
πΆπΆπΆπΆ
Shofia sangat bersyukur karena hanya Ziana yang sempat melihat Foto profilnya. Dia juga senang karena Ziana tidak menanyakan yang macam-macam padanya. Dia hanya bertanya apa Shofia saat itu ada di kafe. Padahal tanpa bertanya pun sebenarnya Ziana sudah tahu jawabannya.
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan untuk Shofia dari Ziana. Namun dia berusaha meredam rasa penasarannya agar tidak menimbulkan perasaan canggung dalam hati keduanya.
****
Hari ini sudah satu minggu Shofia berada di rumah. Dan dua hari lagi dia akan kembali ke pondok untuk mengikuti acara ziarah makam.
Setelah mendapatkan izin dari ayah dan bundanya, Shofia segera meninggalkan rumah untuk menemui teman-temannya.
Sebelumnya Kalia dan Elin sudah menghibungi Edi dan juga Udin untuk mereka ajak berlatih band mereka. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul untuk latihan bareng.
****
Mereka kini berada di Studio yang biasa mereka sewa untuk latihan. Setelah mereka berada di dalam ruangan mereka segera memegang alat masing-masing. Elin yang berperan sebagai manager mereka duduk di depan keempat sahabatnya. Dia membawa Handphone untuk merekam dan juga bertugas mengingatkan jika ada yang salah.
__ADS_1
Kalia sudah berada di depan keyboardnya. Udin sudah memegang stik drumnya. Edi juga sudah memakai Bassnya. Sedangkan Shofia sendiri sudah duduk di depan dengan memangku sebuah gitar. Kali ini dia punya peran dobel. Kemampuan bermain gitar Shofia juga mumpuni. Hampir setahun Jo selalu mengajari Shofia dengan telaten.
Mereka memainkan lagi yang pertama berjudul "Cinta Yang Terindah" dari BCL. Walaupun sudah lama mereka tidak berlatih bersama nyatanya mereka sangat kompak.
Setelah lagu pertama selesai Elin segera membagikan minum pada semua sahabatnya.
Pada saat istirahat, handphone Shofia berbunyi. Ziana saat itu ingin melakukan video call dengan Shofia. Karena Handphone nya berada di dekat Elin, Elinpun segera mengangkat Vidio call.
Pada saat kamera diarahkan pada Shofia, ziana dibuat kaget dengan penampilan Shofia saat itu. Shofia duduk sambil memangku gitar. Dia masih belum sadar sedang berada di sotor kamera yang sedang melakukan video call. Shofia masih bercanda dengan teman-teman nya.
"Shof nih ada VC." perkataan Elin membuat Shofia terkesiap karena kaget. Dilihatnya layar Handphone menampilkan Wajah Ziana yang sedang tersenyum.
"Mbak lagi apa?" tanya Ziana.
"Em lagi kumpul sama teman-teman mbak. Bentar ya!" Shofia melepaskan gitarnya dan meletakkannya di kursinya. Setelah itu dia keluar ruangan.
"Mbak bisa main gitar?" tanya Ziana.
__ADS_1
"Ya sedikit. Zi kamu pasti sudah tahu semua kan dengan apa yang terjadi di dalam tadi?" Shofia tahu Ziana bukanlah gadis bodoh yang tidak memahami situasi yang terjadi.
"Ya mbak. Aku tahu mbak adalah anggota sebuah band. Mbak pegang gitar dan sepertinya vokalis juga deh!" tebak Ziana tepat.
"Zi aku minta kamu sembunyiin dari orang pondok ya."
"Kenapa mbak?"
"Kamu lihat Zi! Aku berbeda dari santri lain. Aku tidak mau dianggap aneh. Selama ini aku berusaha menjadi santri yang baik. Tapi kalau di rumah aku juga punya teman dengan kehidupan yang berbeda. Jadi aku menyesuaikan dengan teman-teman dimana aku berada Zi." jelas Shofia.
"Baikalah mbak aku akan rahasiain. Tapi aku punya syarat."
"Syarat apa?
"Aku mau lihat penampilan band mbak live saat ini" pinta Ziana. Setelah Beberapa saat berfikir akhirnya Shofia menyanggupi. Dia mematikan VC nya dan bersiap-siap dengan teman-teman nya untuk mulai latihan. Dia juga meminta izin merekam latiham mereka melalui VC dengan Ziana. Syukurlah semua temannya mengizinkan. Handphone Shofia diatur mengarah ke tempat latihan. setelah pas panggilan pun dilakukan.
Untuk lagi yang kedua mereka menyanyikan lagu dari BCL juga yang berjudul "Aku Tak Mau Sendiri"
__ADS_1
Shofia sudah memakai gitarnya dan sudah duduk di posisinya. Ketika musik mulai dimainkan Shofia juga segera melakukan tugasnya sebagai vokalis dan juga gitaris. Jari-jari lentiknya terlihat lihai memetik senar gitar. Suaranyapun terdengar sangat merdu.