
Setelah menelusuri hutan dan membunuh banyak sekali zombie-zombie dan Prajurit-Prajurit Racun, Arung pun tiba di stadium.
"Tidak..... "
"Mitha.... " Teriak Arung dari kejauhan saat melihat lengan Ratu Racun dengan kuku-kuku api runcing yang mulai mengarah ke dada Jendral Es tersebut.
"Blitzzzz...... " Suara saat Arung melesatkan Jurus Teleportasi nya.
Dalam sekejap mata sang kekasih pun mulai berteleport dengan posisi membelakangi Jendral Es.
"Jlebbb...... " Suara saat lengan Ratu Racun menembus dada Arung yang baru saja berpindah membelakangi Jendral Es.
Darah merah pun memuncrat ke tubuh Mitha yang ada di belakang nya.
"Siapa kau?" Tanya Ratu Racun bingung dengan kemunculan Pemuda Berambut biru tersebut secara tiba-tiba.
"Akh...... " Teriak kesakitan Arung saat dada ditembus tangan Ratu Kejam tersebut.
"Ugh...... "
"Tidak ku sangka aku akan mati dengan cara mengenaskan seperti ini." Gumam Arung dengan sorot mata yang mulai padam.
Jendral Es yang baru saja menyadari jika Arung tiba-tiba muncul dan menolong nya pun mulai meneteskan air mata kepedihan.
"Arung..."
"Kau bodoh sekali.... " Ucap Jendral Es sambil mengalirkan air mata yang begitu deras ia pun terduduk lemas setelah nya.
Ratu Racun pun mulai mencabut jantung Tunangan Jendral Es tersebut, terlihat nafas Arung mulai terputus-putus saat itu. Saat nafas nya hampir habis Komandan Don Juan itu pun mulai teringat akan perkataan Black Hole Dragon sebelum nya.
"Apa salah nya mencoba... " Gumam Arung.
"JABBERWOOK..... " Ucap Arung dengan nada suara yang pelan.
"Terimalah nasib mu anak muda... " Ucap Ratu Racun.
Beberapa saat kemudian tubuh dan jantung Arung yang mulai oleng tiba-tiba saja berubah menjadi seberkas cahaya pelangi yang melesat ke angkasa.
"Whussss..... " Suara hempasan angin yang sangat dahsyat di sekitar cahaya pelangi tersebut.
"Apa.... Ini...?" Gumam Ratu Racun kebingungan lalu mulai menengadahkan kepala nya ke atas.
Dewi Obat dan Jendral Es yang menyaksikan peristiwa itu pun mulai menengadahkan kepala nya ke atas juga.
"Arung..... "
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumam Jendral Es.
"Kenapa dengan murid ku, kenapa dia berubah menjadi seberkas cahaya pelangi?" Gumam Dewi Obat tersebut.
Langit malam itu pun tiba-tiba saja mulai berubah mendung, bintang-bintang yang sebelumnya terlihat berkilauan mulai tertutup awan hitam tersebut.
"Dzzziiitttt...... "
"Dzzittttttt....... " Suara percikan petir.
Niat membunuh yang sangat besar terasa dari balik awan hitam tersebut.
"Aurghhhhh...... "
"Aurghhhhh....... "
"Aurghhhhh........"
"Aurghhhhh........ " Terdengar empat suara raungan yang memekakkan telinga dari balik awan hitam tersebut.
__ADS_1
Akibat fenomena tersebut Pertarungan-pertarungan di sekitar pun mulai terhenti sesaat di Hutan Seribu Obat dan sekitarnya tersebut.
"Apa ini, siapa sebenar nya pemuda itu?"
"Dari raungan nya itu seperti suara beberapa ekor naga." Gumam Ratu Racun lalu bersiap menghadapi segala sesuatu yang akan muncul sebentar lagi dari balik awan hitam tersebut.
Ratusan Sambaran Halilintar Merah dan juga komet kecil mulai melesat ke arah Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.
"Apa ini?"
"Elemen Dewa?" Gumam Ratu Racun lalu mulai terbang dan melayang di atas arena tersebut dan mulai melesatkan ratusan tinju berelemen hantu dari dalam Labu Iblis nya.
"Duargh...... "
"Duargh...... "
"Duargh....... " Suara ratusan ledakan dari atas langit dan di sekitar Hutan Gunung Seribu Obat tersebut.
Jeritan Prajurit-Prajurit Racun maupun Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es terdengar bersahut-sahutan setelah kedua serangan tersebut menghancurkan banyak titik dan membunuh banyak Prajurit-Prajurit di kedua belah pihak di Hutan Seribu Obat tersebut.
"Sial..... "
"Tenaga dalam ku sudah habis banyak sekali, jika begini terus Prajurit-Prajurit ku bisa habis semua nya." Gumam Ratu Racun kesal sekaligus jengkel.
Dari balik awan hitam tersebut muncul lah tiga ekor Naga dan seekor Ular Bertanduk Sembilan kemudian mulai melesat dan memangsa Prajurit-Prajurit yang sedang bertarung di langit tersebut hidup-hidup.
"Akhhh..... "
"Akhhh..... " Teriak Ratusan Prajurit-Prajurit yang di mangsa oleh ke empat Beast tersebut hidup-hidup.
Dengan sangat buas dan brutal nya Beast-Beast itu pun kembali memangsa Kultivator-Kultivator di sekitar nya tersebut, saat itu Yuki Tiger pun baru saja tersadar di dekat reruntuhan stadium tersebut.
"Itu Beast Dewa?"
"Black Hole Dragon, Naga Bintang Berekor, Red Storm Dragon, dan Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan,"
"Guk..... "
"Guk..... " Gonggongan Rea si Rubah Hitam Berekor Sembilan yang baru saja tersadar kan.
-[Kembali Ke Saat Arung Mulai Menjadi Seberkas Cahaya Pelangi dan Melesat ke Angkasa]-
Kesadaran Arung pun mulai terserap masuk ke dalam Dunia Black Hole Dragon tersebut.
"Ugh..... "
"Jabberwook?" Ucap Arung saat menatap wajah Naga Hitam raksasa tersebut di hadapan nya.
"DASAR NAGA BORJUIS.... " Ucap Black Hole Dragon.
Beberapa saat kemudian Kerangkeng Emas yang mengurung Jabberwook pun mulai terbuka, dengan garang nya Naga Hitam tersebut mulai menerkam kemudian memangsa Arung.
"Apa yang kau lakukan Jabberwook?" Ucap Arung sesaat sebelum di kunyah Black Hole Dragon tersebut.
"Akh................ " Teriak Arung saat kembali di kunyah hidup-hidup oleh Black Hole Dragon tersebut.
"Kretek....... "
"Kretek....... "
"Kretek....... " Suara saat jiwa Arung di makan hidup-hidup.
Ternyata tidak hanya Jiwa Naga Jabberwook yang lepas saat itu, ketiga Jiwa lain nya pun ikut lepas dan menjelma ke wujud Beast nya masing-masing. Sementara itu Komandan Don Juan tersebut kembali terhisap ke dalam potongan-potongan ingatan nya.
-[Saat Ini]-
__ADS_1
Ratu Racun pun kembali melesat kan ratusan tinju berelemen hantu dari dalam Labu Iblis milik nya ke arah Beast-Beast Dewa yang sedang berburu si angkasa.
Terlihat baik Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es maupun Prajurit-Prajurit Racun kocar-kacir berterbangan ke segala penjuru berniat menyelamat kan dirinya masing-masing.
"Aurghhhhh........ " Raungan keras Black Hole Dragon yang memekakkan telinga tersebut.
Ratusan Black Hole pun tercipta di banyak titik di atas langit tersebut, dari dalam Black Hole tersebut pun muncul berbagai macam Beast dengan berbagai ranah yang langsung melesatkan berbagai macam serangan ke arah ratusan tinju-tinju berelemen hantu milik Rayla tersebut.
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh........." Suara ledakan saat ratusan Beast yang baru keluar dari dalam Black Hole tersebut mulai menembak kan serangan nya ke arah tinju-tinju berelemen hantu tersebut.
Peperangan pun semakin mencekam dengan muncul nya ratusan Beast dari atas langit dengan beragam jenis tersebut. Beast-Beast tersebut pun mulai menyerang siapa saja yang di lihat nya di dalam Hutan Seribu Obat, tampak Ratu Racun saat ini sudah sangat kelelahan.
"Ugh.... "
"Gawat...... "
"Sepertinya aku harus mengeluarkan Jurus Labu Iblis Menelan Langit,"
"Walaupun aku akan ikut terhisap ke dalam nya, aku akan membawa Jendral Keji tersebut mati dengan ku." Gumam Rayla lalu mulai memasang kuda-kuda jurus tersebut, kemudian mulai mengerahkan segenap kekuatan nya yang tersisa.
"JURUS LABU IBLIS MENELAN LANGIT.... " Teriak Rayla Poison Snake sang Ratu Racun tersebut.
Labu Iblis tersebut pun mulai mengeluarkan lima lengan raksasa yang kemudian mulai mencengkram erat ke empat Beast Dewa tersebut, salah satu lengan pun mulai melesat dan mengarah ke Jendral Es yang sedang termenung tersebut.
"Mitha..... " Gumam Yuki Tiger dari kejauhan.
Rea si Rubah Hitam Berekor Sembilan telah sadar sejak tadi dan sudah menaiki ke empat cincin emas nya, Yuki pun mulai menaiki Rubah Hitam Berekor Sembilan tersebut kemudian mulai melesat terbang ke arah lengan hitam tersebut.
"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Yuki Tiger dengan menunggangi Rubah Hitam Berekor Sembilan nya melesat terbang.
"Kak Yuki..... " Teriak Jendral Es saat menyaksikan Yuki Tiger dan Rea di cengkram oleh lengan iblis tersebut.
"Aurghhhh...... "
"Aurghhhh...... "
"Aurghhhh...... "
"Aurghhhh....... " Raungan ke empat Beast tersebut saat terhisap masuk ke dalam Labu Iblis tersebut.
"Akh................ " Teriak Yuki Tiger saat ikut terhisap masuk ke dalam Labu Iblis tersebut.
"Tidaakkkkk........ " Teriak Ratu Racun saat mengetahui Jendral Es tidak ikut terhisap masuk ke dalam Labu Iblis.
Jurus terlarang tersebut pun ikut menghisap masuk Ratu Racun ke dalam Labu Iblis setelah nya.
"Dup......... " Suara saat Labu Iblis mendarat dengan mulus di atas tanah di dalam stadium yang sudah porak poranda tersebut.
"Kak Yuki, dia mengorbankan diri nya untuk menyelamatkan ku." Gumam Jendral Es kemudian mulai berjalan ke arah Labu tersebut.
Ia pun mulai menyimpan Labu tersebut ke dalam cincin es milik nya, salah satu Komandan pun melihat kekalahan Ratu nya, ia pun mulai berteriak menggunakan Jurus Auman Petir.
"RATU RACUN TELAH KALAH..... " Teriak Komandan Racun tersebut menggunakan jurus auman Petir milik nya.
Jendral-Jendral dan Prajurit-Prajurit Ratu Racun yang mendengar nya pun kemudian mulai melarikan diri kembali ke dalam Kapal-Kapal Layar Langit mereka tersebut. Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es hendak mengejar Prajurit-Prajurit Racun tersebut namun Jendral Es mencegah nya.
"BUNUH PRAJURIT-PRAJURIT RACUN YANG TERSISA DI DALAM HUTAN, DAN OBATI REKAN-REKAN YANG TERLUKA." Perintah Panglima Es tersebut.
"Siap Jendral..... " Sahut kompak Prajurit-Prajurit tersebut lalu mulai menjalankan perintah.
Kapal-Kapal Layar Langit tersebut pun mulai beranjak pergi dari Puncak Gunung Seribu Obat, tidak semua Kapal-Kapal tersebut berangkat setengah nya telah hancur saat peperangan tadi. Sementara itu Komandan White Hole beserta Prajurit-Prajurit nya pun berhasil kabur setelah perang tersebut berakhir, hampir setengah Prajurit-Prajurit White Hole tewas di dalam Hutan Seribu Obat tersebut.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].