Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Bulan Madu Mendadak Irish.


__ADS_3

Salah seorang Komandan melihat kejadian pengkhianatan Menteri Obat dan murid-murid nya, saat itu juga dia menjadi DPO bersama dengan murid-murid nya di Wilayah Kekaisaran Dewi Es.


NOTE: DPO kepanjangan nya adalah Daftar Pencarian Orang.


-[15 Hari kemudian, di Ruang Angkasa]-


Saat ini Kapal Layar Langit yang di naiki oleh Arung dan Irish tengah berlayar kembali menuju ke Planet Bumi.


-[Di Kabin Kemudi Kapal]-


Saat ini Kapal Layar Langit tersebut tengah berada dalam mode kendali otomatis, Jendral Catherine sedang berdiri dan memandangi ruang hampa tersebut di balik kaca jendela kapal, sementara itu Nona Blue dan Nona Lin tengah duduk di sofa sambil menikmati secangkir teh hitam persians.


"Hemm.... Nikmat nya." Gumam Nona Lin saat mencium aroma teh tersebut kemudian mulai meneguk nya.


"Teh dari Kerajaan Persian ini ternyata sangat nikmat, rasa pahit dan manis nya, maknyusss banget." Ucap Nona Lin kemudian kembali meneguk teh tersebut.


Nona Blue pun mulai meneguk Teh Persians tersebut kemudian mulai berkomentar.


"Lin, calon kekasih mu memang hebat dia sampai mengantarkan sekardus bubuk teh ini langsung dari Kerajaan Federasi Persians ke AKPERTI,"


"Sepertinya dia teramat sangat mencintai mu, Lin, tidak seperti ku yang belum memiliki kekasih." Ucap Nona Blue dengan raut wajah yang sedih.


"Itu kan karena kamu kebanyakan milih, padahal banyak sekali komandan-komandan serta dosen atau Pendekar-Pendekar di Sekte terkenal melamar mu, tapi kau menolak nya semua." Gumam Nona Lin.


"Kami cuman teman Blue." Ucap Nona Lin.


Sementara itu Jendral Catherine pun masih penasaran dengan Beast Kontrak yang di summon oleh Arung, karena penasaran Jendral Cantik itu pun mulai bertanya kepada ke dua dosen cantik tersebut.


"Lin, Blue, kenapa bisa Pemuda tersebut memiliki Beast Kontrak sekuat Ratu Ular tersebut?" Tanya Jendral Catherine.


"Tidak hanya satu Jendral,"


"Dia juga memiliki dua Beast Kontrak, Jendral,"


"Yang satu nya lagi di ranah alam malaikat." Ucap Nona Lin.


Saat mendengarkan perkataan Nona Lin sontak saja Jendral Catherine terkejut.


"Kurasa Jendral Es telah mengetahui potensi pemuda tersebut di masa depan, makanya ia rela melepas masa lajang nya dan mematahkan hati hampir seluruh kultivator laki-laki di Benua Es Api ini Jendral Catherine,"


"Tunangan Jendral Es memang pemuda yang benar-benar menakjubkan dan penuh kontroversi." Ucap Nona Blue yang seperti nya sudah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.


"Ternyata benar dugaan ku Pemuda itu adalah laki-laki berambut merah yang bertanding di Kota Awan Hitam saat ujian final heboh tempo lalu, tapi bagaimana bisa dia sangat mirip sekali dengan Pendekar Naga Tunangan nya Luna,"


"Aku akan menanyakan nya pada Luna saat tiba di Planet Bumi kembali nant." Gumam Jendral Catherine.


"Tapi aku merasa ada hubungan terlarang di antara mereka, sudah 15 hari mereka tidak keluar-keluar dari dalam kamar tersebut, aku yakin terjadi pergulatan panas selama 15 hari tersebut." Ucap Nona Lin yang sudah berpikiran jorok terhadap Arung dan Irish.


"Lin, positif thingking, kita ini seorang pengajar bukan penulis novel esek-esek, mungkin saja mereka sedang berlatih jurus Tenaga Dalam Ular-Ular Putih tersebut." Ucap Nona Blue yang sebenarnya berpikiran kotor juga terhadap mereka.


"Benar yang di katakan Nona Blue, Lin,"


"Mungkin saja Ratu Ular itu telah tersummon kembali ke Planet Kuno Jupiter, dan saat ini Tunangan Jendral Es tersebut tengah memulihkan luka tusukan di punggungnya tersebut." Ucap Jendral Catherine yang sebenarnya memikirkan hal kotor juga terhadap mereka berdua.

__ADS_1


-[Di Dalam Bola Ruang Milik Putri Naga Kecil]-


Di Dalam Kamar yang dipenuhi dengan pergulatan cinta Arung dan Kekasih-Kekasih nya.


Siang harinya.


Terlihat gadis cantik dari Benua Ular tersebut sedang tertidur pulas di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya di tutupi oleh selimut tebal, sementara Suami nya Arung baru saja bangun dan sedang meratapi kisah hidup nya selama beberapa hari tersebut bersama istri sah nya Irish.


"Buset....... Sudah 15 hari aku bersama dengan Irish, dari luka tusukan ku belum sembuh hingga luka ku sudah sembuh sepenuh nya,"


"Setiap malam dia selalu memangsa ku, Gadis Ular tersebut perilaku nya sama bar-bar nya dengan perilaku Putri Naga Kecil saat bergulat,"


"Yang namanya Beast memang tetap lah Beast." Gumam Arung lalu kepikiran Tunangan nya yang saat ini sedang berada di Benua Naga tersebut.


Arung pun mulai mengenang masa-masa indah nya saat bersama Putri Naga Kecil tersebut ketika berada di Istana Naga Benua Barat kalau itu.


-[Saat ini di Taman Bermain di Pusat Ibu Kota Kerajaan Naga Selatan]-


Terlihat Clara tengah duduk di salah satu bangku giok di taman tersebut, bocah-bocah dari kalangan manusia Beast tersebut dengan jenis yang beragam pun tengah bermain riang di taman tersebut.


Raut wajah kesal dan jengkel terpancar di wajah Gadis bertanduk emas tersebut.


"Huh......"


"Kenapa Pangeran Naga itu belum juga menghubungiku sampai dengan saat ini, apa dia sedang asyik-asyiknya bermain bersama gadis-gadis cantik di dunia nya itu,"


"Aku kan juga tunangan nya, kenapa dia gak balik-balik juga, ugh....aku rindu." Gumam Putri Naga Kecil yang ternyata sangat merindukan kehadiran Pangeran Naga nya tersebut.


Saat ini Claire anak angkat Clara dan Arung telah tumbuh besar, jika berpatokan pada ukuran anak manusia dia terlihat seperti gadis kecil berusia Sembilan tahunan.


"Awas saja kalau dia kembali menghubungi ku, aku pasti akan memarahi nya." Gumam Putri Naga Kecil kembali jengkel saat mengingat Pangeran Naga nya.


Sementara itu Claire tengah asyik bermain jungkat-jungkit bersama bocah Beast lain nya, wajah gadis Naga bertanduk emas tersebut pun kelihatan sangat bahagia.


"Papa Arung, wajah nya seperti apa ya." Gumam Claire yang ternyata kepikiran dengan Papa angkat nya tersebut.


-[Kembali Ke Kamar Penuh Sejarah tersebut]-


Setelah selesai meratapi kisah hidup nya Arung pun mulai mengenakan celana boxer nya, kemudian ia mulai menyiapkan makan siang dengan memanggang beberapa daging Phoenix yang terdapat di dalam lemari giok pendingin.


"Jika sampai sebulan Irish tinggal bersama denganku bisa-bisa dengkul ku ini copot dari sendi nya, jalan saja aku sudah kesusahan saat ini." Gumam Arung sambil memanggang daging phoenix tersebut.


Beberapa menit kemudian, Irish pun keluar dari dalam kamar tersebut hanya mengenakan baju daster mini berwarna putih transparan yang sangat sexi, lekuk tubuh dan pakaian dalam nya yang berwarna pink terlihat jelas.


"Busyet...... Kenapa dia selalu berpakaian sexi seperti itu, apa dia belum puas semalaman bergulat, ugh....Ratu Ular ini benar-benar cantik." Gumam Arung lalu beranjak ke ruang santai kemudian mulai meletakkan masakan buatan nya di atas meja giok tersebut.


"Kau sudah bangun ya Sayang." Ucap Komandan Don Juan tersebut kemudian tersenyum kecil ke arah Istri Sah nya tersebut.


"Wah... Kau memang suami yang perhatian Sayang, setelah malam bergulat dengan hebat nya, pagi ini kau membuatkan ku sarapan." Ucap Irish lalu duduk di kursi giok tersebut kemudian mulai menyantap daging Panggang buatan suami nya tersebut.


"Ini sudah siang Irish, seperti nya kondisi di Benua Ular sekarang sedang aman ya Sayang?" Tanya Arung sambil membuatkan susu Naga di dapur.


"Situasi di Benua Ular tidak menentu Naga Muda, pertarungan bisa tiba-tiba terjadi kapan saja, kedamaian pun juga seperti itu,"

__ADS_1


"Mumpung aku lagi di sini apa kau mau lanjut ronde berikut nya lagi Sayang?" Tanya Irish yang sengaja membolak-balikan kata-kata agar Arung tidak khawatir.


"Ugh..... Gadis yang terlalu berterus terang, jika aku melanjutkan nya lagi aku bisa mati karena lemas atau jantung ku meledak." Gumam Arung kemudian mulai menghidangkan susu hangat kepada istrinya tersebut.


"Aku sebenarnya mau Sayang, hanya saja jika kita melakukan nya di malam hari itu akan terasa lebih romantis sayang,"


"Setelah bergulat kita bisa langsung beristirahat." Ucap Arung lalu mulai duduk dan menyantap daging Panggang tersebut.


"So sweat.... Berarti Naga Muda benar-benar melakukan nya dengan cinta dan bukan dengan nafsu,"


"Aku tidak salah memilih calon suami, dia benar-benar mencintai ku sepenuh hati nya." Gumam Irish pipinya pun mulai merah merona saat menatap Naga Muda tersebut.


Mereka pun mulai makan siang dengan romantis di ruang santai tersebut sambil berbincang ringan, tampak Irish begitu menikmati memakan daging tersebut sambil memandangi Suami Tercinta nya itu.


"Fiuh....... "


"Untung saja aku pandai ngeles, jika tidak aku akan mati lemas saat ini." Gumam Arung.


"Tampan nya.... " Gumam Irish yang sudah terbius kemampuan Dragon Love Arung.


-[Kembali ke Istana Kekaisaran Dewi Es di gazebo di pinggir kolam ikan Istana]-


Terlihat Kaisar Ye tengah duduk bersantai sambil menghisap tembakau Naga dengan pipa hisap kristal nya.


"Whusss.............. " Suara hembusan asap tembakau Kaisar Ye.


Seorang Prajurit pun menghadap Kaisar Ye berniat melaporkan hasil pencaharian Buah Pohon Kematian dari Jendral Catherine.


"Lapor yang mulia, para Calon Alkemis sudah berhasil mendapatkan enam buah pohon kematian,"


"Saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Planet Bumi Yang Mulia Kaisar." Ucap Prajurit tersebut sambil membungkuk dan memberi hormat.


Kaisar Ye pun sangat bahagia saat mendengarkan informasi keberhasilan pencarian Buah Pohon Kematian tersebut.


"Syukurlah, Yuki tertolong." Gumam Kaisar Ye.


"Bagus, kalau begitu sampaikan pesan ku kepada Ketua AKPAVLA, untuk menjumpai ku segera, ada yang ingin kusampaikan langsung kepada nya." Perintah Kaisar Ye.


"Siap Kaisar." Ucap Prajurit tersebut lalu mulai menjalankan perintah Kaisar Ye tersebut.


-[Ruangan Ketua Paviliun Obat]-


Fax dari bagian administrasi Kekaisaran Dewi Es pun tiba ke AKPAVLA, detik itu juga Ketua Paviliun Racun berangkat ke Ibu Kota Kekaisaran Dewi Es.


"Kaisar menyuruhku datang langsung, apa dia ingin menyuruhku membuat kan pil obat kuat lagi buat suaminya?"


"Kaisar Ye benar-benar ganas di ranjang." Gumam Nyonya Vicki.


Ketua Paviliun Obat sudah salah persepsi mengenai pemanggilan tersebut, sebenarnya Kaisar Ye ingin menyuruh nya membuat kan Pil Penawar Racun Kehidupan dari Buah Pohon Kematian tersebut.


"Sebaiknya aku bawa beberapa botol pil obat super kuat buat hadiah kepada Kaisar Ye." Gumam Nyonya Vicki Faraday sambil mengambil beberapa botol pil dari laci meja kerja nya.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2