Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
GESUVLA Bagian Ketiga.


__ADS_3

-[Tribun Khusus]-


Setelah mendengarkan informasi dari Jendral Wilson raut wajah Jendral Es pun mulai sedikit berubah menjadi tegang, tampak ia sedikit tertekan dengan berita buruk tersebut.


"Apa.... Ini sungguh gawat." Gumam Jendral Es.


Gadis Cantik Berambut Biru tersebut pun mulai membulatkan tekad nya untuk berperang habis-habisan dengan Kerajaan Iblis Ular tersebut.


"Apa pun yang akan terjadi kita akan tetap berperang dengan Kerajaan Iblis Ular sampai titik darah penghabisan." Ucap Jendral Es dengan tegas lalu mulai berjalan ke ujung Tribun dan menyaksikan Nona Clark menyanyikan sebuah tembang sedih.


"Ugh..... Prediksi ku meleset, tidak kusangka jumlah pasukan mereka seperlima jumlah total seluruh pasukan di Kekaisaran ini,"


"Tidak ada pilihan lain nya perang tetaplah perang." Gumam Jendral Es.


Sementara itu Yuki Tiger mulai menyadari gelagat aneh Mitha dan dapat menebak situasi yang di hadapi nya saat ini.


"Sepertinya ada yang tidak beres." Gumam Yuki Tiger.


-[Kapal Layar Langit]-


"Lapor Yang Mulia Ratu Racun, Jendral Es saat ini telah tiba di Stadium." Ucap Perdana Menteri Racun sambil membungkuk dan memberi hormat.


Senyuman licik pun mulai terpancar dari wajah sang Ratu yang terkenal kejam tersebut.


"Bersiap lah Jaylin." Ucap Ratu Racun lalu mulai menoleh ke arah Jendral Sisilia Manggado.


Melihat tatapan tajam sang Ratu ke arah nya tersebut, Jendral Cantik itu pun mulai menghampiri nya kemudian mulai membungkuk dan memberi hormat kepada nya.


"Tolong beri saya perintah Yang Mulia Ratu." Ucap Jendral Cantik tersebut.


"Mulai lah penyambutan nya Jendral, buat sore ini semakin meriah." Ucap Ratu Racun tersebut.


"Baik Yang Mulia Ratu." Ucap Jendral Sisilia Manggado.


Jendral Sisilia pun mulai mengeluarkan terompet perang nya, ia pun mulai meniup dengan keras terompet racun tersebut.


"GUNNNNNGGGGGGGGGGG............. " Suara gong yang sangat keras menandakan peperangan tersebut akan segera di mulai.


Prajurit-Prajurit pun mulai keluar dari dalam kapal-Kapal mereka menuju Dek dan sebagian terbang menggunakan Cincin-Cincin Emas sambil membawa panji-panji kerajaan, terlihat mereka mulai mengarahkan telapak tangan nya ke arah bawah.


"GUNNNNNNNGGGGGGGHHH........ " Suara Gong kedua kembali berbunyi.


Bola-bola api hitam beracun mulai melesat dari telapak tangan Prajurit-Prajurit tersebut dengan berbagai ukuran ke arah Puncak Gunung Seribu Obat dan sekitarnya.


"SERANGGG........ " Teriak Beberapa Komandan yang memimpin sambil melesatkan Bola-bola Api beracun tersebut.


"GUNGGGGGGGGGGGGHHHHHH..... " Suara Gong yang terakhir.

__ADS_1


Kapal-Kapal Layar Langit pun mulai menukik tajam dan turun ke arah Puncak Gunung Seribu Obat bersamaan dengan Prajurit-Prajurit yang terbang menggunakan Cincin-Cincin Emas produksi Perusahaan Alba tersebut.


"Ha...... Ha...... Ha........ " Tawa Bahagia Ratu Racun menjelang Peperangan Besar tersebut.


"Kau berani membunuh Nona Shayla, aku akan meratakan Kota ini dan mendeklarasikan memberontak terhadap Kekaisaran." Gumam Ratu Racun lalu mulai terbang melesat turun bersama 10 Jendral nya.


Kapal-Kapal Layar Langit pun turun bersamaan juga dengan puluhan ribu bola-bola api hitam beracun yang mengarah ke Puncak Gunung Seribu Obat dan sekitar nya.


-[Langit di Atas Arena]-


Saat bunyi terompet yang pertama, Jendral Es dan yang lain nya pun langsung terbang ke langit di atas arena, tampak para penonton dan yang lain nya mulai kebingungan dengan suara keras mendengung yang mereka dengar dari angkasa tersebut.


"Jendral Catherine, berikan sinyal peperangan kepada Prajurit-Prajurit lain nya." Perintah Panglima Es Kekaisaran Dewi Es tersebut.


"Siap Panglima... " Ucap Jendral Catherine lalu mulai melesatkan sebuah bola petir yang kemudian mulai meledak di angkasa.


"Duarghhhh........... " Suara ledakan bola petir di angkasa.


Setelah bola petir tersebut meledak di angkasa Jendral Es dan yang lain nya pun mulai memasang perisai kultivasi di sekitar nya untuk mencegah terhirup asap racun saat bertarung nanti nya, begitupula dengan seluruh bala tentara nya yang juga melakukan hal yang sama.


"Akhirnya kau tiba juga Ratu Racun." Gumam Jendral Es lalu mulai mengeluarkan Kipas Dewi Es Surgawi nya.


Begitupula dengan Petinggi-Petinggi lain nya mereka mulai mengeluarkan senjata-senjata suci milik nya. Tak lama berselang suara terompet yang kedua mulai berbunyi, tampak raut wajah para Penonton dan Prajurit-Prajurit yang menengadahkan kepala nya ke atas begitu tegang.


-[Tribun Dalam]-


"Firasatku tidak enak banget Shilla, ayo kita lihat ada apa di luar." Ucap Arung sambil berlari keluar.


"Ayo..... " Ucap Shilla sambil berlari.


"Suara apa itu yach?" Gumam Jeni sambil berlari.


-[Di Pinggiran Pintu Tribun Dalam]-


Alangkah terkejut nya Arung dan yang lain nya saat menengadahkan kepala nya ke atas saat tiba di Pinggiran Arena, terlihat Jendral Es dan Petinggi-Petinggi lain nya telah bersiap bertarung, beragam Perisai Kultivasi pun telah membungkus tubuh mereka.


"Kakak, ada aapa sebenarnya ini?" Gumam Komandan Lily saat menoleh ke arah Kakak nya Jendral Es yang tengah bersiap bertarung.


Suara terompet yang kedua pun mulai terdengar keadaan sore hari tersebut semakin mencekam, terlihat Jendral Es dan yang lain nya lebih waspada dari sata-saat sebelum nya.


"Mitha.... "


"Ada apa ini sebenarnya?" Gumam Arung sambil menoleh ke arah Kekasih nya yang sedang melayang di atas nya tersebut.


Luna dan Gisel pun mulai beranjak ke sebelah Arung dari Pinggiran Tribun Penonton, Luna pun mulai berbisik kepada Kekasih nya tersebut berniat memberikan informasi mengenai Perang melawan Kerajaan Iblis Ular.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


"Apa..... Jadi akan ada serangan dari Kerajaan Iblis Ular yang akan menyerang dari balik awan di atas langit tersebut?"


"Ugh.... Kenapa mereka tetap melangsungkan ujian jika akan terjadi Perang setelah nya, siapa yang merancang strategi perang bodoh ini?" Tanya Arung.


Shilla dan yang lain nya pun terkejut saat mengetahui akan terjadi Perang di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.


"Perang, padahal aku baru saja lulus ujian dan menjadi murid dalam,"


"Ugh.... Hidupku benar-benar penuh dengan cobaan, aku sudah berlatih keras untuk mengikuti Ujian Alkemis ini." Gumam Ayu lalu mulai mengeluarkan Pedang Naga Api nya.


"Perang..... " Gumam Milea.


"Apa boleh buat kita harus membantu Jendral Es." Ucap Arung kemudian mulai mencabut Pedang Ular Hitam dan Ular Merah Bertanduk Sembilan dari sarung pedang yang tergantung di pinggangnya tersebut.


"Baik Bos.... " Ucap Jeni kemudian mulai mengeluarkan Tongkat Ular nya.


"Hah........... " Suara nafas panjang Shilla lalu mulai mengeluarkan Kedua Pedang Iblis Putih Kembar nya.


"Huh....... " Ucap Gisel yang masih marah terhadap Arung, Luna, dan Jeni.


Luna dan yang lain nya pun mulai mengeluarkan senjata-senjata suci milik mereka masing-masing.


"Ugh... Senjata milik Jeni berada di ranah alam dewa, itu pasti mas kawin yang di berikan oleh Pendekar Don Juan tersebut." Gumam Gisel yang masih kesal terhadap kelakuan Jeni sebelum nya.


"GUNGGGGHHHHH.............. " Suara tiupan terompet racun yang ketiga kembali memecah keheningan sore di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.


Puluhan Ribu Bola-Bola Api Beracun pun mulai melesat dari balik awan di puncak Gunung Seribu Obat tersebut bersamaan dengan turun nya 1000 Kapal-Kapal Layar Langit milik Kerajaan Iblis Ular.


"Pemandangan yang mengerikan." Gumam Dewi Obat sambil menembak kan beberapa bola api beku ke langit.


Di sekeliling Kapal-Kapal Layar Langit tersebut terlihat ribuan Prajurit-Prajurit Racun yang sedang mengendarai Cincin-Cincin Emas dan juga bersenjatakan Pedang-Pedang Racun di genggaman tangan nya, GESUVLA tersebut pun semakin mencekam.


NOTE : GESUVLA kepanjangan nya adalah Gerakan Serangan Ujian Final AKPAVLA, code name yang di ciptakan oleh Perdana Menteri Racun untuk Perang Besar tersebut.


"HYAAATTTTT.........." Teriak Kompak Prajurit-Prajurit Racun tersebut dengan begitu bersemangat nya untuk dendam adik Ratu Racun.


"Huft............. " Suara nafas panjang Arung.


"Kenapa Mitha tidak memberitahukan ku mengenai gelombang serangan besar ini, setelah Perang ini aku harus duduk dengan nya untuk membicarakan nya." Gumam Arung lalu mulai menebaskan kedua belah Pedang Ular nya tersebut.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat kedua belah Pedang Api Beracun Raksasa mulai melesat kencang ke angkasa.


Jendral Es pun mulai mengayunkan Kipas Dewi Es Surgawi milik nya, ribuan Pedang Angin pun mulai melesat ke angkasa.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2