Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Cita-cita Shofia yang Terpendam


__ADS_3

Pagi ini Shofia menemui dosen pembimbing untuk skripsinya. Setelah keluar dari perusahaan, waktu kuliahnya kembali pagi hari. Skripsinya sudah tahap akhir.


Shofia sedang berada di perpustakaan untuk meminjam beberapa buku untuk bacaan. Skripsi Shofia sudah selesai, tinggal menunggu sidangnya. Setelah mendapatkan buku yang diinginkan Shofia duduk di kursi baca. Tapi dia tidak membaca buku disana.


Shofia mengeluarkan buku desain dan alat tulisnya. Entah mengapa inspirasi membuat desain baju tiba-tiba muncul di otaknya. Tangannya mulai bekerja. Menggoreskan pensilnya di atas kertas dan membentuk gambar baju kerja yang cantik.


Lama dia berada di perpustakaan itu sampai dia menyelesaikan tiga desainnya. Shofia biasanya menjual hasil desainnya kepada pemilik butik di Surabaya. Bagi Shofia yang penting menghasilkan uang. Baginya gambar itu bisa berwujud baju akan sangat membanggakan dan merupakan kepuasan baginya.


Pemilik butik itu sudah memberi tawaran agar Shofia bekerja sama mengelola butiknya. Namun Shofia menolak karena tidak mau bertambah sibuk lagi. Sebab aktifitasnya saat ini sudah banyak dan menghabiskan waktu.


Saat Shofia keluar dari perusahaan dia jadi berfikir untuk mengembangkan bakatnya dalam hal desainer. Walaupun dia tidak kuliah jurusan desain, tapi desainnya banyak diminati pelanggan. Dia juga belajar dari pemilik butik beberapa hal mengenai desain.


Kini cita-cita Shofia adalah membangun butiknya sendiri. Dia bisa menyalurkan hobynya sekaligus mempraktekkan ilmu yang dia pelajari di kampusnya.


"Dicariin dimana-mana ternyata semedi disini." kata Rizwan mengagetkan Shofia.


"Aku sudah selesai dengan bu Heni. Jadi ya aku cari kesibukan daripada nggak ada kerjaan." jawab Shofi tanpa menghentikan pekerjaannya.


"Jadi kamu sudah memulai langkah awal?" kata Rizwan setelah melihat gambar Shofia.


"Belum."


"Lah itu sudah buat desain."

__ADS_1


"Langkah pertama adalah membicarakannya dengan Gus Zakaria dan mendapatkan izin darinya Riz. Dan aku belum melakukannya."


"Kenapa?"


"Entahlah. Aku masih ragu. Jika kami sudah menikah dan aku sudah mulai menyesuaikan dengan status baruku, aku akan membicarakan masalah ini."


"Baiklah. Aku akan mendukungmu."


flash back on


Shofia sedang berada di kantin kampus untuk makan siang. Shofia mendapat inspirasi dan langsung menuangkannya padaa buku desainnya. Rizwan selalu kagum pada Shofia. Selalu saja ada ide tak terduga di otak gadis cantik di depannya itu.


"Aku rasa jika sudak lulus nanti sebaiknya kamu mendirikan butik saja Shof."


"Kenapa?"


"Kalau aku sudah menikah dengan gus Zakaria kehidupanku pasti akan berubah."


"Yang aku tahu Zakaria itu orangnya santai Shof. Dia juga tidak melulu mengurus pondok. Dia juga bekerja di luar." Shofia menoleh pada Rizwan. Dia tidak tahu jika Zakaria mempunyai percetakan.


"Maksudmu?"


"Zakaria tidak bilang kalau dia punya percetakan?" pertanyaan Rizwan membuat Shofia kaget.

__ADS_1


"Tidak. Sejak kapan?"


"Semenjak pulang dari Kairo. Dia mendirikan Percetakan dan rumah makan di sekitar pondok. Dia ingin memberi pengalaman pada para santri. Semua pekerjanya adalah para santri yang sudah tidak menempuh pendidikan formal."


"Yang benar?"


"Iya Shof. Aku juga sudah pernah kesana."


"Kenapa dia tidak pernah bilang."


"Mana aku tahu. Kalian kan sebelas duabelas. Banyak menyembunyikan rahasia. Sudahlah. Alasannya itu tidak penting. Yang penting adalah butik masa depanmu."


"Apa hubungannya coba?"


"Kamu itu bagaimana sih Shof. Ya tentu saja berhubunganlah. Yah walau tidak secara langsung."


"Aku nggak ngerti."


"Hemm. Baiklah aku jelaskan. Zakaria mendirikan percetakan dan rumah makan untuk menampung kemampuan santri. Kamu juga bisa melakukan hal yang sama. Kamu bisa menampung santri yang berminat dalam hal desain." Rizwan menjelaskan secara rinci pada Shofia. Shofia manggut-manggut mengerti. "Sekarang sudah faham? Mengerti?"


"Ya ya kini aku mengerti. Benar sekali Riz apa katamu. Jadi selain menyalurkan hobyku aku juga bisa bermanfaat untuk santri. Jadi aku bisa menjadi istri dari seorang Gus yang berguna"


"Tepat."

__ADS_1


flash back off


__ADS_2