
Orbit Planet Merkurius.
Tak terasa 30 hari telah terlewati, Kapal-kapal Layar Langit tersebut akhirnya tiba di dekat orbit Planet Obat dan Racun tersebut. Terlihat Kapal-Kapal tersebut mulai memasuki atmosfer Planet Merkurius.
"Whussss....... Whusss.......... " Suara hempasan angin saat Kapal-Kapal Layar Langit mulai memasuki langit di Planet Merkurius tersebut.
Goncangan sedikit terasa di dalam kamar atau pun ruangan lain nya di dalam Kapal-Kapal Layar Langit tersebut saat bergesekan dengan lapisan atmosfer Planet Obat dan Racun tersebut.
"Kwaakkk..... Kwaakkk kk....... Kwaakkkk........ " Suara Beast Burung-Burung Bersayap Daun saat terbang menjauh dari Kapal-kapal Layar Langit yang memasuki langit Planet Merkurius tersebut.
"Dasshhh...... Dasshhhh......... "
"Dasshhhh....... Dasshhh......... " Suara saat Kapal-kapal tersebut mulai mengapung di lautan hijau.
Beberapa saat kemudian para Wakil Komandan yang menakhodai Kapal-Kapal tersebut mulai menurunkan jangkar tanda berlabuh ke dalam lautan hijau tersebut.
"Blurrppp...... Blurrppp..... "
"Blurrppp...... Blurpppppppppp..... " Suara saat jangkar-jangkar tersebut mulai tenggelam ke dasar Samudra Zamrud Hijau tersebut.
Suara Jendral Catherine pun mulai terdengar di pengeras suara di seluruh Kapal-Kapal Layar Langit tersebut.
"Para Komandan-komandan dan Calon Alkemis kalian di persilahkan berkumpul di atas Dek Kapal, misi dan ujian ini akan segera di mulai." Ucap Jendral Catherine dari pengeras suara.
Mendengar perintah Jendral Catherine, para Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis tersebut pun mulai beranjak ke atas Dek lalu mulai berbaris rapi, para Wakil Komandan pun muncul ke hadapan mereka lalu mulai membagikan cincin emas produksi Perusahaan Alba tersebut.
Di Dek Kapal Layar Langit yang di naiki Arung.
Wakil Komandan Luna pun memperlihatkan cara menggunakan cincin terbang tersebut, ia menyalurkan tenaga dalam nya ke inti senjata suci tersebut, lalu melemparkan nya ke atas lantai Dek dan mulai melayang satu meter dari atas permukaan lantai.
"Wah.... Benda itu benar-benar melayang." Gumam Jeni yang takjub melihat cincin emas tersebut melayang.
Luna pun melompat ke atas cincin tersebut, beberapa saat kemudian semua komandan-komandan mulai melakukan hal yang sama begitu juga dengan para Calon-Calon alkemis tersebut.
"Ugh... Hebat banget.... " Ucap Jeni yang baru pertama kalinya mengendarai cincin emas tersebut.
"Jeni akan heboh jika mengetahui penemu benda bulat ini adalah Bos Arung." Gumam Ayu dan Shilla kompak saat melihat Jeni Galgadoth.
__ADS_1
Suara Perintah dari Jendral Catherine kembali terdengar dari pengeras suara.
"Baiklah dengan ini misi dan ujian resmi di mulai, carilah Buah Pohon Kematian tersebut, kita akan kembali ke Planet Bumi enam bulan kemudian." Ucap Jendral Catherine.
Mendengar perintah tersebut, tim-tim tersebut mulai berterbangan dari atas Dek Kapal Layar Langit menuju arah tujuan nya masing-masing, begitu pula dengan ke empat Dosen AKPERTI tersebut juga terbang ke tujuan nya masing-masing.
"Whusss....... Whusss........ "
"Whusss...... Whusss......... " Suara Hempasan Angin saat mereka mulai terbang meninggalkan Kapal-Kapal Layar Langit tersebut.
Diatas langit Samudra Zamrud Hijau, Tim Arung.
"Shilla apa kamu memiliki petunjuk untuk menemukan Buah Pohon Kematian tersebut?" Tanya Arung sambil terbang bersebelahan dengan Kekasihnya tersebut.
"Tidak Arung, aku tidak memiliki petunjuk sama sekali." Jawab Shilla.
Sementara itu Jeni dan Ayu terbang di belakang Arung dan Shilla, tampak di sekitar mereka ada tim-tim lain nya, beberapa saat kemudian samar-samar ingatan Jendral Api Kerajaan Jangbaek kembali terngiang di kepalanya.
"HUTAN POHON KEMATIAN BERADA DI DALAM SAMUDRA ZAMRUD HIJAU DI TEMPAT DI MANA TIDAK ADA CAHAYA,"
Ia pun berhenti melesat terbang, kemudian mengeluarkan Pil Nafas Air dari dalam cincin ruang milik nya, ketiga rekan setim nya pun melayang di sekitar nya.
"Jeni kultivasi kan Pil Nafas Air ini, kita akan mulai menyelam ke dasar samudra." Perintah Arung sambil memberikan pil tersebut.
"Ugh.. itu Pil Nafas Air apa Pil KB yach, mungkinkah dia akan menggrepe-***** ku di dalam lautan hijau ini?"
"Ugh... sudahlah aku pasrah saja, walaupun Bos Assasin Berdarah Dingin tapi dia begitu tampan." Gumam Jeni.
Jeni Galgadoth kembali terbius Oeh kemampuan Dragon Love nya Arung.
"Baik bos." Ucap Jeni lalu mulai menelan Pil Nafas Air tersebut, kemudian mulai mengkultivasikan nya sambil melayang di udara.
"Ugh... ternyata ini bukan Pil KB ini beneran Pil Nafas Air." Gumam Jeni yang sudah berharap dirudu paksa oleh Bos Arung.
"Menyelam Arung?" Tanya Ayu.
"Di dalam samudra ini terdapat Beast Air Tumbuhan yang ganas, walaupun kita dapat bernafas di dalam air bukan berarti pohon tersebut bisa tumbuh di dalam air Arung." Ucap Shilla.
__ADS_1
"Firasatku mengatakan kalau buah tersebut berada di bawah lautan ini Shilla, Ayu." Jawab Arung kemudian mengeluarkan Belati Naga Iblis Air nya.
Beberapa saat kemudian Jeni pun selesai mengkultivasikan Pil Nafas Air tersebut, Tim Arung pun mulai menyelam ke dalam Samudra berwarna hijau tersebut.
"Blurpppppppppp............ " Suara saat tubuh mereka mulai menyelam.
Tampak ada beberapa Beast air tumbuhan berenang di sekitar mereka namun tidak berbahaya, mereka berempat terus menyelam ke dasar lautan tersebut. Air asin yang berwarna hijau tersebut lambat laun menjadi hitam, Komandan Don Juan itu pun mulai mengaktifkan mode Mata Kegelapan nya lalu mulai menyalakan bola cahaya di sekitar telapak tangan nya, agar Shilla dan yang lain nya dapat mengikuti nya.
"Ugh..... Ternyata dengan pil yang di berikan bos berdarah dingin tersebut aku jadi bisa bernafas di dalam air, apa paru-paru ku berubah jadi insang ya setelah mengkultivasikan pil tersebut?" Gumam Jeni polos sambil terus menyelam mengikuti Bos Arung nya.
Kembali Ke Kapal Layar Langit yang dinaiki Menteri Obat.
Di Dalam Kamar VVIP Menteri Obat.
"Guru, Adik Ketiga seperti nya sudah tewas di tangan Tunangan Jendral Es tersebut, apa yang harus kita lakukan selanjutnya Guru?" Tanya Shimura.
"Kita akan menunggu kedatangan nya di sekitar samudra zamrud hijau ini, kalian berdua dan beberapa murid-murid berjaga lah agak jauh dari Kapal-Kapal Layar Langit ini,"
"Beri kabar kepadaku jika Tunangan Jendral Es itu telah kembali kemari, kita akan langsung menyikat nya." Perintah Menteri Obat.
"Baik Guru." Sahut Kompak kedua murid utama nya tersebut.
Kedua murid nya tersebut mulai keluar dari dalam kamar VVIP tersebut lalu mulai terbang bersama beberapa murid luar Menteri Obat berniat mengintai kedatangan Arung kembali.
"Kakak kenapa Adik bisa sampai kalah melawan Tunangan Jendral Es, kekuatan nya kan berkali-kali lipat lebih kuat dari nya?" Tanya Shimura.
"Sepertinya Tunangan Jendral Es tersebut memiliki sebuah senjata pusaka yang sangat kuat, apa kau tidak menonton live streaming pertandingan Pemuda Berambut Merah itu di TV, ia bahkan memberikan dua buah senjata suci di ranah alam dewa puncak sebagai mas kawin kepada Jendral Es saat itu." Ucap Reika.
"Apa... Kalau begitu kita harus berhati-hati ketika menghadapi nya Kak, pusaka yang ada di tangan nya pasti sangat kuat." Ucap Shimura.
Reika dan Shimura beserta 20 orang murid luar Menteri Obat mulai berjaga di sekitaran Kapal-Kapal Layar Langit tersebut. Sementara itu Jendral Catherine dan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es mulai meninggalkan Kapal berniat mencari Buah Pohon Raja Kematian juga.
"Whusss..... Whusss...... Whusss........... " Suara hempasan angin saat Jendral Catherine dan Prajurit-Prajurit nya mulai melesat terbang di angkasa.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1