
Setelah turun dari panggung, Shofia segera mencari Raina yang berada di belakang panggung. Disana Raina sudah menyambutnya dengan pelukan.
"Apa kabar Sweety?"
"Alhamdulillah baik mbak. Mbak sendiri?"
"Aku sakit malarindu padamu Sweety."
"Mbak tetap lebay saja."
"Duduk sini Sweety." Raina menarik lengan Shofia menuju tempat duduk yang sudah panitia sediakan.
"Bagaimana kamu bisa sampai disini Sweety?" tanya Raina
"Aku ceritanya nanti aja kalau sudah pada kumpul. Daripada aku harus ngulangi kayak kaset nanti."
"Baiklah. Nih coba kamu dengar. Lagu terbaru Crazzy band. Belum release sih Masih ada bagian yang belum pas " kata Raina mengangsurkan laptop pada Shofia. Shofia menerima dan memasang headset di telinganya.
"Gimana?"
"Bagis mbak. Tapi jika lirik *tak mampu bertahan* digandi nadanya akan lebih baik." Shofia menyanyikan lirik yang domaksud dengan dua nada yang berbeda.
"Keren Sweety! You're the best. Baru dengar sekali sudah langsung hafal. Dan bisa langsung kasih solusi. Kamu tahu aja kalau bagian itu memang masih kaku."
__ADS_1
"Sweety." Shofia membusungkan dada sambil menepuk pelan dadanya membanggaka diri. Keduanya kemudian tertawa.
Tak lama setelah itu para personil Crazzy band menghampiri mereka. Senyum manis menghiasi bibir kelimanya.
"Apa kabar Sweety?" tanya Irfan hendak memeluk Shofia.
"Eits bukan muhrim kak." dengan cepat Shofia mendorong dada Irfan dengan telunjuknya.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja. Seperti yang kalian lihat!"
"Ck ck ck. Adik kecil kita ini sudah berbeda ya! Dulu saja seneng bener dipeluk. Sekarang udah menghindar aja." Beni menimpali.
"Tentu dong. Sekarang kan aku sudah besar. Jadi sudah tidak boleh asal peluk-peluk." Kata Shofia sambil melipat tangannya di depan dada membuat semua orang tertawa.
"Widih semakin cantik saja. Dan yang penting ini ni. Udah semakin tinggi aja. Dulu dia gampang dijepit di ketiak. Sekarang kayaknya sudah susah. Pasnya ini dipeluk." kata Beno sambil membandingkan tinggi tubuh Shofia dengan tubuhnya yang langsung dapat toyoran di kepala dari Farhan dan juga Irfan. Dari dulu Beno menyukai Shofia. Tapi semua orang tahu hati Shofia milik siapa.
"Jadi sweety bagaimana kamu bisa sampai disini? Ini jauh dari Kediri." tanya Gina.
"Sebenarnya aku bukan dari pondok ini mbak. Cuma MA ku satu naungan dengan MA ini. Aku mondok di ponpes Miftahul Huda." jelas Shofia. "Ayahku yang menyarankan aku mondok. Aku kan anak cewek yang super imut dan cantik maksimal. Jadi ayah takut kalau anaknya tersesat berjalan di kegelapan. hahaha" lanjutnya.
"Huh dasar! Narsis dan lebaymu tetap ternyata." kata Farhan.
"Emang iya kan aku imut dan cantik. Tanya aja kak Beno."
__ADS_1
"Memang betul Sweety kamu memang the best!" Beno mengacungkan kedua jempolnya.
"Eh mbak aku tadi udah denger lagu terbaru kalian." kata Shofia serius.
"Gimana menurutmu? Liriknya aku lo yang buat." kata Irfan.
"Bagus banget. Liriknya romantis abis. Tapi nadanya ada yang perlu dibenahi deh kayaknya."
"Yang mana?" tanya Farhan.
Kemudian Shofia meminta laptop tadi dan kembali memasang headset di telinganya. Kemudian sesekali ikut menyanyikan lagu tersebut. Ketika sampai pada nada yang dimaksud Shofia menghentikan musiknya dan menyanyikan lagi dengan nada yang berbeda.
"Bagaimana?" tanyanya kemudian.
"Perfect Sweety. Dari kemarin memang kami masih ragu dengan nada pada lirik itu. Makanya kami masih ragu mau membawakannya." jelas Gina.
"Nah sudah kakak-kakak ku yang cantik dan ganteng. Saatnya kita berpisah. Aku harus segera kembali." pamit Shofia.
"Sebentar lagi Sweety. Please." kata Farhan.
"Maaf kak. Aku sekarang menjadi santri. Jadi ya harus taat peraturan."
Gina, Erika dan Raina bergantian memeluk Shofia. Sedangkan para laki-laki harus puas dengan berjabat tangan.
__ADS_1
"Bye all. See you latter oke! 😉 And don't miss me. Good bye. Assalaamu'alaikum." kata Shofia samb melambaikan tangan.