Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Menutup Kisah Cinta Yang Indah Ini


__ADS_3

๐Ÿฅ€Air mata ini bahkan tidak akan cukup untuk mewakili kepedihan di hatiku๐Ÿฅ€


"Aku mengenalnya saat masih di pondok. Dia selalu mengejarku. Hingga membuatku mencintainya. Namun aku harus menutupi perasaanku. Di pondok tidak boleh pacaran. Sampai aku pergi dari pondok aku tidak memberi tahu bahwa aku mencintaniya." Shofia menghela nafas perlahan. Menahan air mata nakalnya.


"Tiga tahun setelahnya kami bertemu kembali. Saat itu dia melamarku. Kami akan menikah satu tahun setelah itu. Dan benar satu tahun setelah itu kami berencana menikah. Tepat satu bulan setelah wisudaku." semua orang semakin serius mendengarkan.


"Kalau dia memang selalu mengejarku, kenapa dia meninggalkanmu?" tanya Inun. Shofia tersenyum tipis.


"Aku belum selesai bilu iNun. Tolong jangan dipotong. Aku jadi kehilangan feel."


"Baiklah. Aku tidak akan menyela ceritamu lagi."


"Waktu itu semua persiapan pernikahanku sudah selesai. Semua sudah siap." Shofia mengeluarkan handphone miliknya. Dia membuka file tentang persiapan pernikahan itu.


Disana terlihat Shofia dan Zakaria sedang fitting baju. Walaupun mereka berdiri sendiri-sendiri tapi terlihat serasi.


"Wow. Dia tampan sekali Bu Shofi." kata Indah saat melihat foto Zakaria. Shofia tersenyum menanggapi. Dia juga memang selalu terpesona pada Zakaria.

__ADS_1


Foto selanjutnya Shofia memakai kebaya putih, sedangkan Zakaria memakai jas hitam.


"Ini adalah pasangan paling serasi yang pernah aku lihat." kata Inun.


"Namanya Zakaria Husain Fuadi. Gus tercintaku. Dia adalah Putra abah tempatku mondok. Kami saling mencintai. Tapi sayang nasib tak berpihak pada kami. Kami diizinkan bahagia hanya sementara."


"Lalu Kenapa kalian berpisah?"


"Karena dia harus kembali."


"Kembali?"


"Dia pemuda paling baik yang pernah ada. Pada waktu itu, dia akan mengambil mahar yang dia pesan. Tapi kecelakaan terjadi. Dia menghindari anak kecil yang terlepas dari genggaman ibunya." teman Shofia mulai terisak. "Kalian tahu? Saat dia sadar Yang ditanyakannya adalah anak kecil yang menyebabkannya kecelakaan. Dia bahkan tak khawatir dengan dirinya sendiri."


"Aku tidak menyangka kamu mengalami semua ini bu." kata Indah sambil terisak.


"Kenapa kalian menangis?"

__ADS_1


"Kami sedih tahu. Emang kamu tidak sedih?"


"Sedih. tapi Aku sudah berjanji akan selalu berbahagia. Kalian pasti tidak akan percaya jika aku tidak pernah menangisi kepergiannya." kata Shofia. "Dia sangat mencintaiku. Dia tidak suka melihatku menangis. Apa lagi karenanya. Maka dari itu aku tidak pernah menangis sekalipun karenanya."


"Sungguh bu Shofi. Aku sangat kagum pada kisah cinta kalian. Sungguh cinta yang sempurna."


"Semua itu sudah berlalu. Dia ada di dalam hatiku. Jadi bagiku itu sudah cukup. Dan aku harus bahagia. Aku tidak boleh bersedih. Aku harus menjalani kehidupanku dengan baik."


"Kamu gadis yang kuat Shof." kata Bu Ema. "Aku tidak menyangka gadis nakal seperti kamu mempunyai kisah cinta yang begitu indah. Dulu kamu menyembunyikan cinta pada Jo. Dan juga pernah menyembunyikan cinta dari calonmu itu. kamu sangat kuat."


"Karena kami mencintai Karena Allah. Kami saling mencintai. Tapi kami berjanji jika cinta kami tidak melebihi cinta kepada Allah."


"Kalian sungguh pasangan paling hebat. Aku juga ingin memiliki cinta seperti milik kalian. Sungguh membuat iri. Saling mencintai sekaligus saling menjaga keimanan." kata Inun.


"Kisah cintaku memang indah. Walaupun dengan akhir yang tidak begitu indah. Dan sekarang aku menutup kisah itu dengan senyum. Bagaimanapun indahnya kisah itu semua adalah masa lalu. Dan bukankah kita harus mengenang yang indah-indah. Benar kan Bu Indah... " kata Shofia dan semua yang mendengar tertawa.


"Kamu ini. Tapi benar. Bu Shofi harus Move on. Lagipula bu Shofi masih muda. Muda banget lagi. Cantik, baik lagi. Pasti banyak yang ngantri." kata Indah.

__ADS_1


"Ngantri? Emang mau toilet umum." dan semua pun kini tertawa.


__ADS_2