Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Malam Pertama Arung dan Xiao Mei Mei di Klan Xiao.


__ADS_3

Di Puncak Gunung Obat.


Sore Hari.


Tampak sebuah mobil minibus berwarna hitam sedang melaju turun di jalanan tersebut. Mobil melaju dengan kecepatan yang stabil dan tidak ugal-ugalan. Tampak Mobil tersebut sangat baru dan masih mengkilap.


Di dalam kabin depan.


Saat ini Shilla sedang duduk menyetir sambil terus memikirkan Pendekar Don Juan tersebut, Nyonya Vinic pun duduk di sebelah nya lalu Rea si Rubah Hitam duduk di belakang nya. Ibu dan Putrinya ini berniat menghadiri acara resepsi Pernikahan Xiao Mei Mei yang di adakan di Alun-alun Desa Tiger hari ini.


"Kenapa aku selalu mengingat Pendekar Don Juan itu ya, terakhir kali hatiku patah-patah akibat perbuatan nya di atas arena Stadium Kota Awan Hitam tersebut,"


"Bahkan ia mencium bibir Pelakor tersebut dengan sangat panasnya, jika ketemu dengan nya nanti tidak akan kubiarkan dia mendekati gadis-gadis lain nya,"


"Akan ku tempel ketat kemanapun dia pergi agar tidak diambil oleh Pelakor-Pelakor lain nya." Gumam Shilla.


Sementara itu Nyonya Vinic kaget dengan kekayaan Arung saat ini.


"Wah..... Aku tidak menyangka jika Arung sekaya ini, dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak ini Shilla?" Tanya Nyonya Vinic.


Ternyata Mobil Minibus Hitam tersebut di beli Shilla menggunakan uang pemberian Arung tempo lalu.


"Dia tidak hanya banyak uang tapi juga memiliki simpanan seorang wanita tercantik di Benua Es Api ini,"


"Dasar Pendekar Don Juan, kurang apa aku dan Gisel,"


"Jika kau mau aku bersedia melayani mu bersama dengan Gisel di dalam kamar, kalau perlu setiap hari nya." Gumam Shilla.


Rea si Rubah Hitam tampak memahami perasaan sedih dari Shilla, kemudian makhluk itu pun ikut menggonggong.


"Guk..... Guk...... Guk..... " Suara gonggongan Rubah Hitam.


Shilla pun mengelus-elus kepala Rubah tersebut, gonggongan nya pun mulai terhenti.


"Kenapa Shilla termenung ya, pasti dia memikirkan ciuman membara di atas arena tersebut." Gumam Nyonya Vinic.


"Dia mendapatkan banyak uang dari mengikuti beberapa misi penjelajahan ma saat ada waktu senggang di Kota Awan Hitam." Ucap Shilla sambil menyetir mobil tersebut.


"Oh.... begitu ya." Ucap Nyonya Vinic.


"Sebaiknya aku menghiburnya saja." Gumam Nyonya Vinic.


"Sudah lah Shilla mengenai pertunangan Arung dan Jendral Es kau harus legowo." Ucap Nyonya Vinic.


"Ugh..... Jika mendengar nama Jendral Love Killer itu dadaku terasa sesak kembali." Gumam Shilla,


"Ia ma, saat ini aku sudah mulai bisa menerimanya." Ucap Shilla.


Sebenarnya Shilla terpaksa menerima situasi seperti ini.


"Nah begitu donk, ingat beberapa hari lagi Ujian masuk Paviliun Alkemis di Kota Seribu Obat berlangsung,"


"Kau harus menelpon Arung untuk mendampingi mu pergi ke sana, mama khawatir jika kau pergi sendirian Shilla." Ucap Nyonya Vinic.


"Ia ma, setelah tiba di tempat Kak Mei Mei aku akan menghubungi Pendekar Don Juan tersebut." Ucap Shilla.


"Pendekar Don Juan.....?" Gumam Nyonya Vinic.


Mobil Hitam tersebut kembali melaju menuruni Gunung Obat tersebut.


Kediaman Klan Xiao.


Malam hari, setelah acara selesai merek semua kembali ke Kediaman Klan Xiao. Sesampai nya di sana Xiao Mei Mei dan Arung pun di antarkan oleh Xiao Ling untuk beristirahat, sekalian melangsungkan malam pertama mereka di dalam kamar pengantin nya.


"Jadi Gadis Cantik ini adalah anak nya Xiao Mei Mei, aku masih gak percaya kalau aku sudah menikahi Mei Mei malam ini,"


"Dan saat ini aku otomatis menjadi seorang ayah." Gumam Arung, sambil berjalan.


"Wah.... Papa Arung benar-benar tampan, pantas saja mama tergila-gila kepada nya,"


"Dan berani mengambil resiko menikahi Calon Suami Anak Sahabat Baik nya sendiri." Gumam Xiao Ling, sambil berjalan


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di depan kamar pengantin tersebut.


Di dalam Kamar Pengantin.


"Papa Arung, mama aku balik dulu ya." Ucap Xiao Ling.


"Telinga ku masih belum terbiasa di panggil Papa Arung." Gumam Arung.


"Terima Kasih Xiao Ling." Ucap Arung.


"Ia sayang." Ucap Xiao Mei Mei.


Tampak kamar pengantin tersebut berwarna serba merah dan di atas ranjang sudah terdapat beberapa kelopak bunga mawar dan bunga lain nya. Xiao Mei Mei pun tidak menunggu lama, ia pun kemudian menarik lengan Arung agar mengikuti nya tidur ke atas ranjang merah tersebut.


"Brukkkk.......... " Suara tubuh Arung saat di dorong oleh Xiao Mei Mei ke atas ranjang.


"Ugh.... Mei Mei dia sudah tidak segan lagi kepada ku, ya sudah lah lagian kami kan sudah menjadi sepasang suami istri." Gumam Arung.


Xiao Mei Mei pun mulai menciumi bibir Arung, pergulatan panas pun terjadi di malam pertama mereka.


"Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, kau akan kubuat lemas sepanjang malam jadi kau tidak bisa men *****-***** Gadis atau Janda lain nya Pendekar Don Juan." Gumam Xiao Mei Mei, sambil melakukan wrestling profesional di atas ranjang.


Koridor Kediaman Klan Xiao.


Nyonya Xiao Ning Err sedang berjalan menuju kamar pengantin baru tersebut, lalu berniat memberikan sekendi susu merak yang telah di campur gingseng 100 tahun.


"Xiao Ling, kebetulan sekali aku akan menyuruh nya mengantarkan sekendi susu ini kepada menantu baru ku itu." Gumam Xiao Ning Err.


Ternyata Xiao Ling baru saja keluar dari dalam Kamar Pengantin Baru dan berniat kembali ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


"Nenek... " Gumam Xiao Ling, saat berpapasan dengan Matriak Klan Xiao tersebut.


Xiao Ning Err pun menghentikan langkah nya begitu pula dengan Xiao Ling.


"Xiao Ling, kebetulan sekali kita berjumpa di sini,"


"Tolong kau antar kan sekendi Susu Merak ini untuk Papa baru mu." Perintah Nyonya Xiao Ning Err.


"Susu Merak, apakah ini seperti sebuah Obat Kuat,"


"Wah.... Nenek ku pahlawan ku,"


"Nanti aku akan meminta resep nya kepada Nenek." Gumam Xiao Ling.


"Baik Nek." Ucap Xiao Ling, lalu mengambil kendi yang ada di tangan Nenek nya tersebut.


"Kalau begitu aku kembali dulu ya Xiao Ling." Ucap Nyonya Xiao Ning Err, lalu berbalik badan berniat kembali ke kamar nya.


"Ia Nek... Istirahat lah." Ucap Xiao Ling, lalu berjalan kembali ke Kamar Pengantin tersebut.


"Nenek baik banget ke Papa Arung, bahkan ia memberikan obat kuat ini agar Papa jadi gagah perkasa." Gumam Xiao Ling, lalu pipinya memerah.


Di dalam Kamar Pengantin.


Saat ini sepasang suami istri tersebut tengah berperang di bawah selimut merah dengan pose Xiao Mei Mei berada di atas dan terus menciumi Suami nya yang tergeletak di bawah nya.


"Ugh.... Malam ini Mei Mei ganas banget, dia lebih liar dari Luna maupun Mitha." Gumam Arung, sambil membalas ciuman membara tersebut.


Tampak di sekujur tubuh mereka api ungu yang hangat dan tidak menghanguskan membungkus nya.


"Arung, aku akan membuat mu lemas selemas lemas nya malam ini." Gumam Xiao Mei Mei, lalu kembali mencium bibir Arung.


Saat ini mereka berdua berperang tanpa mengenakan sehelai benang pun di bawah selimut tersebut. Tanpa mereka berdua sadari Xiao Ling telah berada di depan pintu kamar tersebut dan bersiap membuka pintu.


"Krakkkkk................ " Suara pintu kamar terbuka.


Xiao Ling pun menyaksikan adegan yang seharus nya di sensor tersebut.


"Mama..... Papa Arung, ugh..... Mereka langsung melakukan hal itu di malam pertama nya." Gumam Xiao Ling, yang tanpa sengaja melihat pergulatan tersebut.


Ia pun berjalan menuju meja di tengah kamar pengantin tersebut, lalu meletakkan sekendi susu lalu berjalan keluar dari dalam tempat tersebut.


"Ugh.... Malunya aku dilihat oleh anak tiriku sendiri saat sedang berperang seperti ini." Gumam Arung.


"Xiao Ling.... Xiao Ling.... "


"Kenapa kau masuk di saat genting seperti ini, aku harus mengulangi nya lagi." Gumam Xiao Mei Mei.


Xiao Ling pun menghentikan langkah kakinya di depan pintu kamar tersebut.


"Kenapa lagi bocah itu berhenti." Gumam Xiao Mei Mei.


"Mama.... Papa Arung... Ganbatte.... " Ucap Xiao Ling, lalu menutup pintu kamar tersebut.


"Dup................ " Suara pintu tertutup.


"Huft........... " Suara nafas panjang Arung.


"Syukurlah dia pergi jika tidak kentang kali." Gumam Arung.


Peperangan di bawah selimut merah pun kembali terjadi di dalam kamar pengantin tersebut.


Pulau Iblis Ular.


Malam hari.


Istana Kerajaan Iblis Ular, di halaman depan mansion Perdana Menteri Racun.


Tampak Perdana Menteri Racun tengah menelpon seseorang sambil berdiri lalu menengadahkan kepalanya melihat bintang-bintang.


"Semoga saja dia mengangkat nya." Gumam Perdana Menteri Racun.


"Halo sayang ku, gimana kabar mu saat ini?" Tanya Perdana Menteri Racun melalui HP.


Ternyata Perdana Menteri tersebut tengah menelpon istrinya Shana Azura, sepertinya mereka ingin berkonspirasi.


"Ada apa Perdana Menteri Racun menelponku malam-malam begini, pastikan kau memberi ku informasi yang masuk di akal." Ucap Shana Azura melalui HP.


"Ternyata kau masih marah dengan informasi ku soal kejadian lima tahun silam tersebut." Ucap Perdana Menteri Racun melalui HP.


"Siapa yang akan percaya mendengar informasi seorang Pendekar Naga di ranah alam langit puncak mencincang-cincang tubuh Naga Magnet Surgawi di ranah alam malaikat." Ucap Shana Azura melalui HP.


"Gara-gara hal itu kau tidak mau kutiduri selama lima tahun ini, padahal kita adalah sepasang suami isteri,"


"Walaupun pernikahan kita adalah pernikahan sirih atau di bawah tangan Sayang, kau tetaplah istriku." Ucap Perdana Menteri Racun melalui HP.


"Sudah jangan bertele-tele lagi, cepat katakan informasi apa yang kau miliki." Ucap Shana Azura melalui HP.


"Gadis ku ini selalu saja tidak sabaran." Gumam Perdana Menteri Racun.


"Begini Sayang, Adik dari Ratu Racun telah tewas dan sang ratu berniat membalas kan dendam adik nya,"


"Aku memiliki sebuah rencana untuk memanfaatkan peristiwa tersebut." Ucap Perdana Menteri Racun melalui HP.


"Ini pasti rencana sebuah Konspirasi, suami ku sangat ahli mengenai hal tersebut,"


"Walaupun rencana nya lima tahun yang lalu gagal membunuh Jendral Es namun rencana tersebut berhasil membuat nya menghilang selama beberapa tahun dan memberiku kesempatan mengumpulkan bala tentara ku." Gumam Shana Azura.


"Baiklah Suamiku, ceritakan lah rencana mu." Ucap Shana Azura melalui HP.


Perdana Menteri Racun pun mulai menceritakan rencana nya tersebut kepada istrinya melalui HP nya.


Keesokan Paginya.


07.00 Pagi.


Ternyata Nyonya Vinic dan juga Putrinya menginap di Penginapan Desa Tiger semalam, saat ini Ibu dan Putrinya itu berniat pergi Ke Kediaman Klan Xiao untuk memberikan ucapan selamat. Mobil minibus hitam pun mulai keluar dari basement parkiran bawah tanah lalu melaju ke arah Kediaman Xiao Mei Mei.


Aula Tamu Klan Xiao.


07.45


Nyonya Xiao Ning Err tengah duduk sambil meminum segelas kopi bersama cucu satu-satunya Xiao Ling sedang memikirkan konsekuensi pernikahan anak nya.


"Bagaimana jadi nya jika Vinic mengetahui pernikahan ini ya?" Gumam Nyonya Xiao Ning Err.


Matriak Klan Xiao itu pun mulai mengurut-ngurut kepala nya lalu mulai meneguk kopi tersebut.


"Nenek sepertinya lagi banyak pikiran, kasian dia,"


"Ini pasti mengenai Papa Arung yang merupakan Tunangan dari Gadis tercantik di Benua Es Api ini." Gumam Xiao Ling, lalu mulai meneguk kopi tersebut.

__ADS_1


"Klan Xiao dan Keluarga Tiger memiliki hubungan yang baik sejak dulu, semoga saja pernikahan ini tidak merusak hubungan tersebut,"


"Jika tidak aku akan merasa bersalah terhadap Yuki Tiger." Gumam Xiao Ning Err.


Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki menuju aula tamu tersebut.


"Tap...... Tap....... Tap........ " Suara langkah kaki.


Dua orang Gadis Cantik beserta seekor Rubah Hitam Berekor Sembilan memasuki Aula Tamu Klan Xiao lalu membungkuk dan memberi hormat.


"Selamat kepada Matriak Klan Xiao karena telah mendapatkan menantu baru kemarin." Ucap Nyonya Vinic.


Saat melihat wajah Nyonya Vinic dan Shilla, Matriak Klan Xiao pun mulai tersedak karena syok.


"Uhuk...... Uhuk..... Uhuk....... " Suara Batuk Matriak.


"Nenek kau tidak apa-apa?" Tanya Xiao Ling.


"Dasar mama, lihat tuh Nenek Xiao Ling sampai terkejut,"


"Kan sudah kubilang untuk mengetuk Pintu Aula tersebut terlebih dahulu." Gumam Shilla.


Sementara itu Rea si Rubah Hitam hanya duduk diam tanpa menggonggong sedikit pun.


"Ugh...... Bagaimana aku bisa menjelaskan nya kalau menantu ku sekarang adalah calon suami putri nya, sebaiknya aku kabur saja dulu." Gumam Nyonya Xiao Ning Err.


"Matriak kami ingin bertemu dengan Mei Mei untuk mengucapkan selamat kepada nya dan Pemuda yang beruntung tersebut." Ucap Nyonya Vinic.


Matriak Klan Xiao pun terdiam sejenak lalu menoleh ke arah Cucu Cantik nya.


"Xiao Ling ku serahkan masalah mama mu ini pada mu." Gumam Xiao Ning Err, saat menatap mata Xiao Ling.


"Ugh..... Nenek seperti nya memiliki sebuah agenda tersembunyi." Gumam Xiao Ling.


"Kenapa Matriak Klan Xiao menatap ke arah Cucu nya, seperti nya ada sesuatu yang tidak beres,"


"Mungkinkah Jendral Play Boy itu melakukan KDRT di malam pertama nya?" Gumam Shilla.


"Guk... guk... guk..... " Gonggongan Kecil Rea si Rubah Hitam.


Shilla berpikiran Pemenang dari Pertarungan Jodoh tersebut pastilah Jendral Berserker, ia belum menyadari jika Calon Suaminya telah menikahi Sahabat Baik Mama nya dan sedang melangsungkan malam pertamanya.


"Vinic..... "


"Perutku tiba-tiba sakit, biar Xiao Ling saja yang mengantarkan mu ke Kamar Pengantin Mei Mei,"


"Xiao Ling, antarkan Sahabat Baik Mama mu sejak kecil ini ke dalam kamar nya." Perintah Xiao Ning Err.


"Tapi Nek..... " Jawab Xiao Ling.


Xiao Ling berpikir Mama nya dan Papa Arung pasti masih bergulat di bawah selimut.


"Xiao Ling, antarkan saja." Perintah Xiao Ning Err, lalu beranjak pergi.


"Ayo Xiao Ling kita ke tempat Mama mu, kudengar dari orang-orang Pemuda yang menikahi mama mu berambut biru dan sangat tampan." Ucap Nyonya Vinic.


"Fiuh....... "


"Ku kira Jendral Berserker itu yang menjadi suami Kak Mei Mei ternyata seorang Pemuda Berambut Biru, syukurlah itu pasti bukan Pendekar Don Juan ku." Gumam Shilla.


Pendekar Don Juan memiliki warna rambut berwarna merah dulu, namun saat ini warna rambutnya telah berubah biru dan Shilla belum menyadari nya.


"Ayo Kak Shilla, Nyonya Vinic." Ucap Xiao Ling.


Xiao Ling pun mulai mengantarkan Sahabat Baik Mama nya dan Putri nya tersebut ke Kamar Pengantin.


Koridor Kediaman Klan Xiao.


"Ugh..... Apa yang akan terjadi saat mereka mengetahui Papa baru ku adalah Calon Suaminya Kak Shilla yach,"


"Pasti akan Kacau..... Kacau...... Dan Kacau.... deh. " Gumam Xiao Ling, sambil berjalan.


Tampak anggota keluarga Xiao yang di temui di koridor membuang muka mereka saat bertatapan dengan Nyonya Vinic.


"Kenapa mereka membuang muka nya saat berpapasan dengan ku ya, seperti nya ada sesuatu yang tidak beres." Gumam Nyonya Vinic, sambil berjalan.


Di dalam Kamar Pengantin.


Pagi Hari, diwaktu yang sama saat Nyonya Vinic tiba di kediaman Klan Xiao.


Saat ini Arung baru saja bangun, sementara itu Xiao Mei Mei tengah memakai handuk dan berniat mandi.


"Ugh....... Kepala ku pusing sekali." Gumam Arung, lalu mulai bangun.


Xiao Mei Mei pun melihat suami nya baru saja bangun, ia pun kembali beranjak ke ranjang tersebut.


"Sepertinya Arung ini termasuk Pemuda yang gagah, tapi aku harus membuat nya lemas total hari ini,"


"Jika tidak aku khawatir Pendekar Don Juan ini akan melirik salah satu murid atau anggota keluarga ku yang cantik." Gumam Xiao Mei Mei, lalu kembali masuk ke bawah selimut merah tersebut dan melepaskan handuk nya.


"Mei Mei.... " Ucap Arung.


Pergulatan panas pun kembali terjadi.


"Ia Sayang." Ucap Xiao Mei Mei, sambil ******* habis bibir Arung.


Di depan Pintu Kamar Pengantin


Beberapa menit kemudian, Nyonya Vinic dan yang lain nya pun tiba di depan Kamar Pengantin tersebut.


"Biarkan aku mengetuk pintu nya dulu, Nyonya Vinic." Ucap Xiao Ling.


"Benar yang di katakan Xiao Ling, mungkin saja mereka masih melakukan Malam Pertama di dalam kamar tersebut." Gumam Shilla.


"Tidak usah Xiao Ling, aku akan memberikan kejutan pada sahabat baikku,"


"Dan melihatnya sedikit bermesraan." Ucap Nyonya Vinic, lalu mulai membuka pintu tersebut.


"Krakkkkk.................. " Suara pintu terbuka.


Di dalam Kamar Pengantin.


Tampak di bawah selimut merah tersebut sepasang kekasih yang tengah berperang tanpa sehelai pakaian pun. Shilla pun mulai mengenali Pemuda Berambut Biru yang berada di bawah Xiao Mei Mei tersebut.


"Pendekar Don Juan ku...... " Ucap Shilla, lalu mulai tak sadar kan diri.


Xiao Ling pun memegang tubuh Shilla yang oleng dan sudah tak sadar kan diri tersebut.


"Mei Mei, ada apa ini,"


"Berpakaian lah kau harus menjelaskan nya kepada ku saat ini." Ucap Nyonya Vinic dengan ekspresi yang sedikit kesal dan jengkel.


Sementara itu Pendekar Don Juan hanya diam saja, Nyonya Vinic dan yang lain nya pun keluar dari dalam Kamar Pengantin tersebut.


"Huft............ " Suara Nafas Panjang Xiao Mei Mei.


"Bagaimana ini Mei Mei, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Arung.


"Kau tenang saja Suami ku, aku akan menjelaskan nya kepada Sahabat Karib ku tersebut." Ucap Xiao Mei Mei, lalu mulai berpakaian.


Beberapa saat kemudian Xiao Mei Mei pun keluar dari dalam Kamar Pengantin tersebut, Arung pun duduk di kursi dengan menutupi tubuhnya dengan sehelai handuk saja lalu mulai menghisap tembakau ular nya.


"Whussss.......... " Suara asap rokok.


"Kali ini apa yang harus kita lakukan Xiao Mei Mei, lantas bagaimana pula jika hubungan ku dengan Wakil Komandan Luna ketahuan." Gumam Arung, lalu mulai meminum Susu Merak tersebut.


Di dalam Kamar Tamu.


Tampak Shilla tengah tidur terbaring di ranjang tamu dan Nyonya Vinic duduk di samping nya.


"Krakkkkk............ " Suara pintu terbuka.


Xiao Mei Mei pun lalu duduk di kursi, Nyonya Vinic hanya menatap nya saja.


"Aku sudah menduga nya sejak dulu, jika Mei Mei memiliki perasaan terhadap Arung,"


"Yang aku tidak habis pikir dia bahkan menikahi Calon Menantu ku sebelum Putriku." Gumam Nyonya Vinic, lalu mulai menggeleng-geleng kepala nya.


"Sebaiknya aku harus berbohong kepada nya, agar dia tidak marah lagi padaku." Gumam Xiao Mei.


"Vinic....... " Teriak Xiao Mei Mei, lalu mulai beranjak ke arah sahabat karib nya dan memeluknya.


Mendengar teriakan dari Xiao Mei Mei, Shilla pun mulai membuka matanya.


"Ugh..... Kepala ku sakit banget, dan hati ku kembali tersayat-sayat." Gumam Shilla, lalu menoleh ke arah Xiao Mei Mei yang tengah memeluk mama nya.


"Hiks..... Hiks.... Hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


Mendengar tangisan dari Sahabat Karib nya tersebut, rasa jengkel dan amarah nya pun mereda.


"Sepertinya keadaan mulai terkendali." Gumam Xiao Mei Mei, lalu mulai meneteskan air mata buaya di pipi nya.


"Hiks..... Hiks.... Hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei, lalu mulai menyeka air mata nya.


"Arung sebenarnya menolongku saat Pertarungan Jodoh tersebut, Vin,"


"Jendral Play Boy itu memiliki niat menghancurkan seluruh kultivasi ku nantinya, setelah aku menjadi salah satu dari selirnya,


"Seperti nya dia memiliki kelainan Vin,"


"Aku sangat takut, Arung pun lalu membantu ku dengan mengalahkan Jendral Aneh tersebut." Ucap Xiao Mei Mei.


"Hiks..... Hiks.... Hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


"Oh.... Jadi begitu cerita nya." Gumam Nyonya Vinic dan Putri nya.


"Jendral Play Boy tersebut pun kalah, Arung pun terpaksa menikahi ku agar keluarga ku tidak malu saat itu Vin." Ucap Xiao Mei Mei.


"Hiks..... Hiks.... Hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


"Bagaimana dengan kejadian peperangan di bawah selimut itu Mei Mei?" Tanya Nyonya Vinic.


"Hiks.... Hiks.... Hiks..... " Tangis Kecil Shilla di dalam hati.


"Kasian Kak Mei Mei, aku rela di madu,"


"Jadi ceritanya begitu." Gumam Shilla, lalu mulai memeluk Kak Mei Mei.


Xiao Mei Mei dan Shilla sejak dahulu sudah sangat dekat.


"Shilla sudah aman, tinggal Vinic." Gumam Xiao Mei Mei.


"Terima Kasih Shilla." Ucap Xiao Mei Mei.


"Ia Kak Mei Mei yang sudah terjadi, terjadilah." Ucap Shilla.


"Kejadian pagi tadi di sebabkan Pendekar Don Juan yang tidak kuat lagi melihat tubuh ku Vin, aku pun terpaksa melayani nya karena sudah menolong ku dan saat ini dia adalah suami sah ku." Ucap Xiao Mei Mei.


"Dasar mesum........ " Teriak Shilla di dalam hati.


"Ya sudah lah, Shilla pun sudah menerima keadaan ini." Gumam Nyonya Vinic.


Keadaan pun kembali seperti sedia kala nya, setelah itu Nyonya Vinic pun memerintahkan Shilla untuk segera pergi ke Kota Seribu Obat untuk mengikuti Ujian Alkemis bersama Arung.


Keesokan Pagi nya.


Mobil Jeep Merah milik Arung pun mulai melaju pergi menuju Kota Seribu Obat, saat ini Shilla yang menyetir lalu Xiao Mei Mei duduk di sebelah nya. Sementara itu Pendekar Don Juan duduk di jok belakang bersama Rea si Rubah Hitam, keadaan di dalam Mobil Jeep pun kembali hening.


"Ugh..... Untung saja kemarin tidak pecah perang di Kediaman Klan Xiao, Mei Mei sungguh pandai mengendalikan situasi kemarin." Gumam Arung.


"Guk...... guk...... guk....... " Gonggongan Rea Si Rubah Hitam.


"Hah.......... " Suara Nafas Panjang Shilla.


"Mau bagaimana lagi, walau pun itu terpaksa atau pun tidak terpaksa mereka saat ini sudah menikah,"


"Bagaimana reaksi Gisel jika mengetahui nya ya?" Gumam Shilla, memikirkan istri dari calon suaminya.


"Hahay....... "


"Mulai sekarang aku akan mengekor Arung kemana pun dia pergi, saat ini aku kan istri sah nya." Gumam Xiao Mei Mei, raut wajah nya terlihat gembira.


"Jika mendengar ceritanya kemarin, dan melihat tingkah nya hari ini,"

__ADS_1


"Kok aku merasa seperti di bohongin ya." Gumam Shilla.


Beberapa saat kemudian suara HP tablet Arung pun mulai berbunyi, lalu memecah keheningan di dalam Mobil Jeep tersebut.


"Halo Sayang, kau sedang di mana sekarang?" Tanya Mitha, melalui HP.


Ternyata itu adalah panggilan telepon dari Jendral Es.


"Jendral Es...... " Ucap Arung.


Mendengar nama Jendral Love Killer tersebut kedua Gadis Cantik pun terlihat sedikit tertekan.


"Ugh..... Tunangan Pendekar Don Juan seperti nya sedang menelpon." Gumam Shilla.


"Dasar Pelakor..... " Gumam Xiao Mei Mei.


"Saat ini aku sedang menuju ke Kota Seribu Obat, Mitha." Ucap Arung melalui HP.


"Kebetulan sekali, kau tidak perlu menghadiri acara pelantikan di Kota Awan Hitam Sayang,"


"Kau mendapatkan rekomendasi dari Kaisar Es memasuki Akademi Perwira Tinggi Kekaisaran Dewi Es, jadi kau hanya perlu menjumpai Rektor di Akademi tersebut saat tiba di sana." Ucap Mitha melalui HP.


"Akademi Perwira Tinggi itu apa Mitha?" Tanya Arung.


"Akperti Itu adalah sebuah Akademi untuk mendidik Prajurit-Prajurit berbakat menjadi Jendral atau pun Wakil Jendral, saat ini pangkat mu adalah komandan Sayang."


"Dan kau merupakan Komandan di bawah ku langsung." Ucap Mitha melalui HP.


"Wah..... Calon Suami ku benar-benar mendapatkan rekomendasi memasuki Akademi Elit tersebut,"


"Aku sungguh beruntung menjadi Calon Istrinya." Gumam Shilla.


"Begitu sampai ke Kota Seribu Obat segeralah menuju Akademi tersebut." Perintah Jendral Es.


"Akperti ya." Gumam Arung.


"Siap Jendral." Jawab Arung.


"Beepp...... Beepppp....... Beepppp.......... " Suara HP Arung mati.


"Selamat Suamiku kau mendapatkan rekomendasi memasuki Akademi elit tersebut." Ucap Xiao Mei Mei.


"Akademi Elit?" Gumam Arung.


"Ia Mei Mei." Ucap Arung.


"Guk...... Guk...... Guk...... " Gonggongan Rea si Rubah Hitam.


Mobil Jeep merah pun kembali melaju di jalanan menuju Kota Seribu Obat tersebut.


Kedai Minum Obat, Kota Seribu Obat.


Saat ini Dilla Azura tengah duduk dan meminum arak di dalam kedai tersebut dengan hati yang galau karena di lecehkan Arung saat di arena.


"Bagaimana bisa aku kalah dengan Pendekar **** Boy tersebut, bahkan dia mengambil kesempatan di saat-saat terakhirnya dengan memelukku,"


"Lalu menggores leherku dengan belatinya, dan di bawah ku aku merasakan sebuah tonjolan kecil,"


"Dasar mesum." Gumam Dilla, lalu meneguk arak tersebut.


Beberapa saat kemudian HP Dilla pun berbunyi.


"Kring...... Kring...... Kring...... " Suara HP milik Dilla berbunyi.


Ia pun mengangkat HP nya.


"Mama Shana." Gumam Dilla.


"Halo Dilla, ada sesuatu hal yang harus kau kerjakan dengarkan baik-baik." Perintah Perdana Menteri Azura melalui HP.


"Siap Ma... " Jawab Dilla melalui HP.


Perdana Menteri Azura pun menyuruh Dilla membuat sebuah Video konspirasi mengenai kematian adik dari Ratu Racun menggunakan Topeng Siluman lalu mengkambing hitamkan Jendral Es agar terjadi pertikaian.


"Kau sudah paham Dilla." Ucap Perdana Menteri Azura melalui HP.


"Siap Ma.... " Jawab Dilla melalui HP.


"Saat ini Berserker telah menghilang dan aku mengangkat Tetua Yaoyan sebagai Wakil Patriak,"


"Kau harus berkoordinasi dengan nya, lalu kembalilah ke Kota Awan Hitam untuk mengikuti acara Pelantikan Prajurit Baru di Kantor Prajurit Kota." Perintah Perdana Menteri Azura.


"Siap Ma.... " jawab Dilla melalui HP.


"Beeppp....... Beep....... Beepp....... Beeppp....... " Suara HP mati.


"Ugh..... Paman menghilang kemana ya?"


"Sebaiknya aku segera melaksanakan perintah mama jika tidak dia pasti akan menghukum ku dengan berat." Gumam Dilla.


Ia pun menyudahi acara minum-minum arak nya lalu beranjak pergi kembali ke Kota Awan Hitam untuk mengikuti acara pelantikan Prajurit baru.


Kota Awan Hitam.


Hotel Paviliun Racun, setelah di rehab oleh Jendral Karna.


"Byurrrr............... " Suara Hujan Deras.


Tampak Komandan Black Rock baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan sehelai handuk saja. Beberapa Prajurit Black Rock telah berada di depan pintu kamar Komandan nya tersebut.


"Krakkk.............. " Suara Pintu Kamar terbuka.


"Ugh... Aku lupa mengunci pintu kamar ku tadi, mereka pasti berpikir mesum melihat ku." Gumam Komandan Black Rock.


"Wah.... Sexi nya." Gumam salah satu Prajurit Black Rock.


"Ugh..... darah ku mendidih melihat tubuh Komandan yang hanya di balut oleh sehelai handuk saja." Gumam Prajurit lain nya.


Tiga orang pemuda berseragam hitam, bermasker hitam, lalu memakai topi bundar hitam memasuki kamar sambil membungkuk dan memberi hormat.


"Lapor Komandan, kami baru saja mendapat kabar jika target kita mendapat kan rekomendasi memasuki Akademi Perwira Tinggi di Kota Seribu Obat." Ucap Prajurit Black Rock tersebut.


"Akperti ya,"


"Wah..... Sepertinya misi kali ini akan memakan waktu yang lama, Akademi tersebut dijaga oleh Dosen-dosen di ranah Alam Naga Puncak." Gumam Komandan Black Rock.


Ketiga Prajurit Black Rock pun kembali memandangi tubuh indah Komandan nya, tampak pipi ketiga kultivator tersebut mulai memerah.


"Ugh... Mereka pasti berpikiran mesum saat ini, anggap saja ini bonus karena memberikan informasi tersebut." Gumam Komandan Black Rock.


"Perintahkan kepada seluruh Prajurit Black Rock untuk pergi ke Kota Seribu Obat." Perintah Komandan Black Rock.


"Siap Komandan." Jawab ketiga Prajurit Black Rock tersebut, lalu keluar dari dalam kamar.


"Dup............. " Suara pintu tertutup.


Komandan Black Rock pun mengunci pintu kamarnya lalu mulai melepas handuk nya kemudian mengenakan pakaian nya.


"Huft............. " Suara Nafas Panjang Komandan Black Rock.


"Aku harus mengatur strategi untuk membunuh Pemuda Berambut Merah tersebut, kota itu sangat di jaga ketat ada 5000 pasukan Jendral Es di sana,"


"Aku tidak boleh gegabah dalam bertindak." Gumam Komandan Black Rock, sambil mengenakan pakaian nya.


Pagi itu Komandan Black Rock dan Prajuritnya mulai meninggalkan Kota Awan Hitam menggunakan 10 Truck Perang lalu pergi menuju Kota Seribu Obat.


Warung Makan Daging Panggang Siluman Air.


"Byurrrr.................. " Suara Hujan Deras.


Saat ini Gisel, Kayla, Jupiter, dan juga Ayu sedang sarapan pagi merayakan kelulusan mereka menjadi Prajurit. Tampak mereka lagi menyantap Daging Panggang Siluman Air di temani beberapa kaleng beer. Friska si Rubah Putih tidak ikut bersama Gisel, saat ini makhluk tersebut sedang berada di Mansion Kediaman Alba bersama Nyonya Ya.


"Selamat ya Gisel kau diangkat menjadi Wakil Komandan dan Arung sebagai Komandan nya." Ucap Jupiter.


"Terima kasih Jupiter, semoga saja pada acara pelantikan nanti kita berada di divisi yang sama." Ucap Gisel.


"Gisel, Pacar mu apa sudah mengetahui mengenai acara pelantikan tersebut?" Tanya Kayla.


"Oh iya, sebaik nya aku menelpon Pendekar Don Juan tersebut." Ucap Gisel, lalu mulai menelpon Pendekar Don Juan tersebut.


"Pendekar Don Juan, tapi Arung memang cocok dengan sebutan tersebut." Gumam Ayu, sambil menyantap Daging Panggang tersebut.


"Benar-benar Pendekar Don Juan, aksinya terakhir kali meremukkan hati laki-laki di Benua Es Api." Gumam Jupiter.


Beberapa saat kemudian, Arung pun mengangkat HP nya.


"Pendekar Don Juan, kau saat ini sedang berada di mana?" Tanya Gisel.


"Aku sedang menemani Shilla pergi ke Kota Seribu Obat Gisel." Jawab Arung.


"Lho... Beberapa hari lagi kan acara pelantikan mu, bagaimana ini kau bisa di pecat jika tidak menghadirinya?" Tanya Gisel.


"Tenang saja Gisel, aku sudah mendapatkan rekomendasi dari Kaisar Es untuk memasuki Akademi Perwira Tinggi, jadi tidak perlu mengikuti acara tersebut." Jawab Arung.


"Akperti?" Gumam Gisel.


Mendengar perkataan Arung tersebut, Gisel pun terkejut. Akademi Perwira Tinggi Kekaisaran Dewi Es merupakan sebuah Akademi yang menelurkan Jendral-Jendral Besar termasuk juga Jendral Es yang merupakan salah satu Jebolan dari Akademi tersebut.


"Apa....... "


"Kau langsung di rekomendasikan ke sana, ini pasti ada hubungan nya dengan Jendral Pelakor tersebut." Ucap Gisel.


"Beepp....... Beepp....... Beepp...... " Suara HP Arung mati.


Ternyata HP Arung telah lowbat lalu mati dengan sendiri nya, hal tersebut pun membuat Gisel jengkel.


"Pendekar Don Juan, aku belum selesai bicara,"


"Kenapa kau mematikan HP nya." Ucap Gisel.


Gisel pun lalu meneguk beer tersebut.


"Sabar Gisel, mama kan udah pernah bilang kalau kau harus legowo dengan Jendral Es." Ucap Ayu.


"Benar yang di katakan Ayu, Gisel,"


"Namanya saja laki-laki." Ucap Kayla.


"Iya..... Iya..... Iya.... " Ucap Gisel.


Mereka berempat pun melanjutkan sarapan nya, lalu mulai mengobrol ringan setelah nya.


Malam Hari di Pondok di Tepian Danau Obat.


Tampak Nyonya Vinic kembali memancing seorang diri ditemani Kura-kura Petir peliharaan nya.


"Hah............ " Suara Nafas Panjang Nyonya Vinic.


"Aku lupa acara pelantikan Tetua Baru tersebut gara-gara Pernikahan Xiao Mei Mei dan Arung,"


"Ya sudah lah, setelah ujian Alkemis berakhir aku akan menyuruh mereka pulang ke Puncak Gunung Obat." Gumam Nyonya Vinic, lalu kembali memancing.


Sesuatu pun tersangkut di kail pancing Nyonya Vinic.


"Ugh..... Sepertinya ada Ikan yang memakan umpan ku, baguslah." Gumam Nyonya Vinic, lalu menarik pancing nya.


Kutukan memancing pun kembali menghampiri Nyonya Vinic, tampak sebuah BH berwarna hitam yang tersangkut.


"Ugh......... Kali ini BH yang memakan umpan ku." Gumam Nyonya Vinic, lalu kembali memancing.


"Kwak.... Kakkk..... Kakkkk....... " Suara Beast Burung Hantu dari dalam hutan.


Jalanan Menuju Kota Seribu Obat.


Sebuah Lamborghini merah pun mulai melaju di jalanan tersebut dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Tampak Nona Clark tengah mengemudikan mobil mewah tersebut.


"Dasar pihak manajemen tersebut, seenaknya saja membuat jadwal pemotretan,"


"Untung saja aku masih sempat kesana, apa mereka tidak berpikir jarak antara Kota Awan Hitam adalah 956,7 Km,"


"Butuh waktu tiga hari untuk sampai ke Kota tersebut." Gumam Nona Clark.


Ternyata Nona Clark ingin menghadiri acara pemotretan di Kota Seribu Obat sebagai Promosi Konser Malam Internasional di Pulau Koreas.

__ADS_1


__ADS_2