Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Serangan Kelompok Assasin Black Rock bagian Awal.


__ADS_3

Alunan musik akustik yang sangat indah di mainkan oleh kultivator tampan berambut biru tersebut, tampak Gadis-Gadis Cantik di dalam cafe tersebut mulai terpesona dengan penampilan nya begitupun dengan kedua istri yang baru di nikahi nya tersebut.


"Arung... aku akan ******* mu tak bersisa setelah konser ini, ugh.....suaranya menggelitik relung-relung hati ku, aku gak kuat banget." Gumam Sarah yang pipinya mulai merah merona.


Sarah pun mulai terpaku dengan penampilan Robin Hood Cinta tersebut, ia mulai membayangkan hal-hal yang berbau dewasa. Irish mulai mengagumi sosok Naga Muda nya, cinta nya semakin besar terhadap Kultivator yang berasal dari Planet Bumi tersebut.


"Sayang, tidak kusangka kau begitu romantis, aku makin cinta." Gumam Irish mulai Baper.


NOTE : BAPER kepanjangan nya Bawa Perasaan.


Sebuah lagu berjudul PERGILAH KASIH mulai di nyanyikan dengan penuh penghayatan oleh Arung sebagai kado perpisahan yang termanis buat Irish dan Sarah.


"TAK PERNAH KU SANGKA INI TERJADI,"


"KISAH CINTA YANG SUCI INI,"


"KAU TINGGALKAN BEGITU SAJA, SEKIAN LAMA NYA KITA BERDUA." Nyanyian Merdu sang musisi dadakan.


Mendengar alunan merdu, petikan dawai gitar dan nyanyian romantis sang musisi dadakan tersebut. Gadis-gadis cantik pun mulai berdiri di depan panggung kecil cafe tersebut sambil melambai-lambai kan tangan nya, mengikuti ritme musik dan juga berniat menyaksikan penampilan musisi tampan tersebut, begitupun kedua Kakak Beradik tersebut.


"Kya........ Ganteng nya Kebangetan......." Ucap salah satu Gadis tersebut.


"Tampan nya.... " Ucap Gadis Cantik lain nya.


"Naga hati ku, kau begitu romantis, ugh.... aku tidak tahan segera melangsungkan malam pertama kita." Gumam Irish.


"My Honey Sweety ku Saranghae........ " Gumam Sarah.


Sarah sering mengikuti drama-drama Koreas sehingga dia paham sedikit bahasa Kerajaan Koreas tersebut.


"TAK KU SANGKA BEGITU CEPAT BERLALU,"


"TUK MENCARI KESOMBONGAN DIRI, LUPA SEGALA YANG PERNAH KAU UCAP KAN,"


"KAU TINGGAL KAN AKU........... " Nyanyian merdu musisi dadakan tersebut di tambah kemampuan Dragon Love milik nya membuat hati Gadis-gadis Ular di cafe tersebut mulai meleleh dan ingin memakan hidup-hidup Arung saat ini.


"Naga Hatiku, Saranghae.................. " Ucap Irish dengan ekspresi yang terhanyut romantisme Naga Pencuri Hati tersebut.


"Ugh..... aku gak kuat, Arung.......... " Gumam Sarah, dengan pipi yang merona merah.


Lagu sang musisi tampan pun mencapai klimaks nya yang membuat hati para wanita di cafe tersebut bergetar dan merinding lalu haus akan cinta dari musisi dadakan tersebut.


REFF :


"PERGILAH KASIH, KEJARLAH KEINGINAN MU........ "


"SELAGI MASIH ADA WAKTU.................................... "


"JANGAN KAU HIRAUKAN DIRIKU............................. "


"AKU RELA BERPISAH, DEMI UNTUK DIRIMU........... "


"SEMOGA TERCAPAI SEGALA KEINGINAN MU........ " Nyanyian merdu musisi tersebut.


Tampak para gadis mulai menangis kecil dan mengalirkan air mata mendengar lagu patah hati tersebut, setelah Arung menyelesaikan menyanyikan lagu tersebut ia langsung di tarik ke dalam kamar oleh Sarah dan Irish. Panggung solo Arung pun di mulai di atas ranjang kamar tersebut bersama Irish dan Sarah yang sudah ingin memangsa nya sejak reff lagu tadi. Para Gadis-gadis Ular lain nya hanya bisa melihat saja saat Musisi Hati mereka di bawa paksa oleh dua orang Kultivator Senior, mereka tertekan oleh kultivasi kedua Kakak Beradik tersebut dan membiarkan Vokalis tersebut konser solo dengan dua Ular Senior tersebut.


"Dup................. " Suara pintu kamar mereka tertutup dengan tenaga dalam Irish.


Kembali ke Pelabuhan Planet Kuno Jupiter.


Kapal Layar Langit yang di tumpangi oleh Kelompok Assasin Black Rock pun baru saja tiba di Pelabuhan tersebut, seharusnya kelompok mereka telah sampai berbarengan dengan Kapal Layar Langit milik Akperti, hanya saja karena ada kerusakan pada Kapal mereka jadwal kedatangan mereka pun jadi terlambat beberapa bulan dan baru tiba sekarang.


"Dup...................... " Suara Kapal Layar Langit saat berlabuh di Pelabuhan tersebut.


Komandan Black Rock beserta Prajurit-Prajurit nya pun mulai turun ke Pelabuhan tersebut, Komandan Cantik Berambut Putih itu pun berjalan dengan anggun nya lalu mulai mengatur strategi pembunuhan Kultivator yang bernilai 10 Milyar Koin Emas.


"Perintahkan kepada semuanya untuk bersembunyi di sekitar sini dan tunggu aba-aba dariku baru kita bumi hanguskan Pulau Melayang ini." Perintah Komandan Black Rock.


Tampak orang-orang dan Kultivator-Kultivator yang ada di sekitar Pelabuhan menatap ke arah kelompok Assasin Black Rock tersebut dengan tatapan curiga, setelah mendapatkan perintah dari Komandan nya para Prajurit-Prajurit itu pun mulai bersembunyi di sekitar tempat tersebut secara terang-terangan.


"Baiklah, sekarang aku tinggal menunggu Arung lengah lalu langsung menyerang nya, dan misi kita selesai, aku akan ke Pulau Koreas selanjut nya untuk berrlibur." Gumam Komandan Black Rock, lalu masuk ke Warkop dimana Bu Janet dan Pak Thio sedang minum kopi.

__ADS_1


"Kraaakkkk............... " Suara pintu warung terbuka.


Pak Thio dan beberapa pengunjung di dalam Warung tersebut mulai menatap ke arah Komandan Black Rock lalu mulai kagum terhadap kecantikan Gadis Assasin tersebut.


"Wah..... Cantik Banget, sayang dada nya kecil, kalau saja dada nya sebesar punya Bu Janet aku pasti akan melamarnya." Gumam Pak Thio, sambil menatap ke arah dada Bu Janet.


Warung kopi di Pinggir Pelabuhan.


Komandan Black Rock pun duduk di bangku yang langsung berhadapan dengan Kapal Layar Langit milik Akperti, saat ini Assasin berdarah dingin tersebut sedang mengintai Kapal milik Akperti tersebut.


"Semoga dia cepat muncul dan lengah,"


"Begitu Arung muncul aku harus segera menghabisi nya." Gumam Komandan Black Rock.


Tampak di bangku lain nya Bu Janet dan Pak Thio sedang duduk dan minum kopi bersama.


"Wah.....dua bulan lagi kita akan kembali ke Planet Bumi aku sungguh senang Bu Janet, akhirnya aku bisa berkumpul kembali dengan anak dan istri-istri ku." Ucap Pak Thio yang sebenar nya sedang menyindir Bu Janet.


"Dasar tua bangka, dia sengaja berbicara mengenai topik keluarga, dia tau kalau aku masih jomblo juga sampai saat ini." Gumam Bu Janet.


"Ya, kalau sudah punya anak dan istri sebaiknya kelakuan Pak Asisten Dosen pun jangan yang aneh-aneh lagi, kan malu dengan anak dan istri mu nanti Pak Asisten." Ucap Bu Janet yang menyindir Pak Asisten Dosen tersebut.


"Ugh..... Dasar cewek dada besar kau menyindir ku ya sementara pangkat ku baru saja turun menjadi Asisten." Gumam Pak Thio.


"Iya benar itu, Bu Janet, aku berencana menambah istri lagi kira-kira siapa ya yang cocok buat ku, Bu Janet?" Tanya Pak Thio.


Mendengarkan pertanyaan yang berbau-bau lamaran Bu Janet pun buru-buru mencari alasan untuk kabur dari meja tersebut.


"Aduh... Pak Thio, aku harus menelpon ibu Rektor ada yang harus ku bicarakan dengan nya, aku baru ingat, sebentar ya Pak Thio." Jawab Bu Janet, lalu meninggalkan Pak Thio dan beranjak ke luar.


"Huh........ "


"Dia selalu saja menghindar saat aku akan melamar nya lagi." Gumam Pak Thio.


Ternyata Pak Thio memiliki perasaan benci sekaligus cinta terhadap Bu Janet, sungguh orang tua yang sangat aneh.


"Jika mengingat kejadian ia telah mengambil jabatan dosen ku, aku ingin membunuh nya, tapi jika melihat paras cantiknya aku jadi ingin melamar nya." Gumam Pak Thio, lalu mulai meminum kopi di dalam cangkir tersebut.


Di Luar Warung kopi.


"Sebaiknya aku menghindar untuk sementara waktu, Pak Thio sepertinya ingin melamar ku lagi." Gumam Bu Janet lalu pergi berkeliling di Kota Pelabuhan tersebut.


Tampak di sekitaran Pelabuhan Pemuda-Pemuda Bertopi Bundar, Ber masker, dan Berpakaian serba hitam dengan Pedang Petir tingkat alam bumi di pinggang nya.


"Ugh.... Pemuda-pemuda ini sangat mencurigakan, firasat ku tidak enak saat melihat mereka." Gumam Bu Janet, sambil terus berjalan.


Di dalam Kamar Penginapan.


Beberapa Jam Kemudian, tampak Arung dan kedua istri nya tengah berpakaian, ia hendak kembali ke Kapal Layar Langit saat ini.


"Irish, Sarah, aku harus segera kembali ke Pelabuhan aku pamit dulu." Ucap Arung, lalu mengeluarkan token milik nya.


"Hah...... padahal aku masih ingin bersama nya sedikit lebih lama lagi, ya sudah lah jika aku perlu dengan nya aku tinggal mensummon nya saja." Gumam Irish.


"Ia Naga Muda, Hati-hati ya, ingat kau harus kembali saat kita mengadakan Pesta Pernikahan nanti nya." Ucap Irish.


"Ia, awas jika kau tidak datang, jangan lupa mensummon kami jika kau berada di dalam kesulitan." Ucap Sarah.


Ia pun belum paham dengan perkataan Sarah, para Komandan baru di Akperti belum di ajarkan cara mensummon Beast Kontrak mereka.


"Summon, sebaik nya aku menanyakan hal itu pada Bu Janet nanti nya.


"Tentu saja istri-istri ku." Ucap Arung.


Kedua Kakak Beradik itu pun memeluk Arung bersamaan, tampak air mata mulai menetes di pipi Sarah. Ia pun menghapus air mata di pipi Ular Hijau lalu tersenyum pada nya dan juga pada Irish sambil menghancurkan token teleportasi milik nya.


"Boomm............ " Suara ledakan token nya.


"Blitzzzz............. " Suara Saat Naga Muda di teleportasi kan kembali ke Kapal Layar Langit oleh token tersebut.


Mereka berdua pun hanya berdiri diam di dalam kamar tersebut, sambil menahan pedih akibat perpisahan dengan Suami baru nya.

__ADS_1


"Naga Muda, jangan lupa mensummon ku jika keadaan mu dalam bahaya." Gumam Irish.


"My Honey Sweaty ku Arung, Saranghae..... "


"Jangan lupa mensummon ku saat kau tersesak." Gumam Sarah.


Di Dalam Kamar VIP.


Saat ini hari sudah menjelang malam di Pulau tersebut, tampak Gisel dan Luna sedang galau karena Calon Suami nya tak kunjung kembali, mereka sudah mencoba menelpon nya beberapa kali namun tidak ada jawaban.


"Kak Luna, ayo temani aku minum lagi malam ini, hatiku saat ini sedang gak enak banget Kak." Ucap Gisel, sambil mengeluarkan satu kardus Beer dari dalam cincin ruang milik nya.


"Ugh..... Pendekar Naga kau dimana saat ini, mungkinkah kau sedang bersama Beast-Beast Wanita Cantik di Planet Kuno tersebut, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengangkat telpon ku." Gumam Luna, lalu mulai mengambil beer di dalam kardus tersebut.


"Toss....... Gisel." Ucap Luna.


"Kak Luna memang Kakak yang terbaik, ia tiap malam menemani aku minum terus." Gumam Gisel, lalu kembali melakukan tos beer dengan Kekasih Gelap Calon Suami nya tersebut.


Kedua Wakil Komandan Cantik itu pun mulai minum-minuman keras, beberapa menit kemudian kedua Gadis itu pun mulai mabuk dan tak sadar kan diri.


Di Atas Dek Kapal Layar Langit.


Dalam sekejap mata Komandan Arung pun berpindah tempat ke atas dek Kapal tersebut.


"Dup.....Suara langkah kaki Arung saat mendarat ke atas Dek.


Seorang Komandan gagah perkasa berjubah merah dengan tiga pedang di pinggang nya berdiri di atas dek tersebut, para Komandan lain nya pun menatap ke arah Komandan tersebut yang ternyata adalah Arung. Ia pun mulai menghisap tembakau ular nya, sambil berjalan ke arah pinggiran dek berniat menjelajahi Kota Pelabuhan tersebut.


"Whuss......... " Suara hembusan asap rokok.


"Ugh.... itu kan Tunangan Jendral Es, ternyata dia gagah juga." Bisik salah seorang Komandan Wanita yang sepertinya terbius oleh kemampuan Dragon Love milik Arung.


"Kya...... Ganteng nya." Gumam Komandan Wanita lain nya.


Komandan Tampan berambut biru itu pun mulai berjalan di sekitar pelabuhan, tampak Prajurit-Prajurit Assasin Black Rock telah menyadari kehadiran target nya tersebut dan menunggu aba-aba dari pemimpin nya untuk bertindak.


"Siapa Kultivator-Kultivator berpakaian hitam ini, aku mencium sesuatu yang busuk di sini." Gumam Arung, sudah mulai bersiap untuk keadaan apapun.


Di Dalam Warung Kopi.


Saat Arung mulai turun dari Kapal Layar Langit Komandan Black Rock pun mulai berdiri lalu mulai beranjak keluar dari dalam Warung tersebut, sementara itu Pak Thio masih galau memikirkan Bu Janet yang selalu menghindari lamaran nya.


"Ha.... ha... ha.... " Tawa kecil Komandan Black Rock tersebut, sambil berjalan.


Di Sekitar Pelabuhan.


Komandan Black Rock pun mulai memasang kuda-kuda untuk mulai mensummon Beast Kontrak milik nya, aura petir mulai berkumpul di sekitar nya.


"Keluarlah Putri Ilusi." Ucap Komandan Black Rock.


Seekor Beast Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan sepanjang 100 meter pun muncul di Pelabuhan tersebut, tampak orang-orang di sekitar Pelabuhan tersebut berlarian. Di atas kepala Ular tersebut berdiri Komandan Black Rock dengan gagah nya, lalu mulai mencabut Pedang Petir nya.


"Akh............. " Teriak salah seorang Warga yang ada di tempat tersebut, kemudian lari.


"Serangan Ular, lari..... " Teriak Warga lain nya lalu lari.


"Putri Ilusi sebarkan ilusi mu, kita akan mulai membantai seluruh warga kota ini." Perintah Komandan Wanita yang ternyata sangat kejam tersebut.


"Baik Komandan Black Rock." Ucap Ular Merah Jambu tersebut, lalu mulai menyemprotkan asap berwarna merah jambu ke seluruh Penjuru Kota.


Asap berwarna merah jambu tersebut pun mulai menutupi seluruh Kota, tampak warga di Pelabuhan tersebut mulai bertumbangan saat menghirup asap ilusi tersebut. Beberapa Kultivator menggunakan masker untuk mencegah asap tersebut terhirup, begitu pun dengan Arung.


"Ugh.... Benar Dugaan ku, ada sesuatu yang tidak beres di sini." Gumam Arung, kemudian mengeluarkan Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu milik nya.


Tampak Avatar nya telah berdiri di sebelah nya, ia pun memberikan Pedang Naga Khayangan kepada Avatar nya tersebut.


"Baiklah aku sudah siap..... " Gumam Arung.


Arung pun mulai memasang mode mata api, tampak pupil mata nya berubah merah, saat ini ia dapat melihat jelas para Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut. Begitu pula dengan Prajurit-Prajurit tersebut yang memiliki kemampuan melihat di dalam kabut ilusi tersebut setelah mengkultivasi Pil Ular Merah Jambu. Tampak di kejauhan Sosok Ular Raksasa bersisik merah jambu kehitam-hitaman tengah menyemprotkan asap ilusi nya.


"Whuss........ " Suara hembusan asap ilusi Beast Buas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2