
Tujuh Bulan kemudian Setelah Keberangkatan Komandan Arung ke Planet Kuno Jupiter, Kota Seribu Obat.
Tampak Shilla dan Istri dari Kekasih nya tersebut tengah berkendara dengan Mobil Minibus Merah yang baru saja di beli oleh nya.
"Buset.........sejak kapan Shilla jadi banyak duit seperti ini, sebaiknya aku bertanya kepada nya saja." Gumam Xiao Mei Mei, yang tengah duduk di sebelah nya.
"Shilla, semenjak tinggal di Kota Awan Hitam bersama suami ku, eehh maksudku Arung kau jadi makin banyak duit saja yach." Ucap Xiao Mei Mei mencoba mengorek informasi dengan cara yang halus.
"Suami, Dasar Pelakor, aku yang berpacaran dengan Arung malah Kak Mei Mei yang di nikahi Pendekar Fuckboy itu." Gumam Shilla, sambil menyetir mobil.
"Ini uang pemberian Arung, Kak Mei Mei." Ucap Shilla.
"Apa..... awas dia kalau balik nanti, aku juga mau sebuah mobil mewah seperti Shilla,"
"Dia harus nya adil terhadap istri-istri nya." Gumam Xiao Mei Mei.
"Kok termenung Kak?" Tanya Shilla.
Mobil Minibus Merah tersebut mulai memasuki gerbang masuk AKPAVLA, sebuah jembatan dengan panjang sekitar 1 km pun terbentang di depan gerbang tersebut.
NOTE : AKPAVLA adalah kepanjangan dari Akademi Paviliun Alkemis.
"Wah.... berapa kali pun aku melihat pemandangan di Jembatan Obat ini, aku selalu takjub dengan pemandangan nya." Ucap Xiao Mei Mei.
"Ia Kak Mei Mei, apa kita berhenti dulu di restaurant di tengah jembatan itu?" Tanya Shilla.
"Wah.... Shilla tampak nya memiliki banyak sekali uang, saat suami ku itu pulang aku harus meminta uang belanja jatah untuk ku." Gumam Xiao Mei Mei.
"Kak Mei Mei termenung lagi, dia pasti memikirkan Komandan Don Juan itu, semoga saat pulang nanti dia tidak membawa istri lain nya." Gumam Shilla.
"Boleh Shilla, sekalian kita sarapan terlebih dahulu." Ucap Xiao Mei Mei.
Shilla pun mulai menepikan mobil baru nya itu di parkiran Restoran Obat tersebut, mereka pun berhenti untuk sarapan serta menikmati pemandangan indah di Danau Raja Siluman Petir tersebut.
"Ayo Kak Mei Mei, kita turun." Ucap Shilla.
Xiao Mei Mei dan Shilla mulai turun dari dalam mobil, lalu mulai memasuki Restoran Obat.
Restoran Obat.
Tampak di dalam restoran tersebut sudah di penuhi oleh pengunjung-pengunjung berpakaian serba putih, Xiao Mei Mei dan Shilla pun duduk di pojokan tempat tersebut.
"Pemandangan nya sangat indah dari sini Shilla, aku jadi teringat Kekasih mu itu sedang ngapain?" Tanya Xiao Mei Mei.
"Mungkin dia sedang sarapan pagi kayak kita Kak." Ucap Shilla.
"Shilla.... Shilla.... aku yakin Arung saat ini sedang bersama Gadis-gadis, aku jadi teringat dengan bocah kecil yang memanggil nya Papa Arung." Gumam Xiao Mei Mei.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, seorang pelayan laki-laki datang menghampiri mereka berdua.
Saat Ini di Kapal Layar Langit, di dalam Kamar VIP.
Kapal Layar Langit saat ini sedang berlayar di ruang angkasa kembali ke Planet Bumi.
"Zzztttttt.........." Suara tidur Arung.
Tampak Komandan Don Juan tersebut tengah terbaring pingsan di atas ranjang selama beberapa bulan ini, ia di rawat oleh kedua Kekasih nya.
"Gisel, kita harus mengurangi minum-minuman keras saat bertugas, terakhir kali kita berdua mabuk Komandan kita terluka parah." Ucap Luna.
"Aku setuju Kak Luna, kasihan Arung, jika saja kita tidak mabuk saat itu kita pasti bisa membantu nya." Ucap Gisel.
Kedua Gadis Cantik ini sudah mulai menyadari kerugian saat mabuk-mabukan pada jam kerja.
"Mau bagaimana lagi Gisel, semua telah terjadi, untung saja Komandan Lily menyelamatkan nya saat itu." Ucap Luna.
Beberapa saat kemudian Komandan Don Juan itu pun mulai sadar kan diri.
"Ugh..... kepala ku sakit sekali." Ucap Arung, lalu mulai duduk di atas ranjang.
Tampak di sisi ranjang nya tiga buah Pedang milik nya bersandar dengan rapi di dinding tersebut. Mendengar suara Kekasih Sah nya, Gisel pun berlari dan memeluk nya.
"Arung........ "
Luna pun berjalan ke arah ranjang, lalu duduk di atas nya.
"Kau membuat ku khawatir Komandan." Ucap Luna.
"Sudah tenang lah, aku baik-baik saja, sebenarnya apa yang terjadi Luna?" Tanya Arung.
"Aku jadi kembali curiga terhadap Komandan Don Juan ini, kenapa dia tidak menanyakan kepada ku kronologis ceritanya, kenapa dia malah menanyakan perihal tersebut kepada Kak Luna." Gumam Gisel.
Luna pun mulai menceritakan kronologis cerita nya. Beberapa saat kemudian ia pun selesai menceritakan segala kejadian nya.
"Oh jadi begitu.... "
"Oh iya Gisel, aku sampai lupa, ini ambillah bagian mu hasil yang kita peroleh saat penjelajahan kita ke Perpustakaan Kuno tempo dulu." Ucap Arung, lalu memberikan sebuah cincin kepada Gisel.
"Aku sampai lupa." Gumam Gisel, lalu mulai menyimpan cincin tersebut.
"Wah...... mereka lagi bagi-bagi harta, aku jadi iri karena gak kebagian." Gumam Luna.
"Apa isinya Jupiter?" Tanya Gisel.
"Satu Rak Buku-Buku Kuno, 20 Pil Awet Muda Tingkat Misterius, dan 8 Salinan Kitab Jurus." Ucap Arung.
__ADS_1
"Pil Awet Muda Tingkat Misterius, aku juga mau donk Komandan." Ucap Luna keceplosan.
Arung pun mengambil Pil Awet Muda dan Pil Nafas Air milik nya lalu memberikan nya kepada Luna.
"Ini ambillah Luna, Pil Awet Muda Tingkat Misterius, dan sebuah Pil Nafas Air, kalian kan akan menjadi wakil-wakil ku, jadi kalian berdua harus kuat." Ucap Arung.
"Sejak kapan Komandan Don Juan ini berani menasehati Kak Luna, aku mencium sesuatu hubungan yang terlarang." Gumam Gisel.
"Siap Komandan." Ucap Luna, lalu mengambil kedua buah pil tersebut dari tangan Komandan nya.
"Ugh..... keadaan makin aneh, sejak kapan pula Kak Luna jadi patuh seperti ini?" Gumam Gisel.
Beberapa saat kemudian Luna mulai mengkultivasikan kedua pil tersebut, begitu pula dengan Gisel, Gadis Cantik ini langsung mengkultivasi kan Pil Awet Muda tersebut.
"Ugh..... tubuhku masih terasa sakit semua nya, sebaik nya aku bermeditasi saja, seraya memulihkan tenaga dalam ku." Gumam Arung, lalu mulai duduk bersimpuh di atas ranjang tersebut.
Mansion Utama AKPAVLA.
Tampak di pagi itu sudah banyak sekali Peserta Ujian yang berkumpul di dalam lobi mansion utama, tampak sebuah papan pengumuman yang memuat naga-Naga peserta yang lolos ujian tahap pertama.
"Shilla, rame sekali di sini ya?" Tanya Xiao Mei Mei.
"Ia Kak, kudengar hanya 500 orang peserta yang lulus ujian tahap pertama ini, kemudian akan di seleksi lagi di Ujian Tahap Kedua nanti nya." Ucap Shilla.
Beberapa saat kemudian Ayu Alba pun menghampiri mereka.
"Hai Shilla." Sapa Ayu.
"Ayu, ngapain disini?" Tanya Shilla.
"Aku juga ingin melihat pengumuman Shilla, apa aku lulus atau tidak?" Jawab Ayu.
"Halo Kak Mei Mei." Sapa Ayu.
"Oh.. ia Ayu, sudah sono kalian lihat lah pengumuman tersebut." Ucap Xiao Mei Mei.
"Ayo Ayu." Ucap Shilla.
"Ayo...... " Ucap Ayu.
Mereka berdua pun mulai masuk berdesakan ke tengah kerumunan hingga tiba tepat di depan, nama mereka berdua terdapat di dalam papan pengumuman tersebut.
"Kya...... syukurlah kita berdua lulus." Ucap Shilla.
"Iya Shilla, gak sia-sia aku belajar giat selama ini." Ucap Ayu, mereka berdua pun berpelukan sesudah nya.
Peringkat satu ujian kali ini adalah Dilla Azura lalu peringkat kedua adalah Milea Lightening, sedangkan Ayu dan Shilla peringkat 100 dan 125.
__ADS_1