Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Aku Takut


__ADS_3

Di episode ini Author lagi menguras tenaga. Menulis episode ini dengan menggabungkan beberapa bagian dari Novel yang Author baca 😁


Terima kasih kakak-kakak senior yang menginspirasi 😘


Yang merasa di bawah umur atau kurang suka dengan episode yang sedikit membuat hati ser-ser, mending di Skip aja. Okeh 😊


*****


Jo dan Shofia sedang berada di balkon kamar vila yang mereka sewa. Keduanya berdiri berdampingan. Tangan Jo melingkar di pinggang Shofia. Mereka sedang menikmati pemandangan malam yang indah.


Dari balkon, mereka dapat melihat indahnya pemandangan kota Kediri dari atas. Lampu-lampu yang berada di bawah sana terlihat seperti bintang. Dari sana, mereka seperti berada di atas jutaan bintang.


Suasana yang begitu tenang dan ditambah semilirnya angin membuat keduanya betah berada di sana. Sampai tak terasa hampir dua jam mereka berdiri disana dalam diam.


"Kamu menyukainya?" tanya Jo menoleh ke arah Shofia setelah lama keduanya hanyut dalam diam.


"Sangat! Terima kasih. cup" Shofia mendaratkan satu kecupan di pipi Jo. Setelah itu Shofia segera memalingkan wajahnya karena malu.


Jo pun merasa kaget atas tindakan Shofia yang menurutnya berani. Dia memandang gadis yang berada di sampingnya itu. Senyumnya terbit. Dia tak menyangka jika gadis yang dulu dia kenal sebagai gadis tomboy sekarang sudah menjelma menjadi bidadari berwujud manusia dan telah menjadi istrinya itu.


Ditatapnya wajah sang istri. Dipegangnya dagu shofia untuk mengarahkan wajah Shofia agar memandang ke arahnya.


Kedua mata manusia itupun saling menatap dalam diam. Dalam mata keduanya tersirat cinta yang begitu dalam. Ada binar kebahagiaan yang terpancar dari sana. Jo mengecup kening Shofia lama.


"I Love You Shof."


"I Love You too Jo" keduanya menempelkan kening mereka.


Jo mendekatkan wajahnya. Semakin mengikis jarak antara dia dan Shofia. Sebelum mendaratkan bibirnya pada bibir Shofia, Jo tersenyum manis kepada sang pemilik Bibir yang dari tadi sudah menggodanya.


Shofia menutup matanya saat merasa benda kenyal itu menempel pada bibir miliknya. Jo memagut bibir Shofia dengan penuh kelembutan. Shofia mulai bisa membalas pagutan Jo. Jo tersenyum menyadari mendapat balasan dari Shofia.


Ciuman mereka berhenti sebentar untuk mengambil nafas. Setelah itu mereka mulai lagi aktifitas olahraga bibir mereka. Ciuman kedua mereka lebih dalam dan lebih lama. Jo menahan tengkuk Shofia, sedangkan Shofia mengalungkan kedua tangannya pada leher Jo.


Entah siapa yang memulai, kini mereka sudah berada di dalam kamar. Mereka berjalan tanpa melepaskan pagutan mereka.


Jo merebahkan Shofia ke atas kasur. Melepaskan kerudung yang membingkai kepala istrinya. Setelah berhasil, dia meletakkan kerudung itu di atas nakas yang berada di samping tempat tidur.


Setiap inci wajah Shofia tak luput dari sentuhan bibir Jo. Jo sudah berada di atas tubuh Shofia. Keduanya kini sudah berada dalam gairah yang sama. Ciuman Jo sudah turun ke leher Shofia. Sedangkan tangannya sudah menjelajah entah kemana.


Shofia melenguh saat merasakan kedua bukit kembarnya diremas lembut secara bergantian dan membuatnya merasakan kenikmatan yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Membuat kedua benda itu tegang akibat rangsangan yang diberikan.


"Jo aku takut." perkataan Shofia menghentikan aktifitas Jo.


"Maafkan Aku sayang." kata Jo hendak berdiri dari atas tubuh istrinya.


"Jo... aku ingin menjadi milikmu seutuhnya." kata Shofia sambil menarik tangan Jo yang hendak berdiri. Akhirnya Jo terjatuh ke atas tubuhnya lagi.


"Aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap sayang." Jo membelai lembut pipi Shofia. Dia berusaha menenangkan istrinya itu. Dia tahu istrinya takut akan hal yang bisa saja akan mereka lakukan setelah itu.

__ADS_1


"Aku rasa Mrs. V sudah siap untuk melakukan kewajibannya terhadap Mr. P Jo."


Jo tersenyum puas. Dia kembali melum*t bibir Shofia. Satu persatu kancing piama tidur Shofia dia buka dengan berhati-hati. Dia takut tanpa sengaja dia melukai kulit yang dari tadi tertutup oleh kain itu.


Setelah piama itu berhasil ia lepaskan, Diciumnya benda kenyal itu dari balik satu lapis kain yang masih tersisa di sana. Jo kembali menyerang leher Shofia, membuat kissmark disana. Bukan hanya satu atau dua, tapi sangat banyak. Dan setiap Jo membuat stempelnya itu, Shofia selalu mengerang yang membuat Jo semakin bersemangat.


Tangannya kini menelusup di bawah punggung Shofia. Mencari pengait dari benda yang dari tadi menghalanginya dari benda sintal yang sejak tadi diremasnya.


Jo sangat takjub melihat pemandangan yang ada di depannya. Bahkan pemandangan yang tadi di liatnya di balkon tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pemandangan yang ada di hadapannya sekarang.


Jo membenamkan wajahnya diantara belahan dada Shofia, kemudian secara bergantian merasakan keduanya. Shofia sudah tidak tahan dengan sensasi yang dirasakannya. Dia melenguh setiap kali dia merasakan aliran listrik yang seperti mendengarnya setiap Jo memberikan rangsangannya.


Kini semua kain yang menutupi keduanya setelah satu persatu kain yang menutupi tubuh keduanya dilepaskan oleh tangan nakal Jo.


Kini tak ada lagi hawa dingin yang menyapa keduanya. Terbukti dengan banyaknya peluh yang mengalir dari seluruh tubuh keduanya. Suasana yang hening pun sudah berganti dengan alunan musik romantis yang menemani suara desahan, lenguhan dan juga erangan dari bibir keduanya.


Silahkan Dibayangkan Sendiri Ea... 😁


Semua pasangan pasti punya gayanya masing-masing ðŸĪŠ


*****


Aku milikmu, Engkau milikku, Kita menyatu


Dalam hidup ini, aku hanya ingin kamu


Kamu adalah anugerah terindah yang pernah ada


Kamu adalah kekasihku untuk selamanya


Kamu adalah pasanganku untuk selamanya


Kamu adalah cintaku untuk selamanya


Kehadiranmu dalam hidupku adalah Rahmat yang diberikan oleh Allah


Aku akan selalu bersyukur karena kamu tercipta untuk berada disisiku


Dulu, aku hanya bisa menitipkan rinduku pada sang rembulan


Hanya bisa menitipkan cintaku pada ujung pelangi


Percayalah kasih, hanya padamu cinta ini akan kuberi


Hanya untukmu rindu ini terbingkai


Kamu adalah cahaya hidupku


Penyejuk jiwaku

__ADS_1


Bersama, kita akan lalui hari-hari yang akan datang


Bersama kita akan melukis indahnya dunia


Bersama kita akan bahagia


Jadilah pemilik hatiku untuk selamanya


Dan jadikanlah aku pemilik cintamu


Sampai maut memisahkan


Sampai Allah menyatukan kita lagi di Surga


Ukhibbuky ya Habibaty...


*****


Kedua tubuh yang tertutup selimut itu menggeliat mendengar suara tarkhim yang terdengar melantun merdu. Keduanya sama-sama mengerjabkan mata mereka.


Keduanya tersenyum canggung mengingat kejadian penyatuan semalam.


"Sudah tarkhim sayang. Sebaiknya kita segera mandi." kata Jo.


"Baiklah." Shofia, segera membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Auu" Shofia menjerit merasakan sakit pada daerah intinya. Jo yang mengerti keadaan itu pun segera mendekat.


"Maafkan aku sayang. Mr. P sudah melukai Mrs. V." Jo memeluk tubuh Shofia.


"Tak apa-apa sayang. Sakitnya juga pasti akan segera hilang."


Saat akan turun dari ranjang, Shofia kembali merasakan perih itu lagi. Jo segera turun dari ranjang dan menggendong istrinya.


"Apa yang kamu lakukan Jo?" Shofia yang kaget langsung mengetatkan pegangan tangannya pada leher Jo. Sehingga dia dapat merasakan hangatnya dada bidang Jo yang memang bertelanjang dada saat itu.


"Aku akan membantumu ke kamar mandi sayang. Kamu akan kesakitan jika berjalan ke sana."


"Baiklah. Terima kasih Sayang." Kata Shofia saat Jo mendudukannya di kloset. Jo hanya tersenyum. Dia kemudian mengisi buthup dengan air hangat. Setelah itu meneteskan aroma terapi dsn sabun cair kedalamnya. Sedangkan Shofia hanya memperhatikan apa yang dilakukan Jo.


Setelah itu Jo kembali menghampiri Shofia, ia berniat membantu membuka pakaian Shofia ya g baru dipakainya tiga jam lalu. Namun aksi tangannya dihalangi oleh tangan Shofia.


"Jo aku bisa sendiri." dia masih terlalu malu untuk memperlihatkan tubuh polosnya pada Jo. Padahal kan Jo bukan hanya melihatnya semalam, dia bahkan sudah merasakannya.


"Baiklah sayang. Nanti kalau sudah selesai kamu panggil aku ya. Nanti aku bantu kamu lagi." Jo juga mengerti perasaan Shofia. Ia sebenarnya juga tidak ragu untuk melihat kemolekan tubuh istrinya. Ia khawatir tidak bisa menahan diri untuk menerkam istrinya lagi pagi itu.


*,


*,

__ADS_1


*,


Jangan lupa Like 👍 ya... 😘


__ADS_2