Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
SEASON 1 TAMAT, NANTIKAN SEASON 2 NYA.


__ADS_3

-[Pulau Hiro]-


Seminggu Setelah GESUVLA.


Pulau Hiro merupakan salah satu pulau yang berada di dekat Pulau Koreas yang berada di Perairan Benua Es Api dan masih masuk di dalam wilayah Kekaisaran Dewi Es. Pulau tersebut di peruntukkan bagi makam Pahlawan-Pahlawan yang gugur di medan peperangan, saat ini tampak Para Pelayat-Pelayat tersebut sedang mengenakan Pakaian Hitam dan memegang sebuah Payung Hitam saat menghadiri pemakaman Ibu Rektor tersebut.


"Hiks....... "


"Hiks......." Isak tangis keluarga Bu Diamond di sebelah pusara nya tersebut.


Terlihat suami dan kedua anak laki-laki Bu Diamond sedang duduk bersimpuh di sebelah Liang lahat tersebut dan masih menangisi kematian tulang punggung keluarga nya tersebut.


"Ugh....... "


"Bu Diamond, maafkan aku,"


"Aku tidak bisa melindungi mu." Gumam Jendral Es dengan raut wajah yang sedih.


Peti Hitam pun mulai di masukkan ke dalam Liang lahat tersebut oleh beberapa Komandan-Komandan Laki-laki tersebut. Tampak Nona Blue dan Dosen-Dosen lain nya yang ikut menghadiri prosesi pemakaman tersebut mulai bersedih.


"Ugh..... "


"Bu Diamond kau sudah ku anggap seperti orang tua ku sendiri." Gumam Nona Blue sambil menyeka air mata di pipi nya tersebut.


"Tidak kuduga orang nomer satu di AKPERTI pergi begitu cepat nya." Gumam Pak Thio.


Tak lama berselang para Komandan-komandan tersebut pun mulai menutupi peti hitam tersebut kembali dengan tanah, tak lama berselang hujan deras pun mulai turun membasahi komplek pemakaman tersebut.


"Byurrrr............. " Suara hujan deras.


Jendral Es pun teringat dengan Kekasih yang telah menolong nya di 19 detik terakhir tempo lalu sekaligus Tunangan nya tersebut, ia masih merasakan samar-samar jiwa tunangan nya tersebut masih hidup.


"Arung....... "


"Apa kah kau masih hidup atau sudah mati di dalam Labu Iblis itu?" Gumam Jendral Es dengan raut wajah yang sedih.


Mitha berasumsi jika Naga-Naga itu wujud Arung yang lain nya, ia mencoba mencocokkan kejadian kemunculan Naga di Kota Awan Hitam serta di Kota Seribu Obat tersebut dan berkesimpulan jika Arung adalah Pendekar Setengah Naga.


Saat ini Labu Iblis tersebut tengah berada di dalam Lab Kekaisaran Dewi Es di Ibu Kota Kerajaan Dewi Es, Para Kultivator Ilmuwan dan Kultivator Penempa sedang meneliti senjata suci di ranah alam mahayana tersebut.


-[Kediaman Klan Xiao, Desa Tiger]-


Setelah kejadian GESUVLA tersebut Xiao Mei Mei dan Nyonya Vinic kembali ke Desa Tiger, mereka mendapatkan kabar tentang Arung yang keberadaan nya tidak jelas setelah berubah menjadi seberkas cahaya pelangi tersebut.


"Suami ku, aku tahu kau masih hidup?"


"Apa pun yang terjadi aku akan tetap setia menunggumu." Gumam Xiao Mei Mei yang sedang duduk di dalam gazebo tengah di halaman mansion tengah nya bersama Xiao Ling.


Air mata tampak mengalir deras di pipi nya, Xiao Ling hanya menatap dan merasa kasian kepada mama nya yang telah dua kali kehilangan suami tersebut.


"Mama....... "

__ADS_1


"Kau harus merelakan nya." Gumam Xiao Ling yang mengira Papa Arung telah tewas di medan perang tersebut.


Xiao Mei Mei pun duduk termenung dengan tatapan mata yang kosong, hati nya begitu bersedih dengan hilang nya Komandan Don Juan tersebut tanpa kepastian jelas dan terkesan mengambang, namun sama seperti Mitha, ia pun samar-samar dapat merasakan kalau Arung masih hidup di suatu tempat.


-[Warung Makan Daging Panggang Siluman Air]-


Malam hari nya.


Setelah mendengar berita Arung yang tiba-tiba saja berubah menjadi seberkas cahaya pelangi dan menghilang entah kemana, Gisel pun sudah bisa memaafkan Luna dan Jeni yang telah berselingkuh dengan Arung sebelum nya. Tampak saat ini Wakil Komandan Gisel dan juga Wakil Komandan Luna sedang mabuk-mabukan bersama.


"Komandan Don Juan.... "


"Kembalilah.... " Teriak Gisel yang sedang mabuk sambil merangkul Luna tersebut.


"Pendekar Naga kita bahkan belum menikah sama sekali tetapi kau sudah membuat ku menjadi janda.... " Ucap Luna yang sedang mabuk sambil merangkul Gisel tersebut.


Para Pengunjung di dalam Warung itu pun terus menoleh ke arah Luna dan Gisel yang sedang galau dan mabuk sejak tadi pagi.


"Hiks...... "


"Hiks...... "


"Hiks...... " Suara tangis Luna yang begitu memilukan.


"Pendekar Naga kembalilah aku pun rela di madu, Gisel juga yang penting cepat tunjukkan batang hidung mu.... " Teriak Luna lalu mulai tak sadar kan diri.


"Arungggg....... " Ucap Gisel lalu mulai tak sadar kan diri juga.


Kedua Wakil Komandan tersebut sangat terpukul dan terus-terusan mabuk sepanjang minggu ini, pihak Warung pun tidak bisa marah atau mencegah nya karena Gisel adalah teman Pemilik Warung tersebut.


"Seminggu ini kerjaan nya Wakil Komandan Gisel dan Wakil Komandan Luna mabuk melulu." Gumam Pelayan tersebut sambil membereskan minuman dan makanan di atas meja tersebut, pelayan itu pun menutup tubuh kedua gadis cantik tersebut dengan selimut tebal.


-[Mansion Kediaman Tetua Lao Err]-


Setelah Perang Besar tersebut mansion-mansion yang hancur di AKPAVLA langsung di perbaiki oleh Kultivator-Kultivator Kontraktor Kekaisaran Dewi Es, tampak saat ini bangunan-bangunan tersebut sedang di perbaiki. Beberapa Prajurit-Prajurit pun masih berpatroli di sekitar hutan tersebut untuk menumpas sisa-sisa Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular maupun Beast-Beast yang keluar dari dalam Black Hole tersebut seminggu yang lalu.


-[Ruang Kegiatan Belajar Mansion Tetua Lao Err]-


Keesokan pagi nya.


Saat ini Ayu, Shilla, dan Jeni menjadi murid langsung Tetua Lao Err dan tengah belajar mengenai fondasi-fondasi dasar Alkimia.


"Arung....... "


"Cepatlah kembali, aku yakin Don Juan seperti mu tidak akan mati menjadi cahaya pelangi seperti itu." Gumam Shilla sambil mendengarkan penjelasan Tetua Lao yang duduk bersimpuh di hadapan mereka bertiga.


"Bos.... "


"Aku yakin kau berada di suatu tempat saat ini, cepatlah kembali aku akan menservismu." Gumam Jeni dengan raut wajah yang sedih.


"Arung, di mana kau saat ini,"

__ADS_1


"Kau masih hidup, atau sudah mati?" Gumam Ayu.


Ketiga Alkemis Cantik berpakaian serba putih itu pun kembali berkonsentrasi dan mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oleh Guru nya tersebut.


-[Di sebuah Pulau Terapung Berdiameter Dua Meter, yang berada di tengah-tengah Samudra berwarna hitam pekat.]-


Di dalam Pulau mengapung tersebut terbaring sepasang Pendekar yang sedang tidak sadar kan diri, tampak mereka telah pingsan selama berhari-hari.


Samudra dengan air berwarna hitam tersebut memiliki iklim hujan yang tak kunjung berhenti, sama persis seperti cuaca yang ada di Kota Awan Hitam, hanya saja air hujan di tempat tersebut berwarna hitam dan sangat beracun.


Sambaran-sambaran Halilintar hitam tampak sesekali menyambar lautan hitam tersebut, pemuda berambut biru itu pun mulai membuka kedua belah mata nya.


"Dimana aku?"


"Bukankah jantung ku sudah di cabut?"


"Kenapa masih ada?" Gumam Arung sambil meraba-raba dada nya.


Ia pun mulai mengambil suatu kesimpulan jika ada suatu peristiwa yang menyebabkan nya masih hidup hingga hari ini.


"Ugh........ "


"Tubuh ku serasa lemas sekali." Gumam Arung.


Ia pun mulai mengamati sekeliling nya, sepanjang mata nya memandang hanya terlihat hamparan air berwarna hitam pekat, Arung pun mulai bangkit dan kembali mengamati sekitar nya sekali lagi.


"Lautan hitam?"


"Apa ini salah satu dunia di dalam dantian ku yach?" Gumam Arung lalu menoleh ke arah Kultivator Cantik yang terbaring di sebelah nya tersebut.


"Ratu Racun, kenapa ia bisa ada disini." Gumam Arung lalu mulai mencabut Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan milik nya.


Ia pun menghunuskan Pedang tersebut tepat ke dada Ratu Kejam tersebut, Arung sangat dendam dengan perlakuan Ratu Racun sebelum nya yang mencabut jantung nya dengan kejam tersebut.


"Ratu Racun ini sangat kejam setelah memenggal kepala Bu Diamond dia hendak mencabut jantung Mitha,"


"Jika di biarkan hidup kelak pasti akan banyak pertumpahan darah yang terjadi karena nya." Gumam Arung.


Tiba-tiba saja mata Arung serasa terbakar, ada sesuatu yang aneh yang terjadi di dalam dantian nya.


"Akhhhh............. " Teriak Arung kemudian tak sadar kan diri.


Tubuh Arung pun oleng kemudian jatuh tersungkur tepat di atas tubuh Rayla Poison Snake.


______******_______******_______


Pendekar Setengah Naga Season Pertama telah selesai, Season kedua nya akan tayang sekaligus dua puluh episode di tanggal 1 Januari 2021.


Mohon Dukungan Like dan Vote nya.


"Hiks..... "

__ADS_1


"Hiks..... "


"Akhirnya Buku Pertama Telah Selesai, nanti kelanjutan nya PENDEKAR SETENGAH NAGA 2 di tanggal 1 Januari 2021, crazy up 20 episode.


__ADS_2