
π±πΈπ±πΈ
Sore itu begitu hangat bagi ketiga sahabat yang sedang melepas rindu. Mereka berbincang diselingi canda tawa.
Shofia bisa tertawa lepas bersama kedua sahabatnya itu. Sahabat yang telah menemaninya selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP.
Lamanya waktu bersama menguatkan persahabatan mereka. Hingga mereka saling menyayangi layaknya saudara.
Persahabatan mereka meleburkan perbedaan di antara mereka. Jika dilihat dari penampilannya saja ketiganya sudah berbeda.
Shofia dengan kaosnya yang longgar dengan hijab yang lebar. Serta rok lebarnya. Dia terlihat sopan.
Elin yang tak memakai hijab rambut panjangnya digerai lurus dengan sedikit warna merah dibeberapa bagiannya. Dia memakai kaos lengan pendek ketat dan celana jeans.
Sedangkan Kalia sendiri walaupun memakai hijap tapi dia memakai hem ketat lengan panjang dan juga celana leging membalut kakinya.
"Ayo kita sellfi" ajak Kalia. Dia segera mengambil handphone nya dan mengambil beberapa gambar. Mereka berganti pose beberapa kali. Setelah selesai Kalia segera membagikan hasil gambar yang telah diambil pada dua temannya.
__ADS_1
Elin merebut handphone Shofia. Segera dia kirim Beberapa foto tadi sebagai statusnya. Dia tahu jika Shofia dari dulu malas membuat foto status. Tak lupa dia menuliskan chapter yang unik di setiap gambar yang dikirimnya. Selesai dia serahkan kembali pada Shofia.
"Hehehe. Biar kompak Shof. Awas jangan dihapus!" ancamnya ketika menyerahkan handphone Shofia.
Shofia pun akhirnya menerima dengan berat. Foto statusnya mungkin akan mengundang banyak pertanyaan dari teman-teman pondoknya. Karena ancaman Elin, dia tidak dapat menghapusnya. Kini dia hanya berdo'a supaya teman-teman pondoknya tidak mengetahui statusnya.
"Aduh kalau Salwa dan yang lainnya lihat pasti mereka tanya yang macam-macam sama aku. Aku harus memberi alasan apa coba kalau udah gini. Penampilanku juga berbeda 90 derajat lagi." batin Shofia.
****
"Jangan teriak-teriak! Nanti dedemit yang lagi tidur sore kaget dengar suaramu." kata Zakaria. Ziana jadi manyun.
"Kamu dengar pondok putri. Sunyi senyap. banyak santriwati yang pulang liburan. Dedemitnya juga lagi libur karena tidak ada yang digangguin. Makanya jangan teriak-teriak nanti pada kesini gimana?" goda Zakaria.
"Ya sudah nggak jadi kalau begitu. Padahal aku mau tunjukin Foto status terbarunya mbak Shofia." Ziana ngambek. Dia memalingkan wajahnya dan melipat Kedua tangannya di depan dada. Zakaria menyesal telah menggoda sang adik
"Mana Zi? Jangan bikin penasaran!"
__ADS_1
"Udah aku bilang nggak jadi maas. Salah sendiri." Ziana hendak beranjak meninggalkan Zakaria. Tapi tangannya dicekal oleh kakaknya.
"Boleh deh! Asal nanti mas traktir bakso jumbo ya!" permintaan Ziana yang disanggupi oleh Zakaria.
"Mas tapi jangan kaget! Waktu aku buka tadi aku sampai kaget banget mas. Soalnya penampilan mbak Shofia berubah banget. Nggak kayak saat di pondok." terang Ziana. Karena dia memang sangat kaget melihat penampilan Shofia tadi. Apalagi melihat kedua teman yang ikut foto bersamanya.
Zakaria memperhatikan foto yang telah disimpan oleh sang adik. Dalam foto tersebut Shofia berada di tengah kedua temannya. Tangan kirinya berusaha menutup senyum di bibirnya. Zakaria pun mengamati jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan Shofia.
"Dia memang berbeda dengan santri lain. Sebenarnya siapa dia? "Batin Zakaria.
"Mas. Benar yang ini apa bukan?" suara Ziana membuyarkan lamunan Zakaria.
"Iya benar Zi. Gadis yang ini yang aku maksud." katanya sambil menggeser foto di handphone. Terlihatlah Shofia difoto itu sendirian. Sepertinya foto itu diambil tanpa sepengetahuan Shofia. Dalam foto itu dia duduk sambil meminum minumannya dengan sedotan. Zakaria mengamati latar tempat yang ada dalam foto.
"Santriwati blusukan ke kafe. Kamu sungguh istimewa Shofia" batin Zakaria.
Jari Zakaria menggeser lagi. Dalam foto ketiga gadis ternsenyum manis menghadap kamera. Shofia terlihat manis dan cantik dalam foto tersebut. Diam-diam Zakaria mengirim ketiga foto itu ke nomornya. Setelah berhasil terkirim segera dia menghapus riwayat pengiriman dari Handphone Ziana.
__ADS_1