
Di Dekat Kapal Layar Langit, malam hari.
Tampak sepuluh Kultivator Prajurit Black Rock bersiap untuk menyerang Arung beserta Avatar nya.
"Kenapa dia bisa menjadi dua, mungkinkah itu Jurus Avatar Elemen Kayu, bukankah jurus itu milik Guild Assasin Hitam bagaimana dia bisa menguasai nya?" Gumam Salah Satu Pria Bertopi Bundar Hitam tersebut.
Kemunculan Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut menandakan rencana pemusnahan seluruh warga di Pulau Melayang tersebut di mulai. Komandan Black Rock tersebut sangat kejam dia ingin memusnahkan seluruh saksi mata di Kota tersebut.
"Hyattttt............ " Teriak Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut sambil menghunuskan Pedang Petir nya ke arah Target mereka.
"Tring..... Tring.... Tring..... "
"Tring..... Tring.... Tring.... " Suara Pedang-Pedang yang saling beradu.
Dengan lincah nya Arung beserta Avatar nya beradu pedang dengan Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut.
"Sepertinya mereka memiliki kemampuan khusus melihat di dalam Kabut tersebut." Gumam Arung, sambil menahan sabetan-sabetan Pedang-Pedang Petir tersebut.
"Target kita memiliki kemampuan melihat untuk menembus Kabut Ilusi Cinta." Gumam Salah Satu Prajurit Black Rock.
"Tring..... Tring.... Tring..... "
"Tring..... Tring.... Tring.... " Suara Pedang-Pedang yang kembali saling beradu.
Di Dekat Warung Kopi.
Tampak Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tengah melesatkan Bola Api Hitam Beracun berniat menghilangkan saksi atas rencana pembunuhan tersebut.
"Whusss...... Whusss..... Whusss........... " Suara hempasan angin saat bola api beracun tersebut melesat.
"Duarghhh....... Duargh....... Duargh...... " Suara ledakan di beberapa tempat di sekitar Pelabuhan tersebut.
Pak Thio pun keluar dari dalam Warung Kopi mengenakan masker, ia pun langsung mensummon Beast Kontrak milik nya.
"Gawat, seperti nya ada serangan *******." Gumam Pak Thio.
Aura berwarna-warni pun mulai berkumpul di sekujur tubuh Pria Paruh Baya tersebut, beberapa saat kemudian Seekor Beast Belut Malam berukuran sama dengan Ular tersebut muncul lalu mengejutkan Komandan Black Rock.
"Ternyata ada yang masih sadar setelah terkena Kabut Ilusi Cinta milik Putri Ilusi." Gumam Komandan Black Rock, saat menatap ke arah Pak Thio dan Beast Kontrak nya.
Pak Thio kemudian mulai membungkus Tubuh Beast Laut tersebut dengan air berbentuk bola, ia pun mulai menatap ke arah Wanita Cantik yang tengah berdiri di atas kepala Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan kemudian terkejut.
"Nona Cantik Berambut Putih yang tadi, bagaimana bisa aku sempat tertarik dengan Pembunuh Berdarah Dingin tersebut." Gumam Pak Thio menyesali kekaguman nya sebelum nya.
Kembali Ke Bu Janet sesaat sebelum nya di Pusat Kota Pelabuhan.
Tampak orang-orang dan Kultivator-Kultivator pada berjatuhan akibat menghirup Kabut Ilusi Cinta, sementara itu Bu Janet langsung mengenakan Masker sehingga Kabut Ilusi Cinta tidak berefek pada nya.
"Sepertinya ada serangan." Gumam Bu Janet, lalu mulai mengeluarkan Pedang Taring **** Hitam nya.
Sesosok Ular Merah Jambu Raksasa muncul dari arah Pelabuhan, para Prajurit-Prajurit Black Rock pun mulai membunuh siapa pun yang di temui nya, tampak lima orang Prajurit-Prajurit tersebut menerjang ke arah Bu Janet.
"Tring..... Tring.... Tring..... "
"Tring..... Tring.... Tring.... " Suara Pedang-Pedang saling beradu.
Bu Janet pun melesatkan lima semburan air berpetir ke arah Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut.
"Drrrrttttttt....... Drrrrttttttt........ " Suara tubuh mereka saat tertembus semburan air bertekanan tinggi tersebut kemudian tersetrum.
"Brukkkk...... brukkkk..... brukkkk.... " Suara tubuh kelima Prajurit tersebut tersungkur jatuh serentak ke tanah.
Tampak seekor Belut Kehitam-hitaman muncul di hadapan Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut di kejauhan.
"Pak Thio, aku harus segera membantunya, Ular Merah Jambu itu sangat beracun." Gumam Bu Janet, lalu mulai mensummon Piranha Bertaring Emas nya.
Tampak Aura berwarna-warni mulai muncul di sekujur tubuh nya, beberapa saat kemudian seekor Piranha berukuran sama dengan Belut Malam pun muncul, Bu Janet langsung menyalurkan elemen air untuk membungkus tubuh makhluk buas tersebut.
"Zukho, ayo kita bantu Pak Thio." Perintah Bu Janet.
__ADS_1
"Sepertinya malam ini aku akan memakan Ular Bertanduk Sembilan itu, ayo Janet." Jawab Piranha Bertaring Emas tersebut.
Piranha tersebut pun mulai melesat terbang ke arah Belut malam.
"Whusss........ " Suara hempasan angin saat makhluk buas tersebut melesat terbang.
Beberapa saat kemudian Bu Janet dan Piranha Bertaring Emas nya pun sampai di sebelah Pak Thio dan Belut Malam nya.
"Bu Janet, syukurlah kau datang Ular ini sangat beracun kita harus berhati-hati." Ucap Pak Thio.
"Benar Pak Thio, aku setuju dengan mu kali ini saja." Ucap Bu Janet.
Ular tersebut mulai menembakkan beberapa bola api hitam beracun ke arah mereka.
"Shakira sambaran Petir." Perintah Pak Thio.
"Baik Thio." Jawab Belut Malam tersebut, lalu mengeluarkan beberapa sambaran petir dari tubuh nya ke arah bola-bola api tersebut.
"Duarghhh..... Duarghhh..... Duarghhh..... " Suara ledakan akibat kedua elemen yang saling beradu.
Ular tersebut merayap ke belakang Pak Thio dan Bu Janet, kemudian menyemburkan asap Kabut Ilusi Cinta.
"Whussss.............. " Suara hempasan Kabut Ilusi Cinta.
Bu Janet dan Piranha Bertaring Emas nya menyadari serangan dadakan tersebut, mereka pun berbalik kemudian dari mulut Beast tersebut keluar hembusan angin.
"Whussss............ " Suara hembusan angin dari mulut Piranha tersebut menghempaskan Kabut Ilusi Cinta.
Sesosok Wanita Cantik berambut putih melayang di belakang Pak Thio dan menebaskan Pedang Petirnya, otomatis sekelebat energi Pedang Petir raksasa melesat ke arah Asisten Dosen dan Beast Kontrak nya.
"Duarghhhh........ " Suara ledakan diatas kepala Belut Malam.
Saat ini Pak Thio dan Bu Janet berada di dalam air yang membungkus tubuh Beast Kontrak mereka, mereka memiliki teknik khusus untuk bernafas di dalam air selama satu jam.
"Akhhh.............. " Teriak Pak Thio, lalu terpental ke pusat kota bersama dengan Beast Kontrak nya.
"Duarghhhh......Duarghhh........ Duarghhhh.... " Suara ledakan di tempat Pak Thio.
Akibat serangan tersebut Beast Kontrak Pak Thio pun kembali ke Planet asal nya, dan Asisten Dosen tersebut tampak tak sadar kan diri.
"Kasian Pak Thio, sudah jatuh tertimpa tangga pula." Gumam Bu Janet.
Komandan Black Rock pun kembali terbang ke atas kepala Beast Kontrak nya.
"Sebaik nya kau menyerah saja Gadis Berdada Besar, aku akan membunuh mu tanpa rasa sakit." Ucap Komandan Black Rock sambil menghunus kan Pedang Petir nya ke arah Bu Janet.
Kembali ke pertarungan Komandan Don Juan dan Avatar nya.
Arung dan Avatar nya masih beradu pedang dengan ke 10 Prajurit-Prajurit Black Rock.
"Tring..... Tring.... Tring..... "
"Tring..... Tring.... Tring.... " Suara Pedang-Pedang saling beradu.
Arung pun mulai berteleport kebelakang punggung tiga orang Prajurit-Prajurit Black Rock yang menyerang nya.
"Blitzzzz........ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Slassh..... Slasssh.... Slassh.... " Suara saat memenggal kepala tiga orang Prajurit-Prajurit Black Rock.
"******..... ******...... ******....... " Suara muncratan darah dari leher Prajurit-Prajurit tersebut.
"Brukkkk..... " Suara tubuh ketiga Prajurit tersebut saat tersungkur di tanah.
Ketujuh Prajurit lain nya pun berang lalu mulai menembakkan bola-bola petir ke arah Avatar Arung.
"Duarghhh...... " Suara ledakan dahsyat, akibat serangan tersebut Avatar nya tewas dan berubah menjadi batang kayu yang hangus.
Saat mereka menyerang Avatar tersebut, Arung kembali berteleport ke belakang ke tiga Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut.
__ADS_1
"Blitzzzz........ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Slassh..... Slasssh.... Slassh.... " Suara saat Komandan Don Juan tersebut memenggal kepala ketiga orang Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut.
"******..... ******...... ******....... " Suara muncratan darah dari leher-leher Prajurit-Prajurit tak berkepala tersebut.
"Brukkkk..... " Suara tubuh ketiga Prajurit tersebut saat tersungkur jatuh ke tanah.
Tampak tinggal empat orang Prajurit Black Rock yang tersisa di dalam Kabut Ilusi Cinta di sekitar Komandan Don Juan tersebut.
"Kalian tidak akan bisa membunuh ku, sebaik nya kalian kabur dari sini, aku tidak akan mengejar kalian." Ucap Arung, lalu menyarungkan Pedang Tornado Apinya.
Ternyata perkataan Arung tadi hanya untuk membingungkan Prajurit Black Rock tersebut, ia pun berteleport sesudah nya.
"Blitzzzz........ " Suara jurus teleportasi Milik Arung.
Dalam sekejap mata ia berpindah tempat ke dekat Pedang Naga Khayangan terjatuh, kemudian mengambil nya lalu menebaskan nya ke arah ke empat Prajurit-Prajurit Black Rock tersebut. Empat buah Pedang Es raksasa melesat ke arah Prajurit-Prajurit tersebut, lalu memotong-motong tubuh mereka menjadi dua bagian.
"Akh............. " Teriak Prajurit-Prajurit tersebut sebelum tewas.
"Brukkk..... Brukkkk..... Brukkk...... " Suara saat tubuh Prajurit-Prajurit Black Rock yang terpotong-potong tersebut terjatuh.
"Aku harus membunuh Beast Ular itu, makhluk tersebut yang menyebabkan Kabut Merah Jambu ini." Gumam Arung, lalu mulai melesat terbang ke arah Pertarungan Komandan Black Rock dan Bu Janet.
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat Arung mulai melesat terbang.
Kembali ke Pertarungan Bu Janet VS Komandan Black Rock.
Ular Merah Jambu kembali melesatkan tembakkan bola api hitam beracun ke arah Bu Janet, sementara itu Komandan Black Rock melesat ke belakang Dosen Air tersebut.
"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat bola api hitam beracun raksasa melesat terbang.
"Zukho, semburan tornado api raksasa." Perintah Bu Janet.
"Baik Janet." Jawab Zukho, lalu melesatkan sebuah tornado api raksasa.
"Duarghhhh........ " Suara ledakan yang dahsyat pun terjadi akibat benturan dua elemen tersebut, lalu sebuah kawah kecil pun mulai tercipta di bawah ledakan tersebut.
"Serangan yang mengerikan dan beracun." Gumam Bu Janet.
Tanpa Bu Janet dan Zukho sadari, di belakang mereka Komandan Black Rock sedang menebaskan Pedang Petir nya. Sebuah Pedang Petir raksasa melesat ke arah punggung Bu Janet.
"Rasakan petir ku ini Dada besar." Gumam Komandan Black Rock.
"Whusss.......... " Suara hempasan angin saat Pedang Petir Raksasa melesat.
"Ugh.... sial serangan tadi ternyata adalah serangan pengalihan." Gumam Bu Janet yang baru sadar akan serangan dahsyat tersebut.
"Akh....... " Teriak Bu Janet kemudian terpental dan tak sadar kan diri.
"Duarghhhh........... " Suara ledakan dahsyat akibat serangan tersebut, Piranha Bertaring Emas pun kembali ke Planet asal nya.
Kembali Ke Arung yang sedang melesat terbang.
"Duarghhh............. " Suara ledakan terdengar dari kejauhan.
Tampak Bu Janet telah kalah terkena Pedang Petir Komandan Black Rock.
"Bu Janet, sial.... Wanita Berambut Putih itu sangat kejam." Gumam Arung, kemudian berteleport ke arah Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan tersebut.
"Blitzzzz................. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata ia pun tiba di belakang Beast Buas tersebut kemudian mulai memenggal kepala nya dengan Pedang Naga Khayangan.
"Slassshhh............ " Suara Pedang Api Raksasa saat memenggal leher makhluk buas tersebut.
"Brukkkk................ " Suara tubuh Putri Ilusi saat jatuh ke tanah.
Kabut Ilusi Cinta pun mulai menghilang, tampak kobaran api di mana-mana serta mayat-mayat Prajurit Black Rock, warga, dan juga Komandan-komandan baru tergeletak berserakan di jalanan. Para Prajurit-Prajurit Black Rock yang tersisa tampak sedang bertarung dengan Komandan-komandan Baru dan kultivator lain nya di sekitar Pelabuhan tersebut.
__ADS_1