Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Jurus Perisai Angkasa Bagian Ke Dua.


__ADS_3

Saat yang sama di Mansion Perdana Menteri Azura.


Seorang Pemuda tampan telah berdiri di depan Gerbang Masuk kediaman Ketua Paviliun Racun tersebut, terlihat senyum licik dari bibir kecil nya.


"Mau kemana Tuan, ini adalah kediaman Perdana Menteri." Ucap Salah Satu Pengawal tersebut.


Pemuda Tampan tersebut kembali tersenyum licik yang sudah menjadi bawaan nya sejak lahir.


"Apa yang di pikirkan pemuda ini, apa dia kira dengan senyuman manisnya itu kami akan membiarkan nya masuk." Gumam Pengawal lain nya.


"Katakan kepada Perdana Menteri Azura, jika salah satu anggota keluarga Azura telah datang berkunjung." Ucap Pemuda Misterius tersebut.


"Azura, ugh.... Dia pasti salah satu anggota keluarga Perdana Menteri, aku harus segera memberitahukan ke dalam terlebih dahulu." Gumam Pengawal lain nya.


"Tuan mohon tunggu di sini sebentar sesuai protokol keamanan penjagaan pejabat tinggi, saya harus melapor kepada Perdana Menteri terlebih dahulu." Ucap Pengawal tersebut lalu membungkuk dan beranjak pergi ke dalam mansion.


"Baik Nona Pengawal." Ucap Pemuda Tampan tersebut.


Di depan gerbang tersebut terdapat sepuluh orang Prajurit Wanita di ranah alam lautan puncak yang sedang piket berjaga.


"Apa sebaik nya aku menelpon Shana saja yach, aku sudah tidak sabaran untuk mencetak adik nya Dilla." Gumam Pemuda Misterius tersebut yang ternyata adalah Perdana Menteri Racun.


Beberapa menit kemudian, Pengawal tersebut kembali dan mengantarkan Perdana Menteri Racun ke dalam kamar Shana.


"Perdana Menteri menyuruhku mengantar Tuan sampai di sini saja, kalau begitu saya permisi dulu Tuan." Ucap Pengawal tersebut lalu pergi meninggalkan Racun Tua tersebut.


"Kraak.......... " Suara pintu terbuka, Racun Tua tersebut langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


"Wah..... Pemuda Tampan itu sangat berani memasuki kamar Perdana Menteri tanpa mengetuk nya terlebih dahulu mungkinkah Pemuda itu adalah ****** kelas atas,"


"Sudah lama sekali Perdana Menteri membiarkan seorang laki-laki masuk ke dalam kamar nya, itu pasti ****** sebaik nya aku tidak mengganggu Perdana Menteri saat menerima nafkah bathin." Gumam Pengawal Wanita tersebut lalu beranjak kembali ke gerbang di depan mansion.


Di Dalam Kamar Shana Azura.


Shana saat ini mengenakan daster transparan yang super minim, wanita cantik dan licik ini sengaja mengenakan pakaian tersebut karena mengetahui suami ter culas nya akan segera tiba.


"Shana....... Your beautiful.... " Rayu Racun Tua tersebut lalu duduk di sebelah nya.


"Racun Tua, kali ini rencana mu sungguh brilian aku akan mengabulkan keinginan mu tersebut." Ucap Shana kemudian mencium bibir Racun Tua tersebut.


"Ini yang kunantikan dari Wanita berdarah dingin ini." Gumam Racun Tua lalu mulai membalas ciuman panas istri sahnya tersebut.


Pergulatan sepasang suami istri pembunuh berdarah dingin tersebut pun terjadi di pagi hari tersebut.

__ADS_1


Di Dalam Kamar VVIP Arung.


Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi mulai terbuka perlahan.


"Kraaakkk.............. " Suara Pintu Terbuka.


Seorang Gadis Cantik tanpa busana keluar dari dalam kamar mandi tersebut, aroma lavender yang sangat harum tercium dari tubuh nya, Komandan Arung dan dua Calon Alkemis Cantik yang menyaksikan pemandangan tersebut sontak kaget.


"Jeni.. .. Tubuhnya ternyata sangat indah, ugh.... Kenapa tubuh ku serasa panas ya." Gumam Arung pipi nya pun mulai merona merah.


"Tidak...... Jeni, apa yang kau lakukan." Ucap Ayu lalu beranjak ke tempat Jeni kemudian menolak nya ke dalam kamar mandi.


"Jeni berpakaian lah." Ucap Arung.


"Baik Bos." Suara Jeni dari dalam kamar mandi.


"Apa yang di pikirkan Jeni, pasti dia lupa mengenakan handuk saat itu, gak mungkin dia memiliki hubungan dengan Komandan Fuckboy ini,"


"Positif thingking Shilla....positif thingking Shilla. " Gumam Shilla.


Beberapa saat kemudian Jeni pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut, Arung kembali menggenggam tangan Ayu dan Shilla, lalu Shilla menggenggam tangan Jeni. Komandan Don Juan itu pun mengucapkan sepatah kata pasword untuk memasuki Bola Ruang tersebut.


"CLARA..... " Ucap Arung sedikit agak keras.


"Apa itu nama cewek baru Komandan Fuckboy ini?" Gumam Ayu.


Dalam satu kedipan mata mereka berempat pun berpindah tempat ke dalam Pulau Putri Naga Kecil yang berada di dalam bola ruang tersebut. Raut wajah Ayu dan Jeni tampak terkejut, mereka terpukau menyaksikan tempat tersebut.


Pulau Putri Naga Kecil.


"Dimana kita saat ini Arung?" Tanya Ayu.


"Ugh..... Aku sebenarnya juga ingin menanyakan hal yang serupa, tapi aku gak berani, aku takut salah bicara nanti, bisa-bisa bos marah dan membunuh ku." Gumam Jeni.


"Shilla beritahukan Ayu tempat apa ini." Perintah Komandan Arung tersebut.


"Huh........ "


"Dia sudah mulai berani memerintah ku." Gumam Shilla kemudian mulai menjelaskan perihal tempat mereka berempat berada saat ini.


Mereka pun berjalan ke arah Tepian Danau berniat berlatih Jurus Perisai Angkasa.


Tepian Danau.

__ADS_1


Ayu, Shilla, dan Jeni mulai berlatih di Tepian Danau tersebut sementara itu Arung duduk bermeditasi di bawah salah satu pohon kelapa di Tepian Danau tersebut, tampak Shilla mulai melempang kan kedua belah telapak tangan nya, aura berwarna-warni mulai berkumpul di sekujur tubuhnya.


"Baiklah, aku akan mulai membentuk lingkaran kemudian mulai memadatkan nya." Gumam Shilla kemudian menutup kedua belah mata nya.


Tampak perisai kebiruan mulai membungkus tubuh nya, ia pun mulai memadatkan nya.


"Ugh..... Sepertinya aku berhasil, sekarang aku hanya harus mempertahankan nya sambil berlatih pedang." Gumam Shilla lalu mulai mengeluarkan Pedang Iblis Putih Kembar nya kemudian berlatih pedang sambil mempertahan kan perisai angkasa tersebut.


Di saat yang sama Ayu pun mulai berlatih jurus tersebut, ia pun mulai melempangkan kedua belah tangan nya, aura petir mulai berkumpul di sekujur tubuh nya.


"Dzzzitttt....... Dzzzitttt.......... " Suara percikan petir.


Perisai kebiruan mulai membungkus tubuh nya, Gadis Cantik tersebut pun mulai memadatkan tenaga dalam nya.


Beberapa saat kemudian.


"Berhasil..... Tidak ku sangka semudah ini, sekarang tinggal mempertahankan durasi perisai angkasa ini." Gumam Ayu kemudian menoleh ke arah Shilla yang tengah berlatih pedang sambil menggunakan perisai angkasa nya.


"Baiklah aku akan berlatih pedang saja sama seperti Shilla." Gumam Ayu kemudian mengeluarkan Pedang Naga Api nya.


Ia pun berlatih Pedang di Tepian Danau tersebut sambil memasang perisai angkasa di sekujur tubuh nya.


Di saat yang sama Jeni pun sedang berlatih Jurus Perisai Angkasa tersebut.


"Huft................. " Suara Nafas Panjang Jeni.


"Aku harus berhasil, ini adalah salah satu batu loncatan agar aku lulus menjadi Alkemis di AKPAVLA, walaupun aku harus menyerahkan tubuh ku kepada assasin berdarah dingin tersebut, aku rela." Gumam Jeni, kemudian mulai melempangkan kedua belah tangan nya.


Terlihat tenaga dalam petir mulai mengalir dari kedua belah telapak tangan nya.


"Dzzzitttt........ Dzzzitttt........... " Suara Percikan Petir dari tubuh Jeni.


Tenaga dalam milik Jeni mulai membungkus tubuh nya, saat dia mulai memadatkan tenaga dalam nya perisai kebiruan tersebut pun buyar.


"Hah...... Hah...... Hah...... " Suara Nafas Terengah-engah Jeni.


"Aku memang tidak di takdirkan untuk jalan seni bela diri." Gumam Jeni raut wajah nya terlihat sedih.


Dengan raut wajah yang sedih dan pasrah Gadis dengan kultivasi terendah itu pun beranjak pergi dan duduk di sebelah Bos Arung.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2