Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Menjelaskan


__ADS_3

🚌🚌🚌🚌


"Eh itu Shofia! Biarkan dia masuk bus ini." kata seorang siswi. Shofia berjalan mencari teman-teman nya.


"Mbak. Kita pulang bareng aja. Nanti mbak pasti akan repot menjawab pertanyaan jika pulang naik bus." kata Ziana menghadang Shofia di samping bus.


"Tidak Zi. Mau menghindar kemana pun mereka juga akan tetap mempertanyakan semuanya. Jadi aku harus tetap menghadapinya. Mungkin aku hatus mengadakan jumpa pers. hehehe." kata Shofia sambil tersenyum. Ziana pun ikut tersenyu.


"Baiklah mbak. Aku akan menemanimu. Sebentar aku mau menemui mas Zakaria dulu biar dia tidak menunggu."


"Baiklah."


****


Shofia duduk bersama Ziana. Semua mata tertuju pada Shofia meminta penjelasan. Semua masih diam menunggu Shofia. Shofia sendiri masih bingung merangkai kata.


"Kamu mengenal mereka sejak kapan Shof?" akhirnya ada yang berani bertanya.


"Sudah lama. Sekitar dua tahun lalu. Mereka dulu kuliah di Kediri dan membuat band disana. Kami bertemu saat ada festival band di kabupaten."


"Kok sampai akrab?"


"Karena... dari mereka aku dan teman-temanku belajar mengelola band."


"Kamu dan teman-temanmu?"

__ADS_1


"Iya. Kami punya band. Waktu itu band kami cuma asal main. Jadi mbak Gina dan teman-temannya membantu kami."


"Sejak kapan kamu bisa main gitar?"


"Sudah lama. Temanku yang mengajariku. Sudah kan." kata Shofia mengakhiri pembicaraan mereka.


Shofia kemudian membenarkan duduknya. Sebelumnya dia duduk miring menghadap teman-teman nya. Ziana menggenggam erat tangan Shofia memberi kekuatan.


****


Setelah kejadian itu, Shofia bersikap biasa lagi. Dia juga masih mempertahankan perubahannya. Diapun tidak mengumbar suaranya. Pada saat latihan qiro'at Shofia selalu menghindar.


"Maaf ustadzah tenggorokan saya sedang sakit." kata Shofia saat ada temannya yang meminta ustadzah menunjuk Shofia. Pada saat itu memang Shofia sedang flu.


Lama kelamaan semua orang mulai bosan mengusik Shofia. Mereka kadang kesal karena Shofia terkesan selalu menghindar. Mereka pun mulai menyerah. Shofia bahagia karena hidupnya di pondok menjadi tenang kembali.


****


"Kan aku sudah bilang. Sabar itu menyelesaikan semua masalah."


"Benar. Kami benar-benar salut. Selama tiga bulan kekepoan mereka akhirnya menghilang. "kata Nur.


"Shofia kan terhebat!"


"Eh Shof aku masih penasaran lo kok kamu bisa dipanggil Sweety sama mereka?" Fatimah masih penasaran.

__ADS_1


"Keponya mereka sudah hilang. Tapi lihatlah sahabatku sendiri keponya masih nempel. Sungguh hebat. " kata Shofia mengundang gelak tawa sahabatnya.


"Baiklah hari ini aku akan cerita live pada kalian semua. Persiapkan pant*t kalian, mungkin panas."


"Tenang Shof. Hari ini kami akan menjadi pendengar setiamu."


"Sejuk Band dulunya cuma asal main saja. Main suka-suka menyalurkan hobi. Saat terbentuk 8 bulan, ada festival band di alun-alun Kediri. Dan pihak sekolah mengirim kami untuk mewakili."


"Di acara itulah kami bertemu dengan Crazzy band. Mereka mengamati penampilan kami. Mereka tertarik pada band kami. Mereka menghampiri kami dan berkenalan dengan kami."


"Secara suka rela mereka mengajari kami bagaimana mengelola musik menjadi lebih indah, mengelola band agar dapat dikenal khalayak umum. Kami bersyukur kami dapat bertemu dengan mereka."


"Kalau Sweety?"


"Yah apalagi? Kalian lihat kan aku ini memang gadis yang manis?" Shofia menaik turunkan alisnya.


"Yeee... nggak mungkin kan cuma itu alasannya?"


"Baiklah-baiklah. Kalian ini memang sulit dikelabuhi." Kata shofia tersenyum.


"Awalnya Kak Beni dan kak Irfan sama-sama menyukaiku. Mereka sempat bersitegang sehingga membuat band mereka goyah. Aku sangat merasa bersalah karena aku tahu secara tidak langsung akulah yang menjadi penyebabnya." Shofia menghela nafas.


"Tapi personil yang lain meyakinkanku bahwa semua itu akan segera berakhir. Akupun mempunyai inisiatif bagaimana meredakan konflik diantara mereka."


"Bagaimana caramu?"

__ADS_1


"Aku mengajak mereka berdua bertemu. Aku bilang aku sedih melihat yang terjadi. Aku juga bilang aku menyayangi mereka sebagai kakak. Akhirnya mereka berdamai. Dan akupun mendapatkan gelar "Sweety Girls" gadis manis mereka". Shofia langsung ditimpuk bantal oleh keempat pendengarnya.


__ADS_2