Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Ujian Final AKPAVLA Bagian Akhir.


__ADS_3

-[Tribun Khusus]-


"Wilson.... " Gumam Bu Rektor dan Dewi Obat Kompak saat melihat Jendral Wilson beserta Ratu Gina dan Tetua Laraz mendarat tepat di hadapan mereka.


Jendral Wilson pun mulai berbisik ke telinga Jendral Catherine setelahnya, kemudian mulai menginformasikan jumlah Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular yang akan menyerang serta rencana Aliansi Sekte Kupu-Kupu Hantu dengan Kekaisaran Dewi Es.


"Apa....... " Ucap Jendral Catherine dengan nada suara pelan.


Sontak raut wajah Jendral Catherine mulai berubah tegang, ia pun mulai menoleh ke arah Bu Rektor dan Dewi Obat yang duduk di sebelah nya.


"Ugh...... Ini di luar skenario Jendral Es, kita hanya memiliki 30 ribu pasukan berjaga-jaga di sekitar Hutan Seribu Obat, jumlah Prajurit-Prajurit musuh mencapai 10 ribu orang." Gumam Jendral Catherine kemudian mulai mengurut-ngurut kepala nya tersebut.


Sementara itu Jendral Wilson juga mulai memberitahukan Dewi Obat berserta Bu Diamond perihal informasi yang sama yang di beritahukan nya kepada Jendral Catherine.


Beberapa menit kemudian.


"Sepertinya hari ini kita akan berperang habis-habisan, mereka pasti sudah ada di sekitar sini dan bersembunyi menggunakan Jurus Tabir Hantu." Gumam Bu Diamond lalu mulai meneguk beer yang ada di sebelah nya.


"Huft...... " Suara Nafas Panjang Dewi Obat.


"Kenapa Perang Besar ini harus terjadi di saat aku mulai menemukan jenius baru di Paviliun ku." Gumam Dewi Obat.


Beberapa Komandan pun mulai mengambilkan kursi tambahan untuk Jendral Wilson dan yang lain nya, keadaan di Tribun tersebut pun mulai hening disebabkan informasi yang di berikan oleh Jendral Wilson sebelum nya.


-[Tepian Danau Siluman Raja Petir]-


Terlihat 1000 Pasukan White Rock sedang bersembunyi di balik pepohonan di sekitar tepian danau tersebut dan menunggu perintah penyerangan dari sang Komandan yang saat ini tengah berdiri sambil memandangi Danau Biru di hadapan nya.


"Lapor Komandan... "


"Di dalam hutan di penuhi dengan Prajurit-Prajurit Kekaisaran, jumlah mereka ribuan Komandan,"


"Ada sesuatu yang aneh dengan ujian kali ini Komandan." Ucap Prajurit Bertopi Bundar Putih tersebut.


"Sepertinya akan ada perang di Kota ini, Pihak Kekaisaran tidak mungkin menugaskan ribuan Prajurit hanya untuk menjaga keamanan di lokasi Ujian Alkemis ini,"


"Pihak Kekaisaran pasti mengetahui akan ada sebuah serangan besar ke Puncak Gunung Seribu Obat, Aku sebaiknya menyergap Pembunuh Adikku di sekitar Jembatan ini saja." Gumam Komandan White Rock.


"Kita tidak jadi masuk ke dalam hutan, terus pantau di jembatan,"


"Jika kalian melihat Tunangan Jendral Es tersebut jangan ragu-ragu untuk menyerang nya." Perintah Komandan White Rock.


"Siap Komandan.... " Ucap Prajurit tersebut.


500 Pasukan White Rock pun mulai beranjak ke jembatan utama tersebut, berniat menunggu kedatangan Tunangan Jendral Es tersebut. Tampak Prajurit-Prajurit tersebut mulai menyebar di areal di sekitar atas dan bawah jembatan panjang tersebut.


-[Arena]-

__ADS_1


Tiga jam kemudian, Shilla dan Ayu pun mulai menyadari bahwa Pil yang mereka bakar saat ini telah selesai dari aroma wangi yang berasal dari Tungku Dewa Ular Kuno tersebut.


"Akhirnya selesai juga." Gumam Ayu.


Kedua Alkemis Cantik itu pun saling menatap satu sama lain nya, mereka pun lalu menoleh ke arah Komandan Don Juan tersebut bersamaan.


"Arung, kau sudah bisa menyudahi nya,"


"Pil nya telah selesai." Ucap Shilla.


"Fiuh..... Syukurlah." Gumam Jeni.


"Ugh... Baguslah, aku bisa beristirahat setelah ini,"


"Tenaga ku telah hilang setengah nya karena pertarungan dengan Jiwa Jahat tadi." Gumam Arung kemudian mulai mengangguk dan menyudahi mengeluarkan Api Beku nya.


Ketiga Alkemis Cantik itu pun mulai menurunkan Tungku Dewa Ular Kuno perlahan ke atas lantai arena.


"Dup..... " Suara saat Tungku Dewa Ular Kuno tersebut mendarat mulus di atas lantai arena.


"Fiuh...... "


"Akhirnya selesai juga, Jurus ini sangat menguras tenaga dalam ku." Gumam Jeni yang terlihat kelelahan.


Ayu, Shilla, dan Jeni pun mulai beranjak ke sebelah Arung.


"Dup......... " Suara saat tapak kaki Tetua tersebut mendarat di balik Tungku Dewa Ular Kuno tersebut.


Tetua Cantik berpakaian putih tersebut adalah Nona Lao Err, dengan anggun ia pun berdiri di belakang Tungku Obat tersebut.


"Whussss.... " Suara hempasan angin saat ketiga pembawa acara melesat terbang menaiki cincin emas.


"BAIKLAH KITA AKAN MULAI MEMBUKA TUNGKU OBAT TERSEBUT, DAN MEMULAI PENJURIAN NYA." Ucap Luna dan Gisel kompak menggunakan Jurus Auman Petir.


"Ugh... Gisel kelihatan cantik sekali hari ini." Gumam Arung saat menoleh ke arah Wakil Komandan Gisel.


Ketiga Tetua mulai saling menatap, mereka pun mulai membuka tungku tersebut secara bersamaan.


"Kraaakkkk........... " Suara saat tutup tungku terbuka.


Tetua Hiengge Faraday pun mulai mengeluarkan Pil yang di bakar oleh Tim Milea tersebut.


"Ugh.... Ayo kita lihat Pil nya jadi atau tidak." Gumam Tetua Hiengge.


Sebuah Pil berwarna putih berkilauan mulai muncul dari dalam Tungku tersebut, Tetua Hiengge pun mulai memperhatikan nya dengan seksama lalu mulai mengambil sebuah kesimpulan.


"Pil Penawar Racun Kehidupan level lautan." Ucap Tetua Hiengge.

__ADS_1


Tampak Milea dan yang lain nya mulai berpelukan kelompok karena sangat senang karena telah berhasil menyelesaikan pembakaran pil tersebut.


"Kya...... Walaupun pil nya level tiga, yang penting pil nya jadi." Ucap Milea.


"Abang ipar punya gimana yach?" Gumam Komandan Lily lalu menoleh ke arah Tungku Dewa Ular Kuno tersebut.


"Benar Milea, usaha kita selama ini jadi tidak sia-sia." Ucap Cici dan Bayli kompak dengan raut wajah terharu.


"TIM MILEA BERHASIL MEMBUAT PIL PENAWAR RACUN KEHIDUPAN LEVEL TIGA, KITA AKAN MELANJUTKAN MEMBUKA KE DUA TUNGKU OBAT LAIN NYA." Ucap Luna dan Gisel kompak.


"Sebenarnya ada apa dengan mereka berdua yach?"


"Sejak tadi mereka berdua kelihatan tidak akur, apa mungkin mereka berdua sedang datang bulan?" Gumam Komandan Uranus.


Tetua Ranggo pun mulai mengeluarkan Pil yang di bakar oleh Tim Dilla, Pil yang muncul dari dalam tungku sama persis dengan Pil milik Tim Milea sebelumnya. Dengan cepat Tetua Ranggo Sakura pun mulai memberikan penilaian nya.


"Pil Penawar Racun Kehidupan Level Tiga." Ucap Tetua Ranggo.


"WAH.... HEBAT KE DUA TIM SEIMBANG... " Ucap Salah Satu Penonton yang berada di Tribun Penonton tersebut.


"UGH..... BAGUS... BAGUS..... " Ucap Penonton lain nya yang berada di Tribun Penonton tersebut.


"TIM DILLA BERHASIL MEMBAKAR PIL PENAWAR RACUN LEVEL TIGA." Ucap Luna dan Gisel kompak.


"Ugh.... Sekarang giliran Tim kami, semoga Pil nya juga berwarna putih berkilauan." Gumam Shilla.


"Aku tidak begitu paham dengan Alkimia ini, tapi seperti nya Tim Dilla dan Tim Komandan Lily seimbang." Gumam Komandan Arung.


"Kita berhasil Sayang.... " Ucap Komandan Jackal kemudian mulai memeluk Dilla dengan erat.


Komandan tersebut berniat mencium Dilla namun segan terhadap Petinggi-Petinggi yang saat ini sedang berada di Tribun Khusus tersebut.


"Mulai lagi dech." Gumam Kiky dan Alia sang JOJOBA.


Dengan anggun Tetua Lao Err mulai mengeluarkan pil di dalam Tungku Dewa Ular Kuno tersebut, raut wajah ketiga Tetua yang ada di arena tersebut mulai terpukau saat melihat Pil Berwarna Hitam yang bersinar terang tersebut.


"I.... I.... Ini Pil Penawar Racun... Racun Kehidupan Tingkat Langit." Ucap Tetua Lao Err dengan nada suara yang bergetar.


Kedua Tetua lain nya pun mulai beranjak ke sebelah Tetua Lao Err, mereka pun mulai berbisik kemudian mulai beranjak ke sebelah Komandan Uranus.


"Pil Hitam...... Tidak mungkin... " Gumam Ayu yang terkejut dengan hasil pembakaran nya.


"Kenapa pil nya berwarna hitam?"


"Mungkinkah pil hitam itu adalah pil gosong?" Gumam Arung yang tidak paham sama sekali mengenai Alkimia tersebut.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2