Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Berkontrak dengan Irish dan Sarah.


__ADS_3

Di Ujung Goa.


Beberapa tembakan bola api hitam beracun melesat ke arah Sarah dari dalam Goa di pinggiran jurang, dengan tenang Gadis Cantik berambut hijau tersebut mulai memotong-motong bola api beracun tersebut.


"Slashh..... Slashh...... Slashh....... " Suara tebasan Pedang Ular Hijau Bertanduk Sembilan saat memotong-motong bola api hitam beracun dengan anggun nya.


"Duargh.... Duargh..... Duargh...... " Suara ledakan saat bola-bola yang terpotong tersebut tersebar ke berbagai penjuru di sekitar jurang.


Agar tidak terkena imbas dari ledakan tersebut, Irish pun memasang perisai kultivasi api hitam beracun di sekitar nya dan calon suaminya, Arung yang melihat kelincahan Sarah pun terpukau seakan tidak percaya.


"Wah..................... "


"Ketrampilan memainkan Pedang yang sangat dahsyat dan juga indah." Gumam Arung saat melihat Sarah berpedang.


Dengan anggun nya Sarah mulai memenggal kepala-kepala Prajurit-Prajurit Ular merah tersebut, teriakan dan jeritan kesakitan pun terdengar dari dalam Goa tersebut.


"Akh...... Akh....... Akh........ " Teriak kesakitan beberapa Prajurit-Prajurit Ular Merah saat tertebas atau tertusuk Pedang Hijau tersebut.


Para Prajurit-Prajurit berusaha menangkis serangan Sarah namun dengan mudah Gadis Ular tersebut memenggal kepala-kepala mereka, tampak di sekitar lantai Goa genangan-genangan darah yang begitu banyak nya. Irish dan Arung pun mulai terbang ke arah ujung Goa tersebut.


"Dup...... Dup........ " Suara Tapak Kaki Arung dan Calon Beast Kontrak nya saat mendarat ke lantai Goa.


"Ugh.... Sarah begitu kejam, ia bahkan tidak hanya memenggal kepala-kepala Prajurit-Prajurit Ular itu, bahkan ia memotong-motong tubuh mereka." Gumam Arung, sambil berjalan di sebelah Irish.


Tampak di lantai Goa mayat-mayat Prajurit-Prajurit Ular dengan tubuh terpotong-potong tergeletak berserakan di sepanjang Goa, sementara itu Sarah terus membantai Prajurit-Prajurit Ular Merah tersebut.


"Akh...... Akh....... Akh........ " Teriak kesakitan beberapa Prajurit-Prajurit Ular Merah saat tertebas atau tertusuk Pedang Hijau tersebut.


"Sepertinya Sarah sangat menikmati pembantaian ini Naga Muda, lihat potongan nya begitu halus dan sempurna." Ucap Irish.


"Ia Irish, kau juga begitu sempurna bagi ku." Ucap Arung.


"Hi.... Hi..... Hi..... " Tawa kecil Irish.


"Dasar Gombal... " Ucap Irish.


Beberapa menit kemudian semua Prajurit-Prajurit Ular telah tewas di tangan Sarah, mereka bertiga pun mulai menelusuri Goa tersebut berniat keluar dan memangsa Ular Merah kembar yang berjaga di mulut tempat tersebut.


"Kau kejam juga ya Sarah, kau bahkan mencincang-cincang tubuh mereka." Ucap Arung.


"Itu adalah hukuman buat para pengkhianat-pengkhianat tersebut, sebentar lagi akan kujadikan arak darah kedua Jendral itu." Ucap Sarah.


"Ugh.... Tidak kuduga dibalik kecantikan nya Sarah berdarah dingin, dia mau membuat arak ular." Gumam Arung.


"Untuk kedua Jendral disana biar aku yang menangani nya, Sarah, kalian berdua tidak usah ikut campur." Ucap Irish.


"Malam ini kita akan memakan Sup Ular dengan kualitas daging terbaik, kau harus memakan nya Naga Muda itu baik buat vitalitas mu." Ucap Irish, lalu menoleh ke arah tuas milik Arung.


"Ugh.... Sepertinya setelah bencana akibat Jendral-Jendral Ular ini aku akan mendapat kan ijazah ku." Gumam Arung.


"Baik Irish, apa pun yang kau perintahkan." Ucap Arung.


"Bagus ternyata dia seorang Calon Suami yang penurut." Gumam Sarah.


Mereka bertiga pun terus menelusuri lorong Goa yang telah digali kembali oleh bala tentara yang telah mati tersebut.


Di Mulut Goa.


"Byurrrr................. " Suara hujan deras.


Tampak berdiri sebuah kamp di depan mulut Goa tersebut di depan nya ada sebuah meja kayu, kedua Jendral Kembar tersebut tengah duduk di kursi di meja kayu tersebut saling berhadapan sambil memainkan sebuah permainan poker.


"Ugh..... Sudah hampir tiga bulan berlalu, tapi belum ada kabar dari para Prajurit-Prajurit tersebut." Ucap Jendral Arkan, sambil melihat kartunya.


"Ia Kak, aku sudah bosan menunggu mereka terus, apa kita ikut masuk kedalam saja Kak?" Tanya Jendral Arkon, sambil melihat kartunya.


Tampak diatas meja tiga buah kartu As dan dua buah Kartu King, sementara itu kartu milik Jendral Arkon adalah King King dan kartu milik Jendral Arkan adalah As 2.


"Ha... Ha.... Aku pasti menang Four of Kind King, kau kalah Kakak." Gumam Jendral Arkon.


"Kakak aku all ini, 10 ribu koin emas." Ucap Jendral Arkon lalu mendorong seluruh tumpukan uang nya.


"Dasar Adik Bodoh....... " Gumam Jendral Arkan, lalu ikut bertaruh.


"Ayo siapa takut." Ucap Jendral Arkan, lalu mendorong kantong emas milik nya.


Jendral Arkon mulai memperlihatkan kartu milik nya diatas meja kayu tersebut.


"Four of kind King Kak, kau kalah." Ucap Jendral Arkon.


Lalu berusaha mengambil uang taruhan di atas meja kayu tersebut, namun Jendral Arkan mencegah nya.

__ADS_1


"Eits.... Tunggu dulu Adik, aku yang menang Four Of Kind As, aku sungguh beruntung." Ucap Jendral Arkan lalu memperlihatkan kartunya.


"Ugh...... Aku kalah lagi." Gumam Jendral Arkon.


Beberapa saat kemudian Irish dan yang lain nya pun keluar dari dalam mulut Goa tersebut. Kedua Jendral pun terkejut saat mengetahui kultivasi Ratu Ular yang sudah kembali ke puncak kejayaannya berkat Pil Pembalik Takdir sebelum nya.


"Kakak, Gawat bagaimana ini?" Tanya Jendral Arkon.


"Adik, atu Ular tidak akan melepaskan kita, pilihan kita hanya bertarung walau harus mati." Ucap Jendral Arkan, lalu mencabut Pedang Ular Merah Bertanduk Sembilan di pinggang nya.


"Baik Kak, ayo kita bertarung dengan Ratu ******* itu." Ucap Jendral Arkon, lalu mulai mencabut Pedang Ular Merah Bertanduk Sembilan di pinggang nya.


"Kalian berdua tunggu lah disini." Ucap Irish, lalu mengeluarkan Pedang Ular Putih Bertanduk Sembilan milik nya.


"Baik Irish." Ucap Arung.


"Hyattttt............ " Teriak Kompak Kedua Jendral Kembar tersebut, lalu mulai menerjang ke arah Irish.


"Mereka berdua memang pemberani, salah nya mereka berada di pihak yang salah." Gumam Irish, lalu menerjang ke arah kedua Jendral tersebut.


Ketiga Pedang di ranah alam dewa puncak tersebut pun saling beradu.


"Tring....... Tring....... Tring....... "


"Tring....... Tring....... Tring........ " Suara ketiga pedang saling beradu.


Irish pun melesatkan tenaga dalam berbentuk ribuan ular dari telapak tangan nya ke arah kedua Jendral tersebut.


"Ugh..... Arkon hati-hati." Teriak Jendral Arkan, sambil menebas energi putih yang berbentuk ribuan ular tersebut.


Jendral Arkan dan Arkon pun terus menebas Ular-Ular Putih tersebut dan tidak menyadari kehadiran Irish di belakang nya.


"Arkon... Matilah." Bisik Irish, lalu memenggal kepala Jendral Arkon.


"Slash......... " Suara Pedang saat memenggal salah satu kepala Jendral tersebut.


"*****.......... " Suara muncratan darah dari leher yang tak berkepala tersebut.


"Brukkkk...... " Suara saat tubuh Jendral Arkon tersungkur ke atas tanah dan kembali ke wujud asal nya menjadi seekor Ular Merah Raksasa yang telah tewas dengan kepala terpenggal.


"Arkon........ Dasar *******..... " Teriak Jendral Arkan, lalu mulai menjelma menjadi seekor Ular Merah Bertanduk Sembilan.


"Whusss..... Whusss....... Whuss....... " Suara hempasan angin saat bola-bola api tersebut menerjang ke arah Irish.


Dengan anggun nya Irish membelah bola-bola api yang dahsyat tersebut.


"Duarghhh...... Duarghhh....... Duarghhh...... " Suara ledakan saat bola-bola api yang terbelah tersebut menghantam ke berbagai penjuru.


Untuk menghindari imbas dari ledakan dahsyat tersebut Sarah memasang Kultivasi Api Hitam Beracun di sekitar mereka.


"Aurghhhh............ " Suara Raungan Ular Merah, lalu mulai berusaha menerkam Irish dengan mulut menganga.


Makhluk itu pun berhasil memakan Irish, Arung yang melihat kejadian tersebut pun panik mengira Kekasih Hatinya telah kalah.


"Irish.... Dasar Ular Keparat.... " Teriak Arung, lalu hendak menerjang ke arah makhluk buas tersebut.


Sarah pun menghentikan nya, lalu menenang kan nya.


"Tenanglah Arung, Kakak pasti akan baik-baik saja." Ucap Sarah.


"Akh.............. " Teriak kesakitan Ular Merah.


Tampak sesuatu mencincang-cincang tubuh nya dari dalam, darah pun bermucratan dari tubuh Jendral Arkan yang terpotong-potong, tak lama berselang Ular Merah pun tewas dengan sangat mengenaskan.


"Brukkkk..... Brukkk........ " Suara Potongan Tubuh Ular Merah yang berjatuhan.


Irish pun melesat keluar dari dalam tubuh Beast tersebut, lalu menyimpan kedua tubuh Ular Merah tersebut untuk di Panggang nya nanti. Ia pun memungut dua buah pedang yang di gunakan oleh kedua Jendral tersebut, lalu Irish berjalan ke arah Adiknya dan Peserta Ujian Cintanya.


"Arung ini ambillah kedua Pedang ini, anggap ini adalah mas kawin dari ku." Ucap Irish, lalu memberikan kedua pedang beracun tersebut.


"Baik Sayang." Ucap Arung, lalu menyimpan kedua pedang tersebut.


"Wah..... Naga Muda makin berani, dia sepertinya belum menyadari status Kakak." Gumam Sarah.


"Cepat keluarkan Gulungan Kontrak nya, kau sudah lulus sudah saat nya kita berkontrak." Ucap Irish.


Arung pun mengeluarkan Gulungan tersebut, Irish pun mulai meneken perjanjian tersebut, begitu pun dengan Naga Muda. Beberapa saat kemudian dua buah rantai putih melesat masuk ke dalam jantung mereka berdua, lalu mulai melilit kedua jantung mereka.


"Oh... Jadi seperti ini rasanya berkontrak dengan Beast Kuno." Gumam Arung.


"Sarah, tunggu apa lagi, cepat kemari." Ucap Irish.

__ADS_1


"Lho.... Kenapa ia memanggil Sarah." Gumam Arung.


"Baik Kakak." Ucap Sarah.


Sarah pun berjalan menuju gulungan yang sedang melayang tersebut, lalu mengambil pena di tangan Irish dan mulai meneken perjanjian tersebut. Alang kah terkejut nya Arung menyaksikan peristiwa tersebut, Irish pun mulai menjelaskan semuanya.


Beberapa menit kemudian.


"Apa.......... "


"Jadi apabila aku berkontrak dengan mu, aku pun berkontrak dengan Sarah?" Tanya Arung.


"Benar Naga Muda." Ucap Irish, lalu mulai berjalan menghampiri Naga Muda tersebut.


Tangan ramping Irish mulai memeluk leher Naga Muda tersebut, lalu ******* bibir nya.


"Irish..... " Gumam Arung.


Irish pun menggigit bibir Arung sedikit menandakan dia dan Naga Muda telah menikah menurut adat di Planet tersebut.


"Aduh....... " Teriak Arung, lalu menyudahi ciuman mereka.


"Kenapa kau menggigit ku Irish?" Tanya Arung.


"Ugh..... Kakak sudah melakukan nya, dia benar-benar serius terhadap hubungan ini." Gumam Sarah.


"Itu tanda bahwa kita sudah menikah Naga Muda, dan kau sudah resmi menjadi suami ku, Sarah sekarang giliran mu." Ucap Irish.


"Apa........ Adat di kedua Planet ini sungguh aneh." Gumam Arung.


Sarah pun mulai menghampiri Arung, kedua tangan ramping nya pun mulai memeluk pinggang nya.


"Sarah.... " Ucap Arung, lalu menoleh ke arah Irish.


Ciuman lembut pun bersarang di bibir Suami Irish tersebut, ia pun pasrah dengan kejadian tersebut, Sarah pun menggigit lidah Arung menandakan ia telah menjadi istri Naga Don Juan tersebut.


"Pesta nya akan di langsungkan saat keadaan sudah aman Arung." Ucap Sarah, lalu menyudahi ciuman mereka.


Arung hanya diam dan membeku atas kejadian pernikahan nya dengan dua Gadis Cantik sekaligus, Sarah pun mulai menjelaskan mengenai perjanjian nya dengan Irish serta hubungan mereka yang tidak sedarah. Setelah penjelasan tersebut, suami dan istri-istri nya tersebut mulai melanjutkan perjalanan mereka menuju desa terdekat.


Sebulan kemudian.


Desa Hutan Ular Tropis.


Setelah menelusuri hutan tersebut selama sebulan mereka pun tiba di sebuah desa di pinggiran hutan tersebut. Mereka pun mulai menginap di sebuah penginapan berlantai tiga di Desa tersebut, saat ini suami dan istri-istri nya tersebut tengah bersantai di cafe di dalam penginapan tersebut.


"Wah.... tidak kusangka Irish benar-benar memasak Daging kedua Jendral tersebut." Gumam Arung, lalu mulai menyantap daging tersebut.


Sesampai di penginapan tersebut, Irish menyuruh koki di penginapan tersebut membuat masakan berbahan baku daging Ular Merah tersebut, sementara itu darah dari makhluk buas tersebut di jadikan arak oleh Sarah.


"Ahhh..... Arak Ular Merah ini benar-benar nikmat." Ucap Sarah, sambil meneguk arak tersebut.


"Sarah teman-teman kita sedang menuju kemari mungkin seminggu lagi mereka akan tiba di sini." Ucap Irish.


Sebelumya Irish sudah menelpon para Jendral yang masih setia dengan nya guna merebut kembali kekuasaan dari tangan Perdana Menteri Ular.


"Fiuh..... "


"Syukurlah, kalau begitu aku akan pamit setelah makan malam ini." Gumam Arung, berniat kembali ke Kapal Layar Langit.


"Baguslah Kak, aku ingin meminum darah ******** tersebut." Ucap Sarah, lalu kembali meneguk arak tersebut.


Cafe ini sedang ada live akustik musik nya, Arung pun ingin memberikan sebuah kenangan indah saat ia pergi meninggalkan Planet Kuno Jupiter tersebut.


"Irish, Sarah, aku akan menyanyikan sebuah lagu buat kalian." Ucap Arung, lalu mulai berjalan ke arah panggung kecil tersebut.


Sementara itu kedua Kakak Beradik tersebut hanya saling bertatapan.


"Lagu?" Gumam Irish.


Setelah berbicara sesaat dengan para pemain band di panggung tersebut, Arung pun duduk di sebuah kursi sambil memegang gitar di tangan nya.


"Kakak, lihat itu Naga Muda, apa dia sedang mabuk karena meminum arak ular ini?" Ucap Sarah.


"Sepertinya ia Adik, Naga Muda mabuk, kita tunggu saja ia mulai tak sadar kan diri baru membawanya kembali ke dalam kamar." Ucap Irish.


Kedua Gadis Ular ini pun mulai gagal paham dan mengira Arung sedang mabuk setelah meminum Arak Ular. Ia pun mulai memetik dawai gitar nya, alunan suara merdu pun mulai keluar, tampak para pengunjung mulai membisu dan mengalihkan pandangan nya ke arah Kultivator Musisi tersebut.


"Ugh... kenapa perasaan ku sesak ya?" Gumam Irish, sepertinya telah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.


"Tampan nya suami ku." Gumam Sarah yang sudah sedikit mabuk karena arak ular tersebut.

__ADS_1


__ADS_2