Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Rencana Pindah Rumah


__ADS_3

Video yang ditampilkan di layar besar yang ada background panggung membuat semua orang takjub.


Video itu adalah video yang pernah ditunjukkan oleh Shofia pada teman-temannya di pondok. Ya. Video dimana Shofia dan Jo berduet menyanyikan lagu Hello yang baru saja mereka nyanyikan.


Penampilan mereka bahkan sudah terlihat romantis sejak masih remaja. Semua orang memperhatikan video itu dengan seksama. Mereka seakan takut akan ketinggalan setiap detiknya.


Siapapun yang melihat video itu juga sudah tahu bahwa Jo dan Shofia adalah pasangan yang serasi. Selain tampan dan juga cantik, keduanya juga sama-sama mempunyai suara yang merdu.


"Ternyata Bu Shofi dan Dokter Jo mempunyai hubungan sejak dulu. Sepertinya aku memang sudah tidak punya kesempatan lagi." gumam Sandy.


"Kurang ajar! Kenapa semua laki-laki milih dia sih? Apa lebihnya dia. Aku harus segera bertindak." gumam Nindi.


"Bagaimana? Prestasi yang membanggakan bukan? Sejuk Band adalah band pertama yang lahir di SMP Merpati ini. Band ini tumbuh bersama Crazzy band. Nama Sejuk Band sendiri adalah singkatan dari nama personilnya. Shofia, Edi, Jo, Udin dan Kalia. Tapi selain mereka ada satu orang lagi yang juga berjasa. Namanya Elin. Dia adalah manager Sejuk Band." Gina pemperkenalkan Sejuk band pada semua orang. Dan saat menyebutkan nama mereka, Gina juga menghampiri mereka satu persatu. Sedangkan yang merasa namanya disebut melambaikan ke arah penonton.


"Dulu mereka tampil masih lucu-lucu dan juga lugu-lugu. Lihatlah mereka sekarang. Mereka tampil memukau dengan wajah mereka yang sudah berubah total. Cantik-cantik dan juga ganteng-ganteng." Suara riuh tepuk tangan dan siulan terdengar dari depan panggung.


"Tapi maaf sebelumnya. Walaupun mereka itu cantik dan juga ganteng. Mereka semua sudah laku. Jadi maaf jika membuat patah hati." suara sorak sorai kembali terdengar. banyak yang menyayangkan bahwa para personil Sejuk Band ternyata sudah tidak ada yang single.


Tentu saja kalimat Gina bukan ditujukan untuk gerombolan siswa yang masih SMP itu, melainkan para guru dan juga masyarakat umum yang datang untuk menyaksikan acara ini.


"Ah ya Sweety, Jo. Tidakkah kalian ingin menambah penampilan kalian?"


"Capek mbak." jawab Shofia.


"Oh Ayolah Sweety. Bukankah kami sudah memberi kalian istirahat yang cukup barusan?"


Shofia berbicara pada teman-temannya. Meminta pendapat mereka. Karena jika difikir-fikir, yang menghabiskan tenaga adalah mereka. Sedangkan Shofia tinggal mengeluarkan suaranya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari teman-temannya, Sejuk band pun tampil kembali membawakan dua judul lagu.


Acara Class meeting selesai pada pukul empat sore. Sungguh hari yang melelahkan untuk semua orang. Shofia dan para panitia membereskan peralatan yang digunakan untuk acara tadi. Semua bekerja sama agar semua cepat selesai.


Sampai akhir acara, tidak ada yang mengetahui perkembangan hubungan terbaru dari Jo dan Shofia. Bahkan keduanya lupa untuk memberi tahu pada teman-temannya karena kesibukan mereka.


****


Shofia dan Jo baru sampai di rumah pada pukul delapan malam. Zakia sendiri tidak jadi mengikuti acara karena ada tugas mendadak dari dosennya yang harus segera dikerjakan. Sehingga dia harus kembali ke Surabaya.


Setelah makan bersama Mirza dan Khusnul, keduanya memutuskan untuk segera ke kamar. Mereka butuh istirahat sekarang.


"Aku lelah sekali." kata Shofia sambil merebahkan diri di atas kasurnya.


"mandi dulu, ganti baju, baru tidur sayang." Jo melirik istrinya. Dia tahu bahwa istrinya itu memang benar-benar lelah.


"Apa mau aku siapkan air hangat?" tawar Jo.

__ADS_1


"Tidak perlu. Seharusnya aku yang melakukan itu untukmu." Shofia segera bangun.


"Sayang. Sebaiknya kita segera pindah dari sini." kata Jo setelah dia ikut duduk di samping Shofia. Shofia langsung menoleh pada Jo.


"Kenapa tiba-tiba?"


"Apa kamu berniat akan tinggal disini selamanya?"


"Tentu saja tidak. Aku juga ingin tinggal di rumahku sendiri."


"Kalau begitu. Besok kita pindah yuk. Besok kan kamu libur. Kebetulan aku juga cuti. Bagaimana?"


"Memang mau pindah kemana Jo?"


Mendengar panggilan dari Shofia, Jo merasa harus menghukum bibir istrinya itu. Shofia yang tidak menyangka mendapat serangan tentu saja kaget.


"Kenapa kau menyerangku tiba-tiba Jo?"


Shofia belum menyadari kesalahan yang dia buat. Kembali Jo menyatukan bibir mereka. Kali ini dia memperdalam ciumannya.


Ditekannya tengkuk sang istri. Jo menyesap bibir manis Shofia. ******* habis bibir itu. Jo menggigit kecil bibir Shofia dan membuat Shofia reflek membuka mulutnnya. Untuk kedua kalinya, Jo menyusuri bagian dalam mulut Shofia.


Saat menyadari Shofia kehabisan nafas. Jo menghentikan ciuman mereka.


"Kenapa kau menciumku seperti itu Jo?"


Setelah serangan yang kedua. Shofia benar-benar seperti kehabisan nafas. Shofia ngos-ngosan dibuatnya. Shofia dengan rakus menghirup oksigen di sekitarnya seperti tidak mau berbagi dengan orang lain.


Jo sendiri tersenyum puas setelah dapat merasakan manisnya bibir Shofia yang sepertinya sudah menjadi candunya sejak malam tadi.


Sebenarnya bukan hanya karena panggilan dari shofia yang membuatnya mencium Shofia. Namun lebih pada dirinya sendiri yang gemas melihat bibir Shofia jika menyebut namanya.


Ketika Shofia menyebut nama Jo, bibirnya akan maju dan mengerucut. Itulah yang membuat Jo ingin merasakan bibir yang semalam baru ia icipi rasanya.


"Sayang! Panggil aku sayang Shof. Kau tahu? Saat kau menyebut namaku, aku sangat ingin memberi pelajaran pada bibir manismu itu sayang."


"Iya-iya. Maaf. Aku kan belum terbiasa. Aku sudah biasa memanggilku Jo.. " Shofia segera membekap mulutnya sendiri. "Maaf-maaf."


"Kau ini sangat menggemaskan Shof." Jo memeluk Shofia.


"Tapi sayang. Kau juga memanggilku dengan namaku barusan." kata shofia menyembul dari pelukan Jo.


"apa kau mau menghukum bibirku?" Jo menaikkan sebelah alisnya. Shofia tergagap. awalnya dia mau mengerjai Jo. Tapi dia tidak menyangka Bahwa Jo akan membalikkan keadaan. "Ayo Silahkan. Aku dengan senang hati menerima hukuman itu sayang."


"Bukan begitu maksudku. Tapi... ya sudahlah. Sekarang kau jawab pertanyaanku sayang. Kita akan pindah kemana?"

__ADS_1


"Ke rumah kita lah. Mau kemana lagi?"


"Maksudmu?"


"Maksudnya. Kita akan pindah ke rumah kita sendiri. Dimana disana hanya akan ada kita. Aku dan kamu. Kamu faham sekarang sayang?"


"Iya aku faham. Memangnya apa kau sudah menyiapkan rumah untuk kita?"


"Tentu saja sudah. Buat apa selama ini aku bekerja jika bukan untuk memberikan hunian nyaman untuk anak dan istriku?" Shofia merona. Dia terharu mendengar perkataan Jo. Dia tak menyangka jika Jo berfikir sampai sejauh itu.


"Aku kira kau akan mengajakku ke rumah Orang tuamu sayang."


"Kalau disana akan sama saja. Nanti akan ada yang mengganggu kita."


"Mengganggu?"


"Ya. Kau akan tahu nanti. Sekarang ayo kita Sholat. Kita tadi belum Sholat isya' kan?"


"Baiklah. Ayo keluar."


Kamar mandi di rumah Shofia memang berada di luar kamar. Begitu juga di rumah orang tua Jo. Itulah yang membuat Jo ingin pindah rumah.


Dia ingin di dalam kamarnya nanti ada kamar mandinya sehingga tidak perlu repot keluar kamar. Dia ingin membuat Shofia nyaman. Jika untuk ke kamar mandi saja harus keluar bukankah akan menghabiskan tenaga?


Setelah mereka selesai menunaikan Sholat berjamaah. Jo mengajak Shofia tidur. Shofia menurut saja saat Jo mengajaknya berbaring.


"Tidurlah sayang. Hari ini sangat melelahkan untuk kita." kata Jo sambil membelai rambut Shofia.


"Sayang... Badanku rasanya capek. Tapi mataku ini belum mengantuk." Shofia memang susah tidur sebelum lewat tengah malam. Dan ini masih pukul sembilan. Matanya sama sekali belum ingin terpejam. Tapi badannya serasa remuk setelah seharian beraktifitas


Jo segera membawa Shofia kedalam pelukannya. Mengelus pelan punggung Shofia.


"tidurlah Sayang. Tubuhmu butuh istirahat." Jo mendaratkan ciuman di seluruh wajah Shofia. Jo menenggelamkan kepala Shofia dalam pelukannya setelah mencium kening istrinya.


"I love you so, Jo."


"I love you too, Shof."


.


.


Tolong berikan 👍 ya kakak 😍


Jadilah pembaca budiman yang setidaknya menyempatkan menyentuh tanda 👍

__ADS_1


Karena sesungguhnya yang paling dibenci Author adalah pembaca gaib 👻


__ADS_2