Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Hari Yang Melelahkan


__ADS_3

🏵Di saat aku lelah, aku ingin ada seseorang yang berada di sisiku. Yang akan dengan senang hati memberikan bahunya sebagai tempatku bersandar. 🏵


Besok adalah hari besar untuk SMP Merpati. Ajang promosi berkedok Class meeting akan diadakan besar-besaran disini.


Para guru dan murid bekerja sama untuk mensukseskan acara ini. Anggota OSIS membimbing para siswa untuk mempersiapkan lokasi dan segala perlengkapan yang akan digunakan untuk segala macam lomba dan pertunjukan.


Sebuah panggung berukuran cukup besar sudah berdiri gagah di tepi lapangan yang akan digunakan untuk lomba Fashion dan Prince and Princess Of The Year. Di panggung ini pula akan tampil "Crazzy Band", "Sejuk Band" dan juga "Sejuk Band 2".


Ya. Berkat Shofia dan teman-temannya, Crazzy band akan turut merayakan acara ini dengan bayaran pahaka alias gratis-tis-tis. Hahahaha


"Hana bagaimana dengan persediaan obat di UKS. Jangan sampai ada kekurangan ya. Kita akan mengundang banyak sekolah. Dan akan ada banyak orang yang datang." tanya Nindi saat dia sedang berada di ruang UKS.


"Sudah cukup bu. Kemarin dokter Jo juga sudah mengeceknya sendiri."


"Dokter Jo besok juga kesini kan?"


"Iya bu Nindi. Dari pihak rumah sakit akan mengirim dokter Jo dan dokter Farah."


"Baiklah. Ibu rasa persiapan untuk pelayanan di UKS sudah siap."


'Besok akan jadi hari yang menyenangkan. Aku bisa bersama dengan dokter Jo besok. Ah aku tidak sabar bisa melihat dokter Jo.' batin Nindi.


****


"Semua persiapan sudah selesai. Hari ini hari yang melelahkan untuk kita semua. Dan besok mungkin akan lebih melelahkan dari ini. Saya harap besok acara berjalan dengan lancar." kata Sandy yang menjadi ketua panitia. Panitia saat ini sedang melakukan rapat terakhir untuk mengecek persiapan untuk acara besok.


"Aamiin." jawab anggota rapat dengan kompak. Siapa yang tidak mau jika acara besok berjalan lancar. Mereka semua sudah bekerja keras seminggu belakangan.


"Baiklah. Saya rasa cukup untuk hari ini. Saya harap besok kerja sama kita akan terjaga. Selamat istirahat dan sampai jumpa besok. Assalamualaikum Wr. Wb." kata Sandy menutup rapat hari ini.


"Wa'alaikum salam Wr. Wb." jawab yang lain kompak.


Semua anggota rapat meninggalkan ruang kelas yang dijadikan tempat rapat. Rapat ini juga melibatkan beberapa siswa yang ditunjuk sebagai koordinator beberapa seksi untuk mensukseskan acara class meeting besok.


Shofia meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku setelah seharian ini bergerak kesana kemari sibuk mempersiapkan segala keperluan.


"Mari bu pulang." Inun menarik tangan Shofia agar bangun dari duduknya.


"Haah lelahnya bu."


"Iya. Rasanya nanti sampai rumah langsung mandi air hangat."


"Ya bu Inun benar. Ayo." Shofia segera berdiri dan melenggang meninggalkan ruang rapat.

__ADS_1


****


Sore ini mobil Shofia melaju dengan mulus di jalan menuju rumahnya. Shofia ingin segera sampai di rumah. Dia menambah kecepatan mobilnya.


Shofia segera memarkirkan mobilnya di samping mobil ayahnya. Setelah itu dia menyapa ayahnya yang berada di ruang tamu.


"Yah Shofia ke kamar dulu ya."


"Kamu sudah Sholat nak?"


"Sudah yah. Tadi sebelum pulang Shofia sempat mandi dan Sholat di musholla sekolah."


"Ya sudah. Kamu istirahat saja. Hari ini pasti lelah. "


"Benar yah. Hari ini rasanya badan Shofia remuk semua. Shofia ingin tidur sekarang"


"Oke. Tidurlah dulu."


Shofia segera masuk ke kamarnya. Dia bahkan belum menemui ibunya.


****


Shofia mengerjapkan kedua matanya saat mendengar suara Khusnul yang memanggilnya dengan disertai suara ketukan pelan di pintu.


"Nak buka pintunya sebentar ya."


Tak lama Kemudian Shofia sudah membuka pintu kamarnya. Wajah bangun tidurnya melongok ke luar kamar. Kerudungnya dia pakai asal.


"Ada apa Bund?" kamu mandi dulu. Trus sholat maghrib. Habis itu dandan yang cantik."


"Dandan Bund? Emang ada apa?"


"Malam ini ada tamu ayah yang berkunjung. Nanti kita makan bersama."


"Ow. Oke Bund." Shofia segera melaksanakan perintah sang bunda.


Shofia memakai gamis berwarna pink Fanta dengan motif bunga di ujung rok dan lengannya. Kepalanya dibalut kerudung berwarna pink muda polos. Wajahnya juga sudah diberi make up natural yang cocok untuknya. Entah mengapa hari ini Shofia ingin berpenampilan terbaik walau hanya untuk makan malam bersama tamu ayahnya.


"Ki, kapan pulang?" tanya Shofia yang terkejut melihat adiknya sedang asyik menonton drama korea di ruang televisi. Pasalnya, Adiknya yang sekarang kuliah di Surabaya biasanya hanya pulang saat libur semester. Tapi ini bukaah libur semester. Tentu saja Shofia heran.


"Tadi pagi mbak. Emang aku nggak boleh pulang ya kok mbak kelihatan gimana gitu?"


"Ya tentu saja boleh dong Ki. Tapi ini kan bukan waktunya liburan."

__ADS_1


"Iya. Tapi aku kangen sama ayah dan bunda. Jadinya pulang deh. Lagian aku dengar Di SMP ada acara. Aku kan juga ingin lihat mbak."


"Ow. Bagus kalau gitu. Kamu bisa bantuin mbak besok. Karena besok hari yang sibuk. "


"Siap Boskyuh." Zakia menekuk tangan kanannya dan meletakkan telapak tangannya di pelipis sebagai tanda memberi hormat pada sang kakak.


"Ki Bunda mana?"


"Ada di dapur tuh."


Shofia melangkahkan kakinya ke dapur. Berniat mencari ibunya. Sesampainya di dapur dia terkejut karena ada banyak makanan dan minuman yang telah disediakan.


"Bund Emang tamunya banyak ya Bund?"


"Iya. Sudah kamu lihat televisi sana sama Zakia." kata Khusnul ketika Shofia hendak mengambil piring yang akan dilap.


"Kenapa? Shofia juga mau bantu bunda."


"Nggak usah. Ini sudah selesai. Nanti baju kamu kotor. Kamu kan udah dandan cantik gini."


"Memangnya siapa sih Bund tamunya?"


"Tamunya ayah Shof."


"udah sana-sana. Kamu nanti capek" Khusnul mendorong Ahofia keluar dari dapur.


"Kenapa sih sampai diusir-usir gitu. Aku kan cuma mau bantuin juga" gumam Shofia ketika meninggalkan dapur dan mendudukkan dirinya di kursi sebelah Zakia.


"Kenapa mbak?" tanya Zakia ketika melihat wajah kakaknya yang masam.


"Bunda tuh aneh. Masak aku cuma mau bantuin malah diusir-usir."


"Lah mbak sih. Udah tahu pakai pakaian yang warnanya cerah gitu masuk dapur. Nanti kan kotor bajunya."


"Eh benar juga ya."


Dari ruang televisi terdengar ayahnya sedang berbicara dengan banyak orang. Dari suaranya ada lebih dari lima orang di ruang tamu. Shofia sendiri tidak ada niat untuk mengetahui lebih lanjut karena memang ayahnya yang merupakan ketua RT di lingkungannya biasa menerima tamu.


"Assalaamu'alaikum." terdengar salam dari seseorang yang baru saja datang. Lalu terdengar suara yang sedikit ribut di ruang tamu.


'Tamunya ayah kayaknya udah datang. Tapi kok rame ya kayaknya.' Kata Shofia dalam hati.


"Ki, tolong beritahu ibu tamunya sudah datang." kata Mirza pada Zakia ketika telah berada di depan anak bungsunya.

__ADS_1


"Oke yah!" Zakia segera bangun dan menyampaikan pesan sang ayah pada bundanya. Sedangkan Shofia masih melanjutkan kegiatannya menonton drama yang tadi ditonton bersama Zakia.


__ADS_2