dewa Ular dengan semburan api hitam nya. Tampak Tungku Dewa Ular tersebut mengeluarkan asap hitam yang membumbung sampai ke langit.


"Dengan metode yang biasa nya,"


"Akan membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan Pil Yin Yang ini,"


"Tidak kusangka aku akan mengorbankan kultivasi ku buat Pemuda yang baru kukenal ini." Gumam Sarah, lalu mulai mengorbankan kultivasi nya untuk mempercepat proses pembakaran pil tersebut.


Tampak Tungku Dewa Ular masih melayang, kemudian mengeluarkan aura hitam dan putih. Irish menyadari pengorbanan yang di lakukan oleh Sarah untuk mempercepat proses pembakaran pil tersebut.


"Sarah, kau memang adik ku." Gumam Irish, sambil terus menstabilkan tenaga dalam Naga Muda yang tengah di gerogoti oleh racun mematikan tersebut.


Tiga jam kemudian.


"Uhuk..... Uhuk...... Uhuk...... " Suara batuk darah Arung.


"Adik cepatlah, seperti nya Naga Muda hanya mampu bertahan beberapa menit lagi." Gumam Irish.


"Ugh.... Kepala ku pusing sekali, seluruh tubuh ku tidak dapat bergerak lagi, bahkan aku tidak sanggup bersuara." Gumam Arung.


Saat ini racun telah menjalar ke seluruh tubuh nya, tampak seluruh badan nya mulai menghitam akibat infeksi racun tersebut.


"Huft........ " Suara nafas panjang Sarah.


"Akhirnya proses pemurnian Pil Yin Yang pun berakhir." Gumam Sarah, lalu terduduk lemas di tanah dengan nafas terengah-engah.


"Hah..... Hah...... Hah...... " Suara nafas terengah-engah Sarah.


Dari dalam tungku melesat cahaya hitam dan putih yang menembus langit di sore hari tersebut.


"Duarghhhh........... " Suara ledakan terjadi di langit akibat selesai nya Pil di ranah alam siluman puncak tersebut.


"Brukkkk................ " Suara Tungku Dewa saat terjatuh ke atas tanah.


Sarah pun berlari ke arah Tungku tersebut lalu mengambil sebuah Pil Yin Yang ada di dalam nya, ia tidak lupa menyimpan tungku tersebut kembali ke dalam cincin ruang milik nya lalu pergi menghampiri Irish dan Arung.


Beberapa saat kemudian.


"Kak Pil nya telah selesai, tapi sepertinya Naga Muda ini sudah tidak dapat bergerak lagi." Ucap Sarah.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi Sarah, kunyahlah pil tersebut di dalam mulut mu,"


"Lalu minum lah air, cepatlah waktu kita tinggal beberapa menit lagi." Ucap Irish, sangat khawatir dengan peserta ujian cintanya tersebut.


Sarah pun melakukan persis seperti apa yang di sampaikan oleh Kakak nya tersebut, sementara itu kondisi Arung semakin parah dan sangat kritis ia sudah mulai kehilangan kesadaran nya sedikit demi sedikit.


"Kenapa tiba-tiba menjadi gelap." Gumam Arung.


Sarah pun mulai meminumkan racun yang telah encer tersebut dari mulut nya ke mulut Naga Muda.


"Ugh.... Tubuh Naga ini begitu harum." Gumam Sarah yang mulai terbius kemampuan Dragon Love milik Arung.


Setelah itu ia pun mulai membantu mengkultivasikan Pil Yin Yang di dalam tubuh Arung tersebut.


"Fiuh......."


"Untunglah Sarah meminumkan pil tersebut, tepat pada waktu nya, telat sedikit saja nyawa Naga Muda ini pasti sudah melayang." Gumam Irish, sambil terus menyalurkan tenaga dalam nya.


Sementara itu Pendekar Naga telah kehilangan kesadaran nya, saat ini ia kembali terhisap ke dalam salah satu duni di dalam dantian nya yaitu Dunia Black Hole Dragon.


Dunia Black Hole Dragon.


Arung saat ini tengah melayang-layang di ruang angkasa yang hampa tampak di belakang nya sebuah planet ber cincin, dan di hadapan nya sebuah kerangkeng emas yang mengurung seekor Beast Black Hole Dragon yang sangat besar.


"Aurghhhhhh....................... " Raungan Black Hole Dragon tersebut.


"BOCAH NAGA BANGUN LAH....." Ucap Black Hole Dragon tersebut.


Mendengar suara yang sangat besar tersebut jiwa Arung pun terbangun, ia pun mulai membuka kedua mata nya.


"Ugh...... Dimana aku saat ini, sepertinya aku berada di ruang angkasa lagi,"


"Bukankah tadi aku berada di tengah hutan dan terluka parah?" Gumam Arung.


"BOCAH NAGA, SAAT INI KAU BERADA DI DALAM DUNIA KU." Ucap Black Hole Dragon tersebut.


Arung pun terkejut melihat Naga Raksasa yang terkurung di dalam kerangkeng emas tersebut. Melihat wujud Black Hole Dragon perasaan takut pun mulai merasuk ke dalam fikiran nya, ia teringat saat makhluk buas tersebut mengunyah nya hidup-hidup pada saat malam Dragon Moon tersebut.


"Kau makhluk buas yang telah memakan ku hidup-hidup, apakah kau akan memakan ku lagi?" Tanya Arung.


"JIKA BISA AKU PASTI AKAN MEMAKAN MU, TAPI LIHAT AKU SAAT INI TERPERANGKAP OLEH KERANGKENG MILIK NAGA EMAS,"


"AKU MELIHAT KELAKUAN MU DARI SINI, KAMU KERJAANNYA HANYA BERSENANG-SENANG DENGAN WANITA SAJA,"


"KAU BAHKAN BISA TERLUKA SAMPAI KRITIS SEPERTI ITU OLEH SEEKOR ULAR KECIL,"


"KAU SUNGGUH MEMBUAT MALU RAS BEAST BLACK HOLE DRAGON KU." Ucap Black Hole Dragon tersebut Jengkel dan kesal.


"Ras Beast Black Hole Dragon?" Ucap Arung.


"YA....... JIKA KAU BERADA DALAM KESULITAN LAGI, PANGGILLAH NAMAKU " JABBERWOOK " AKU AKAN DATANG MENOLONG MU,"


"INGAT ITU BOCAH NAGA, SEKARANG KEMBALI LAH BERSENANG-SENANG DENGAN KEDUA GADIS ULAR TERSEBUT." Ucap Jabberwook, lalu mulai menghembuskan asap kegelapan yang sangat panas dari dalam mulut nya sehingga Arung kembali ke dalam tubuh nya.


"Akh.............. " Teriak Arung kesakitan, lalu kembali membuka kedua mata nya.


Arung tidak tahu jika disaat kritis tersebut dia memanggil nama Jabberwook, dirinya akan di kuasai sepenuhnya oleh Black Hole Dragon tersebut. Ras Beast Black Hole Dragon dikenal karena kelicikan dan kekejaman nya.


Keesokan paginya.


Saat membuka kedua matanya ternyata hari telah pagi, ternyata Arung sudah tak sadar kan diri selama seminggu penuh. Saat ini ia berada di dalam Goa tempat ia dan kedua Gadis Ular itu pertama kali berjumpa.


"Ugh.... Kepala ku... " Gumam Arung, lalu mulai mengamati kesekeliling nya.


Tampak Sarah dan Irish sedang bermeditasi memulihkan cederanya saat bertarung dengan Jendral Naca sebelum nya. Arung lalu mulai menyadari penurunan kultivasi Sarah dan penyebab nya, saat ini ia berada di ranah alam Ksatria puncak.


"Tidak kusangka Sarah ternyata seorang wanita yang sangat setia kawan, dia rela mengorbankan kultivasi nya hanya untuk mempercepat proses pembuatan Pil Ying Yang untuk menyelamatkan nyawaku.


Irish dan Sarah pun mulai membuka matanya, lalu menoleh ke arah Arung secara bersamaan.


"Syukur lah kau baik-baik saja Naga Muda." Ucap Irish.


"Ya Irish.........aku baik-baik saja ini semua berkat pertolongan kalian berdua." Ucap Arung.


"Syukurlah kau sudah bangun Arung, Kakak ku sangat mencemas kan mu saat kau tak sadar kan diri selama beberapa hari ini." Ucap Sarah.


"Sepertinya tunas-tunas cinta sudah mulai keluar di dalam hati Ular Putih tersebut." Gumam Arung.


"Ugh... Aku merasa suara ku sedikit merdu, apa perasaan ku saja Irish?" Ucap Arung.


"Tidak Naga Muda, itu efek samping dari Pil Yin Yang selain menetralisir racun Ular Bertanduk Sembilan juga membuat suara mu makin merdu dan melengking." Ucap Irish.


"Benar Arung, saat ini racun ular bertanduk Sembilan di ranah apa pun tidak berefek pada mu, selama masih di bawah ranah alam siluman puncak." Ucap Sarah.


"Kalau begitu Racun ini adalah berkah yang tersembunyi, Sarah." Ucap Arung.


"Ya menjadi berkah karena secara kebetulan kau memiliki tubuh Beast Hantu Galaxi, jika tidak nyawamu pasti sudah berada di alam baka saat ini,"


"Dan Kakak ku sudah pasti jadi janda." Ucap Sarah, keceplosan.


"Ups... Gawat aku keceplosan." Gumam Sarah.


"Byurrrr................ " Suara hujan deras.


Beberapa menit kemudian terdengar banyak langkah kaki dari balik pepohonan sedang mengarah ke dalam mulut Goa Berbentuk Kepala Ular yang sedang menganga tersebut.


"Tap...... Tap....... Tap........ "


"Tap....... Tap....... Tap....... " Suara beberapa langkah kaki.


Suara langkah-langkah kaki tersebut adalah milik bala tentara Jendral Kembar Arkan ddan Jendral Arkon. Tampak kedua Jendral tersebut beserta bala tentara nya telah mulai mengepung Goa tersebut.


"Ratu Ular menyerah lah, kau akan dieksekusi di Istana jika kau menyerah saat ini lalu mulai menyerahkan dirimu secara baik-baik." Teriak Jendral Arkon.


Arung, Irish dan Sarah pun mulai panik dengan kedatangan dua Jendral Perang tersebut, ia ingin segera berteleport keluar dari dalam Goa tersebut namun tenaga dalam dan cedera nya belum pulih sepenuh nya.


"Ugh.... aku tidak bisa melesatkan Jurus Teleportasi ku, tenaga dalam dan cedera ku belum pulih sepenuh nya." Gumam Arung.


"Kakak kali ini tamat riwayat kita, kita berdua tidak akan mampu menghadapi kedua Jendral Ular Merah tersebut." Ucap Sarah, sudah mulai panik.


"Akan kuhitung sampai lima, jika tidak kami akan segera masuk ke dalam lalu membunuh kalian." Teriak Jendral Arkan.


"Aku pun bingung Sarah, bala tentara mereka pun berkisar sekitar 200 orang prajurit,"


"Sedangkan kita saat ini sedang terluka dan jugavtenaga dalam kita bertiga masih belum pulih sepenuh nya." Ucap Irish.


Arung pun mulai mengambil inisiatif menutup mulut Goa tersebut dengan elemen perak milik nya, lalu mulai merobohkan langit-langit di sekitar mulut Goa tersebut. Tembok perak yang sangat tebal pun mulai menutup mulut Goa tersebut, ia pun mulai melesatkan beberapa tembakan bola api hitam untuk merubuhkan langit-langit Goa lainnya.


"Duarghhh....... Duarghhh.......... " Suara ledakan akibat tembakan bola api hitam.


"Brukkk.... Brukkk............. " Suara saat langit-langit Goa mulai runtuh lalu menghantam tanah.


Kedua Kakak Beradik tersebut bingung dengan tindakan Naga Muda tersebut, maksud Arung sebenarnya ialah untuk mengulur waktu selama mungkin sampai tenaga dalam nya pulih, baru mereka bertiga dapat melarikan diri dari dalam Goa tersebut dengan cara berteleportasi.


"Ayo lari Irish, Sarah, aku punya sebuah ide." Gumam Arung, sambil melesat masuk lebih dalam ke dalam Goa tersebut, sambil menggunakan model mata kegelapan.


"Kakak........kupikir Naga Muda ini sudah gila dan berniat bunuh diri di dalam Goa ini, kita akan mati sia-sia jika mengikuti nya." Ucap Sarah.


"Aku percaya padanya Sarah, ayo kita lihat apa tujuan Naga Muda ini sebenarnya." Ucap Irish.


Sambil melesat ke dalam Goa Arung terus meruntuhkan langit-langit Goa tersebut, hingga sepanjang 30 km langit-langit di tempat tersebut mulai runtuh seluruh nya.


"Naga Gila, seperti nya dia sudah putus asa,"


"Kenapa Kakak ku menaruh rasa percaya kepada Naga Muda tersebut." Gumam Sarah sambil melesat lari dengan mengekor Naga Muda tersebut.


"Kedua Gadis Ular itu pasti bingung dengan tindakan ku saat ini." Gumam Arung, sambil melesat lari didalam Goa yang gelap gulita tersebut.


Langkah mereka pun terhenti saat telah berada di ujung Goa, tampak sebuah Jurang yang sangat dalam berada di ujung tempat tersebut. Arung pun lalu mulai duduk di ujung Goa tersebut begitu pula dengan Irish, Sarah pun duduk setelah nya.


"Wadidaw..... dia malah duduk nyantai lagi..... " Gumam Sarah.


Di Ujung Goa, dipinggir jurang yang sangat dalam.


Tampak Arung tengah duduk bermeditasi dengan tenang untuk memulihkan tenaga dalam nya kembali, begitu pula dengan Irish saat ini juga sedang menyembuhkan cedera dan mengembalikan tenaga dalam nya. Sarah pun tidak sabaran akan ide yang di maksudkan oleh Naga Muda tersebut, lalu mulai melemparkan pertanyaan ke Arung.


"Arung apakah ide yang kau maksudkan sebelumnya?" Tanya Sarah.


"Ular Hijau ini sangat tidak sabaran, ia sangat berbeda dengan Kakak nya yang sangat sabar dan dewasa." Gumam Arung.


"Tenang Sarah, setelah tenaga dalam dan cedera ku pulih sepenuh nya aku akan mulai menjelaskan rencana kita untuk keluar dari dalam sini." Ucap Arung.


"Huh........" Ucap Sarah dengan Jengkel dan Kesal.


"Untung saja kultivasi ku saat ini sedang menurun jika tidak aku pasti akan menghukum nya dengan berat." Gumam Sarah.


"Tenanglah Adik, menurutku lebih baik kita memulihkan tenaga dalam kita terlebih dahulu, lalu baru kita pikirkan cara untuk kabur dari dalam Goa ini,"


"Aku yakin Naga Muda ini memiliki jalan keluarnya, ia kan Arung." Ucap Irish kembali memastikan nya.


"Tentu Saja Irish, percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja pada waktu nya." Ucap Arung, lalu mulai menghisap tembakau ular nya.


"Yaelah................dia malah ngerokok santai, dasar kaum Naga Borjuis......." Gumam Sarah.


"Whussss................ " Suara hembusan asap rokok Arung.


"Wah...... Naga Muda ini begitu tenang di dalam situasi seperti ini, umurnya masih sangat muda namun pemikiran dan sikapnya sangat dewasa,"


"Kebalikan dengan Adikku yang masih kekanak-kanakan walau telah berusia 10 ribu tahun." Gumam Irish.


Sikap tenang dan dewasa yang dimiliki oleh Arung di sebabkan fikiran nya telah menyatu dengan Senjata Suci Ranah Alam Mahayana yaitu Teratai Kebijaksanaan yang membuatnya lebih bijaksana dari yang lain nya.


"Sepertinya semenjak kejadian di hutan itu Irish sudah mulai jatuh cinta kepada ku, sekarang tinggal satu langkah lagi,"

__ADS_1


"Aku harus membuat nya bertekuk lutut di atas ranjang." Gumam Arung, lalu mulai meneruskan meditasi nya.


__ADS_2