Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Shofia Akhirnya Tumbang


__ADS_3

🐳 Di saat lemahmu aku ingin berada di sampingmu untuk menguatkanmu 🐳


Bulan ini perusahan tempat Shofia bekerja sedang disibukkan dengan proyek besar pembangunan hotel bintang lima. Mereka sudah bersusah payah mendapatkan proyek tersebut. Jadi mereka akan berusaha semaksimal mungkin demi proyek itu.


Divisi keuangan adalah bagian yang divisi yang ikut sibuk di kantor itu. Shofia dan rekan-rekannya sibuk menyeleaikan laporan mereka. Divisi mereka dipercaya mengelola keuangan untuk proyek tersebut.


"Semuanya 30 menit lagi kita meeting. Harap semua persiapkan file yang dibutuhkan dan jangan sampai telat. Ingat pak Dika tidak mau ada kesalaham. Jadi teliti laporan kalian sebelum diserahkan apabila kalian tidak mau dipecat." kata bi Fanya. Pimpinan divisi keuangan.


"Baik bu." jawab mereka kompak. Mereka segera menyiapkan laporan yang akan mereka laporkan pada meeting bersama CEO perusahaan mereka.


****


Di ruang rapat atu persatu melakukan presentasi mereka. Pak Dika sebagai CEO beberapa kali memberi tanggapan dan revisi pada laporan mereka.


Mereka beruntung karena sepertinya mood boss mereka sedang baik. Sejak mulai meeting sang boss sudah menunjukkan senyumnya. Hal itu membuat peserta meeting tidak grogi saat melakukan presentasi mereka.


Biasanya sang boss tidak menerima kesalahan sedikitpun. Tapi hari ini sang boss sungguh berubah menjadi boss yang baik dan pengertian.


Mereka semua menyadari jika perubahan sikap pada boss mereka dikarenakan salah satu rekan mereka. Boss muda yang galak itu selalu menjadi boss yang jinak jika berhadapan dengan Shofia. Yah Shofia lah yang merubah sikap boss itu.


Sudah menjadi rahasia umum jika sang Boss menyukai Shofia. Bukannya Shofia tidak menyadari perlakuan khusus dari bossnya itu. Namun dia berusaha menjaga diri.

__ADS_1


Sejak kepemimpinan perusahaan dialihkan pada sang boss muda itu, Shofia sudah merasa perlakuan istimewa. Itu menyebabkan kecemburuan karyawan lain.


Apalagi para karyawan perempuan yang mengidolakannya. Boss yang masih muda, tampan dan juga kaya raya. Siapa yang bisa menolak pesonannya.


Namun tidak dengan Shofia. Karena bagi Shofia semua itu tidaklah penting untuk kriteria pasangan hidupnya. Yang terpenting bagi Shofia adalah yang bisa menjadi Imam untuk keluarga. Yang mampu mengingatkannya di kala dia salah. Dan mendukungnya dalam kebaikan. Serta yang bisa membuatnya merasa nyaman. Itulah yang dibutuhkan Shofia.


"Terima kasih Shofi." kata Dino saat mereka keluar ruang meeting.


"Untuk apa?"


"Yah berkat kamu kita semua tidak dimarahi sama pak Dika." terang bagas.


"Yah hanya dengan hadirnya dirimu itu meredam amarah sang Boss tau. Ibarat kata kamu itu sudah meredakan gunung berapi yang mau meletus" kata Mela menggebu. Semua orang tertawa mendengar perumpamaan Mela.


"Ada-ada saja. Memang aku es batu apa?"


Mereka segera kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda karena meeting.


*****


Sore ini Shofia ada kelas di kampus. Setelah pulang dari kantor Shofia segera berangkat ke kampus. Dia segera menuju Masjid yang ada di kampus untuk menunaikan sholat ashar serta memperbaiki penampilannya yang sudah kucel setelah seharian berkutat di kantor.

__ADS_1


Setelah selesai dia lalu berjalan menuju kelasnya. Untungnya hari ini dia bisa pulang cepat dari kantor sehingga dia tidak diburu waktu.


"Shof kamu sakit ya? Kelihatan pucat banget wajahmu." kata Rizwan setelah mengamatk wajah gadis yang duduk di samping kursinya.


"Nggak kok. Mungkin kecapekan. Akhir-akhir ini di kantor banyak kerjaan. Jadinya capek banget. Badanku juga pegal-pegal rasanya."


"Kamu kelihatan tidak sehat Shof. Lebih baik istirahat dulu. Hari ini tidak usah ikut kelas."


"Nanggung Riz. Udah nyampek sini juga."


"Ya sudah kalau begitu. Kamu memang keras kepala."


"Iya iya Riz besok aku akan izin nggak kerja. Ok?😉"


Selama pelajaran Shofia merasakan pusing. Kepala nya berputar. Badannya juga panas. Wajahnya semakin pucat. Rizwan yang berada di sampingnya menjadi khawatir.


"Shof aku antar ke rumah sakit ya. Kebetulan hari ini aku bawa mobil."


"Baiklah Riz."


Akhirnya Rizwan mengantar Shofia ke rumah sakit. Tak lupa dia menitipkan motor shofia pada penjaga kampus.

__ADS_1


__ADS_2