Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Aku Disini Untukmu


__ADS_3

"Jo, pihak kepolisian ingin bertemu dengan Shofia untuk meminta keterangan sebagai pelengkap berkas." kata Udin di luar ruang inap Shofia.


Jo memijat pelipis nya. Ia takut Shofia masih trauma dengan kejadian itu. Kemudian Jo mengintip dari jendela kaca di pintu ruang itu. Dilihatnya Shofia tengah tertawa dengan Sundari dan juga Elin.


"Aku yakin Shofia baik-baik saja Jo. Shofia adalah wanita yang kuat." Edi mengerti kegelisahan Jo. Jo rapuh jika sesuatu itu bisa melukai Shofia.


"Baiklah" Jo menghela nafas panjang. "Aku akan menemaninya."


"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi pihak kepolisian." Edi segera menelfon kepolisian.


Setelah ada kepastian dari pihak kepolisian, Jo masuk ke dalam kamar Shofia. Dia akan mengatakan bahwa polisi akan datang untuk meminta keterangan darinya.


"Sayang." panggilan Jo menghentikan tawa ketiga wanita yang sedang bercanda itu. Ketiganya menoleh. Sundari dan Elin segera menyingkir. Mereka tahu bahwa Jo ingin bicara dengan Shofia.


"Shof, kami keluar dulu ya." pamit Elin sambil memegang lengan Shofia. Shofia hanya mengangguk mengiyakan.


"Sayang ada yang ingin aku katakan." kata Jo setelah elin dan Sundari keluar.


"Ada apa?" Jo mendekat. Dipeluknya Shofia. Dengan lembut Jo mengusap kepala Shofia.


"Nanti pihak kepolisian akan kesini. Mereka meminta penjelasan darimu."


Shofia mengerti. Dia menghela nafas panjang. Dia masih takut jika mengingat kejadian kemarin. Tapi, jika dia belum memberi penjelasan pada polisi, kasus itu tidak akan cepat selesai.


"Aku akan menemanimu nanti. Jangan takut sayang." Jo menangkup pipi Shofia, mendekatkan wajahnya sejajar dengan wajah Shofia. Mencium sekilas bibir Shofia.


"Baiklah. Aku memang harus melakukannya."


"Itu baru istriku" Jo mencium kening Shofia sebelum memeluknya.


Sambil menunggu kedatangan polisi, Jo menemani Shofia di kamar itu. Jo berusaha membuat Shofis relax agar dia dapat tenang saat mengingat kejadian yang menimpanya.


"Sayang, besok kita ke pondok yuk." kata Shofia. Dia ingin menenangkan hatinya. Di pondok, Shofia akan kembali merasa tenang.


"Baiklah. Kalau kamu sudah pulang, kita akan ke pondok. Tapi kamu sudah siap melakukan perjalanan jauh?"


"Sudah. Aku bosan duduk diam disini. Aku bahkan tidak sakit."


Jo tersenyum. Shofia nya yang manja sudah kembali. Kini Jo tenang jika Shofia harus berhadapan dengan polisi yang akan membuatnya mengingat kejadian buruk itu.


tok tok tok


Pintu terbuka setelah Jo mempersilahkan masuk. Edi masuk bersama dengan dua orang polisi.


Shofia menghela nafas ketika menyadari bahwa yang datang adalah polisi. Dia menutup matanya seraya berdo'a agar memudahkan urusannya.


Jo mengetatkan genggaman tangannya. Memberi kekuatan pada istrinya sebelum dia menyambut kedua polisi itu.


"Selamat siang." sapa polisi itu ketika sudah duduk di depan Shofia. Shofia menggenggam erat tangan Jo. Jo tersenyum mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.


"Selamat siang pak."


"Bagaimana kabar bu Shofia?"

__ADS_1


"Alhamdulillah baik pak."


"Apa anda sudah siap?"


"ya pak."


"baiklah."


Kemudian polisi itu menanyakan beberapa hal pada Shofia mengenai penculikan itu. Jo mengepalkan sebelah tangannya ketika mendengar keterangan dari Shofia. Dia tidak tahu apa saja yang dialami istrinya sebelum ditemukan.


Dan hal yang di dengarnya dari mulut sang istri itu membuat Jo naik darah. Jo sangat marah mengetahui bahwa Andre dan anak buahnya melakukan hal yang menyakiti Shofia saat memaksanya mengikuti perintah mereka.


"Jadi, apakah tuan Andre mencoba melakukan pelecehan pada anda?"


Pertanyaan dari polisi itu membuat Shofia menegang. Dia sangat ingat bagaimana Andre hendak memaksa dirinya melayani laki-laki biad*p itu. Dia ingat sorot mata Andre yang penuh dengan nafsu waktu itu. Mengingat tangan Andre yang berusaha meraih tubuhnya.


Shofia menganggukkan kepalanya mengiyakan. Suaranya bahkan tercekat di tenggorokan. Jo memeluk Shofia. Dia tidak menyangka bahwa sang istri sempat mengalami hal seburuk itu.


Setelah mendapat ketenangan di pelukan Jo, Shofia mulai bicara lagi.


Flash Back on.....


Setelah Andre berhasil membawa Shofia dengan paksa, Andre memasukkan Shofia dalam sebuah ruangan. Disana sudah ada sebuah ranjang lengkap dengan kasurnya. Shofia yakin itu masih baru diletakkan.


Kamar untuk menyekap Shofia berada di rumah tua yang tak berpenghuni. Selain ranjang itu, tak ada benda lain yang berada di sana.


Ketika Shofia duduk di ranjang, pintu terbuka. Andre masuk dan langsung menutup serta mengunci pintu itu dari dalam.


Dengan tatapan yang penuh nafsu, Andre mendekati Shofia. Shofia yang menyadari dirinya terancam segera berdiri dan mengambil guling sebagai senjatanya. Dia tahu guling mungkin tak bisa menyelamatkan nya. Namun hanya itu yang ada di ruangan itu.


"Kak Andre. Aku mohon lepaskan aku."


"Shofia, apa kamu tidak melihat perjuanganku untuk mendapatkanmu?"


"Aku mohon lepaskan aku. Jo pasti sedang mencariku sekarang?"


"Huh! Dari dulu laki-laki itu selalu menjadi penghalangku."


"Aku ingin pulang."


"Kamu akan pulang setelah menjadi istriku Sayang."


"Aku tak sudi! Aku sudah menikah dengan Jo."


"Jo lagi! Aku akan membawa mu pergi jauh darinya. "


Kemudian Andre semakin mendekat.


"Jangan mendekat baj*ngan!"


"Sejak kapan kau jadi kasar sayang? Aku ini calon suamimu."


"Kau gila kak. Sadarlah. perbuatanmu melanggar hukum." teriak Shofia.

__ADS_1


"Aku rela dihukum setelah menikmati tubuhmu itu sayang."


"Jangan gila kak! Pergi!" Shofia mulai menangis. Ia takut.


"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang."


"Aku sedang berhalangan." Shofia berharap, Andre akan menghentikan niatnya.


"Bagus! Itu berarti aku bisa menikmati keperawanan mu sayang." Shofia menggelengkan kepalanya. Dia menolak pemikiran Andre. Dia harus menyelamatkan kehormatannya.


Andre semakin mendekat. Dia mencoba meraih tubuh Shofia. Shofia segera menghindar. Shofia segera berlari menjauh. Namun Andre dengan cepat bisa meraih tubuh Shofia. Menariknya dan menghempaskan tubuh itu ke atas kasur.


"jangan kak! Jangan lakukan itu! Itu perbuatan dosa."


"Aku rela melakukan dosa termanis ini denganmu." Andre segera menindih Shofia. Shofia meronta di bawah kungkungan Andre.


Shofia memikirkan cara agar bisa lepas dari pria brengs*k itu. Kemudian dia menendang senjata rahasia yang dimiliki Andre dengan lututnya. Setelah mendapat serangan pada juniornya, Andre mengerang kesakitan.


Dengan segera, Shofia mendorong tubuh Andre hingga terjatuh di lantai. Shofia berlari ke arah pintu dan membuka pintu itu berusaha kabur.


Namun ternyata di luar ruangan sudah ada beberapa orang anak buah Andre yang dengan sigap kembali menangkap Shofia.


"Ikat dia! Teriak Andre dari dalam kamar itu. Dia masih memegangi juniornya yang kesakitan akibat tendangan dari Shofia. Shofia yang melihat Andre kesakitan merasa lega. Setidaknya, Andre tidak akan bisa menyalurkan hasrat padanya.


Flash Back off...


"Begitulah pak polisi." Shofia memeluk pinggang Jo sambil menangis dalam pelukan suaminya. Dia masih merasa sedih pernah mengalami hal yang hampir merenggut kehormatannya.


"Baiklah bu Shofia , sepertinya keterangan dari anda sudah cukup.Terina kasih atas kerja samanya."


"Sama-sama pak. Tolong pelakunya dihukum berat pak." kata Jo. Jika bisa. Dia sendirilah yang akan menghukum orang yang telah berani melukai istrinya. Ingin sekali Jo membunuh laki-laki itu. Dia tidak puas jika hanya menghajarnya kemarin.


"Pelaku akan dihukum sesuai kejahatannya."


Kedua polisi itu segera pergi setelah mendapat keterangan dari Shofia.


"Aku takut Jo."


"Jangan takut sayang. Aku ada disini. Aku akan menjagamu." kata Jo sambil mengetatkan pelukannya.


"Sekarang kamu bisa tenang. Aku akan selalu menemanimu."


Shofia tersenyum di dalam pelukan suaminya. Dia beruntung mempunyai suami seperti Jo. Jo tahu apa yang dibutuhkan Shofia. Setelah beberapa tahun berpisah, Jo masih sama seperti dulu. Laki-laki yang mengerti apa arti kenyamanan bagi Shofia.


Shofia yakin laki-laki yang telah menjadi suaminya itu akan menjaga dan membahagiakannya.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya man teman... 😍

__ADS_1


Maaf banyak typo🤪


__ADS_2