Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Kemunculan Black Hole Dragon dan Naga Es Kuno.


__ADS_3

Kembali ke Langit di Kota Awan Hitam


"Byurrrr............. " Suara hujan deras.


Sesaat setelah Fenomena Dragon Moon terjadi, situasi masih terlihat tegang di karenakan suara yang berasal dari balik awan hitam tersebut.


"Aurghhhh.......... " Raungan seekor Beast Naga, kembali memecah kan kekacauan di malam mencekam dan berdarah-darah tersebut.


Sesosok Naga Hitam pun keluar dari balik awan berpetir tersebut lalu mulai melayang di hadapan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


"Aurghhhh..........." Raungan seekor Beast Naga, kembali memecahkan kekacauan di malam mencekam dan berdarah-darah tersebut.


Sesosok Naga Putih Ke Biru-Biruan pun ikut keluar dari balik awan hitam tersebut, lalu mulai melayang di hadapan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


"Aurghhhh........... " Raungan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut, lalu mulai mengibaskan ekor nya kembali ke arah Naga Putih Kebiru-Biruan.


Sebuah bilah pedang air berpetir melesat cepat ke arah Naga Putih ke biruan tersebut.


"Whusss............... " Suara hembusan yang di akibatkan melesat nya serangan tersebut.


Di Pinggiran Stadium Kota Awan Hitam.


Komandan Anya, Komandan Lala, dan juga Komandan Talia saat ini sedang menghadapi seekor Beast Ikan Koi Langit Surgawi di ranah alam harimau puncak.


"Duarghhh........... " Suara ledakan akibat serangan bola air berpetir mengenai bangunan stadium.


"Aurghhhh............ " Suara raungan Naga terdengar dari atas langit.


Komandan Lala pun mulai menengadah kan kepala nya ke atas lalu terkejut saat menyaksikan kemunculan Beast Naga Hitam Raksasa tersebut.


"Oh My God........ "


"Itu adalah salah satu Beast Dewa, Black Hole Dragon,"


"Walaupun kekuatan nya setara dengan kultivator di ranah alam naga, namun serangan nya teramat dahsyat." Gumam Komandan Talia.


"Itu adalah Black Hole Dragon." Ucap Komandan Talia, lalu memasang perisai kultivasi petir di sekitar nya.


Melihat Komandan Talia menengadah kan kepala nya ke atas, Ikan Koi Langit Surgawi tersebut pun mulai menembakkan semburan air berpetir ke arah nya.


"Whuss............... " Suara semburan air berpetir yang tengah melesat.


"Duarghhh.......... " Suara semburan air mengenai perisai kultivasi petir Komandan Talia.


Karena lengah Komandan Talia pun terkena serangan tersebut lalu terpental ke arah dinding stadium."


"Duakkkk............ " Suara tubuh Komandan Talia menghantam tembok.


"Gawat...... "


"Talia lengah, gara-gara melihat kemunculan kedua Naga tersebut." Gumam Komandan Lala.


"Lala ayo kita serang makhluk tersebut bersama-sama." Teriak Komandan Anya, lalu melesatkan bola petir dari telapak tangan nya.


"Baik Anya." Ucap Komandan Lala, lalu kembali melesatkan tembakan bola petir dari telapak tangan nya.


"Aurghhhhh........... " Raungan Suara Naga kembali di langit.


"Itu.... Itu..... Beast Raja, Naga Es Kuno di tingkat alam dewa tingkat awal,"


"Kita pasti mati jika kedua Naga itu ikut mengamuk bersama dengan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut." Ucap Komandan Talia, dari reruntuhan di dekat Stadium.


"Uhuk..... Uhuk.... Uhuk..... " Suara batuk darah Komandan Talia, lalu memuncrat kan darah hitam yang kental.


Melihat serangan bola petir mengarah kepada nya, makhluk tersebut pun kembali menembakkan bola air berpetir ke arah serangan kedua Komandan tersebut.


"Duarghhh............ " Suara ledakan akibat beberapa elemen yang saling beradu.


"Hah...... seimbang, walaupun ranah makhluk ini setara dengan kami, tapi kekuatan nya jauh lebih kuat dari ku dan kedua Komandan lainnya." Gumam Komandan Anya.


Kembali ke Langit Kota Awan Hitam.


"Byurrrr................. " Suara hujan deras.


Naga Es Kuno pun mulai melesatkan sebuah bongkahan es raksasa ke arah serangan tersebut, sementara itu Black Hole Dragon pun melesat ke atas Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


"Duarghhh.......... " Suara ledakan akibat dua elemen saling beradu.


"Whusss.............. " Suara hempasan angin akibat ledakan tersebut.


"Groaghhhhhhh....... " Suara getaran bangunan di sekitar lokasi ledakan untuk beberapa saat.


Black Hole Dragon pun melesat kan sebuah Bola berelemen Black Hole yang memiliki cincin ke atas Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


"Duarghhh............... " Suara ledakan akibat serangan Black Hole Dragon mengenai Beast ikan tersebut.


"Aurghhhh................ " Raungan kesakitan Beast tersebut, hingga terpental dan mengenai kota.


"Groaghhhhhhh.......... " Suara beberapa bangunan yang hancur akibat jatuh nya Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


Beberapa saat kemudian Naga Es Kuno pun melesat ke arah jatuhnya Beast tersebut, lalu kembali melesatkan banyak bongkahan es ke arah makhluk tersebut.


"Aurghhhh................. " Raungan Naga Es Kuno, lalu melesatkan serangan nya.


"Duargh...... Duargh....... Duargh..... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh...... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh..... " Suara ledakan berkali-kali akibat serangan bongkahan es raksasa tersebut.


"Aurghhhh......... " Raungan kesakitan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


Black Hole Dragon pun mulai melesat ke dekat Naga Es Kuno tersebut, lalu mulai menembak kan berkali-kali bola berelemen Black Hole ke arah Beast tersebut yang telah terluka parah begitu pun dengan Naga Es Kuno.


"Duargh...... Duargh....... Duargh..... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh...... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh..... " Suara ledakan berkali-kali akibat serangan bongkahan es raksasa dan serangan Bola berelemen Black Hole berkali-kali.


"Aurghhhh......... " Raungan kesakitan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa tersebut.


Pinggiran Stadium Kota Awan Hitam.


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


"Hah.......... " Suara Nafas panjang Komandan Talia.


"Syukurlah makhluk-makhluk buas tersebut berkelahi dengan sesama nya." Gumam Komandan Talia, lalu kembali melesat berniat membantu kedua Komandan lain nya.


"Talia, untung saja kau tidak terluka terlalu begitu parah." Gumam Komandan Anya.


Mereka bertiga pun kembali melesatkan serangan bola petir raksasa secara bersamaan ke arah Ikan Koi Langit Surgawi tersebut, melihat tiga buah bola petir raksasa melesat menuju ke arah nya Beast tersebut pun mulai berusaha menahan serangan tersebut dengan menyemburkan semburan air berpetir kembali.


"Whusss............. " Suara semburan air berpetir.


Semburan air pun tidak mampu menahan ketiga bola petir raksasa tersebut, hingga akhirnya serangan tersebut berhasil menewaskan ikan Koi Langit Surgawi tersebut.


"Duarghhhh........... " Suara ledakan akibat ketiga serangan bola petir mengenai Beast tersebut.


"Bruak........... " Suara tubuh ikan koi tersebut jatuh ke bawah.


"Hah..... Hah..... Hah...... " Suara nafas terengah-engah Komandan Talia.


Mereka bertiga pun kembali menengadah kan kepalanya ke atas berniat menyaksikan pertarungan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa dengan kedua Naga tersebut.


"Sepertinya ke dua Naga itu memiliki dendam yang sama terhadap Ikan Koi tersebut." Ucap Komandan Anya.


"Kita tidak boleh lengah Anya, bisa jadi setelah mengalahkan Ikan Koi tersebut, kedua Naga itu baru akan mengamuk di Kota Awan Hitam ini." Ucap Komandan Lala.


"Nanti saja kita pikirkan hal tersebut, lebih baik kita bantu para Komandan dan Prajurit lain nya." Ucap Komandan Talia, kemudian melesat ke arah pertarungan lain nya.


Tampak Kota Awan Hitam sudah porak poranda, kobaran api terlihat di mana-mana. Para Prajurit dan Kultivator pun saat ini sedang bertarung melawan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut.


Langit Kota Awan Hitam


"Byurrrr.................... " Suara hujan deras.


Di tengah malam ini di penuhi dengan suara ledakan di mana-mana serta raungan Beast-Beast yang mencekam dan berdarah-darah. Setelah terkena berkali-kali tembakkan bongkahan es dan bola energi berelemen Black Hole Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa itu pun tewas.


"Duargh...... Duargh....... Duargh..... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh...... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh..... " Suara ledakan berkali-kali akibat serangan bongkahan es raksasa dan serangan Bola berelemen Black Hole berkali-kali.


"Aurghhhh......... " Raungan kesakitan Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa untuk yang terakhir kali nya kemudian tewas.


Kedua Naga pun menghentikan serangan nya dan saling menatap, beberapa saat kemudian sebuah essensi berwarna biru sebesar Stadium Kota Awan Hitam pun perlahan keluar dari tubuh Beast tersebut lalu melayang di udara.


"Aurghhhh....... Aurghhhh...... Aurgh..... " Auman kesedihan Ikan Koi langit Surgawi lainnya.


Para Ikan Koi pun meninggal kan pertarungan mereka lalu mengerumuni kedua Naga tersebut, makhluk-makhluk itu pun kompak menembakkan bola air berpetir ke arah ke dua Naga yang sedang melayang tersebut.


"Duarghhh....... Duarghhh....... Duargh....... " Suara ledakan akibat banyak serangan bola air berpetir mengenai perisai kultivasi Black Hole dan Es.


Beberapa saat sebelum terkena serangan kedua ekor Naga tersebut memasang perisai kultivasi di sekeliling nya.


"Aurghhhh........ Aurghhhh....... Aurghhhh....... " Auman kesedihan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut, lalu kembali melesatkan serangan ke arah ke dua Naga tersebut.


"Duarghhh....... Duarghhh....... Duargh....... " Suara ledakan akibat banyak serangan bola air berpetir mengenai perisai kultivasi Black Hole dan Es.


Sementara itu ke dua Naga tengah menghisap essensi raksasa milik Ikan Koi Langit Surgawi Raksasa yang telah tewas tersebut.


Perbatasan Kota Awan Hitam.


Komandan Barito bersama Komandan dan Prajurit lain nya pun kebingungan saat para Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut meninggalkan pertarungan dengan mereka.


"Komandan Barito, kenapa Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi itu pergi meninggalkan kita, lalu menyerang Ke dua Naga tersebut." Ucap Salah Satu Prajurit.


Komandan Barito pun mulai menganalisa keadaan musuh dan medan perang tersebut, beberapa saat kemudian ia pun mendapat kan sebuah kesimpulan.


"Sepertinya Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut dalam kondisi marah sekaligus sedih karena pemimpin nya telah tewas, mereka pun menjadi kalut lalu menyerang tanpa berfikir." Ucap Komandan Barito.


"Oh.... Jadi seperti itu, baguslah untuk sementara kita bisa beristirahat Komandan." Ucap Prajurit Lainnya.


"Tidak ini adalah kesempatan kita, tembakkan serangan ke arah Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut sekarang." Perintah Komandan Barito.


"Siap Komandan." Jawab Kompak seluruh Prajurit.


Para Komandan dan seluruh Prajurit yang tersisa pun mulai menembakkan serangan mereka ke arah Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut.


Langit Kota Awan Hitam.


"Byurrrr....................... " Suara hujan deras.


"Duargh...... Duargh....... Duargh..... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh...... "


"Duargh..... Duargh........ Duargh..... " Suara ledakan berkali-kali akibat serangan dari para Komandan dan Prajurit yang mengenai Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut.


"Brukk..... Brukkk..... Brukkk....... " Suara tubuh Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang berjatuhan dari langit.


Para Ikan Koi Langit Surgawi tersebut tidak memperdulikan serangan dari para Komandan dan seluruh Prajurit lalu kultivator lain nya, makhluk-makhluk tersebut terus menembakkan bola air berpetir ke arah kedua Naga tersebut.


"Duarghhh....... Duarghhh....... Duargh....... " Suara ledakan akibat banyak serangan bola air berpetir mengenai perisai kultivasi Black Hole dan Es.


Beberapa menit kemudian kedua Naga pun selesai menghisap essensi biru tersebut lalu mulai menatap buas ke arah Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang tengah menyerang nya.


"Aurghhhhhh........ Aurghhh........ " Suara raungan kedua Naga tersebut, lalu menyemburkan elemen es dan elemen kegelapan dari dalam mulut nya.


"Aurghhhhhh..... Aurghhhh....... Aurghhhh...... " Raungan kesakitan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang terkena serangan tersebut kemudian tewas.


Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang terkena semburan elemen kegelapan tubuh nya pun membusuk, sementara Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang terkena semburan elemen es tubuh nya pun membeku.


"Brukk..... Brukkk..... Brukkk....... " Suara tubuh Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang berjatuhan dari langit.


Setelah menyerang makhluk-makhluk tersebut, kedua Naga pun kembali terbang ke angkasa, sepertinya kedua makhluk tersebut mencium suatu bau yang tidak asing di langit Kota Awan Hitam tersebut.


"Whusss.................. " Suara kedua Naga tersebut saat melesat terbang.


"Groaghhhhh.......... " Suara gemuruh di langit saat kedua Naga menerobos awan hitam.


"Aurghhhhhh..... Aurghhhh....... Aurghhhh...... " Raungan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang marah lalu kembali mengamuk ke Kota Awan Hitam.


Tidak ada yang menyadari jika Black Hole Dragon tersebut merupakan penjelmaan salah satu Jiwa Naga dari Arung, Naga tersebut bisa bangkit setelah memakan Arung saat di dalam salah satu dunia di dalam dantian nya tersebut.


"Aurghhhh............... " Auman kedua Naga tersebut dari balik awan hitam.


Sedangkan Naga Es Kuno itu merupakan penjelmaan salah satu Jiwa Naga dari Jendral Es, bagaimana ia bisa memiliki Jiwa Naga masih menjadi misteri begitu pula dengan Fenomena Dragon Moon di malam mencekam dan berdarah-darah tersebut.


Perbatasan Kota Awan Hitam.


Saat melihat kedua Naga terbang meninggal kan Kota Awan Hitam seluruh Prajurit pun terlihat gembira begitu pula dengan para Komandan yang menyaksikannya.


"Hore...... Hore........ " Teriak Semangat Para Prajurit tersebut.


"Hah............ " Suara nafas panjang Komandan Barito.


"Untung saja kedua Naga tersebut tidak ikut mengamuk di dalam Kota Awan Hitam ini, jika tidak sudah bisa di pastikan kota ini pasti akan rata malam ini." Gumam Komandan Barito.

__ADS_1


Para Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang tersisa pun kembali mengamuk di Kota Awan Hitam.


"Jangan senang dulu, sepertinya kita akan lembur untuk beberapa hari,"


"Membasmi Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi yang tersisa." Ucap Komandan Barito.


"Siap Komandan." Ucap Kompak para Prajurit tersebut.


Setelah itu para Komandan dan para Prajurit pun mulai kembali bertarung dengan Ikan-Ikan Koi Langit Surgawi tersebut.


Penggalan Ingatan Arung.


Saat Arung di makan hidup-hidup oleh Black Hole Dragon ia pun tersedot masuk ke dalam salah satu ingatan nya, ingatan saat dirinya dan Xiao Mei Mei pergi menuju Danau Mematikan di Rawa Siluman Air berniat menenangkan pikiran sebelum pertandingan final esok hari.


Jok belakang di dalam Mobil Jeep Perang Merah.


"Lho.... Kenapa aku ada di dalam mobil Jeep ku, kenapa ada aku yang satu nya lagi sedang menyetir bersama Xiao Mei Mei,"


"Sebaiknya aku mengamati saja dulu apa yang sebenarnya terjadi, aku bingung sekali malam ini,"


"Rasanya aku baru saja di kunyah menjadi serpihan-serpihan daging oleh Naga Hitam tersebut." Gumam Arung.


Kabin Depan.


Sementara itu di kabin depan tampak Xiao Mei Mei dan Arung sedang mengobrol ringan sambil menjalankan Jeep nya secara perlahan.


"Wah..... Hatiku sangat gembira hari ini bisa jalan-jalan bareng kekasih hati ku, walaupun aku sebenarnya seorang kekasih yang tak di anggap." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks.... Hiks..... Hiks.... " Tangis kecil Xiao Mei Mei di dalam hati.


Arung pun tiba-tiba saja menepikan mobil Jeep nya di depan sebuah SD, Xiao Mei Mei pun bingung lalu bertanya kepada nya.


"Dasar Pendekar Don Juan, mungkinkah dia berselingkuh dengan salah seorang Guru di sekolah ini, awas saja kalau ia kau sudah memiliki aku, Shilla, lalu gadis berambut pirang tersebut,"


"Kalau memang benar adanya awas saja pelakor itu aku akan membakar nya hingga tak bersisa, sebaiknya aku pastikan saja." Gumam Xiao Mei Mei.


Don Juan yang dimaksud Xiao Mei Mei adalah seorang Pendekar Playboy yang hidup pada zaman sebelum nya, dan terkenal sangat Fuckboy karena kerjaan nya bercinta saja dengan para wanita-wanita di seluruh benua dan sudah menjadi sebuah Urban Legend di mana-mana.


"Apa mungkin Pendekar Don Juan berpacaran dengan guru SD di sekolah ini, dasar Play Boy sebaiknya aku memastikan nya saja." Gumam Xiao Mei Mei.


"Kenapa kita berhenti Arung?" Tanya Xiao Mei Mei.


"Lihat kedua bocah yang hendak bertarung tersebut di sana Mei Mei, yang satu adalah adik nya Gisel dan yang satunya lagi adalah anak nya temanku." Ucap Arung, lalu menunjukkan ke arah kedua bocah tersebut.


"Hah............. " Suara nafas panjang Xiao Mei Mei.


"Syukurlah kukira Pendekar Don Juan ini berselingkuh dengan salah seorang tenaga pengajar di sekolah ini." Gumam Xiao Mei Mei.


"Oh... Adik si Rambut Pirang yang liar tersebut, patut saja wajah nya tidak asing lagi." Ucap Xiao Mei Mei.


"Liar... Dia sepertinya cemburu dengan kejadian di dalam kamar tersebut." Gumam Arung.


"Ayo kita menonton pertandingan mereka Mei Mei, sepertinya seru." Ucap Arung, lalu turun dari dalam mobil begitu pun dengan Xiao Mei Mei.


Arung dan Xiao Mei Mei pun menonton pertandingan Joong woon dan Akira dari kejauhan, agar tidak mengganggu konsentrasi bertarung kedua bocah tersebut.


Taman SD Kota Awan Hitam, di sebuah lapangan di sore hari.


Tampak Joong Woon dan Akira telah bersiap untuk saling beradu kekuatan untuk menentukan siapa penguasa dari SD tersebut.


"Kenapa ranah Joong woon bisa menerobos begitu cepat, tapi walau pun dia kuat dia tetap saja bodoh,"


"Dia hanya mengandalkan ketampanan nya saja, Serangan nya tidak pernah mengenai ku sama sekali." Gumam Akira.


Tampak tubuh Joong Woon telah penuh dengan luka bakar, nafas nya pun terengah-engah.


"Hah..... Hah...... Hah.... " Suara Nafas Terengah-engah Joong Woon.


"Ugh.... Kenapa aku tak tega menyerang nya dari tadi, sebenarnya ada apa dengan perasaan ku ini." Gumam Joong Woon, lalu melesat ke arah Akira.


Ternyata saat ini Joong Woon tengah galau akan perasaan nya sendiri.


"Ugh..... Cepat nya." Gumam Akira.


Dalam beberapa saat Joong Woon sudah ada di hadapan Akira, lalu berniat menembakkan bola air namun tidak jadi.


"Ugh..... Aku tidak tega." Gumam Joong Woon.


"Dasar Joong Woon bodoh." Gumam Akira, lalu melesatkan tembakkan bola petir ke arah nya.


"Duarghhh........... " Suara ledakan bola petir mengenai dada Joong Woon, lalu terpental ke arah pohon.


"Bruakkkk............ " Suara tubuh Joong Woon terkena batang pohon di Taman tersebut.


Daun-daun pun berguguran, perisai kultivasi hujan nya pun perlahan menghilang. Tubuh dan pakaian Joong Woon pun basah kuyup saat ini.


"Byurrrr................ " Suara hujan deras.


Di bawah Pohon di salah satu bangku taman di kejauhan.


"Hah............ " Suara nafas panjang Arung.


"Ternyata begitu ya kenapa tubuh Joong Woon bisa terluka parah, ternyata itu semua karena cinta,"


"Sepertinya bocah itu menyukai Akira." Ucap Arung.


Mendengarkan cinta monyet antara Joong Woon dan Akira, Xiao Mei Mei pun mulai tertawa.


"Ha.... Ha..... Ha... " Tawa Xiao Mei Mei.


"Tidak kusangka bocah sekecil itu sudah mengenal yang nama nya cinta, ternyata tidak hanya Kakak nya saja yang liar,"


"Tapi adik nya juga sangat liar, untung saja Xiao Ling tidak liar seperti Joong Woon." Ucap Xiao Mei Mei.


"Kamu sebenarnya yang lebih liar dari Gisel, Mei Mei." Gumam Arung.


"Tapi ranah kultivasi bocah tersebut termasuk tinggi juga untuk bocah seusia nya, sepertinya keluarga Gisel memiliki seorang Patriak yang hebat bisa mencetak junior-junior berbakat seperti itu." Gumam Xiao Mei Mei.


Beberapa saat kemudian tampak Akira hendak melesatkan bola petir ke arah Joong Woon.


"Gawat, Joong Woon bisa terluka parah jika terkena serangan tersebut,"


"Mei Mei aku harus ke sana, kau menyusul lah."


Arung pun lalu memasang kuda-kuda jurus teleportasi, berniat menyelamatkan Joong Woon.


"Blitzz................ " Suara Jurus teleportasi milik Arung.


"Hah..... " Suara nafas panjang Xiao Mei Mei.


"Belum sempat aku berbicara dia sudah pergi saja,"


"Dasar Pendekar Don Juan." Ucap Xiao Mei-Mei.


Lapangan Taman SD Kota Awan Hitam.


Serangan bola petir pun mulai melesat ke arah Joong Woon yang tengah terduduk lunglai di bawah pohon tersebut.


"Ugh.... Sepertinya aku akan lama di rawat di Rumah Sakit kali ini, ini semua karena cinta,"


"Cinta sungguh penderitaan yang tiada akhir, bagaimana bisa Papa memiliki dua istri secantik mama,"


"Jika aku selamat kali ini, akan aku tanyakan ke mama." Gumam Joong Woon.


Dalam sekejap mata Arung pun tiba di samping Joong Woon, lalu mulai mengayunkan tangan nya sebuah perisai kultivasi tumbuhan pun perlahan muncul.


"Duarghhh.............. " Suara ledakan serangan bola petir mengenai perisai kultivasi tumbuhan milik Arung.


"Calon Kakak Ipar, kenapa bisa sampai ada di sini?" Ucap Joong Woon.


"Hampir saja kau terluka parah Joong Woon, untung saja Kakak cepat kemari." Ucap Arung.


"Calon suami Kakak Gisel memang keren, kelak aku ingin jadi sepertinya." Gumam Joong Woon.


"Uhuk..... Uhuk.... Uhuk..... " Suara batuk Joong Woon, lalu memuntahkan darah.


Beberapa saat kemudian Xiao Mei Mei dan Akira pun tiba lalu menghampiri Joong Woon dan Arung.


"Papa Arung,"


"Papa Arung, kok bisa ada di sini?" Tanya Akira.


"Papa Arung?" Gumam Xiao Mei Mei.


Mendengar perkataan Akira hati Xiao Mei Mei serasa tercabik-cabik oleh ratusan pedang yang tak kasat mata.


"Ternyata dia tidak selingkuh dengan salah seorang guru di sekolah ini, tapi ternyata dia ingin berjumpa dengan anak dari selingkuhan nya tersebut,"


"Ugh...... Hatiku terasa tersakiti, ternyata tidak hanya Shilla dan Gisel bahkan Arung memacari mama nya bocah ini,"


"Arung jika kau suka dengan janda, aku pun janda,"


"Walaupun aku tidak sempit lagi, tapi aku pandai menjepit Arung." Gumam Xiao Mei Mei.


"Dasar Pendekar Don Juan, segera selesaikan urusan mu dengan anak selingkuhan mu dan adik ipar mu" Ucap Xiao Mei Mei, lalu menginjak kaki Arung karena kesal.


"Aduh..... Kaki ku." Teriak Arung.


Xiao Mei Mei pun kembali ke dalam Mobil Jeep lalu berniat menunggu Arung di dalam nya.


"Kakak Cantik ini jahat banget ke Papa Arung." Gumam Akira, lalu memeluk tangan Arung.


"Hah............... " Suara nafas panjang Arung.


"Baiklah Akira, kau harus merawat Joong Woon untuk sementara,"


"Kakak pergi dulu ya, jangan berkelahi lagi dengan nya." Ucap Arung, lalu mengusap-usap kepala Akira.


Setelah melepas pelukan Akira, ia pun pergi mengejar Xiao Mei Mei yang tengah ngambek. Sementara itu Akira duduk bersimpuh lalu menyandarkan kepala Joong Woon ke paha nya.


"Empuk nya paha Akira, dari pada berkelahi terus-terusan dengan nya,"


"Perasaan ku lebih senang jika seperti ini, saat dekat-dekat dengan Akira,"


"Mama Lang semoga kau telat menjemput ku sore ini,"


"Terima kasih Calon Kakak Ipar, tenang saja aku tidak akan menceritakan ke Kakak Gisel mengenai perselingkuhan mu dengan mama Akira dan Kakak berambut merah itu,"


"Kya....... Akhirnya aku bisa bermesraan dengan Akira." Gumam Joong Woon dengan pipi yang memerah.


"Kasian Joong Woon dia sampai demam gara-gara serangan ku." Gumam Akira


"Byurrrr............ " Suara hujan deras.


Di dalam mobil Jeep.


Setelah kejadian tersebut, Xiao Mei Mei pun duduk diam tanpa bicara sepatah kata pun di samping kekasih hatinya, saat ini Xiao Mei Mei kembali merasa sebagai Kekasih Tak Dianggap.


"Dia pasti sedang cemburu buta saat ini, sebaiknya aku menghibur nya saja." Gumam Arung.


"Mei Mei wajahmu kalau cemberut jelek lho, tersenyum donk." Canda Arung


"Ya.....yang cantik kan wajah mama nya bocah tadi, selingkuhan mu itu Pendekar Don Juan." Jawab Mei Mei.


"Hah........ Pendekar Don Juan lagi, Don Juan lagi,"


"Siapa sebenarnya Don Juan yang di maksud Mei Mei,"


"Sepertinya Mei Mei udah gagal paham sama ucapan Akira tadi." Gumam Arung.


"Gak juga, bagi ku wajah mu seperti Kupu-kupu di malam hari,"


"Lho..... Kok Kupu-kupu malam Arung?" Tanya Xiao Mei Mei.


"Dia kira aku Kupu-kupu malam kali." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks..... Hiks.... Hiks.... " Tangis kecil Xiao Mei Mei di dalam hati.


"Kau kejam Arung, apa yang kurang dari ku,"


"Aku hanya gak perawan lagi karena sudah janda, tapi aku tetap pandai menjepit Yayank," Gumam Xiao Mei Mei.


"Kupu-kupu malam yang terbang memenuhi hati ku ini Mei Mei." Ucap Arung, keceplosan.


"Ugh...... Apa yang kukatakan, sebaiknya aku menepikan mobil ku terlebih dahulu,"


"Firasat ku tidak enak, pasti Mawar Merah Berduri ini akan segera liar." Gumam Arung, lalu menepikan mobilnya.


"Kya.............. Akhirnya adik kecil menyadari kecantikan Jamur ku ini, janda di bawah umur." Gumam Arung.


Saat ini mobil Arung tengah menepi di tepi jalanan yang padat transportasi nya, kedua Prajurit Patroli Jalan Raya pun kembali menghampiri mereka.


"So sweat Yayank..... " Ucap Xiao Mei Mei, lalu beranjak duduk di atas Arung yang lagi memegang stiur.


"Siapa yang liar sekarang, Gisel atau kamu Mawar Merah Berduri." Gumam Arung, lalu mereka kembali berciuman dengan panas membara di dalam mobil Jeep tersebut.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan dari balik jendela mobil.


"Tok..... Tok...... Tok...... " Suara ketukan jendela, perusak mood.


"Ugh..... Datang lagi pengganggu, padahal aku sudah merasakan sebuah tonjolan di sini." Gumam Xiao Mei Mei, lalu duduk kembali di jok samping Arung lalu memakai lipstik nya kembali.

__ADS_1


Di luar mobil Jeep merah


Ternyata sebelum mengetuk jendela kaca mobil, Mika yang merupakan Petugas Patroli Jalan Raya Kota Awan Hitam mengintip di balik kaca gelap tersebut.


"Haduh..... Mereka lagi... Mereka lagi, ternyata Pemuda Berambut merah tersebut adalah Pendekar Don Juan,"


"Mereka berciuman di sore hari, seharusnya mereka berdua menyewa kamar saja." Gumam Mika.


Mika tidak mengetuk jendela mobil Arung, ia mengamati mereka berciuman terlebih dahulu. Karena penasaran Peri pun memukul kecil pundak Mika berniat menanyakan kejadian apa yang sedang di lihat nya di balik kaca gelap tersebut.


"Hah.... padahal aku berniat mengejarnya tidak kusangka dia seorang Pendekar Don Juan, tapi dia memang sangat tampan." Gumam Mika, lalu berbalik ke belakang.


"Kenapa lama sekali mengintip nya Mika?" Tanya Peri berbisik.


Mika pun memberikan isyarat dengan tangan mengenai kondisi di dalam mobil.


"Oh... ternyata mereka berciuman, kenapa mereka tidak mencari kamar saja." Ucap Peri.


Mika pun kemudian mengetuk pintu kaca mobil tersebut, Arung pun mulai membuka kaca jendela tersebut.


"Ugh..... malu nya aku sudah dua kali aku tertangkap basah oleh kedua Prajurit Patroli Jalan Raya ini." Gumam Arung.


"Maaf Prajurit Magang, tapi kau saat ini mengganggu pengguna jalan lain nya." Ucap Mika.


"Wah.... cantiknya pacar Pendekar Don Juan tersebut." Gumam Mika, saat menoleh ke arah Xiao Mei Mei.


"Maaf..... maaf Nona cantik, aku tidak akan mengulanginya kembali." Ucap Arung, Xiao Mei Mei hanya tersenyum ke arah Mika.


"Ugh.... dasar Don Juan, baru saja mendapatkan jatah sudah berani menggombal wanita lain di depan ku,"


"Baiklah malam ini akan kubuat dia jadi milikku selama nya, akan ku tancapkan benih bunga matahari ku di dalam dantian mu." Gumam Xiao Mei Mei.


Sebelum beranjak pergi Prajurit Patroli Jalan Raya tersebut pun berbisik kecil kepada Arung.


"Pendekar Don Juan, sebaiknya kau mencari kamar saja." Bisik Mika, lalu menoleh ke atas lutut dan di bawah perut Arung.


"Ugh.... malunya aku ternyata dia menyadari nya." Gumam Arung.


"Baik Nona Cantik." Ucap Arung, lalu kembali menjalankan Jeep merah nya.


Di dalam Mobil Jeep.


"Ugh...... pasti Prajurit Patroli Jalan Raya tadi memberitahukan alamat nya kepada Pendekar Don Juan ini." Gumam Xiao Mei Mei.


"Dasar.... Pendekar Don Juan." Ucap Xiao Mei Mei.


"Pendekar Don Juan, siapa itu?" Gumam Arung, lalu kembali menyetir mobil nya menuju Danau Mematikan.


Malam Hari Danau Mematikan.


Beberapa jam kemudian mereka pun tiba di Danau tersebut. Xiao Mei Mei pun mulai memasang dua buah tenda di tempat tersebut, lalu membuat sebuah api unggun. Saat ini sepasang kekasih tersebut tengah menikmati malam berhujan di tepian danau.


"Byurrrr............... " Suara hujan deras.


"Bagai mana cara mengajak nya ya?"


"Adik Kecil terlihat begitu tenang dan dewasa saat ini,"


"Tidak kusangka dia benar-benar datang kemari untuk memenangkan diri, kemana sifat Pendekar Don Juan nya pergi." Gumam Xiao Mei Mei yang duduk di hadapan nya.


Saat ini Arung tengah duduk bermeditasi, dengan pelindung kultivasi hujan di atas nya.


"Ugh.... Firasat ku tidak enak, seperti nya mawar merah berduri sedang merencanakan sesuatu yang nakal." Gumam Arung, sambil bermeditasi.


Beberapa saat kemudian ide nakal Xiao Mei Mei pun mulai muncul.


"Aha..... Aku punya ide, mari kita lihat apakah adik kecil mu tahan dengan godaan ku kali ini." Gumam Xiao Mei Mei.


Ia pun mengeluarkan sebuah pisang lalu mengemut ngemut pisang tersebut di depan Arung.


"Hahay.... Gimana Pendekar Don Juan masihkah kau terus bersemedi." Gumam Xiao Mei Mei, sambil mengemut pisang tersebut.


"Ugh..... Dasar liar, aku harus bisa menahan nya,"


"Aku tidak boleh menambah masalah dulu untuk malam ini saja, soal nya besok pertandingan final akan di mulai,"


"Ugh.... Celana ku terasa sempit." Gumam Arung.


Xiao Mei Mei terus mempraktekkan adegan mengemut pisang tersebut, hingga buah pisang itu habis seluruh nya.


"Ugh.... Dasar Pertapa Don Juan, kenapa dia tidak bereaksi dengan godaan ku tersebut,"


"Sebaiknya aku mencari trik nakal lainnya." Gumam Xiao Mei Mei, lalu kembali berpikir sejenak.


"Huft.............. " Suara hembusan nafas Arung.


"Untung saja Mawar Merah Berduri ku berhenti melakukan hal mesum tersebut, saat ini celana ku terasa nyaman kembali,"


"Semoga saja dia tidak berpikir yang aneh-aneh lagi." Gumam Arung, kemudian melanjutkan meditasi nya.


Beberapa menit kemudian.


"Aha..... Aku mendapatkan ide brilian lainnya." Gumam Xiao Mei Mei, lalu beranjak ke dalam tenda nya.


"Ugh..... Firasat ku tidak enak, dari tadi Mei Mei hanya diam saja dan terus memancing ku melakukan hal itu." Gumam Arung, lalu melanjutkan meditasi nya.


Beberapa saat kemudian Xiao Mei Mei pun keluar dari tenda dengan mengenakan sebuah piyama tidur yang super minim lalu berenda kemudian menghampiri Arung dan duduk di depan nya.


"Aduh........ Aku gak kuat kalau begini." Gumam Arung.


"Adik Kecil kau pasti kecapekan kan, sini aku pijitin." Ucap Xiao Mei Mei, lalu mulai memijit pundak Arung sambil duduk di hadapan nya.


"Mei Mei, bahuku tidak pegal." Ucap Arung.


"Kau tidak perlu sungkan Adik Kecil, anggap saja ini hadiah dari ku saat kau menyelamatkan ku dulu di Gurun Api Es tersebut." Ucap Xiao Mei Mei, lalu memijit paha Arung.


"Ugh.... Mei Mei, kenapa kau tega sekali menyiksaku seperti ini,"


"Kau harus kuat Arung, bersabarlah untuk malam ini saja." Gumam Arung, lalu kembali bermeditasi.


"Kita lihat saja sampai kapan Pendekar Don Juan ini bisa menahan naluri ke laki-lakian nya." Gumam Xiao Mei Mei.


Satu Jam Kemudian.


"Kwak...... Kwak....... Kwak....... " Suara Beast Gagak lewat.


"Ah..... Ternyata pijatan Xiao Mei Mei sungguh enak, otot-otot ku yang tegang kembali kendor." Gumam Arung.


Ternyata Arung sangat menikmati pijatan dari Xiao Mei Mei.


"Hah............. " Suara nafas panjang Xiao Mei Mei.


"Dasar Pendekar Don Juan Bodoh... Bodoh.... Bodoh,"


"Sebaik nya aku tidur saja dulu di dalam tenda, biar nanti aku pikirkan gimana cara menaklukkan Pendekar Don Juan ini." Gumam Xiao Mei Mei.


"Pendekar Don Juan, aku tidur dulu,"


"Aku sudah mengantuk." Ucap Xiao Mei Mei, lalu beranjak ke dalam tenda nya.


"Pendekar Don Juan?"


"Dia pasti kesal karena aku nganggurin sejak tadi, bersabarlah Arung hanya untuk malam ini saja,"


"Sebaiknya aku kembali ke dalam tenda saja, lebih cepat tidur lebih baik." Gumam Arung, lalu beranjak ke tenda nya juga.


Jam 24.00 malam di dalam tenda Xiao Mei Mei.


Tampak Xiao Mei Mei lagi tiduran di atas tilam di dalam tenda dengan penerangan sebuah senter.


"Sebenarnya berapa usia Arung, kenapa dia tidak tergoda dengan dua trik nakal yang ku keluarkan tadi,"


"Mendiang suami ku saja, saat aku menjalankan trik nakal yang pertama,"


"Saat aku membuka kulit pisang,"


"Dia langsung nyosor pada ku dan sembilan bulan kemudian aku melahirkan Xiao Ling, mungkinkah Vinic berbohong pada ku mungkin saja usia Pendekar Don Juan ini sudah ratusan tahun?" Gumam Xiao Mei Mei.


Xiao Mei Mei tidak mengetahui sikap tenang dan kedewasaan Arung di sebabkan dirinya telah bersatu dengan Teratai kebijaksanaan.


"Ugh....... Sebaiknya aku memikirkan trik nakal lainnya, malam ini aku harus membuat Arung menghinggapi inti sari bunga mata hari ku." Gumam Xiao Mei Mei, lalu kembali berpikir trik kotor lain nya.


Jam 03.00 malam.


Tampak Xiao Mei Mei lagi duduk bermeditasi, sambil memikirkan trik nakal lain nya.


"Ugh....... Kenapa belum ada satu ide nakal pun muncul sejak tadi, bahkan mama nya bocah yang kutemui di sekolah tadi berhasil menancapkan taring nya di Calon Papa nya Xiao Ling,"


"Aku harus membuat Xiao Ling memanggilnya Papa Arung juga sama seperti bocah tadi, berpikir Mei Mei..... " Gumam Xiao Mei Mei.


"Groagh...... Groagh...... " Suara mendengkur Arung dari tenda sebelah.


"Hah................ " Suara nafas panjang Xiao Mei Mei.


"Adik kecil itu malah tidur dengan lelapnya, dia tidak paham sedikit pun dengan aku sebagai Kekasih yang tak di anggap,"


"Dasar Pendekar Don Juan." Gumam Xiao Mei Mei.


Jam. 05.00 Subuh.


Xiao Mei Mei masih duduk bermeditasi, dan akhirnya ia mendapatkan sebuah ide nakal yang sangat cemerlang.


"Aha......... "


"Akhirnya otak ku bekerja juga, kenapa ide itu baru muncul di waktu subuh ini, baiklah akan kulakukan." Gumam Xiao Mei Mei lalu bangun dan melepas kan pakaian nya berniat mandi.


"Kukuruyuk........... " Suara kokokan Beast Ayam Jago.


Saat ini Xiao Mei Mei hanya mengenakan sehelai handuk transparan saja, ia pun lalu mandi ke tepian Danau Mematikan. Untung saja saat ini Beast-beast yang menghuni Danau tersebut sedang tidur.


"Zzttt..... Zzztttt........ Zzztttt.........." Suara Beast-beast yang sedang tidur di dalam Danau.


Beberapa menit kemudian Xiao Mei Mei pun telah selesai mandi dan berniat masuk ke dalam tenda nya Arung.


"Hmmm.... Tubuh ku sudah wangi, baiklah saat nya menjalankan rencana berikut nya." Gumam Xiao Mei Mei, lalu melesatkan sebuah tembakan bola api ke tenda nya sendiri.


"Duarghhh.......... " Suara ledakan akibat tembakan bola api tersebut.


Di dalam tenda Arung.


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


Saat mendengar suara ledakan dari tenda sebelah Arung pun terbangun, ia pun kemudian terkejut melihat seorang gadis cantik saat ini sedang memeluk nya hanya dengan mengenakan sehelai handuk transparan saja.


"Mei Mei.... Dia tidak menyerah juga dari semalam,"


"Ugh..... Aku pun tidak tahan lagi." Gumam Arung.


"Arung aku sangat takut saat aku mandi tadi ada yang menyerang tendaku." Ucap Xiao Mei Mei, lalu memeluk Arung.


"Dasar Pendekar Drama, bagaimana bisa seorang Kultivator di ranah alam Naga ciut dengan serangan seperti itu." Gumam Arung.


"Ugh.... Celana ku mulai sempit." Gumam Arung.


"Hahay...... Berhasil aku merasakan nya, ini adalah saat yang tepat menancapkan taring ku di tubuh nya." Gumam Xiao Mei Mei, lalu mulai mencium bibir Arung.


"Ugh......... Sudah kuduga, aku pun tidak kuat lagi." Gumam Arung lalu membalas ciuman Xiao Mei Mei.


Mereka pun berciuman dengan panas nya tampak Aura Api Beku yang mengalir di sekujur tubuh Xiao Mei Mei dan Arung.


"Tidak sia-sia perjuangan ku semalaman ini." Gumam Xiao Mei Mei.


Arung pun mulai mengayunkan lengan nya, sebuah perisai kultivasi tumbuhan pun muncul di sekitar nya.


Satu jam kemudian.


Saat ini Xiao Mei Mei tengah membagi setengah essensi kultivasi nya ke Arung, dengan ini Pendekar Don Juan sudah dua kali berbagi essensi kultivasi sehingga ia harus mengalami Petaka Langit. Sebuah ledakan pun muncul dari arah perisai kultivasi tersebut.


"Duarghhh...................... " Suara ledakan yang dahsyat.


"Akh.......... " Teriak Arung.


Sementara itu Xiao Mei Mei hanya cedera sedikit, sementara Arung cedera sangat parah.


"Dasar Pendekar Don Juan, ini pasti kali kedua nya dia berbagi essensi dengan kultivator di ranah alam naga,"


"Dasar Play Boy...... " Gumam Xiao Mei Mei.


Arung pun lalu bermeditasi berusaha memulihkan kondisinya.


"Ugh..... Sepertinya ini efek karena sudah dua kali meniduri kultivator di ranah alam naga,"


"Nasib-nasib enaknya sesaat ujung nya aku terluka parah." Gumam Arung.


"Uhuk.... Uhuk.... Uhuk..... " Suara batuk darah Arung.


"Arung aku kembali dulu ya." Ucap Xiao Mei Mei, lalu beranjak pergi karena kesal dengan Arung.


Arung hanya mengangguk-ngangguk sebanyak dua kali, saat ini ranah Xiao Mei Mei sudah turun ke ranah alam harimau puncak akibat berbagi essensi tersebut.


"Hah............ " Suara nafas panjang Arung.

__ADS_1


"Habis manis sepah di buang, sudah selesai bersenang-senang dia pun meninggal kan aku." Ucap Arung, lalu mengayunkan lengan nya.


Sebuah perisai kultivasi tumbuhan kembali muncul disekitar nya. Saat ini ranah Arung sudah naik satu tingkat ke ranah alam langit puncak setelah berbagi essensi.


__ADS_2