Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Tampan Tunanganku Lah


__ADS_3

Siang ini Shofia sedang berada di bilik kantornya. Dia sedang mengerjakan laporan keuangan yang diminta atasannya. Sudah dua tahun dia bekerja disana. Pada awalnya dia hanya seorang pegawai magang. Namun karena kinerja yang bagus dia diangkat menjadi pegawai tetap.


Semua rekan kerja Shofia juga suka padanya. Dia termasuk pegawai teladan di sana, tapi dia tidak sombong dan selalu baik pada pegawainya lain. Kadang dia membantu pekerjaan karyawan lain jika pekerjaanya sudah selesai.


"Ayo makan siang dulu Shof." ajak Rina.


"Sebentar lagi. Kurang sedikit lagi ini."


"Baiklah kalau begitu. Aku duluan ya. Jangan terlalu keras. Kalau sudah selesai cepat istirahat."


"Iya Rina sayang. Nih selesai kan. Ayo." ajak Shofia. Merekapun pergi ke kantin kantor. Mereka lebih suka makan di kantin kantor dari pada makan di luar. Selain murah dan enak tempatnya juga dekat. Sehingga tidak menghabiskan waktu saat jam istirahat.


Mereka berdua mengahampiri teman satu divisi mereka. Mela dan Ruby sudah lebih dulu berada disana. Saat mereka berbincang sambil menghabiskan makan siangnya Mela memperhatikan cincin yang ada di jari manis Shofia.


"Fi, itu cincin apa? Kok ada di jari manis kamu? tidak ada yang kamu sembunyikan kan?" tanya Mela.


"Oh ini cincin tunanganku. Minggu kemarin waktu aku pulang aku tunangan."


"Apa?" jawab ketiga temannya kompak. Mereka tidak menyangka jika Shofia sudah bertunangan. Selama ini mereka mengenal Shofia tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria manapun. Mereka tahu jika banyak yang mendekati Shofia, namun semua gagal.


"Kalian tidak percaya?"


"Itu bukan salah satu cara agar para pria yang mendekatimu menyerah kan?" tanya Rina penuh selidik.


"Tidak. Beneran deh minggu lalu aku tunangan."


"Sama siapa? apa sama Rizwan?" kata Ruby

__ADS_1


"Tidak. Bukan dia. Dia itu cuma sahabatku."


"Hei tidak ada yang namanya cuma sahabat antara laki-laki dan perempuan." sanggah Mela


"Tapi aku beneran cuma sahabat sama dia. Teman seperjuangan. Kalian tahu kan di kampus itu aku tidak cocok dengan mahasiswi disana. Kebanyakan kalau diajak sholat mesti alasan. Kalau waktu kuliah biasa sih tidak apa-apa. Tapi kalau sedang di luar kampus aku sendirian. Sejak aku kenal Rizwan aku jadi ada teman seperjuangan. Lagipula dia juga sudah punya calon."


"Lalu siapa tunanganmu?" tanya Ruby


"Namanya Zakaria Husain Fuadi."


"Kalian dijodohin?" tanya Mela


"Tidak. Kami sudah lama saling mengenal."


"Kok kamu tidak pernah cerita?" selidik Rina


"Dan kamu langsung terima?" tanya Ruby heran.


"Tentu saja. Jika ada laki-laki baik yang ada niat baik meminta untuk menjadi pendamping buat apa nolak?"


"Hebat cowok itu. Biasanya kamu selalu nolak cowok. Dan ini baru tiga bulan langsung tunangan saja."


"Hei aku kenalnya sudah lima tahun tau. Tapi tiga tahun kami terpaksa berpisah karena kami masih terlalu muda dan harus menata kehidupan kami dulu."


"Aku jadi penasaran seperti apa calonmu itu." kata Ruby.


"Sayangnya aku nggak punya fotonya di handphone ku."

__ADS_1


"Dasar aneh. Mana mungkin foto tunangan sendiri tidak punya. Apalagi kalian sudah kenal lama." decak Rina


"Ya memang sih. Tapi itulah kenyataan nya. Setelah tiga tahun kami berpisah. Kami hanya bertemu dua kali sampai sekarang."


"Kau sungguh aneh. Memangnya dia seperti apa?"


"Dia itu baik. Lucu. Yang paling penting dia membuatku nyaman."


"Apakah dia tampan?" tanya Mela


"Heem."


"Sama Pak Dika?"


"Tampan tunanganku lah."


"Apa? Pak Dika itu adalah laki-laki yang paling tampan yang pernah aku temui. Dan tunanganmu lebih tampan?"


"Heem." Shofia tersenyum melihat reaksi teman-temannya.


🐈🐈🐈🐈🐈


Terima kasih sudah menyempatkan membaca tulisan Author halu ini. Semoga suka ya... 😘


Maaf banyak typo😁


BUDAYAKAN LIKE SETELAH MEMBACA YA SAY... 😍😎

__ADS_1


BAGI KOIN DAN POIN JUGA BOLEH KOK 😉😉😉😉


__ADS_2