
Di dalam kamar yang penuh dengan sejarah di Dalam Bola Ruang Milik Putri Naga Kecil.
Tampak Luna saat ini sedang berpakaian, sementara itu Komandan bertopeng emas masih tak sadar kan diri di atas ranjang penuh sejarah tersebut.
"Ugh.... aku tidak menyangka akan melakukan nya dengan Pendekar yang baru saja aku temui beberapa jam yang lalu, bahkan dia sudah beristri."
"Love instant, ugh.... aku sudah seperti gadis-gadis nakal saja,"
"Tapi kenapa yach, aku sepertinya sudah mengenal nya dengan sangat lama yach?" Gumam Luna, telah selesai berpakaian lalu keluar dari dalam kamar.
Tampak ia masih sedikit kesusahan berjalan karena cedera di kaki nya tersebut. Beberapa saat kemudian Arung dan istri nya pun masuk ke dalam ruangan, Luna pun merasa sedikit tidak enak dengan Sarah.
Di Ruang Santai.
"Non... Nona Sarah, selamat sore." Sapa Luna sedikit gugup.
"Ada yang aneh dengan wanita ini?" Gumam Sarah lalu mulai melihat leher Luna yang memerah bekas cupangan.
"Ooooo..... " Ucap Sarah, lalu masuk ke dalam kamar.
"Oh My God, apakah mungkin Sarah tau, celaka bisa-bisa Luna mati di penggal oleh Gadis Ular tersebut.
"Kraaakkkk........ " Suara saat pintu terbuka, Sarah pun mulai masuk ke dalam kamar tersebut.
"Ugh..... apa kah perselingkuhan ini akan segera ketahuan?" Gumam Luna tampak semakin gugup.
Beberapa saat kemudian, Sarah pun keluar sambil membawa kendi arak milik nya.
"Ugh........ "
"Ketahuan dech..... " Gumam Arung.
"Sepertinya kalian habis bersenang-senang tadi yach?" Tanya Sarah.
Luna pun langsung berlari dan memeluk Sarah.
"Nona... maafkan aku tadi aku khilaf dan tidak sengaja melakukan nya bersama Pendekar Naga." Ucap Luna dengan raut wajah yang sedih.
"Huft......... " Suara nafas panjang Sarah.
"Ya sudah lah, laki-laki seperti Naga Muda pasti akan memiliki istri lebih dari sepuluh nanti nya." Ucap Sarah.
"Ya sudah Luna, aku mau mandi dulu." Ucap Sarah lalu menggandeng tangan suami nya ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Ugh.... semoga dia tidak memperkosa ku di dalam, saat ini dengkul ku sudah kering." Gumam Arung.
"Dup........... " Suara pintu kamar mandi tertutup.
__ADS_1
"Fiuh.......... "
"Untung saja Nona Sarah itu baik, ku pikir kepalaku bakal hilang tadi, sebaik nya aku membuat hidangan yang lezat sebagai permohonan maaf ku." Gumam Luna, lalu pergi ke dapur untuk memasak.
Di Ruang Rahasia Paviliun Racun di Kota Awan Hitam.
Tampak Jendral Shana Azura sedang duduk di kursi Patriak keluarga Azura, beberapa saat kemudian Komandan Berserker mulai masuk dan melaporkan kejadian di Danau Oasis tersebut.
"Adikku yang bodoh, gimana apa kau berhasil menjalankan misi kali ini?" Tanya Jendral Shana.
Saat ini Shana Azura belum di lantik sebagai Perdana Menteri di Kekaisaran Dewi Es, saat ini dia masih berpangkat Jendral.
"Aku sudah berhasil Kakak, aku melakukan nya persis seperti yang kau rencanakan." Ucap Komandan Berserker sambil membungkuk dan memberi hormat.
Jendral Shana pun bangun dari kursi nya lalu mulai berjalan menghampiri Berserker kemudian menepuk-nepuk bahu nya.
"Bagus.... bagus.... kalau begitu aku akan kembali ke Ibu Kota untuk membunuh Perdana Menteri." Ucap Jendral Licik tersebut lalu berjalan meninggalkan ruang rahasia tersebut.
"Baik Kakak." Ucap Komandan Berserker lalu membalik kan badan nya.
"Ha..... Ha..... Ha..... "
"Ha...... Ha..... Ha..... " Tawa bahagia Jendral Shana.
"Kakak sungguh berambisi untuk mengkudeta Kekaisaran ini, apa yang membuat nya begitu bersemangat." Gumam Komandan Berserker lalu mulai menarik-narik janggut nya.
Keesokan pagi nya Arung, Sarah, dan Luna pun keluar dari dalam bola ruang.
"Dup............ " Suara Tapak kaki mereka saat mendarat di tepian Danau Oasis.
Saat mereka berdiri di tepian Danau tampak sepuluh ekor Naga Api di ranah alam harimau sedang menyantap daging Kura-Kura Raksasa Bercangkang Emas.
"Hah....... " Nafas Panjang Luna.
"Setelah Kura-Kura kali ini Naga Api?"
"Kenapa Beast di dalam Gurun Api Es ini tidak ada habis-habis nya." Ucap Luna.
"Mau apa kalian kemari?" Tanya Salah Satu Naga Api.
"Suamiku, apakah aku harus memotong-motong Naga-Naga ini?" Tanya Sarah.
"Tenang Sarah, Luna, biar aku yang membereskan masalah Naga ini." Jawab Arung, lalu berjalan terbang mendekati Naga-Naga tersebut.
"Black Hole Dragon muda, bagai mana bisa ada Beast Dewa di sini." Gumam Salah Satu Naga.
Tampak aura berwarna-warni mulai muncul di sekitar nya, ia pun mulai menyalurkan tenaga dalam nya tersebut ke dalam Tato Naga Emas di punggung nya. Para Naga-Naga Api tersebut saling bertatapan satu dengan yang lain nya, mereka seakan-akan tahu apa yang hendak dilakukan oleh Pendekar Naga tersebut.
__ADS_1
"Tidak hanya Beast Dewa, sepertinya kita mendapat kan pimpinan baru." Gumam Salah Satu Naga Api.
Beberapa sat kemudian energi berbentuk Naga Emas Raksasa muncul di atas tubuh Pendekar Naga lalu mulai mengaum dan menggetarkan langit di atas Gurun Api Es tersebut.
"Aurghhhhh....................... " Raungan Naga Emas yang memecahkan kesunyian di Gurun Api Es pagi itu.
"Ternyata dia sudah menguasai essensi bangsawan nya, seperti nya ke depan istrinya akan lebih di angka 20." Gumam Sarah sambil mengurut-urut dada nya saat melihat essensi bangsawan kelas raja tersebut.
"Apa itu...... jurus apa, aku baru pertama kali melihat nya." Gumam Luna Takjub.
Sembilan Naga Api lain nya pingsan, lalu jatuh dan mengambang di atas permukaan Danau Oasis tersebut. Naga Api yang tersisa mulai menjelma ke bentuk Manusia Beast nya.
"Maaf Tetua." Ucap Wanita Cantik berambut merah tersebut.
"Cantik nya..... tidak kuduga mereka bisa menjelma menjadi secantik itu." Gumam Luna.
"Kalian semua sekarang di bawah komando ku, ikut aku." Ucap Arung.
Naga Api itu pun mulai mengikuti Tetua nya menghampiri Luna dan Sarah, Arung pun mulai menggali bola ruang yang tertanam di tepian Danau lalu mulai menyimpan nya.
"Luna ini terimalah essensi ini." Ucap Arung, sambil memberikan essensi air tersebut.
"Baik Pendekar Naga..... " Ucap Luna, lalu menyimpan essensi tersebut.
"Kalian harus mengantar kami ke luar dari Gurun Api Es kemudian tunggu komando ku selanjutnya." Perintah Arung.
"Baik Tetua, kalau begitu aku akan membangunkan Naga-Naga lainnya." Ucap Naga Api tersebut lalu melesat ke arah teman-teman nya yang sedang mengambang di permukaan Danau.
"Baik.... " Ucap Arung.
"Wah... Suamiku keren banget." Gumam Sarah.
Beberapa saat kemudian White Hole pun mulai muncul mendadak di atas kepala mereka berdua, dua rantai putih pun mulai melilit tubuh mereka kemudian menyeret nya masuk ke dalam White Hole tersebut.
"Ugh...... Sial White Hole ini seperti hantu, muncul dan hilang sesuka nya." Gumam Arung.
"Hah........... percuma melawan alam." Gumam Sarah Pasrah.
"Warppp........ Warppp.......... Warppp....... " Saat tubuh mereka berdua terhisap ke dalam White Hole tersebut.
"Ugh.... Pendekar Naga, aku pasti akan menunggumu kembali." Gumam Luna.
Setelah itu Luna di antar kan oleh Naga-Naga Api tersebut ke Perbatasan Kota Awan Hitam dengan selamat, sementara kedua suami istri tersebut telah kembali ke masa nya.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1