
Karena terburu-buru Shilla pun mulai berangkat menuju AKPAVLA tanpa sarapan pagi terlebih dahulu.
"Kak Mei Mei, Arung, aku berangkat duluan yach." Ucap Shilla lalu mulai menutup pintu.
"Dup.................. " Suara pintu kamar tertutup.
"Arung........ayolah Shilla udah pergi tuch, Kak Yuki seperti nya akan bangun kesiangan." Ucap Xiao Mei Mei lalu mulai memeluk leher suami nya tersebut.
"Ugh.... hari ini aku harus pergi ke kelas Mei Mei, jika melakukan nya sekarang aku khawatir aku tidak akan sempat lagi masuk ke dalam kelas." Gumam Arung.
Xiao Mei Mei pun mulai mencium bibir Suami nya tersebut, beberapa saat kemudian terdengar suara batuk di sebelah nya.
"Uhuk.... Uhuk.... Uhuk...... " Suara batuk Kak Yuki.
"Ugh..... Kak Yuki ternyata, padahal aku baru aja mau start duet basah bersama suamiku." Gumam Xiao Mei Mei lalu mulai menyudahi ciuman nya.
Yuki Tiger pun duduk di hadapan mereka dengan anggun dan tenang lalu mulai mengambil nasi dan lauk yang ada di atas meja tersebut.
"Kalian bisa melanjutkan nya di dalam kamar Arung." Ucap Yuki sambil menyantap hidangan dengan anggun.
"Gak apa Matriak, lagian aku harus kembali ke kelas sekarang." Ucap Arung lalu mulai beranjak keluar dari dalam kamar tersebut.
Saat ini tinggal Xiao Mei Mei dan Yuki Tiger di dalam bola ruang tersebut.
Beberapa jam kemudian.
Di Lapangan belakang Gedung AKPERTI.
Tampak ada sekitar 1000 Komandan baru yang sedang berbaris di halaman tersebut, dan seperti biasa nya Arung dan Lily berada di barisan paling belakang.
"Ada apa lagi ini Lily?" Bisik Arung.
"Sepertinya ini adalah misi sekalian latihan pengawalan abang ipar, itu yang aku dengar?" Bisik Lily.
"Apa yang mau kita kawal Lily?" Bisik Arung.
"Aku juga belum tahu Abang Ipar, katanya misi ini langsung instruksi dari Kakak Pertama." Bisik Lily.
"Misi dari Kaisar Es, Jangan-jangan ini ada hubungan nya dengan Matriak Yuki yang menelpon Kaisar Es semalaman suntuk tersebut?"
"Mungkinkah ini misi mencari buah pohon kematian, jika benar maka Kaisar Es menyalah gunakan kekuasaan nya untuk kepentingan pribadi?" Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian Bu Janet, Pak Thio, Nona Blue, dan Nona Lin terbang lalu mendarat di hadapan para Komandan-komandan baru tersebut.
"Dup.............. " Suara saat Tapak kaki mereka mendarat ke atas tanah.
Bu Janet pun maju ke, depan, ia mulai menatap ke sekeliling Komandan-Komandan Baru tersebut terlebih dahulu.
__ADS_1
"Dengarkan semuanya Kadet-Kadet, hari ini kita akan mendapatkan perintah langsung dari Kaisar Es untuk mengawal Calon Peserta Ujian Alkemis di AKPAVLA untuk pergi mencari Buah Pohon Kematian di Planet Obat dan Racun Merkurius,"
"Ini adalah misi sekalian latihan pengawalan, kita akan menunggu kedatangan para calon peserta tersebut di sini, kalian paham." Ucap Bu Janet menggunakan jurus auman nya.
"Ternyata benar dugaan ku." Gumam Arung.
"Paham Bu..... " Sahut Komandan-komandan baru tersebut.
Hotel Paviliun Racun Cabang Kota Seribu Obat.
Saat ini di atas atap Hotel Paviliun Racun tampak Komandan White Rock tengah bermeditasi sekalian sedang mengatur strategi pembunuhan Tunangan Jendral Es tersebut.
"Aku tidak boleh gegabah, di AKPERTI terdapat banyak kultivator kuat dan jumlah Kadet di sana mencapai 10 kali lipat jumlah Prajurit-Prajurit ku." Gumam Komandan White Rock, tampak sepuluh Prajurit-Prajurit White Rock berjaga di sekeliling nya.
Ternyata Kelompok Assasin White Rock telah tiba di Kota Seribu Obat lalu tengah mengatur strategi pembunuhan Tunangan Jendral Es tersebut.
Gazebo Kediaman Perdana Menteri Azura.
Tampak seorang gadis cantik seorang diri di dalam gazebo tersebut, ia saat ini hendak menelpon anak nya Dilla. Beberapa saat kemudian Dilla pun mengangkat HP nya, rencana mengadu domba Ratu Racun dan Jendral Es pun di mulai.
"Halo Gadis Kecil ku, ku dengar kau hari ini mau bertamasya ke Planet Merkurius ya." Ucap Perdana Menteri Azura melalui HP.
"Iya Ma,... aku akan mengikuti ujian tahap kedua di sana." Ucap Dilla melalui HP.
"Bagaimana dengan perintah ku yang sebelum nya, apa video konspirasi itu sudah selesai di buat?" Tanya Perdana Menteri Azura melalui HP.
"Bagus.... bagus.... kau memang putri ku, bagaimana apa sudah ada kabar dari Paman mu?" Tanya Perdana Menteri Azura melalui HP.
"Saat ini divisi Prajurit-Prajurit Kepolisian tersebut sedang mencari Paman, tapi belum ada kabar sama sekali ma." Jawab Dilla melalui HP.
"Ya sudah kalau begitu." Ucap Perdana Menteri Azura melalui HP.
"Beep..... Beep..... Beep......... " Suara HP di matikan.
"Mama.... Mama..... di otak nya hanya ada konspirasi melulu." Gumam Dilla, yang lagi berbaris di Lapangan AKPAVLA.
Kembali ke Lapangan Belakang Gedung Berbentuk Pedang Menancap tersebut.
3000 Peserta Ujian Alkemis pun tiba di lapangan tersebut, mereka mengenakan pakaian serba putih, sementara itu para Komandan-Komandan Baru mengenakan seragam berwarna merah. Para peserta tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Obat SINYO SAKURA. Orang ini termasuk salah satu yang mengatur misi pembunuhan terhadap Komandan Don Juan tersebut di Guild Assasin Hitam.
"Ugh.... jika melihat kumpulan Komandan-komandan Baru ini hatiku terasa perih, aku jadi teringat pengalaman pahit di atas arena di Kota Awan Hitam sebelum nya,"
"Manusia cabul itu pasti ada di dalam barisan tersebut." Gumam Menteri Obat, sambil berjalan ke arah Bu Janet kemudian berbisik kepada nya.
Beberapa saat kemudian Bu Janet pun mulai melayang, begitu pula dengan Menteri Obat, Pak Thio, Nona Blue, dan Nona Lin.
"Baiklah jadi kalian akan kami biarkan saling mengenal terlebih dahulu, lalu pilih lah tim kalian masing-masing,"
__ADS_1
"Satu orang Komandan akan mengawal tiga orang calon alkemis." Ucap Bu Janet menggunakan jurus auman.
Kericuhan pun mulai terjadi di antara kedua barisan tersebut, sementara itu Menteri Obat terus mengamati ke barisan komandan-komandan baru berniat mencari orang yang paling di bencinya yaitu Arungbijak Tiger.
"Kalian paham kan." Ucap Bu Janet dengan jurus auman nya.
"Paham Bu..... " Teriak Kompak mereka semua nya, sesudah itu para dosen dan Menteri obat pun mulai meninggalkan lapangan untuk sementara.
"Whussss........ " Suara hempasan angin saat mereka mulai meninggalkan lapangan tersebut.
"Sebaiknya aku menyewa beberapa assasin untuk membunuh saingan cintaku di Planet Merkurius nanti nya, sudah beberapa bulan berlalu namun Guild Assasin belum mampu menghabisinya, sebaiknya aku bertindak sendiri." Gumam Menteri Sinyo Sakura sambil melesat terbang ke Gedung AKPERTI mereka berniat minum kopi di kantin Akademi tersebut.
Kembali ke Lapangan.
Akhirnya Komandan Don Juan tersebut berpasangan dengan Shilla dan Ayu, tampak saat ini mereka tengah duduk di pinggiran Danau Raja Siluman Petir menikmati pemandangan di sana. Pendekar Don Juan tersebut sedang menghisap tembakau ular dengan pipa hisap giok nya.
"Whussss............. " Suara hembusan asap rokok.
"Sayang aku sangat senang, ternyata ujian ke dua ini kita bisa bersama." Ucap Shilla sambil memeluk Arung.
"Shilla, ingat aku juga se tim dengan kalian." Ucap Ayu.
"Iya Ayu, jadi siapa rekan se tim kita yang satunya lagi?" Tanya Shilla.
"Aku terserah pada mu saja Shilla, Ayu." Jawab Arung.
"Begini saja Arung, Shilla, kita tunggu saja seseorang meminta bergabung dengan kita, bagaimana?" Tanya Ayu.
"Iya benar Yu." Ucap Shilla.
"Oh iya......Shilla, aku sampai lupa, ini harta hasil bagian mu saat di perpustakaan kuno." Ucap Arung lalu memberikan Shilla sebuah cincin.
"Apa ini Arung?" Tanya Shilla.
"Cincin ini berisi 20 pil awet muda, lalu satu rak buku Kuno, dan beberapa salinan Kitab jurus seni bela diri." Jawab Arung.
"Iya Shilla, aku pun mendapatkan nya, ini semua harta yang kita peroleh sewaktu di Perpustakaan Kuno." Ucap Ayu.
"Pil Awet Muda, mama pasti akan senang sekali." Gumam Shilla.
"Terima kasih sayang." Ucap Shilla, lalu mulai memeluk Arung dan mencium nya kembali dengan membara.
"Ugh...... sepasang kekasih ini membuatku jadi iri." Gumam Ayu lalu mulai meninggal kan tepian danau tersebut.
Shilla dan Arung pun mulai berciuman di semak-semak belukar di Tepian Danau Raja Siluman Petir yang indah tersebut.
TO BE CONTINUED.........
__ADS_1
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].