
-[Di Dalam Hutan Seribu Obat]-
Arung saat ini sedang bertarung melawan zombie-zombie yang sedang mengerumuni nya tersebut, dengan lincah dan tangkas dia mulai memenggal kepala-kepala makhluk-makhluk tak berotak tersebut.
"Huft........ " Suara nafas panjang Arung.
"Makhluk-makhluk ini terus bermunculan, apa aku terbang saja ya dari sini?"
"Tapi di atas langit juga banyak sekali terjadi pertempuran." Gumam Arung sambil memenggal leher zombie-zombie tersebut.
"Slashhh..... "
"Slashhh..... "
"Slashhh..... " Suara saat kepala-kepala Zombie tersebut terpotong oleh Pedang Ular Merah dan Ular Hitam bertanduk Sembilan.
Dari balik pepohonan tersebut muncullah sebuah Halilintar yang mengarah ke atas langit.
"Jderrrr............. " Suara sambaran petir yang melesat dari darat ke atas langit di malam hari tersebut.
Arung pun terkejut saat mendengarkan suara sambaran petir yang memekakkan telinga tersebut, kemudian mulai menengadahkan kepala nya ke atas langit, kemudian mulai bergumam di dalam hati nya saat melihat awan mulai menghitam.
"Dzzzzitttt........ "
"Dzzzziiiiit........." Suara percikan petir di atas langit.
"Siapa yang melesatkan Jurus Hujan Petir?" Gumam Arung sambil bertarung melawan zombie-zombie tersebut.
Tak lama berselang awan hitam pun mulai berkumpul di sekitar Arung, seorang Gadis Cantik berpakaian serba putih melesat terbang dari balik pepohonan tersebut sambil menghunuskan Pedang Petir nya.
"Gawat...... Sepertinya ada musuh lain nya." Gumam Arung lalu mulai kembali mengaktifkan mode mata petir nya.
"Ketemu.... " Ucapan dingin Gadis Cantik yang ternyata adalah Komandan White Hole tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat ketiga pedang tersebut saling beradu.
Ayunan-ayunan pedang yang sama berat nya dengan ayunan pedang milik mendiang Jendral Sisilia Manggado sebelum nya kembali menghantam kedua Pedang Beracun milik Arung.
"Ugh....... "
"Kekuatan nya jelas bukan lawan ku." Gumam Arung.
Tak lama kemudian Jurus Hujan Petir sempurna kembali melesat dari atas langit, kemudian mulai menyerang ke arah Arung yang sedang menahan ayunan-ayunan berat Pedang Petir milik Komandan White Rock.
"Jderrr....... "
"Jderrr........ "
"Jderrr........ " Suara sambaran petir tersebut.
Dengan bersusah payah Komandan Don Juan tersebut menghindari serangan sambaran petir sekalian juga menghindari serangan ayunan-ayunan pedang milik Komandan White Rock tersebut. Sesekali Arung juga berteleport ke belakang punggung Komandan Cantik tersebut, namun dengan Jurus Langkah Petir Sempurna Komandan White Rock dapat dengan mudah menepis serangan mendadak tersebut.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat ketiga Pedang tersebut kembali saling beradu.
"Ugh.......... "
"Buset........ "
"Tangan ku sudah gemetaran..... " Gumam Arung.
__ADS_1
Hujan Petir pun telah berlalu, dengan bersusah payah serta dengan mengeluarkan tenaga dalam yang banyak Arung pun berhasil bertahan hingga hujan tersebut reda.
"Hah..... "
"Hah..... " Suara nafas terengah-engah Arung.
Komandan White Rock itu pun kembali menerjang ke arah Arung yang sedang kelelahan tersebut.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat ketiga Pedang tersebut saling beradu.
Hingga pada akhir nya Komandan White Rock itu pun berhasil membuat kedua Pedang milik Arung lepas dari kedua genggaman tangan nya.
"Matilah kau.... " Ucap Komandan White Rock yang sedang berdiri di hadapan Arung sambil mengayunkan Pedang Petir nya tersebut.
"Tring.......... " Suara saat Pedang Petir milik Komandan White Rock di tahan oleh Sabit Thunderstorm milik Jendral Catherine.
"Siapa Kau?"
"Aku tidak ada urusan dengan mu?" Tanya Komandan White Rock tersebut dengan dingin nya.
Akibat hujan petir sebelum nya zombie-zombie tersebut pun tidak beranjak ke tempat mereka untuk sementara waktu.
"Jika ingin membunuh salah satu Komandan Kekaisaran Dewi Es kau akan berurusan dengan ku." Ucap Jendral Catherine.
Tampak Jendral Catherine, Jendral Wilson dan juga Ratu Gina berdiri di membelakangi Arung.
"Ugh..... "
"Untunglah Kakak nya Luna muncul tepat pada waktu nya, jika tidak kepala ku pasti sudah terpisah dengan badan ku." Gumam Arung lalu mulai bangkit dan mengambil kedua Pedang milik nya yang terjatuh sebelum nya tersebut.
"Tunangan Jendral Es, pergilah Mitha akan bersedih jika kau kenapa-kenapa." Ucap Jendral Wilson.
"Pergilah.. "
"Serahkan yang di sini kepada kami, bantu Prajurit-Prajurit lain nya, Komandan." Perintah Jendral Catherine.
"Terima Kasih Jendral, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Arung kemudian mulai beranjak dari tempat tersebut.
"Aku akan membereskan ketiga wanita ini dulu baru aku akan membunuh mu Tunangan Jendral Es." Gumam Komandan White Rock kemudian mulai menerjang ke arah Jendral Catherine dan yang lain nya.
"HYATTTT.......... " Teriak Komandan White Rock.
Ketiga Gadis Cantik tersebut pun mulai menerjang ke arah Komandan White Rock tersebut secara bersamaan, senjata-senjata suci milik mereka pun saling beradu.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat senjata-senjata suci mereka tersebut saling beradu.
-[Tengah Malam]-
Terlihat Bu Diamond beserta Beast Kontrak milik nya telah terluka parah oleh serangan Ratu Racun dan Iblis Hitam Berlengan Enam milik nya tersebut.
"Hag........ "
"Hag........ " Tawa Ratu Racun.
Dewi Obat dan Beast Kontrak nya pun telah terluka parah melawan Ratu Racun tersebut sama seperti Bu Diamond, begitu pula dengan Naga Salju Api yang sudah tidak sadar kan diri sejak tadi dan terbaring di atas tanah dengan mulut menga-nga. Iblis Hitam Berlengan Enam pun telah kehabisan seluruh tenaga dalam nya, makhluk tersebut pun kembali tersummon ke Planet asal nya.
"Ugh....... "
"Bu Diamond." Teriak Jendral Es saat melihat Ratu Racun mulai mengayunkan Pedang Racun nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Jendral Es." Ucapan terakhir Bu Diamond.
Dengan kejam Ratu Racun pun memenggal kepala Ibu Rektor tersebut.
"Slassshhhhh........ " Suara saat Pedang Racun nya memenggal kepala orang nomer satu di AKPERTI tersebut.
"Diamond....... " Teriak Dewi Obat sambil meneteskan air mata saat melihat salah satu teman nya telah meregang nyawa di hadapan nya tersebut.
"Bbajingannn........ " Teriak Jendral Es kemudian mulai melesatkan Jurus Tapak Salju milik nya.
Ia pun mengepalkan seluruh jari di lengan kanan nya, tapak-tapak salju pun mulai muncul dan berkumpul di sekitar Ratu Racun tersebut.
"Ugh..... "
"Jadi ini Jurus Tapak Salju yang melegenda tersebut?" Gumam Ratu Racun lalu mulai memasang Perisai Kultivasi Elemen Hantu nya tersebut.
Tapak-Tapak Salju itu pun mulai melesat kemudian mulai menghantam perisai tersebut hingga menimbulkan rentetan ledakan yang sangat dahsyat.
"Duarghhh....... "
"Duarghhh........ "
"Duarghhh........ " Suara Rentetan Ledakan.
Ledakan tersebut juga telah memporak-porandakan Stadium di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut, dari balik asap tersebut terlihat Ratu Racun masih berdiri dengan gagah nya dan mulai berjalan ke arah Jendral Es yang telah kelelahan.
"Apa......... "
"Tamat sudah riwayat kita." Ucap Dewi Obat dari kejauhan.
"Tap......... "
"Tap........ "
"Tap........ " Suara saat tapak kaki Ratu Racun berjalan ke arah Jendral Es dengan menyeret ujung pedangnya ke tanah sehingga menimbulkan sedikit percikan api beracun pada ujung pedang yang sedang bergesekan dengan tanah tersebut.
"Hah........ "
"Hah........ "
"Hah........ " Suara nafas terengah-engah Jendral Es.
"Ugh.......... "
"Aku terlalu menganggap enteng Ratu Racun, dia sangat kuat bahkan mampu membunuh Bu Diamond, kekuatan nya melebihi Kakak." Gumam Jendral Es.
Ratu Racun pun tiba di hadapan Jendral Es lalu mulai memfokuskan elemen api hitam beracun nya ke tangan sebelah kirinya.
"Setidaknya nya kalau pun aku mati, aku akan mati secara kesatria." Gumam Jendral Es yang tidak dapat bergerak lagi dan hanya berdiri mematung di hadapan Ratu Kejam tersebut.
"Kau memang sangat kuat Jendral Es, aku akui kau membuatku sedikit bersemangat tadi,"
"Aku akan mulai memakan jantung mu." Ucap Ratu Racun sambil melesatkan tangan sebelah kiri nya yang telah di selimuti oleh api hitam yang membentuk kuku-kuku runcing di lengan kiri nya tersebut ke arah dada Jendral Love Killer tersebut.
"JENDRALLL....... " Teriak Yuki Tiger dari langit sambil melesat ke arah Jendral es yang hendak di bunuh tersebut.
Salah satu Komandan Racun pun mulai menembak kan bola api beracun ke arah Yuki Tiger hingga dia dan Rubah Hitam milik Shilla terpental dan jatuh di sekitar reruntuhan stadium tersebut.
"Brukkk................. " Suara saat tubuh Rea si Rubah Hitam dan juga Yuki Tiger jatuh.
Sementara itu Dewi Obat terlihat sudah tidak dapat bergerak lagi karena cedera yang sangat parah setelah bertempur dengan Ratu Racun tersebut.
"Jendral Es..... " Teriak Dewi Obat saat melihat lengan Iblis Ratu Racun yang hendak mencabut jantung Panglima Perang Es tersebut.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1