Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Shofia In Action


__ADS_3

🌹Jika kenangan itu indah. Ingatlah itu dan buat dirimu bahagia karenanya🌹


Shofia menoleh ke asal suara yang mengagetkannya itu. Bu Ema tersenyum hangat menatapnya. Beliau menepuk pelan pundak Shofia.


"Ibu kadang merasa sedih jika melewati ruangan ini. Dulu ibu memperjuangkan ruangan ini dengan sekuat ibu." Ema mendesah. "Sekarang lihatlah. Semua menganggur. Ibu sering masuk dan membersihkan semuanya. Mau bagaimana lagi. Sepertinya Tidak ada yang berminat." Shofia menoleh pada Bu Ema.


"Ibu Rindu dengan zaman kalian dulu. Mau masuk?" tanya Ema yang diangguki oleh Shofia. Tentu saja dia mau masuk. Tempat ini penuh kenangan. Disinilah dia dan teman-temannya menghabiskan waktu.


"Bolehkah bu?" tanya Shofia sambil mengambil gitar. Gitar Jo. Masih sama seperti dulu.


"Tentu saja. Ibu juga kangen." Ema tersenyum. Dia tidak bohong jika dia juga kangen mendengar suara indah Shofia yang dipadukan gitar. Shofia duduk di kursi tempat gitar itu tadi. Shofia hanya memegang gitar iti dan mengusapnya pelan.


"Ini bagian Kalia." Ema menekan beberapa tuts di keyboard itu. Walau tak ada suara karena memang tidak dinyalakan. Shofia memandangnya haru.


"Ini bagian Udin." Ema kemudian mengambil stik drum. "Dia suka memutarnya seperti ini." kemudian memutar stik drum menirukan Udin. Air mata Ema sudah luruh. Shofia pun juga begitu.


"Kalau yang ini kesayangannya Edi. Ed lihat ibu memegang bassmu. Kamu apakan ibu kali ini?" Ema terkekeh tapi air matanya mengalir. Dulu Edi paling tidak suka jika ada yang menyentuh Bassnya. Dia akan mencubit atau memukul. Bahkan jika itu Ema sekalipun. Hukum tak boleh menyentuh bass itu sudah mutlak. Tidak ada yang berani.


Kedua orang di ruangan itu begitu hanyut ke dalam masa lalu. Masa yang begitu indah. Masa-masa kebersamaan dan kebahagiaan. Sungguh tak terlupakan. Mengingat bagaimana mereka tertawa bersama, bercanda bahkan tak peduli rentang usia diantara mereka. Jika bersama kelima murid kesayangannya. Ema tak pernah merasa tua. Dia selalu merasa sepantaran dengan mereka. Lucu memang. Tapi itulah kenyataanya.


"Tenanglah bu. Queen of the jahil ini akan membuat ruangan ini kembali hidup. Tenang saja." Kata Shofia penuh keyakinan. Ema tersenyum mendengarnya. Selama ini Shofia selalu bisa diandalkan.


Memang keinginannya adalah melihat ruangan ini terpakai lagi. Dulu dia sudah berusaha keras agar ruangan impian ini ada. Dulu banyak guru yang meragukannya. Namun semua bungkam setelah merasakan hasil dari Sejuk band. Sejuk band selalu mendapat juara di kabupaten saat ada perlombaan. Dan itu membuat sekolah itu semakin terkenal.


Namun sayangnya tahun setelahnya adalah tahun yang buruk. Karena dulu para personil band belajar secara mandiri tanpa dukungan sekolah, mereka tidak punya generasi.

__ADS_1


"Maaf Jo" gumam Shofia ketika meletakkan kembali gitar itu dan menyalakan Keyboard Kalia. Sebenarnya Shofia bisa memainkan keyboard baru beberapa bulan yang lalu. Saat Kalia berusaha menghiburnya untuk melupakan Zakaria waktu itu.


Ema yang mendengar gumaman Shofia pun heran. Setahunya Shofia hanya bisa memainkan gitar. Itupun karena Jo yang mengajarinya. Ema semakin heran saat melihat shofia menghampiri Keyboard dan memainkannya dengan baik. Kini Ema ingin tahu apa yang tidak bisa dilakukan gadis di depannya ini. Sungguh gadia yang penuh kejutan.


Ting ting ting ting.... suara keyboard dipencet. Setelah Shofia melihat jam di tangannya, dia memainkan keyboard nya. Dia tahu jika sekarang adalah jam istirahat.


Rencana Shofia adalah mencari perhatian para siswa. Mereka pasti akan penasaran mendengar suara keyboard. Shofia berharap beberapa dari mereka ada yang tertarik untuk memainkan salah satu alat musik yang ada di dalam sana.


Shofia menikmati permainan keyboardnya. Kemudian dia mulai bernyanyi. Dia menyanyikan lagu dari Melly Goeslaw yang berjudul "Bunda" lagu yang dia gunakan untuk latihan bersama Kalia dulu.


BUNDA


Ku buka album biru


Penuh debu dan usang


Kecil bersih belum ternoda


Reff....


Fikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang

__ADS_1


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Tak kan jadi deritamu


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang

__ADS_1


Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku


Permainan selesai. Shofia tersenyum melihat banyaknya siswa yang berkumpul di depan ruangan itu. Ema juga ikut tersenyum.Kini Dia tahu apa rencana Shofia. Dan dia tentu saja akan mendukungnya.


__ADS_2