
Perlahan Kabut Ilusi Cinta pun mulai menghilang di sekitar Pelabuhan setelah kematian Putri Ilusi, Lily dan kedua Wakil Komandan nya pun berteleport ke atas Dek Kapal Layar Langit dari Benua Naga Planet Kuno Jupiter di saat bersamaan.
"Blitzzz........ " Suara saat mereka bertiga berteleport ke atas Dek.
"Dup............ " Suara langkah kaki saat ketiga Kultivator tersebut mulai mendarat di atas Dek Kapal.
Lily pun terkejut saat mengamati ke sekeliling nya, tampak banyak sekali mayat-mayat bergelimpangan di atas Dek dan sekitar Pelabuhan tersebut. Di berbagai sudut kota sedang terjadi pertarungan antara Pria Bertopi Bundar Serba Hitam dengan Komandan-Komandan Baru yang tersisa dan Kultivator lain nya.
"Lily seperti nya ada serangan *******, kita harus bersiap." Ucap Wakil Komandan Yuan Lang, mulai mencabut Pedang Karma nya.
"Hah......... " Suara Nafas Panjang Shangguan.
"Baru saja lulus dari ujian di Gunung Naga, sudah harus bertarung lagi, aku capek banget." Ucap Wakil Komandan Shangguan, lalu mulai mencabut Pedang Beku nya.
"Kita segera harus membantu Komandan-komandan lain nya, firasat ku tidak enak." Ucap Komandan Lily, mulai mengeluarkan Cakram Air nya.
"Dzzitt..... Dzzzitttt..... Dzzitt..... " Suara percikan petir dari Cakram air milik Komandan Lily.
Dua puluh orang Prajurit-Prajurit Black Rock pun mulai melesat dan mengelilingi mereka di atas dek tersebut, tampak mereka telah bersiap menyerang menggunakan Pedang Petir di tangan nya.
"Hyattttt........... " Teriak Kompak Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut, lalu mulai menerjang ke arah mereka bertiga.
"Bersiap lah Shangguan, Yuan Lang." Ucap Komandan Lily.
"Baik Komandan." Ucap kedua Wakil Komandan tersebut Kompak.
Pedang-Pedang mereka pun mulai beradu, tampak dengan lincah Ketiga Kadet Akperti tersebut mampu mengimbangi ayunan mematikan dari Pedang-Pedang lawan nya.
"Tring...... Tring..... Tring...... "
"Tring...... Tring..... Tring....... " Suara beberapa Pedang saling beradu.
"Matilah kalian..... " Teriak Komandan Lily lalu mulai melemparkan Cakram Air nya.
"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Cakram tersebut melesat terbang.
"Slassh..... Slassh..... Slassh.......... " Suara Cakram Air saat memenggal lima kepala Prajurit-Prajurit Black Rock.
"Brukkk..... Brukkk...... Brukkk....... " Suara kepala Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut saat terjatuh ke tanah.
Cakram tersebut pun kembali ke tangan pemilik nya.
"Serangan milik Komandan Lily memang mengerikan." Gumam Yuan Lang.
__ADS_1
Ke lima belas Prajurit-Prajurit Black Rock pun mulai saling menatap, mereka pun kompak untuk menebaskan Pedang Petir ke arah Lily dan yang lain nya.
"Hyatttt........ " Teriak Kompak Prajurit-Prajurit tersebut lalu mulai menebaskan Pedang-Pedang Petir nya.
"Semuanya mendekat ke arah ku." Perintah Komandan Lily, kedua bawahan nya pun mulai berlari ke arah nya.
"Whusss...... Whusss....... Whusss........ " Suara hempasan Pedang-Pedang Petir Raksasa saat melesat ke arah ketiga kultivator tersebut.
Sebuah perisai es milik Komandan Lily pun menahan Pedang-Pedang Raksasa milik Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut.
"Duarghhh...... Duarghhh..... Duarghhh........ " Suara ledakan akibat serangan tersebut.
"Shangguan, ingat posisi mereka, Yuan Lang keluarkan Kabut Ungu sekarang." Perintah Komandan Lily.
Wakil Komandan Yuan Lang pun mulai melesatkan kabut Ungu dari telapak tangan nya, beberapa saat kemudian kabut tersebut mulai memenuhi Dek Kapal Layar Langit.
"Ugh.... kabut apa ini?" Tanya Salah Satu Prajurit Black Rock.
"Tenang kita semua memakai masker." Jawab Prajurit Black Rock lain nya.
Beberapa saat kemudian Kabut Ungu pun mulai membuat indra mata, telinga, dan suara mereka tidak berfungsi.
"Ugh.... Aku tidak bisa melihat." Teriak Prajurit Black Rock Lain nya.
Kembali ke Pertarungan Komandan Arung dan Komandan Black Rock.
Ekspresi Komandan Black Rock pun kebingungan saat melihat Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan nyatewas dengan kepala terpenggal, ia pun menatap penuh emosi ke arah Komandan Arung.
"Kau membunuh sahabat ku satu-satu nya, dasar Pemuda Biadap." Ucap Komandan Black Rock, sambil menghunuskan Pedang Petir nya ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Siapa yang lebih biadap Nona Berambut Putih, kau telah melukai Dosen dan Asisten Dosen Akperti." Ucap Arung.
Aura petir mulai berkumpul di sekitar tubuh Komandan Black Rock tersebut, dari ujung Pedang Petir nya mulai keluar berpuluh-puluh sambaran petir ke arah Komandan Arung.
"Jder....... Jder...... Jder....... " Suara banyak sambaran petir.
Arung pun mulai memasang Perisai Kultivasi Perak di sekitar nya.
"Duarghhh...... Duarghhh...... Duarghhh........ " Suara ledakan akibat sambaran petir tersebut.
"Kejam, Biadap, dan juga...... "
"Wanita yang sangat bersemangat." Gumam Arung, lalu berteleport ke belakang punggung Komandan Black Rock.
__ADS_1
"Blitzzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata Komandan Arung telah berada di belakang punggung Nona Berdarah Dingin tersebut.
"Jleebbb.............." Suara Pedang Naga Khayangan saat menusuk jantung Pembunuh Berdarah Dingin tersebut dari belakang.
"Akh....... " Teriak Komandan Black Rock, lalu memegang ujung pedang tersebut.
"Kau sudah kalah Nona Biadap." Ucap Arung.
"Ugh..... sejak kapan dia ada di situ." Gumam Komandan Black Rock.
"Tidak kuduga aku akan mati dengan cara licik seperti ini, aku akan membawamu serta BIADAP." Ucap Komandan Black Rock, tampak aura putih mulai keluar dari tubuh nya.
"Ugh.... kenapa Pedang Naga Khayangan ku tidak bisa di cabut." Gumam Arung lalu berusaha keras mencabut pedang milik nya.
Beberapa rantai putih mulai keluar dari belakang punggung Pembunuh Berdarah Dingin tersebut, rantai tersebut sama seperti rantai yang menyeret Pendekar Setengah Naga tersebut ke dalam White Hole dan membuat nya terdampar ke masa lalu.
"Ini rantai yang sama, ada hubungan apa wanita ini dengan White Hole tersebut." Gumam Arung.
Rantai itu pun mulai melilit seluruh tubuh Arung, seberkas energi putih mulai membentuk di sekitar tubuh mereka.
"Ugh... tubuhku tidak dapat di gerakkan, jurus teleportasi ku pun tidak bisa di lesat kan." Gumam Arung.
"Ikutlah bersamaku ke alam baka, Pendekar Biadap." Ucap Komandan Black Rock, lalu mulai tak sadar kan diri.
Energi putih tersebut mulai membentuk seekor White Hole Dragon, lalu mulai mengaum.
"Naga lagi, aku memang harus segera kembali ke Benua Naga." Gumam Arung.
"Aurghhhh............... " Suara raungan Naga tersebut.
Naga itu pun mulai melesat ke atas langit Kota Pelabuhan Planet Kuno Jupiter. Setelah mencapai ketinggian tertentu Naga tersebut pun mulai meledakkan diri nya.
"Duarghhh hhh......... " Suara ledakan dahsyat di atas langit.
"Groaghhhh............. " Suara getaran dahsyat akibat ledakan tersebut.
Beberapa saat kemudian tubuh Arung dan Komandan Black Rock pun terjatuh dari atas langit dengan kondisi penuh dengan luka bakar.
"Brukkkk................. " Suara tubuh mereka saat terjatuh ke jalanan di sekitar Pelabuhan.
Komandan Lily dan Komandan lain nya pun membasmi seluruh Prajurit-Prajurit Black Rock yang tersisa, kemudian menolong Komandan-Komandan serta Wakil-wakil nya yang terluka parah. Akibat ledakan tersebut, hujan pun mulai turun mengguyur deras di malam ini di Kota Pelabuhan Planet Kuno Jupiter.
__ADS_1
"Byurrrr..................... " Suara hujan deras.