Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Peribahasa Cinta


__ADS_3

Sepasang kekasih berjalan sambil bergandengan tangan setelah turun dari mobil mereka. Menuju taman tempat teman mereka menunggu mereka. Ya. Mereka adalah Elin dan Edi. Orang yang sudah Shofia tunggu dari setengah jam yang lalu.


Mereka adalah pasangan yang baru satu bulan jadian. Bahkan Teman mereka yang sedang menunggu itu belum tahu. Walaupun komunikasi diantara mereka terjalin erat. Namun pertemuan mereka relatif jarang. Semua karena kesibukan mereka masing-masing.


Hari ini mereka akan memberitahu tentang hubungan mereka pada Shofia. Teman mereka yang paling awet. Bayangkan saja, mereka bersahabat sejak masuk SMP. Persahabatan yang sudah terlalu lebih dari sepuluh tahun.


Bisa saja mereka memberitahu melalui handphone. Namun itu kurang berkesan. Jadi mereka lebih memilih memberi tahu secara langsung berita yang membahagiakan ini. Sebagai kejutan akan terlihat manis.


Dulu saat masih sama-sama remaja. Kedua orang itu suka sekali berdebat dan beryengkar. Semua hal bisa jadi perdebatan diantara mereka. Bahkan sampai hal terkecil saja bisa jadi perdebatan yang berbuntut panjang. Siapa sangka mereka telah menjadi pasangan kekasih sekarang.


Shofia memandang heran kedua orang yang baru saja menghampirinya. Dilihatnya kedua orang itu melebarkan senyum di bibir mereka. Badan yang saling menempel. Dan jangan lupakan genggaman tangan yang sedari tadi terpaut. Sungguh manis. Fikir Shofia.


Kedua temannya itu memang orang umum yang tidak tersentuh bau pondok seperti dirinya. Jadi dia tidak heran dengan apa yang dilihatnya dari kelakuan kedua temannya itu. Bukankah dulu dia juga seperti itu. Dia seringkali menempel dan berpegangan tangan dengan Jo.


"Cieee manisnya... Apa aku baru ketinggalan berita nih?" kata Shofia sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Kami jadian Shof." kata Elin sambil mengangkat tangannya yang masih berada dalam genggaman Edi.


"Ed, apa yang kamu gunakan untuk menaklukkan musuh bebuyutanmu itu? Sehingga aku lihat sekarang dia jadi bucin..." kata Shofia yang membuat Elin mencebik tidak suka Shofia mengungkit masa lalunya itu.


"Aku hanya menggenggam prinsip 'Witing trisno jalaran saka ngglibet' (Awalnya cinta berasal dari menempel terus)" kata Edi.


"Ed bukan begitu peribahasa nya. tapi 'Witing trisno jalaran saka kulino' (Awalnya cinta berasal dari kebiasaan)" kata Shofia membenarkan peribahasa yang sering dia dengar.


"Itu buat orang lain Shof. Itu tidak berlaku Buatku saat menaklukkan Elin. Elin bisa aku taklukkan karena aku selalu saja menempel padanya. Aku tak akan membiarkan dia sedikitpun pergi tanpaku. Aku tak mau dia diambil orang." kata Edi sambil mencium pucuk kepala Elin yang duduk di sampingnya. Edi dan Elin mempunyai hobi yang sama. Traveling. Jadi kemana tujuan Elin pergi, kesanalah tujuan Edi.


"Waw. Hebat kamu Ed. Aku tidak menyangka jika kalian akan jadian juga pada akhirnya. Padahal dulu kalian seperti musuh."


"Wah berarti aku ikut andil juga dong dengan hubungan kalian. Aku sedari dulu mendo'akan kalian."


"Aku punya peribahasa lain." kata Elin mengingat sesuatu. Kini kedua orang yang ada di sampingnya menoleh padanya yang terlihat serius.

__ADS_1


"Apa?" tanya Edi.


"Witing tresno jalaran saka disoraki kancane (Awalnya cinta berasal dari disoraki teman)" kata Elin sambil tertawa. Dia ingat bagaimana dulu teman-temannya menyoraki keduanya bahwa jika mereka terus saja bertengkar dan berdebat lama kelamaan mereka akan berjodoh. Mereka bertiga membayangkan bagaimana mereka dulu.


"Aku berharap kamu juga segera mendapatkan seseorang yang bisa menemanimu Shof." kata Elin mengingat kesendirian temannya itu.


"Menurutmu, siapa yang bisa menemaniku El? Kamu sudah mengenalku lama. Barangkali kamu punya seseorang yang bisa kamu kenalkan padaku." kata Shofia serius.


"Aku masih berharap Jo akan kembali Shof." kini Edi yang bicara. Jujur, dia masih berharap jika Jo yang menjadi pasangan Shofia.


"Kenapa kamu masih membahas tentang Jo Ed?" Shofia heran. Mereka semua tahu bahwa tidak ada seorangpun dari mereka yang mengetahui keberadaan bahkan kabar dari teman mereka yang satu itu.


"Karena aku masih sangat yakin jika hanya dia yang pantas untukmu. " jawab Edi mantap.


"Kamu benar Ed. Menurutku hanya Jo yang pantas untuk teman istimewa kita ini." kata Elin membenarkan perkataan kekasihnya.

__ADS_1


"Kalian ini benar-benar serasi. Jangan terlalu berharap pada orang yang bahkan tidak ada saat ini. Kita tidak tahu seperti apa dia sekarang. Mungkin saja dia sudah punya kekasih. Oh Tidak-tidak. Bukan hanya kekasih, bahkan bagaimana jika dia sudah beristri atau bahkan sudah memiliki anak." kata Shofia. Dia berpikir kemungkinan-kemungkinan keadaan temanya yang sudah lama tidak ada kabarnya. Walaupun sebenarnya hatinya sedikit tercubit dengan kalimat dari pemikirannya tadi.


Kedua orang yang ada disampingnya juga tidak tahu pasti apa yang terjadi. Mereka benar-benar tidak tahu bagaimana keadaan Jo setelah sepuluh tahun mereka tidak bertemu. Bisa saja apa yang dikatakan Shofia tadi benar.


__ADS_2