Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Samudra Zamrud Hijau Bagian Akhir.


__ADS_3

Arung dan tim nya pun akhirnya tiba di dasar samudra yang terdalam tersebut, gaya gravitasi di tempat ini 10 x lipat lebih besar dari tempat-tempat lain nya. Terlihat Jeni sudah kesulitan bergerak, sementara itu Komandan Don Juan itu pun mulai menggenggam tangan Jeni lalu menyalurkan tenaga dalam nya.


"Terima kasih bos." Ucap Jeni yang kembali stabil setelah mendapat bantuan tenaga dalam dari Bos Arung tersebut.


Tampak di dasar Samudra tersebut sebuah Beast Kerang Tumbuhan Raksasa dengan mulut menganga, di dalam mulut kerang tersebut terdapat sebuah mutiara berwarna merah darah sebesar Kota Seribu Obat.


"Besar banget..... " Gumam Ayu, Shilla, dan Jeni kompak saat melihat Beast raksasa tersebut.


"Sepertinya Hutan Pohon Kematian berada di dalam mutiara berwarna darah itu." Ucap Arung.


"Bagaimana caranya kita masuk ke dalam mutiara itu Arung?" Tanya Ayu.


"Setelah masuk lalu bagaimana caranya kita keluar?" Tanya Shilla.


"Aku pun tidak tahu bagaimana caranya kita masuk dan keluar nanti nya, sebaik nya ayo kita melihat mutiara merah darah itu lebih dekat dulu." Jawab Arung sambil menggenggam lengan Jeni kemudian menyelam mendekati mutiara merah darah tersebut.


"Ugh.... kenapa aku makin nyaman ya berada di sisi Bos Berdarah Dingin ini." Gumam Jeni Galgadoth.


"Firasat ku gak enak banget." Gumam Shilla saat melihat Kerang Raksasa dan Kekasihnya yang menggenggam tangan wanita lain nya.


Mereka berempat pun mulai menyelam mendekati Beast Kerang Tumbuhan Raksasa tersebut, tiba-tiba saja beberapa rantai api melesat keluar dari dalam Mutiara tersebut lalu mulai melilit tubuh mereka berempat.


"Ughhh..... Rantai api ini menghilangkan kemampuan berteleport ku." Gumam Arung sambil berusaha melepaskan diri dari lilitan rantai api tersebut.


"Akh.......... " Teriak Jeni, Ayu, dan Shilla.


Mereka berempat pun ditarik masuk ke dalam mutiara berwarna merah darah tersebut. Mulut Beast Kerang Tumbuhan itu pun mulai menutup setelah nya.


"Dup............ " Suara saat mulut Beast kerang tumbuhan tersebut menutup.


Di dalam Mutiara Berwarna Merah Darah.


"Dup.....Dup.......Dup... " Suara saat tubuh mereka jatuh ke dalam tanah.


Mereka terjatuh di dalam hutan dengan rumput berwarna hitam, kemudian di sekeliling mereka di penuhi dengan pepohonan raksasa berwarna hitam berdaun merah.


"Ugh..... Dimana kita sekarang?" Tanya Jeni sambil mengamati sekeliling nya.


"Sepertinya ini adalah dunia yang ada di dalam mutiara berwarna merah darah tersebut Jeni." Jawab Shilla.


Arung hanya memperhatikan ke sekeliling pepohonan berbatang hitam tersebut, samar-samar suara Jendral Api Kerajaan Jangbaek kembali terngiang di dalam kepala nya.

__ADS_1


"INI ADALAH HUTAN POHON KEMATIAN JANGAN MENYENTUH BATANG-BATANG BERWARNA HITAM TERSEBUT, ITU SANGAT BERACUN." Suara di Kepala Arung.


Ayu hendak menyentuh batang kayu beracun tersebut karena penasaran.


"Ayu jangan sentuh batang pohon itu beracun." Seru Arung.


"Apa beracun." Gumam Ayu lalu menghentikan tindakan nya.


"Ini adalah Pohon Kematian yang kita cari, lihat buah-buahan berwarna hitam kemerah-merahan itu adalah Buah Pohon Kematian." Ucap Arung sambil menunjuk ke arah buah-buahan tersebut.


Jeni pun meneteskan air mata kebahagiaan nya, tanpa sadar Gadis Penakut itu pun memeluk Bos Arung.


"Bos.... Terima Kasih, akhirnya kita lulus ujian tahap kedua ini." Ucap Jeni kemudian melepaskan pelukan nya.


"Jeni, mungkinkah dia memiliki hubungan dengan Komandan Don Juan ini?" Gumam Shilla yang mulai mencurigai gelagat-gelagat aneh Jeni.


"Huft........... " Suara Nafas Panjang Ayu.


"Baiklah ayo kita mulai memanen buah-buahan ini." Ucap Ayu.


Arung pun memberikan Jeni sebuah Pedang Emas.


"Jeni, jangan menyentuh langsung buah itu gunakan Pedang Emas ini untuk memanen nya." Ucap Arung sambil melemparkan Pedang Emas ke arah Jeni.


"Baik Bos.... " Ucap Jeni.


"Ugh..... Arung dia bahkan memberikan pedang emas kepada Jeni, apa mungkin Jeni adalah budak cinta nya selama ini." Gumam Shilla.


Mereka berdua pun mulai terbang menggunakan Cincin Emas dan mulai memanen Buah-buahan tersebut. Dunia di dalam Mutiara Berwarna Merah Darah tersebut adalah sebuah hutan yang di tumbuhi Pohon-Pohon Kematian dan di tengah nya terdapat sebuah gunung yang di puncaknya terdapat Danau dan sebuah pulau kecil.


Malam Hari.


Beberapa Jam Kemudian,


"Wah..... Kita panen besar nih, aku sudah mengumpulkan 1000 buah pohon kematian Arung." Ucap Ayu.


"Sama Ayu aku juga telah mengumpulkan 1000 buah pohon kematian." Ucap Arung.


"Aku mengumpulkan 500 buah Pohon Kematian." Ucap Shilla.


Mereka bertiga pun mulai menoleh ke arah Jeni.

__ADS_1


"Aku hanya mengumpulkan 59 buah Pohon Kematian Bos." Ucap Jeni.


Hari itu mereka telah berhasil memanen habis semua buah-buahan yang ada di dalam hutan tersebut hingga tidak bersisa. Mereka saat ini sedang duduk bersama dan di tengah-tengah mereka terdapat sebuah api unggun, suasana sudah mulai gelap di dalam Mutiara Berwarna Merah Darah tersebut.


"Arung kita sudah mendapatkan Buah Pohon Kematian, bagaimana caranya kita keluar dari sini?" Tanya Shilla.


Arung pun menenggadah kan kepalanya ke atas, suara Jendral Api Kerajaan Jangbaek kembali terngiang di kepalanya.


"UNTUK DAPAT KELUAR DARI DALAM MULUT KERANG RAKSASA INI, KAU HARUS MENGUASAI JURUS TELEPORTASI BAGIAN KE EMPAT,"


"JURUS TELEPORTASI SEJAUH 1.000.000 KM." Suara Di Kepala Arung.


"Apa...... Sepertinya akan butuh waktu beberapa bulan untuk mengusai nya, aku seperti nya harus berlatih di puncak gunung hitam itu,"


"Akan berbahaya jika berlatih di sini, salah-salah aku bisa mati terkena racun di batang kayu hitam ini." Gumam Arung.


"Kenapa Arung termenung setelah melihat ke atas?" Gumam Ayu.


"Shilla, aku harus menguasai Jurus Teleportasi Bagian Ke Empat untuk bisa keluar dari dalam Mutiara dan Beast Kerang ini." Jawab Arung.


"Aku tidak mengerti perkataan bos, tapi berkat bos berdarah dingin ini kami sudah berhasil sampai sejauh ini." Gumam Jeni.


"Jurus Teleportasi Bagian Ke Empat." Gumam Shilla.


"Baiklah ayo kita terbang ke puncak Gunung Hitam itu, akan lebih aman jika kita beristirahat di tempat yang tidak ada Pohon Kematian nya." Ucap Arung lalu bangun.


"Benar Arung, ayo.... " Ucap Shilla.


Mereka berempat pun kembali terbang menggunakan cincin terbang ke puncak Gunung Hitam tersebut.


"Whusss...... Whusss....... Whussss....... " Suara hempasan angin saat merek berempat terbang.


"Ugh.... Mungkin bos akan melakukan foursome di puncak gunung hitam tersebut, aku harus membersihkan diriku kembali sebersih-bersih nya dan sewangi-wanginya,"


"Bos memang memiliki senyuman yang tampan, tapi dia juga berdarah dingin." Gumam Jeni yang masih gagal paham dengan identitas Arung.


"Bagaimana Arung bisa mengetahui lokasi Hutan Kematian ini, dan mengetahui ciri dari pohon tersebut." Gumam Ayu.


"Arung pasti meluangkan waktunya membaca buku-buku Kuno di dalam rak pemberian Robert sebelumnya, makanya dia jadi banyak tahu seperti ini." Gumam Shilla.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2