Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Komandan White Rock Kakak Kembar dari Komandan Black Rock.


__ADS_3

Guild Assasin Hitam.


Malam hari.


Kembaran dari Komandan Black Rock itu pun mulai memasuki Lobi Guild Assasin Hitam, walau pun sudah malam hari di lobi tersebut masih ada beberapa assassin yang tengah melihat misi di papan pengumuman tersebut.


"Aku akan membalaskan kehancuran kelompok Assasin Black Rock adik ku." Gumam Komandan White Rock tersebut, lalu mulai memasuki lift.


Di Dalam Lift.


Tampak saat ini Komandan White Rock itu tengah berdiri dengan anggun, dan di sebelah nya ada Mei Lang assasin level satu namun kekuatan mereka sangat jauh berbeda.


"Dia pasti Kakak nya Komandan Black Rock, pasti dia akan mengambil misi membunuh Tunangan Jendral Love Killer tersebut,"


"Kasian Pemuda Tampan itu, dia baru saja keluar dari mulut harimau sekarang malah buaya sedang berusaha memangsanya." Gumam Mei Lang.


Raut wajah nya tampak dingin, namun sorot mata Komandan White Rock itu di penuhi dengan dendam serta niat membunuh yang sangat besar.


Beberapa saat kemudian.


"Ting.... Tong.... " Suara bel menandakan lift tersebut telah sampai pada lantai yang di tuju.


Pintu lift pun mulai terbuka, gadis cantik berdarah dingin yang berpakaian serba putih tersebut pun mulai memasuki lantai 10 kemudian berjalan anggun ke arah meja Jie Lang yang merupakan salah satu staf di Guild tersebut.


Lantai 10.


"Misi membunuh Tunangan Jendral Es." Ucap Komandan White Rock tersebut dengan dingin, kemudian memberikan token assasin kelas satu milik nya.


"Baik Komandan, akan segera saya regestrasikan." Ucap Jie Lang, saat ini Jie Lang sedikit tertekan dengan kultivasi Komandan tersebut.


Ranah Komandan White Rock ini berada di ranah alam malaikat tingkat awal dan terkenal sangat kejam sama seperti Yolanda Lang, tampak assasin lain nya pun tidak berani menatap mata nya termasuk Mei Lang.


Beberapa saat kemudian, Jie Lang pun telah selesai meregisterasikan misi tersebut.


"Ini Komandan, token anda." Ucap Jie Lang, sambil membungkuk lalu menyerahkan Token tersebut.


Ia pun mengambil token tersebut lalu kembali masuk ke dalam lift.


"Tap..... Tap....... Tap...... " Suara Tapak kaki Komandan White Rock tersebut, saat berjalan memasuki lift, tampak assasin di sekitar nya seperti menahan nafas nya saat Komandan Kejam tersebut lewat di hadapan mereka.


"Dup.......... " Suara pintu lift tertutup.


"Hah......... " Nafas panjang Mei Lang dan assasin lain nya di lantai 10 tersebut.

__ADS_1


"Kali ini Tunangan Jendral Es pasti mati, Komandan White Rock memiliki 1000 orang Prajurit, kasihan dia." Ucap Mei Lang.


"Fiuh....... "


"Tapi saat ini Tunangan Jendral Es berada di Kota Seribu Obat, ada banyak sekali Kultivator kuat di sana, kali ini pasti akan lebih seru." Ucap Jie Lang.


Di Dalam Lift.


"Tunangan Jendral Es, aku akan meminum darah mu saat selesai membunuh mu nanti." Gumam Komandan White Rock sambil mengepalkan kedua telapak tangan nya.


Di Luar Guild Assasin Hitam.


Di luar Guild tampak 1000 Prajurit-Prajurit White Rock telah berbaris dengan seragam serba putih lalu bertopi bundar berwarna putih menunggu kedatangan Komandan nya tersebut.


"Ayo kita pergi." Ucap Sage Assasin tersebut.


"Siap Komandan." Ucap Kompak Prajurit-Prajurit tersebut.


Mereka pun bersiap pergi menuju Kota Seribu Obat, untuk membunuh Tunangan Jendral Es tersebut.


Di Pelabuhan Kapal Selam di pinggiran Kota Guild Assasin Hitam.


"Ayo semuanya kita akan meratakan AKPERTI saat ada kesempatan, darah dibalas dengan darah." Seru Komandan White Rock tersebut lalu mulai memasuki salah satu Kapal Selam Assasin yang berlabuh.


Di Dalam Kapal Selam Assasin.


Tampak Komandan tersebut duduk di bangku paling belakang, Kapal selam tersebut di penuhi oleh Prajurit-Prajurit White Rock.


"Adik bodoh ku itu berani menyerang Kapal Layar Langit dengan hanya sedikit Prajurit-Prajurit Black Rock di ranah alam bumi, dia memang nekat,"


"Akhirnya aku juga yang harus membereskan masalah ini." Gumam Komandan White Rock.


Kapal-kapal selam itu pun mulai menyelam menuju Pelabuhan Benua Es Api Selatan, setibanya di sana mereka akan melalui jalan darat menuju Kota Seribu Obat.


Malam hari, di atas atap Penginapan Stadium Awan Hitam.


"Byurrrr.......... " Suara hujan deras.


Sebuah White Hole pun muncul mendadak di atas Gedung Penginapan Stadium Awan Hitam tersebut, Arung dan Sarah pun keluar dari dalam lubang putih tersebut.


"Dup............. " Suara saat tubuh mereka berdua jatuh ke lantai di atap gedung tersebut.


"Sepertinya kita sudah kembali ke masa kita Sarah." Ucap Arung.

__ADS_1


"Ia Suamiku, kalau begitu aku kembali dulu, aku khawatir dengan Kakak." Ucap Sarah, lalu kembali ke Planet asal nya.


"Tapi Sarah....... " Ucap Arung.


"Blitzzz.......... " Suara saat Sarah menghilang dan kembali ke Planet asal nya.


"Hah.... Kentang dech malam ini." Gumam Arung lalu mulai memasang perisai hujan.


Ia pun mulai berteport kembali ke Kota Seribu Obat, ke dalam kamar nya.


"Blitzzzz......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam sekejap mata ia pun berpindah tempat ke ruang santai di dalam kamar nya di lantai 100.


Lantai 100, kamar bernomer 101.


"Dup............ " Suara Tapak Kaki Arung saat mendarat di lantai tersebut.


Tampak Shilla dan Xiao Mei Mei tengah menonton acara Talk Show mengenai malam konser internasional yang akan di langsungkan beberapa bulan lagi.


"Ehm.... Komandan Don Juan udah balik ke sarang nya, seminggu ini berapa wanita yang sudah dia dapatkan ya?" Gumam Shilla curiga dengan Calon Suaminya tersebut.


Ternyata Arung kembali ke masa 7 hari kemudian, ia pun belum menyadari nya saat ini.


"Arung kemana aja kamu seminggu ini?" Tanya Xiao Mei Mei yang juga curiga dengan sepak terjang Suaminya tersebut.


"Seminggu..... apa?"


"Ternyata aku sudah pergi lama sekali, aku pasti sudah ketinggalan beberapa pelajaran di Akademi, sebaik nya aku langsung tidur saja sebelum pertanyaan-pertanyaan tajam keluar dari mulut Xiao Mei Mei dan Shilla." Gumam Arung.


Komandan Don Juan itu pun mulai merangkai cerita bohongan untuk menutupi kebohongan nya menghilang selama 7 hari tersebut.


"Aku berlatih Jurus Avatar Elemen Kayu Mei Mei, aku lelah sekali aku tidur dulu yach." Ucap Arung lalu mulai masuk ke dalam kamar.


"Dup........... " Suara pintu kamar tertutup.


Sementara itu Xiao Mei Mei dan Shilla makin curiga terhadap tingkah laku Komandan Don Juan tersebut.


"Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi selama seminggu dia menghilang, aku akan mencari tahu nya nanti." Gumam Xiao Mei Mei, lalu kembali menonton acara Talk Show tersebut.


"Arung, apa yang kau sembunyikan saat ini?" Gumam Shilla, lalu kembali menonton acara Talk Show tersebut.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2