Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Ujian Final AKPAVLA Bagian Ketiga.


__ADS_3

-[Di Dalam Ruang Santai di Ruangan Putri Naga Kecil]-


Tampak Arung sedang duduk bersantai dengan jubah perang di ranah alam dewa nya yang berwarna emas dan tiga pedang yang menggantung di pinggang nya.


"Bos..... " Gumam Jeni saat melihat Bos Arung.


Ketiga Pedang tersebut adalah Dua Buah Pedang Ular Merah Bertanduk Sembilan, lalu sebilah Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan yang mana ketiga senjata suci tersebut ber tipe racun yang sangat ganas.


"Ayo Jeni, kita berjalan-jalan di sekitaran desa lagi, warga pasti lagi bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang hancur tersebut." Ucap Arung kemudian bangun dari sofa tersebut.


"Wah.... Bos gagah sekali dengan jubah emas tersebut." Gumam Jeni saat melihat penampilan Bos Arung tersebut.


Sementara itu Jeni mengenakan pakaian serba putih dengan Pedang Emas menggantung di punggung nya.


"Ayo Bos." Ucap Jeni.


Mereka berdua pun keluar dari dalam bola ruang tersebut.


Beberapa menit kemudian.


-[Pinggiran Desa]-


Tampak Arung sedang menggali kembali bola ruang yang di tanam sebelum nya tersebut, kemudian mulai menyimpan nya di dalam cincin ruang penyimpanan milik nya. Setelah itu Sepasang Kekasih itu pun mulai berjalan menuju desa yang telah porak-poranda tersebut.


"Jalan nya bos pun gagah sekali, apa kah aku sudah mulai mencintai Bos Arung." Gumam Jeni.


Tiba-tiba saja sebuah White Hole pun muncul di atas kepala mereka berdua, rantai putih kembali melesat dari dalam lubang tersebut kemudian mulai melilit tubuh Arung dan Jeni.


"Ugh.... White Hole lagi, mungkin kah aku akan di kembalikan ke masa ku kembali?" Gumam Arung.


"Huft..... " Suara Nafas Panjang Jeni.


"Rantai Putih ini lagi." Gumam Jeni kemudian mulai pasrah dengan situasi tersebut.


Mereka berdua pun kembali di seret masuk tersebut dengan paksa ke dalam White Hole tersebut, dalam sekejap mata Arung dan Jeni pun berpindah tempat tepat di langit di atas Arena di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.


"Kali ini White Hole tersebut menurunkan kami berdua di atas langit." Gumam Arung kemudian mulai terbang lalu menggendong Jeni dengan mesra nya.


Tampak Gadis Penurut tersebut tersipu malu saat di gendong oleh bos nya tersebut, Jeni pun memberanikan diri untuk merangkul leher Bos Arung tersebut. Mereka berdua pun mulai turun perlahan dengan pose yang begitu romantis dan mesra.


"Ugh... Kenapa banyak sekali orang di bawah ya, kok perasaan ku gak enak banget?" Gumam Arung saat menoleh ke bawah.


Sementara itu Jeni tidak dapat berkata apa-apa di karenakan telah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung sambil terus merangkul mesra leher Bos nya tersebut.


-[Arena]-


Perhitungan mundur pun masih terus di lakukan oleh Luna dan Gisel.

__ADS_1


"Enam... Lima... Empat.... Tiga.... Dua.... " Ucap Luna dan Gisel menggunakan Jurus Auman Petir.


Pada hitungan mundur terakhir sepasang kekasih itu pun mulai mendarat dengan pose yang sangat romantis dan mesra di hadapan ke tiga tim tersebut.


"Dup......... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat di lantai arena tersebut.


"Ugh.... Hancur sudah, ternyata ada banyak sekali orang di sini." Gumam Arung sambil menggendong Jeni.


Jeni masih terus terbius oleh kemampuan Dragon Love milik Arung, Gadis Penurut itu pun masih merangkul leher Bos Berdarah Dingin nya tersebut dengan begitu mesra nya.


-[Pinggiran Tribun Penonton]-


Para Kultivator Reporter dan Kameramen sudah tidak asing lagi dengan wajah Laki-laki yang telah berhasil membuat patah hati hampir sebagian laki-laki di Benua Es Api tersebut.


"Mantappp.... Itu Tunangan Jendral Es, ternyata Komandan yang menaklukkan hati Jendral Es tersebut adalah seorang Play Boy kelas kakap." Ucap Salah Satu Kultivator Reporter tersebut.


"Berita besar, aku tahu pasti akan ada kehebohan di setiap kemunculan Jendral Es dalam suatu acara." Ucap Kultivator Reporter lain nya.


Sementara itu para kameramen pun mulai mengarahkan seluruh kamera nya ke arah Tunangan Jendral Es tersebut lalu mulai mengabadikan momen mesra Arung dan Jeni yang turun dengan mesra nya ke atas arena tersebut.


-[Tribun Penonton]-


Alangkah terkejutnya Nyonya Ya saat melihat Calon Menantu nya menggendong turun seorang wanita cantik lain nya dari atas langit, sementara itu Joong Woon terlihat biasa-biasa saja Bocah Kecil itu sudah mengetahui jika Calon Abang Ipar nya adalah seorang Play Boy kelas kakap.


"Calon Menantu, siapa lagi gadis cantik yang kau gendong itu,"


Raut wajah Joong Woon tampak bangga saat melihat Calon Kakak Ipar nya tersebut menggendong Wanita lain nya.


"Calon Kakak Ipar ku memang keren, dia akan menaklukkan dunia dengan menaklukkan para gadis-gadis cantik di Benua Es Api ini." Ucap Joong Woon dengan polos nya.


"Husss..... "


"Jangan ngomong yang tidak-tidak lihat tuh wajah kakak mu merah padam." Ucap Nyonya Ya.


"Walau pun mama berkata seperti itu, bagiku Calon Kakak Ipar adalah Pahlawan ku, berkat Kakak hubungan ku dengan Akira berjalan dengan baik saat ini aku sedang mendekati Anastasia dan Febrika." Gumam Joong Woon yang ternyata seorang Don Juan Cilik.


"Hi..... Hi.... Hi..... " Tawa kecil Joong Woon yang menyeramkan.


-[Tribun VVIP]-


"Ugh.... Pemuda itu benar-benar berani, dia bahkan berani berselingkuh di depan publik seperti ini." Ucap Nyonya Vicki.


"Jika Jendral Es tahu apa yang akan di lakukan nya pada Gadis Cantik itu yach?" Ucap Bu Diamond.


"Ugh... Dasar Don Juan." Ucap Jendral Catherine.


-[Arena]-

__ADS_1


Tampak wajah Luna, Gisel, dan Shilla mulai memerah saat menyaksikan momen romantis tersebut dengan kedua mata nya.


"Ugh.... Tidak kusangka dia kembali berselingkuh lagi, kali ini dengan Gadis yang tidak jelas asal usul nya, jika saja ini bukan acara resmi aku pasti akan menyetrum nya." Gumam Gisel dengan wajah yang memerah dan niat membunuh yang besar.


"Ugh.... Gawat ketiga Singa betina ini tampaknya sedang marah besar." Gumam Arung lalu segera menurunkan Jeni.


Jeni pun baru tersadar dari hipnotis kemampuan Dragon Love milik Arung, ia pun menatap ke arah ke tiga Gadis Cantik yang wajah nya memerah tersebut.


"Ugh.... Kenapa ada pancaran niat membunuh yang sangat besar dari mereka bertiga yach?" Gumam Jeni lalu beranjak ke belakang Ayu.


"Awas kau setelah Ujian ini selesai aku akan membuat perhitungan dengan mu Jeni." Ucap Shilla sambil melirik ke arah Jeni.


Arung pun berjalan ke arah Ayu, tampak wajah Luna pun masih memerah karena marah. Sementara itu Komandan Uranus tertawa geli di dalam hatinya, ia teringat saat Jendral Karna berulang kali selingkuh di depan nya.


"Hi.... Hi..... Hi...... " Tawa kecil Komandan Uranus di dalam hati nya.


-[Tribun Penonton]-


Akhirnya para penonton-penonton itu pun mulai menyadari identitas Arung sebagai Tunangan Jendral Es, Kultivator-Kultivator laki-laki yang masih menaruh hati kepada Jendral Love Killer itu pun mulai marah terhadap sikap Arung yang berselingkuh dengan Gadis tersebut.


"APA YANG DILIHAT JENDRAL ES DARI LAKI-LAKI ITU.... " Teriak Kultivator Laki-laki tersebut.


"DASAR PENGKHIANAT CINTA.... " Teriak beberapa Kultivator laki-laki tersebut.


"KAU TEGA MENYELINGKUHI JENDRAL ES, DASAR TIDAK TAHU DIRI.... " Teriak beberapa Kultivator laki-laki tersebut.


Suasana di tribun penonton pun kembali riuh dan ricuh, banyak kaleng-kaleng bekas minuman di lemparkan ke arah Arung, para Tetua-Tetua AKPAVLA pun mulai memasang perisai kultivasi air di sekitar arena tersebut, beberapa Murid Senior pun mulai menenangkan kerumunan penonton yang sedang mengamuk tersebut.


-[Arena]-


Komandan Uranus pun mulai menepuk bahu Luna dan Gisel yang sedang emosian tersebut.


"Luna, Gisel ayo segera di mulai." Bisik Komandan Uranus.


"Awas kau Arung, setelah ini." Gumam Luna yang ternyata marah dengan sikap Don Juan Arung.


"BAIKLAH UJIAN FINAL INI DI MULAI.... " Ucap Luna dan Gisel menggunakan Jurus Auman Petir.


Tepuk tangan yang meriah dari penonton pun mulai bergema dari Tribun Penonton tersebut.


"Plok.... Plok.... Plok.... "


"Plok.... Plok..... Plok.... " Suara tepuk tangan meriah dari penonton-penonton tersebut.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2