
πRahasiaku adalah kamu. Kamu masalalu terindahku. Akan kubingkai indah di hatiku. Aku tak berharap kamu kembali. Yang kuharap adalah dimanapun kamu selalu bahagia...π
Ziana begitu kesal. Saat dia membuka handphone Shofia dia menemukan sebuah folder terkunci. Sudah beberapa kali dia mencoba mengetik password. Tapi semuanya gagal.
"Mengapa folder ini terkunci? Apa isinya?" Ziana bicara pada dirinya sendiri. Dia frustasi tidak dapat membuka folder tersebut.
πππππ
Ziana sudah menyerah. Dia pergi ke kamar Shofia untuk menanyakan tentang folder terkunci itu. Dia benar-benar penasaran. Bahkan judul yang biasanya menggambarkan isinya pun tak dapat membantu. Karena nama folder itu hanya"Folder 1" benar-benar membuat pusing.
Handphone itu berpindah tangan. Shofia heran dengan perubahan sikap Ziana. Bahkan tak ada kata terima kasih yang diucapkan oleh Ziana. Wajahnya terlihat kesal.
"Kenapa?" tanya Shofia penasaran.
"Mbak kenapa ada folder yang dikunci?" Shofia faham sekarang.
"Zi.. jika aku kunci berarti itu adalah rahasia. Kamu tahu kan artinya rahasia?" Shofia memandang Ziana lekat.
"Tapi kenapa harus dirahasiakan?"
"Karena aku tidak ingin ada seorangpun yang tahu Zi. Aku benar-benar belum siap jika isinya sampai diketahui orang lain. Aku minta maaf. Untuk yang satu itu aku tidak bisa membaginya denganmu." Shofia mencoba memberikan pengertian pada Ziana.
"Ya sudah mbak. Tidak apa-apa. Aku tahu mbak belum siap. Iti privaci mbak. " ucapnya pelan menahan kekecewaan.
"Zi folder itu berisi secuil masalalu. Aku menguncinya agar aku dapat melihatnya sebagai pelajaran. Semua yang ada di folder itu sangat berarti untukku. Bagiku, masalalu hanya menjadi pembelajaran Zi."
Ziana masih diam mendengarkan.
"Semua kenangan itu hanya bermanfaat sebagai pelajaran jika aku yang melihatnya. Karena hanya akulah yang mengerti pelajaran apa yang dapat diambil dari sebab akibat cerita setiap gambar di folder itu."
__ADS_1
"Baiklah mbak. Boleh aku tanya satu hal lagi?"
"Tanyakan. Jika aku dapat menjawabnya aku akan menjawabnya."
"Mbak siapa gitaris sebelum Andre?"
"Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan itu? "
"Aku penasaran aja. Sepertinya dia juga multitallent seperti mbak. Beberapa kali dia duet bareng mbak."
"Namanya Jo. Sahabat terbaik ku. Dia yang mengajariku bermain gitar."
"Diakah cinta pertama mbak?" Ziana menatap dalam mata Shofia. Terlihat kerinduan di mata indah itu setiap menyebut nama Jo.
"Ya. Tebakanmu benar."
"Bisa cerita?"
"Baiklah mbak. Aku menyerah. Kurasa cukup untuk hari ini."
Tiba-tiba Shofia bangkit kembali. Menarik Ziana dalam pelukannya.
"Terima kasih Zi. Kamu sudah mau mendengarkan sedikit kisahku." bisiknya. "Kamulah satu-satunya orang yang mengetahui perasaanku pada Jo. Jadi rahasiakan ya!" lanjutnya sambil melepaskan pelukannya.
Shofia segera merebahkan kembali tubuhnya. Hatinya berdenyut mengingat kenangannya. Ingin rasanya melupakan semuanya. Tapi hatinya benar-benar tidak dapat diajak kompromi.
Sebenarnya isi dalam folder itu sudah dihafal Shofia di luar kepala. Tapi dia enggan menghapusnya.
*Jo kenapa aku jadi seperti ini? Aku seperti raga tak bernyawa. Rasanya kehidupanku hanya berpusat padamu. Inikah karma yang harus kudapatkan?
__ADS_1
Dimana kamu sebenarnya? Kenapa kamu hilang tanpa jejak? Mengapa kamu meninggalkanku dengan perasaan cinta yang menyakitkan*?
Mata Shofia mengalirkan air mata. Hatinya begitu rapuh jika mengingat Jo.
*Begitu dahsyatnya pengaruhmu terhadapku. Lihatlah! Aku yang tomboy saja bisa menangis kau buat.
Bisakah kau bawa pergi bayangmu Jo. Aku lelah seperti ini.
Izinkan aku memulai hariku tanpamu...
Izinkan aku menikmati hariku tanpamu...
Izinkan aku bahagia walau tidak denganmu...
Izinkan aku tersenyum yang bukan karenamu...
Izinkan aku membuka hati untuk selain dirimu...
ππππ*
Author :"Lebay kamu shof!"
Shofia :"Itu ungkapan dari hati terdalamku thor!"
Author :"Mulai lebaynya."
Shofia :"Kamu sih thor nyiksa bathinku terus."
Author :"Pelajaran kehidupan Shof. Nikmati saja."
__ADS_1
Shofia :"Baiklah thor kali ini aku nurut. Lagi gak mood debat ma kamu!"
ππππ