Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Mulai Dekat


__ADS_3

"Mbak kami minta tolong menjaga Ziana mbak. Anak nakal itu tidak mau dijaga keluarganya. mintanya malah ditunggu sama mbak." kata Umi sambil memegang lengan Shofia.


"Iya Umi. Tidak apa-apa."


"Mbak Shofia dengan senang hati Mi nungguin aku. Iya kan mbak?" kata Ziana.


"Iya. Saya senang kok."


"Ya sudah terima kasih banyak." kata Umi sambil memeluk Shofia.


Kemudian keluarga ndalem pulang. Zakaria juga ikut pulang. Walaupun awalnya dia dipaksa dan sedikit disret oleh Fahmi dan Yahya.


"Mbak aku pengen ganti pembalut."


"Ok. Sini aku bantu." Shofia segera menyapkan perlengkapan untuk Ziana. Kemudian membantu Ziana turun dari ranjang. Tangan kanannya memegang lengan kiri Ziana. Sedangkan tangan kirinya membawa infus Ziana.


Dengan sabar Shofia membantu Ziana mengganti "malaikat kecil putih bersayap" itu di kamar mandi. Namun saat kembali tubuh Ziana kembali lemas sehingga Shofia kesulitan.


"Astagfirullah!" teriak Shofia ketika tiba-tiba tubuh Ziana kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Untung saja ada tangan yang segera menangkap tubuh Ziana.


"Biar aku gendong saja." Zakaria segera mengangkat tubuh adiknya. Shofia mengikiti di sampingnya dengan membawa botol infus.

__ADS_1


Dengan Hati-hati Zakaria membaringkan tubuh Ziana di atas brangkar. Shofia membantu membenarkan bantal agar nyaman dipakai berbaring. Setelah merasa Ziana sudah nyaman, Shofia segera meletakkan botol infus pada tempatnya.


"Terima kasih Gus." kata Shofia.


"Sama-sama. Aku kan sudah bilang kalau kamu tidak bisa, kamu bisa minta tolong padaku."


"Maaf. Tapi tadi tidak ada orang lain Gus."


"Ya sudah. Lain kali jangan diulangi. Apapun itu jika kamu kesulitan jangan sungkan meminta bantuanku."


"Hemm" Shofia mengangguk dan segera duduk di kursi samping brangkar.


"Sudah Gus."


"Bohong mas. Dari tadi mbak Shofia belum makan."


"Shof...?"


"Kan aku sudah makan sore tadi. Kamu kan juga tahu Gus."


"Itu sudah dari tadi. Ini sudah malam. Pasti lapar lagi. Apalagi tadi cuma makan mie ayam. Kamu pengen makan apa?"

__ADS_1


"Terserah kamu saja. Pokoknya jangan Seafood. Aku gadis desa yang tidak cocok dengan makanan orang kota." kata Shofia membuat Zakaria tersenyum.


"Wah wah kalian berdua benar-benar cocok. Mas Zakaria juga tidak bisa makan Seafood karena alergi." Perkataan Ziana membuat pipi Shofia memerah malu.


Zakaria segera pergi mencari makan untuk mereka bertiga. Dia menuju kafe yang berada di seberang jalan rumah sakit karena makanan di kantin rumah sakit pilihannya sedikit.


Tak lama kemudian Zakaria kembali ke kamar Ziana dengan membawa 3 kotak makan untuk mereka bertiga. Dia membeli ayam panggang dan juga urap untuk menu makan malam mereka. Tak lupa dia membeli kerupuk.


"Ziana baru saja tidur Gus."


"Biarkan saja. Ayo makan." Shofia segera menghampiri Zakaria dan duduk di sofa yang lain.


Mereka berdua makan dalam diam. menikmati makanan mereka masing-masing. Kecanggungan pada diri Shofia sudah menghilang saat Zakaria membuat lelucon. Mereka berduapun bercanda saling melempar leluconnya.


Keduanya semakin akrab. Kini Zakaria menyadari bahwa cara mendekati Shofia adalah dengan membiarkan semua berjalan dengan sendirinya. Dia menyadari bahwa gadis yang sedang bercanda dengannya adalalah gadis yang tidak suka dipaksa.


Shofia kini bisa menerima keberadaan Zakaria di sekitarnya. Dia merasa Zakaria sudah tidak membuatnya tertekan lagi. Bahkan dia mulai merasa nyaman berada di sisi Zakaria.


Ziana yang baru bangun tersenyum mendengar kedua kakaknya tersebut bercanda. Dia sangat senang karena sepertinya usaha sang kakak untuk bisa dekat dengan Shofia sudah mulai memperlihatkan hasil.


'Sepertinya mbak Shofia sudah mulai membuka hatinya. Aku tidak menyangka kakakku itu bisa dengan cepat menghancurkan dinding pertahanan mbak Shofia. Wah sepertinya keinginan Umi bisa tercapai. Ini langkah yang sudah baik mas. Tapi aku yakin perjuanganmu masih panjang untuk menaklukkan hati mbak Shofia.' batin Ziana sebelum terlelap kembali. Dia tidak ingin mengganggu moment kedua kakaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2