
Goa Giok Merah.
Tiba-tiba saja aura kemerah-merahan mulai muncul di sekujur tubuh Beast Kelabang Merah tersebut, Sementara itu Dilla dan Komandan Jackal mulai menembak kan bola-bola berenergi kegelapan ke arah Beast Raksasa tersebut.
"Duarghhh..... Duarghhh........ " Suara ledakan akibat serangan tersebut.
Dilla pun terbang ke arah kerangka tersebut lalu mengambil cincin di jari kerangka gadis kecil tersebut.
Tampak asap hitam perlahan mulai menghilang di sekitar Kelabang Merah tersebut, sementara itu Dilla kembali terbang ke sebelah Komandan Jackal setelah berhasil mengambil cincin di jari kerangka tersebut.
"Jackal sebaik nya kita segera pergi, aku sudah memperoleh cincin yang berisi harta tersebut." Ucap Dilla lalu menyimpan cincin tersebut.
"Tunggu sebentar Dilla, aku masih ingin bersenang-senang dengan Kelabang Merah itu terlebih dahulu." Ucap Komandan Jackal lalu mulai memasang kuda-kuda berniat melesatkan bola berelemen kegelapan kembali.
Dari balik asap tersebut sesosok Gadis Cantik pun mulai muncul dengan pakaian perang berwarna merah darah, ranah nya pun berada di Ranah Alam Naga level awal.
"Whussss.............. " Suara hempasan angin saat bola berenergi kegelapan yang padat melesat.
"Akhirnya aku bereinkarnasi kembali ke wujud manusia beast ku." Gumam Jendral Kelabang Merah kemudian menepis dengan mudah serangan milik Komandan Jackal tersebut.
"Duarghhh......... " Suara ledakan saat bola berenergi kegelapan menghantam dinding Goa.
"Gawat.... Dia bukan lawan kita Jackal." Ucap Dilla lalu mulai melesat pergi meninggalkan Jackal.
Kiky dan Alia pun ikut terbang di belakang Dilla, sementara itu Jendral Kelabang Merah mulai menatap Komandan Jackal dengan niat membunuh yang sangat besar.
"Sial...... Aku telat membunuh nya tadi, aku terlalu percaya diri, sebaik nya aku mencari siasat pergi dari dalam Goa ini." Gumam Komandan Gila Cium tersebut.
"Ugh.... Tubuhku dan tenaga dalam ku belum bisa tersingkron dengan sempurna seperti nya aku harus melepaskan manusia-manusia ini terlebih dahulu." Gumam Jendral Kelabang Merah lalu tersenyum licik kepada Komandan Jackal.
"Kenapa Nona Beast itu tersenyum kepadaku, mungkinkah dia jatuh hati pada ku?"
"Ugh.... menyeramkan, kudengar seluruh tubuh Beast Kelabang itu beracun, sebaiknya aku segera kabur dari dalam Goa Giok Merah ini." Gumam Komandan Jackal.
Jendral Kelabang Merah pun mulai melayang mundur ke arah Kerangka Merah milik nya.
"Sekarang saat nya aku kabur." Gumam Komandan Jackal lalu terbang melarikan diri dari dalam Goa Giok Merah tersebut.
"Whusss............. " Suara hempasan angin saat Komandan Jackal melesat terbang.
Jendral Kelabang Merah pun duduk bersimpuh di dekat kerangka gadis kecil tersebut lalu menyerap sisa-sisa kekuatannya di dalam kerangka merah tersebut ke dalam dantian di tubuh nya.
__ADS_1
"Ugh..... Baguslah setelah 10 ribu tahun tidak ada yang mencuri kerangka tubuh ku, jadi aku dapat menyerap kekuatan ku yang tersisa di dalam nya kembali." Gumam Jendral Kelabang Merah kemudian mulai mengkultivasikan kerangka merah tersebut.
Sementara itu Dilla dan kedua temannya melesat dengan kekuatan penuh menuju Kapal Layar Langit, begitu pula dengan Komandan Jackal.
"Dilla bagaimana jika manusia beast itu mengejar kita?" Tanya Kiky.
"Tenanglah Kiky, di Kapal Layar Langit ada banyak Wakil-Wakil Komandan yang berjaga, kita akan aman di sana,"
"Fokuslah untuk bisa sampai ke Kapal-Kapal tersebut Kiky, Alia." Ucap Dilla Azura sambil melesat terbang.
"Ugh.... Semoga saja Manusia Beast itu tidak mengejar jika tidak tamat sudah riawayatku dan mereka berdua, Jackal semoga kau tenang di alam sana." Gumam Dilla Azura yang mengira Pacar Barunya telah di bunuh di dalam Goa Giok Merah tersebut.
Di Langit Lainnya Di Atas Samudra Zamrud Hijau.
Terlihat Komandan Jackal yang sedang melesat terbang dengan tenaga dalam penuh nya.
"Huh...... "
"Dilla main kabur aja, kenapa dia gak nunggu-nunggu aku?" Gumam Komandan Jackal sedikit kecewa terhadap sikap Dilla yang meninggalkan nya tadi.
Beberapa menit kemudian Komandan Jackal pun berhasil mengejar Dilla dan yang lain nya, mereka bertiga pun sontak kaget saat melihat Jackal terbang di sebelah mereka.
"Jackal, bukan kah kau sudah mati?" Tanya Dilla.
"Tentu saja aku masih hidup Sayang, aku tadi merubuhkan mulut Goa tersebut, baru kemudian melarikan diri dari manusia beast buas itu,"
"Bahkan manusia beast itu tadi hendak memperkosaku." Ucap Komandan Jackal yang sedang mengarang cerita.
"Wah.... Komandan Jackal sangat hebat, walau pun dia hobinya ciuman tapi disaat genting seperti ini dia dapat di andalkan." Gumam Kiky dan Alia kompak terperdaya oleh cerita palsu Jackal.
"Kau hebat sekali Jackal, sesampai di Kapal Layar Langit aku akan memberikan sebuah hadiah istimewa buat mu." Ucap Dilla Azura sambil melesat terbang.
"Ya Sayang, sebaik nya kita segera sampai ke Kapal Layar Langit tersebut, aku khawatir Manusia Beast itu akan kembali mengejar." Ucap Komandan Jackal.
"Siap Komandan...... " Ucap Kompak mereka bertiga.
"Whusss..... Whusss......Whusss....... " Suara hempasan angin saat mereka mulai melesat terbang di langit.
Kembali ke Nona Blue dan Nona Lin yang tengah berada di Pulau Madu.
Pulau Madu.
__ADS_1
Nona Blue dan Nona Lin telah menyusuri beberapa Pulau namun belum menemukan Buah Pohon Kematian tersebut, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di tepi pantai Pulau Madu tersebut. Tampak kedua Gadis cantik itu tengah berjemur mengenakan bikini di pinggir pantai tersebut.
"Wah.... Pemandangan di sini benar-benar indah Blue, udaranya juga segar,"
"Sejauh ini belum ada tanda-tanda bahaya seperti yang dirumorkan." Ucap Nona Lin.
"Iya Lin, sebaiknya kita bersantai sejenak di tepian pantai ini, aku sudah lama banget gak berjemur seperti ini." Ucap Nona Blue yang merupakan dosen tercantik di AKPERTI.
"Gimana Kencan Online mu Blue?" Tanya Nona Lin.
"Hah......... " Suara Nafas Panjang Nona Blue.
"Tidak ada laki-laki setampan Tunangan Jendral Es di dalam nya, aku jadi tidak berselera lagi untuk mengikuti acara jodoh online tersebut Lin." Jawab Nona Blue keceplosan.
"Ugh.... Apa yang kukatakan barusan, gawat..... "
"Malu nya aku, kenapa aku bisa berpikiran ke Tunangan Jendral Es." Gumam Nona Blue.
Sepertinya tanpa di sadari oleh Nona Blue, ia juga terpengaruh oleh kemampuan Dragon Love nya Arung.
"Apa..... Tidak kusangka Blue doyan terong-terongan sama seperti Jendral Es, Arung itu memang tampan masa depan nya tidak diragukan lagi,"
"Kira-kira dia mau gak ya sama aku." Gumam Nona Lin yang juga terpengaruh oleh kemampuan Dragon Love Arung.
Mereka berdua pun kembali berjemur dan menikmati hari santai tersebut di Pulau Madu, mereka belum menyadari kekacauan besar yang akan terjadi di depan.
Kembali Ke Kapal Layar Langit yang di Nakhodai oleh Wakil Komandan Luna.
Tampak di Dek Kapal Luna tengah berlatih menggunakan Pedang Obat dan Pedang Petir Ungu secara bersamaan.
"Slashh........ Slashh.......... Slasshhh..... " Suara tebasan-tebasan angin kosong.
Terlihat Gadis Cantik berambut ungu tersebut sedang berlatih berpedang dengan lincah nya.
"Sebaiknya aku mencoba elemen magnet ku sekarang." Gumam Luna lalu melesatkan asap hitam dari dalam mulut nya.
Asap hitam setinggi 30 cm pun menutupi seluruh Dek Kapal, gaya gravitasi di tempat tersebut pun mulai meningkat menjadi 10 kali lipat nya.
"Bagus.... Aku akan kembali mengasah kemampuan berpedang ku, aku tidak boleh lagi hanya bergantung kepada Komandan Don Juan tersebut." Gumam Luna lalu kembali berlatih berpedang di atas Dek Kapal tersebut.
TO BE CONTINUED.........
__ADS_1
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].